NovelToon NovelToon
Titik Penghubung

Titik Penghubung

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:213
Nilai: 5
Nama Author: prasetya_nv

sebuah kehancuran adalah sebuah derita bagiku, seperti kutukan akan kelakuan berat masa laluku. nyatanya itu hanyalah sebatas prasangka. _Ailavati Keysa Maharani.

wajah datar tampak acuh adalah penguat ku, aku terlalu takut untuk dikasihani sebagai alasan pertemanan ku. hidupku telah luluh lantah atas kehancuran.~Alga Mahensa Putra

Di sinilah kisahku dimulai.
Aku Aila Putri cantika yang memiliki trauma akan masalalu, yang di pertemukan dengannya Alga Mahensa Putra.

Pria yang memiliki parasa tampan dan berwajah datar.
Akankah Aku bisa bersamanya?
Apakah ego kita yang akan sama sama menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetya_nv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tentang Reihan

Alga kembali menceritakan tentang Reihan yang di kenal ku hari ini. Setelah kemarin aku menjedanya. Aku masih belum siap mendengarnya. Hari ini aku meminta Alga menemuiku kembali. Aku berada di ayunan taman seperti biasanya bersama Aksa di temani mentari yang masih tersenyum malu malu di ufuk timur sana.

Alga mulai bercerita kembali.

Berulang kali Reihan keluar masuk rumah sakit. Separuh hari harinya hanya terisi dengan ruangan bau obat dan orang menjerit kesakitan. Katanya rumah sakit adalah tempat untuk menyembuhkan tapi baginya rumah sakit hanyalah tempat perlambatan ajalnya. 

Untuk kesekian kalinya dia berada di tempat yang penuh dengan orang sakit . Terhitung sudah seminggu ini dia hanya bisa berjalan jalan di dalam rumah sakit ini. Suara panik dan jerit tangis pilu mereka yang kehilangan pun sering di dengarnya. Dia hanya berpikir bagaiman nanti jika gilirannya apakah mereka siap untuk itu. Hatinya gelisah memikirkan orang orang yang di sayanginya.

" Kenapa lo?? Melamun lagi?? " Terdengar pertanyaan dari Alga yang hadir di belakangnya.

" Nggak juga, gue lagi berpikir. Gimana caranya gue meninggalkan mereka tanpa takut mereka sedih. " Jawabnya sambil menatap lurus dengan sendu seakan mencari jawab dalam pandangannya.

" Meskipun  kamu meminta untuk mereka tetap bahagia, tapi pasti mereka akan sedih Han. Jadi lo harus berjuang untuk tetap ada di samping mereka. " Jawab Alga yang faham keadaannya.  Membantu memberi sahabatnya semangat kembali.

" Al gue gak bodoh. Hal itu akan datang. Ehh,... Lo kenapa? Apa yang terjadi lagi. " Tanya Reihan yang jelas tahu ada sesuatu yang terjadi pada sahabatnya itu. Sahabatnya menatap langit dengan sendirinya. Sahabatnya sedang terluka. Dia paham itu.

" Biasa mereka kembali ribut, gue suntuk. Gue tidur jaga lo aja ya. " Jawab Alga seperti biasanya saat orang tuanya kembali ribut.  Dia memilih menemani Reihan di rumah sakit.

Mereka sudah kenal lama, Alga yang tahu Reihan sedang berjuang melawan penyakit jantung nya dan Alga dengan masalah keluarganya yang di pertemukan di rumah sakit juga karena Alga yang tak sengaja melihat Reihan yang pada saat itu ingin mengakhiri hidupnya.

Hingga semua meyakinkan Reihan bahwa hidup Reihan masih berarti. Reihan tak perlu menyia iyakan hidupnya.

"Aku adalah orang ter jahat yang pernah ada di hidup Reihan Al, mungkin dia gak akan bisa maafkan aku. Belum sempat kata maaf terucap Al. Dia telah pergi." Aku menunduk dan berkata. Pandanganku menjadi kabur hanya karena banyak air mata yang menggenang di pelupuk mata. Cerita Reihan membuatku sedikit terguncang. Tapi aku menahanya karena ingin dengar perjuangan Reihan.

"Aku tahu La, kamu sangat mencintainya terbukti seberapa dinginnya kamu saatku mengenalmu dulu. Kamu seakan menolak aku hadir di sisihmu seakan luka kelam yang menjadi pembatas. Tapi, kamu harus ingat La, bahwa dia sekarang sudah tidak merasakan sakit. Dia sudah tenang La."  Alga menenangkanku  sambil menggenggam tanganku. Setiap aku merasakan gejolak rasa yang membuatku teriris Alga akan menggenggam tangan ku. Itulah kebiasaannya yang membuatku terbawa perasaan olehnya.

" Dia orang baik Al, raganya mungkin tak ada di sini. Tapi dia tetap ada di hati. " Aku berkata menjelaskan sebagai mana berharganya seorang Reihan bagi ku. Dulu dia adalah segalanya untukku, karena hanya dia yang memahamiku selain Aksara kakakku.

Alga yang mendengar itu membeku, ada gejolak aneh yang tak seharusnya itu ada. Tapi dia ada membuat Alga gusar.

Alga menyadari bahwa hatinya kini terkunci untuk seorang Ila yang di depannya.

"Dia beda dengannya. Dia mampu membuatku merasakan rasa yang begitu kuat. Aku ingi egois. Aku ingin mendapatkannya" Batin Alga berucap.

" Al aku bertanya sejak kapan kamu mengenalnya dan apakah kalian sedekat itu ?? " Suaraku membawa dia kembali tersentak dalam lamunannya.

" Aku mengenalnya sudah lama, dia pasien mama dan aku sering bolak-balik ke rumah sakit untuk sekedar mengunjungi mama La. Reihan  orang yang baik La. Aku tidak tahu kapan jelasnya kami dekat, tapi bisa di pastikan aku dekat denganya sebelum mengenalmu. " Alga menjelaskan padaku mengapa dia mengenal Reihan.

" Apakah kamu begitu tidak asing di hidup mereka. Apakah mereka mengenalmu sebelum aku mengenalmu.??? " Dengan penasaran aku menatap penuh Alga yang membuat dia gugup.

" Aku mengenal mereka jauh sebelum mengenalmu. Aku faham mereka seperti apa La" Alga menjawab seadanya dan harap cemas takut di interogasi olehku.

Alga menjelaskan bahwa dia mengenal mereka yang ku maksud.

" Apa hubungan Reihan dengan mereka??? " Tanyaku memastikan sekali lagi bahwa Alga tidak ada hubungannya dengan sang kakak.

" Aku mengenal dia di rumah sakit pelita harapan tempat mama bekerja.  Jiwa dia sedikit terguncang dan terkadang tak jarang aku melihatnya seperti muak dengan berbagai macam pengobatannya. Mungkin dia tahu bahwa sejauh apapun pengobatannya tanpa cangkok jantung dia tak akan bertahan lama. Suatu hari, aku sedang tidak baik baik saja. Aku menemuinya dan duduk diam di sampingnya yang sama diamnya tanpa menghakimi ku. Sampai tanpa sadar waktu yang aku habiskan untuk memenangkan diri di sampingnya membawa aku bertemu seseorang. Regan Aldiansyah kembaran Reihan yang sepertinya mereka memiliki hubungan yang tak sewajarnya saudara kembar. Seperti ada tembok pembatas yang memisahkan karakter mereka. Tapi Aldian beda dalam penglihatanku, dia terlihat seolah jahat tapi pandangannya tak bisa bohong. Karena itu aku mengenal Aldian dan teman temannya meskipun tidak terlalu dekat. " Alga menjawabku dan memberikan fakta yang dulu sempak aku ketahui. Dan ku pikir itu sudah berlalu. Mereka baik baik saja.

"Lalu, dengan Tanala? " Aku mencoba mencari fakta mengapa mereka seperti ada sesuatu yang di sembunyikan.

Alga bingung harus menjelaskan seperti apa jika kondisinya sekarang mengapa mereka seperti orang asing. Karena dia berjanji pada Tanala agar dia tidak memberikan informasi apapun  tentang kerumitan itu.

" Aku mengenalnya. " Singkat dia menjawabku. Tangan itu kembali terlihat. Dia sedang mengontrolnya lagi.

"Terus mengapa Reihan begitu anti dengan Aldian??? " Alga menatapku penuh karena penasaran akan alasannya.

" Terdengar klasik bila aku bilang Reihan iri dengan kembarannya yang bisa hidup sehat tanpa harus bersahabat dengan rumah sakit. "  Tatapanku tertuju pada Aldian di sebrang sana yang melamun sepertinya keadaannya tidak jauh lebih baik dariku.

" Jadi? " Alga menatapku dengan penasaran. Alga belum tahu seberapa tegangnya persaudaraan mereka.

Aku duduk diam memandang langit dari ayunan kesukaanku ini. Aku berangan bahwa kedepannya akan ada bahagia yang menungguku.

"Cerita Al! Sudah waktunya aku tahu. " Ucapku tanpa menoleh padanya. Dia di sampingku menarik nafas kasar dan beranjak dari sampingku. Alga berdiri menghalau cahaya yang membuatku silau dan menatapku.

"Akan ada waktunya aku bercerita. Belum sekarang" Katanya sambil membenarkan anak rambutku yang berantakan tertera angin.

                               *****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!