Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.
mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
"gimana keadaan Rey sekarang Ren? tanya Sheila saat ia melihat Renee keluar dari kamar Rey dengan seragam sekolah.
seperti nya gadis itu ingin berangkat menuju sekolah nya.
hubungan di antara anak ibu itu sedikit merengang, setelah kejadian kematian Floana.
Sheila tahu, dirinya tidak bisa membela perbuatan Vanesha, ia juga tidak bisa menyalahkan Renee atas kejadian yang menimpa putri nya itu.
karena ia mengerti, pihak yang tersakiti adalah putri nya Renee bukan Vanesha.
"gpp" Renee menjawab singkat lalu lanjut pergi ke lantai satu untuk berangkat, ia ingin se menghindar mungkin dari Sheila.
entah sejak kapan, tapi Renee mulai merasa Mommy nya ini bukanlah mommy nya yang dulu.
Sheila hanya menatap datar kepergian putri nya itu, ia juga lalu pergi meninggalkan lorong dengan pisau buah yang menancap di pergelangan tangan nya.
Creepy banget ga sih,,?
"Brumm"
"brumm"
Renee lalu berangkat sekolah bersama dengan supir, ia tidak mau berangkat sendiri karena sepulang sekolah nanti ia hendak pergi ke suatu tempat.
"makasih"
setelah mengucapkan terimakasih, Renee lalu masuk ke dalam sekolah nya, saat berkendara tadi, ia juga sempat bilang pada supir untuk tidak menjemput nya sepulang sekolah.
dan pak supir meng iyakan ucapan Renee tanpa membantah, karena ia juga sudah hapal dengan Renee yang selalu meminta agar tidak di jemput setiap di antar sekolah.
di sepanjang lorong kelas, Renee terus menerus menjadi bahan perbincangan, namun dirinya tetap tenang tanpa mengeluarkan suara atau tatapan apapun, hingga sampai di kelas.
"Srekhh"
pintu di geser, di dalamnya, pandangan semua murid langsung tertuju pada Renee.
Sepertinya rumor yang ia sebarkan, menjalar dengan baik ke telinga mereka.
Renee lalu duduk di bangku nya dan melanjutkan kelas seperti biasa.
"ding dong"
bel pulang sudah berbunyi tanda berakhir nya jam sekolah, semua murid berhamburan ke luar kelas hendak pulang ke rumah masing masing.
di depan gerbang, Renee menaiki mobil sedan hitam yang kemudian melaju meninggalkan area sekolah.
Karen dan Likean sempat melihat Renee yang pergi meninggalkan sekolah dengan mobil yang menurut mereka asing, namun mereka berdua lebih memilih tidak peduli karena mungkin saja Renee pergi bersama dengan pacarnya.
"Renee sama siapa ya?
" kayak nya sama pacarnya deh"
ketua Eagle yang mendengar pembicaraan karen dan kean langsung ikut nimbrung.
"emang Renee punya pacar?
karen sedikit mengerutkan kening, ia berpikir jika Renee memang punya pacar siapa dia?
" kayaknya pacar Renee Gabriel deh! celetuk Kean sambil mengetuk kan tangan mendapat jawaban.
"Gabriel?
" seinget gue,, Gabriel sama Renee tuh lumayan deket, gue juga pernah liat mereka ciuman" ucap Kean meletakkan jari telunjuk nya di dagu.
"hmppp!!
mulut ember Likean langsung di sumpel Karen, jika anak itu bicara lebih lanjut lagi, dunia mungkin akan hancur.
" ciuman ya?..
beberapa menit berkendara, Renee akhirnya sampai pada sebuah hutan belantara yang terlihat menyeramkan.
ia lalu turun dan menyuruh mobil itu pergi meninggalkan area hutan.
seperginya mobil yang mengantarkan Renee, Renee lalu masuk ke dalam hutan yang gelap gulita.
ia berjalan berjalan dan berjalan hingga akhirnya menemukan sebuah bangunan yang di bangun sederhana namun dengan ukuran yang sedikit besar.
Renee lalu menghampiri bangunan itu lalu mengetuk pelan pintu nya.
"tok tok tok"
"tok tok tok"
"tok tok tok"
"brakhh"
tak tahan di acuh kan, Renee lalu menendang pintu itu hingga terbuka lebar.
di dalamnya, terlihat seorang pria sedang duduk di sebuah kursi yang berhadapan langsung dengan berbagai botol kimia yang tersusun rapi di sebuah rak.
"Rene?
pria itu lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Renee, ia hendak memeluk namun di tahan oleh Renee.
"bau"
Renee menutup hidung nya lalu memberi isyarat agar pria itu sedikit menjauh.
"kebiasaan"
pria itu memasang raut wajah kecewa, ia lalu berbalik dan masuk ke sebuah ruangan.
seperginya pria itu Renee berjalan jalan sebentar sambil menunggunya kembali, ia melihat lihat area sekitar, mengamati hasil eksperimen paman kenalanya itu.
matanya langsung tertuju pada sebuah kapsul besar yang berisi seorang manusia di dalam nya.
senyum nya langsung melebar, matanya berbinar, ia merasa sangat senang dengan apa yang berada di hadapan nya saat ini.
Luciano Sekar.
sebuah nama tertera di bagian bawah kapsul, nama dari orang yang berada di dalamnya.
Renee menyentuh bagian luar kapsul, ia mengelus perlahan permukaannya dan mengetuk pelan, bertindak seolah-olah orang di dalamnya akan bangun hanya dengan kedatangan nya.
"seindah itu ya?
kedatangan pria itu membuat atensi Renee langsung berbalik dan menatap nya.
" iya"
Renee membalas ucapan nya lalu lanjut mengelus kapsul di hadapan nya.
senyum nya tak luntur dan masih setia terpampang jelas.
"kak Riize"