seorang pria kaya yang tak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang tak jelas asal usul nya kini menjalin sebuah asmara,namun hal yang tak terduga terjadi setelah pria tersebut tahu bahwa wanita yang ia cintai ternyata sudah hamil muda sebelum mereka bertemu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sudawirat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kabar dari desa
Tak disangka ternyata pria macam bram pun pernah merasakan sakit hati,namun berkat itu bram bangkit dari keterpurukan dan menjadi seorang yang sukses,meski rasa sakit bram menimbulkan trauma yang cukup mendalam,
mendengar perkataan dari bram sekar terdiam lalu tertunduk sambil berkata;
"jadi itu sebab nya kamu tak kunjung menikah hingga kini?" ucap sekar kepada bram,
" entahlah ,aku juga tak tahu pasti,"balas bram kepada sekar,
" iyaa sudah kalau begitu,oh iyaa,aku sudah merasa sedikit enak an,meski masih sedikit terasa sakit saat berjalan" ujar sekar mengganti topik pembicaraan.
" benarkah,?aku senang mendengarnya,namun untuk memastikan kondisi mu ,mari kita lihat hasil pemeriksaan dari dokter nanti,dan sambil menunggu dia datang,aku mau mempersiapkan kamar untuk mu," ujar bram kepada sekar,
" apa?,,apakah kamu ingin aku tinggal disini? "tanya sekar kepada bram,bram pun tersenyum lalu berkata,
"iyaa,sampai kamu benar-benar sembuh,baru nanti kita cari rumah kontrak an ,yang bisa kamu jadikan tempat tinggal selama kamu bekerja di kota ini"balas bram kepada sekar,
" tapi aku masih belum punya uang untuk mengontrak rumah,apakah di kantor kenalan mu itu tidak ada mess atau asrama untuk karyawan?" tanya sekar kepada bram,
"sayang nya tidak ada,tapi tenanglah kamu tak perlu khawatir soal kontrak an,biar kan aku yang mengurus itu" balas bram kepada sekar,menyanggupi biaya rumah kontrakan untuk sekar,lagi dan lagi sekar merasa heran dengan bram,ia merasa bram terlalu baik padanya,
" mengapa kamu begitu baik padaku,bisakah kali ini aku hutang saja,jadi nanti setelah bekerja, aku akan mengganti uang untuk sewa kontrakan padamu" ucap sekar kepada bram,ia merasa tak enak dengan semua kebaikan bram padanya,
" tidak usah sekar,mungkin itu juga salah satu bentuk tanggung jawabku atas perbuatan ku padamu,"balas bram kepada sekar,
" aku tidak apa-apa,aku hanya keseleo saja" ujar sekar kepada bram,
" sudah lah sekar,terima saja,sekarang aku kan membersihkan kamarmu,kamu istirahat saja sampai dokter datang,kamu juga boleh mencoba-coba memakai semua barang ini," ucap bram kepada sekar,
"aku akan beristirahat sebentar,aku juga mau menelpon ibuku,dari tadi aku kepikiran ibu ku terus" ujar sekar kepada bram,
" baiklah kalau begitu, aku tinggal sebentar ya" ujar bram,sambil berdiri dari sofa,
Setelah itu bram melangkah ke sebuah kamar di dekat ruang tamu,kamar tersebut tepat terletak beberapa meter dari sofa tempat sekar duduk sekarang.
Sementara bram sedang membersihkan kamar,sekar pun meraih ponsel milik nya yang kini sudah terisi penuh,ia menyalakan ponsel tersebut lalu mencoba menghubungi ibu nya yang berada di desa.
Beberapa saat kemudian sang ibu pun mengangkat telpon dari sekar;
" ibu,,,apakah ibu baik-baik saja,bagaimana kabar ibu" ucap sekar ke pada ibunya,di telepon
" ibuk baik nak,bagaimana dengan mu di sana?" balas sang ibu,
" aku baik ibu,oh iyaa,,aku punya kabar baik bu,sebentar lagi aku akan bekerja bu"ucap sekar sembari menampakan kebahagiannya,
" benarkah nak,syukurlah kalau begitu,maafkan ibu ya nak,sudah menyusahkan mu"balas sang ibu melalui telepon,seakan merasa bersalah kepada anak nya,
" tidak apa-apa ibu,ini bukan salah ibu kok" balas sekar kepada ibunya.
Sementara sekar sedang bercakap-cakap dengan ibunya, bram yang berada di kamar sedang membersihkan ruangan,tak sengaja mendengar percakapan sekar dan ibu nya,dan hal tersebut membuat bram kembali mengingat mendiang ibunya,
" mengapa aku jadi sangat merindukan mu bu,melihat sekar merasa senang saat ia berbicara kepada ibunya,turut membuat hatiku senang,namu disisi lain aku merasa sedih jua ,andai saja aku dapat mengobrol dengan mu sekarang bu, aku akan bercerita banyak hal padamu,semua yang kulalui,semuanya" gumam bram dalam hati,
Entah mengapa akhir-akhir ini bram sangat merindukan kedua orang tua nya,dia sering menyendiri di balkon lalu mengenang semua hal ketika bersama dengan orang tua nya,ia merasa kesepian akhir-akhir ini.