NovelToon NovelToon
The Harmony Of Us

The Harmony Of Us

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Romansa
Popularitas:350
Nilai: 5
Nama Author: AinaAsila

---

Sinopsis Utama

Di sebuah sudut tenang kota, terdapat sebuah deretan hunian asri di mana pagar-pagar rumah tidak menjadi pembatas, melainkan jembatan bagi sebuah persahabatan yang tulus. Inilah kisah tentang lima wanita dan pasangan mereka yang membangun definisi baru tentang "keluarga pilihan."

Kehangatan mengalir di setiap rumah: Jane dan Mario yang menanti kehadiran buah hati dengan penuh sukacita; Irene dan Elgi yang belajar menjadi orang tua bagi putra kecil mereka yang aktif dan ceria; Soo Young dan Endy yang romantismenya tak pernah pudar meski usia pernikahan terus bertambah; Jisoo yang membesarkan putrinya, Amora, dengan kekuatan cinta setelah ditinggal suami; serta Chaeyoung dan Leon yang membuktikan bahwa cinta tidak mengenal jarak dan benua.

Tidak ada drama besar, tidak ada rahasia kelam. Yang ada hanyalah janji untuk selalu ada satu sama lain, merayakan setiap momen kecil, dan menjaga keharmonisan yang tumbuh subur di lingkungan mereka. Inilah kisah tentang keluarga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AinaAsila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Us

---

Usia kehamilan Jane memasuki bulan kedelapan. Perutnya semakin besar, gerakannya semakin terbatas, dan yang paling penting: hari persalinan semakin dekat.

Para sahabat di Griya Asri diam-diam sudah merencanakan sesuatu sejak sebulan lalu. Irene, sebagai penggagas ide, mengadakan rapat rahasia di rumah nomor 9 tanpa sepengetahuan Jane.

"Ini waktunya kita bikin baby shower buat Jane," ucap Irene serius.

Semua mengangguk setuju. Hanya Leon yang mengangkat tangan.

"Apa itu baby shower?"

"Pesta sebelum bayi lahir," jelas Chaeyoung. "Kita kumpul, kasih kado, makan-makan, doain Jane sama bayinya."

Leon mengangguk-angguk. "Oh, like a gender reveal party?"

"Bukan. Lebih ke... celebration of the upcoming baby."

"Ah, I see. Count me in!"

---

Rapat Resmi Baby Shower Jane

Lokasi: Rumah Irene

Anggota: Irene (Ketua), Soo Young (Dekorasi), Jisoo (Konsumsi), Chaeyoung (Dokumentasi), Leon (Kurir), Mario (Rahasia)

Irene memimpin rapat dengan gaya manajer proyek. "Oke, kita bagi tugas. Soo Young, lo handle dekorasi. Jisoo, lo handle makanan. Chaeyoung, lo dokumentasi. Leon, lo jadi kurir—siap siap disuruh bolak-balik belanja."

Leon memberi hormat. "Siap, Bos!"

"Mario," Irene menatap Mario tajam. "Lo tugasnya satu: jaga mulut. Jangan sampai Jane curiga."

Mario mengangkat tangan kanan. "Sumpah, demi apapun, gue nggak akan bocor."

"Demi apapun?" Jisoo menyipitkan mata. "Demi anak lo sendiri?"

"Itu mah udah pasti. Tapi gue juga nggak mau Jane marah."

Semua tertawa. Mereka tahu Mario paling lemah kalau sudah berhadapan dengan Jane. Satu kali Jane melas, semua rahasia bisa bobol.

"Oke, kita bikin latihan," usul Elgi yang ikut nimbrung. "Simulasi kalau Jane tanya-tanya."

"Setuju!" seru Irene. "Mario, lo harus siap dengan berbagai skenario pertanyaan."

---

Skenario 1: Di Rumah

Jane sedang duduk di sofa sambil mengelus perut. Mario pura-pura baca koran.

"Mas," Jane memulai.

"Iya, Sayang?"

"Akhir-akhir ini lo sering banget rapat sama yang lain. Rapat apa sih?"

Mario deg-degan. Ini skenario pertama.

"Eh... itu... rapat RT. Iya, rapat RT. Mau bersihin selokan." Jawaban Mario agak gugup.

Jane mengernyitkan dahi. "Bersihin selokan? Kok lo yang ikut? Biasakan Pak RT yang urus."

"Iya... tapi kita warga harus partisipatif." Mario mencoba tenang.

"Lo curiga, deh." Jane menyipitkan mata.

"Enggak! Enggak curiga!" Mario panik. "Ini serius, bersihin selokan. Nanti Om Endy bawa cangkul, Elgi bawa sapu lidi, Leon bawa... bawa... kamera!"

Jane tertawa. "Leon bawa kamera buat bersihin selokan?"

"Iya, buat dokumentasi!"

Para pengamat yang melihat simulasi ini tertawa terbahak-bahak. Irene menggeleng-geleng.

"Mario, lo payah banget bohongnya."

Mario menunduk lesu. "Gue tahu, Mba. Makanya gue minta latihan."

---

Skenario 2: Di Taman

Jane duduk di bangku taman. Mario duduk di sampingnya. Tiba-tiba Irene lewat sambil membawa banyak belanjaan.

"Eh, Mba Irene, belanja banyak banget?" tanya Jane.

Irene berhenti, agak panik. "I-iya, ini... belanja bulanan. Banyak diskon di supermarket."

"Diskon apa?"

"Eh... susu! Iya, susu diskon. Sama... sabun. Sama... deterjen." Irene makin kacau.

Jane mengernyit. "Mba Irene beli susu, sabun, sama deterjen sekaligus? Biasanya kan pisah."

"Iya, tapi ini lagi promo." Irene buru-buru pergi. "Duluan, ya, Jane! Assalamu'alaikum!"

Jane menatap kepergian Irene dengan curiga. "Mas, mereka pada aneh, ya?"

Mario berkeringat dingin. "Ah, nggak. Biasa aja, Sayang."

Para pengamat lagi-lagi tertawa. Irene gagal total dalam skenario ini.

---

Skenario 3: Telepon dari Leon

Leon menelepon Mario pake speaker. Jane ada di sampingnya.

"Hello, Mario!" suara Leon ceria.

"Eh, Leon. Ada apa?"

"I just want to ask... uh... about the... the thing."

Mario panik. "The thing? Thing apa?"

"You know... the thing we talked about. The... surprise?"

Mario hampir menjatuhkan ponsel. "LEON! JANGAN BILANG SURPRISE!"

Leon di ujung telepon sadar kesalahan. "Oh no! I mean... the... the regular thing! The... meeting! The RT meeting! Yes, the RT meeting!"

Jane menatap Mario dengan tatapan paling tajam sedunia.

"Mas... ada surprise?"

"Nggak ada, Sayang! Nggak ada surprise apa-apa!" Mario buru-buru mematikan telepon. "Leon itu... suka bercanda. You know, Australian humor."

Jane tidak percaya. Tapi untuk saat ini, ia pura-pura tidak tahu.

Para pengamat menghela napas panjang. Leon hampir membocorkan rahasia di hari pertama latihan.

---

Seminggu latihan intensif, Mario dan tim mulai membaik. Mereka sudah hafal skenario dan jawaban yang tepat. Jane mulai agak tenang, meski tetap curiga.

Suatu malam, Jane bangun tidur dan menemukan Mario tidak di sampingnya. Ia turun ke ruang tamu dan mendengar bisik-bisik dari luar.

Mengintip dari jendela, ia melihat Mario, Elgi, Endy, dan Leon sedang menggotong sesuatu ke rumah Irene. Benda itu besar dan dibungkus terpal.

Jane tersenyum. Sekarang ia tahu pasti: mereka sedang merencanakan sesuatu. Tapi ia pura-pura tidak tahu. Biar mereka senang.

Keesokan harinya, Jane bilang pada Mario, "Mas, aku mau nginep di rumah kakak semalam. Boleh?"

Mario kaget senang. Kesempatan emas! "Boleh banget, Sayang! Santai aja di sana."

Jane tersenyum dalam hati. Rencananya berhasil.

---

Malam itu, Jane benar-benar ke rumah Jisoo. Tapi bukan untuk nginep. Mereka berdua malah mengintip dari rumah Jisoo, melihat hiruk-pikuk persiapan di rumah Irene.

"Dekorasinya bagus, ya," bisik Jane.

"Iya. Tante Soo Young emang jago." Jisoo ikut mengintip.

"Makanannya banyak banget. Kakak yang masak?"

"Iya, aku bantu-bantu. Tapi resep dari Tante Soo Young."

"Leon bolak-balik terus, ya. Capek kali dia."

"Iya, jadi kurir."

Mereka tertawa kecil, menikmati pemandangan para sahabat yang sibuk menyiapkan kejutan.

---

Hari H tiba. Jane pura-pura diajak Jisoo jalan-jalan sore. Mereka pergi agak lama, sampai matahari hampir tenggelam.

"Kak, kita pulang, yuk. Udah sore," pinta Jane.

"Bentar, Jan. Nanti dulu."

Jane pura-pura nurut. Tapi dalam hati, ia sudah tidak sabar.

Pukul 18.00, mereka pulang ke Griya Asri. Begitu memasuki kompleks, Jane pura-pura kaget melihat lampu-lampu taman menyala terang dan dekorasi warna-warni di sekitar rumah nomor 7.

"Wah, ada apa, Kak?" tanya Jane pura-pura.

Jisoo tersenyum misterius. "Nggak tahu. Yuk, kita lihat."

Begitu mereka mendekat, semua orang keluar dari rumah nomor 7.

"SURPRISE!"

Jane pura-pura kaget, tangannya menutup mulut. "Ya Allah... kalian... ini..."

Irene memeluknya. "Selamat datang di baby shower kamu, Jan!"

Jane menangis. Kali ini tangis beneran, bukan pura-pura. "Mba Irene... kalian... ini semua buat aku?"

"Buat kamu dan calon bayi." Soo Young tersenyum lembut.

Mario mendekat, memeluk Jane. "Kaget, Sayang?"

Jane memukul dada Mario pelan. "Bohong banget sih, lo. Udah seminggu ini lo pada aneh-aneh, kirain aku nggak tahu?"

Mario kaget. "Lo tahu dari kapan?"

"Dari malam lo pada gotong barang ke rumah Mba Irene. Aku lihat dari jendela."

Semua tertawa. Ternyata Jane sudah tahu dari awal.

"Tapi makasih, ya." Jane menatap mereka satu per satu. "Makasih udah repot-repot bikin semua ini. Makasih udah jadi keluarga buat aku."

Mereka berpelukan bersama. Leon mengabadikan momen itu dengan kameranya.

---

Baby shower berlangsung meriah. Makanan berjejer, hadiah-hadiah lucu untuk bayi, dan games yang membuat semua tertawa. Leon paling antusias main tebak ukuran perut Jane—ia kalah telak karena mengira perut Jane muat untuk bola basket.

"Ini bayi, bukan bola!" ledek Chaeyoung.

Sesi buka kado jadi momen paling mengharukan. Jane membuka satu per satu hadiah dari para sahabat.

Dari Irene: satu set perlengkapan mandi bayi lengkap dengan handuk lucu.

Dari Soo Young: selimut rajut, kaus kaki, dan topi—semua buatan tangan.

Dari Jisoo: baju-baju bayi bekas Amora yang masih bagus, lengkap dengan cerita di balik setiap baju.

Dari Chaeyoung dan Leon: satu set mainan edukatif dari Australia.

Dari Elgi dan Endy: mereka patungan beli stroller.

Jane menangis lagi. "Kalian... ini semua mahal-mahal."

"Nggak usah mikirin harga." Endy tersenyum. "Yang penting buat anak kita bersama."

Mario memeluk Jane. "Makasih, ya, semuanya. Kita nggak tahu harus bilang apa."

"Bilang 'makasih' aja udah cukup." Irene merangkul mereka berdua.

---

Malam itu, setelah semua tamu pulang, Jane dan Mario duduk di teras rumah nomor 7. Di pangkuan Jane, setumpuk hadiah dan foto-foto dari baby shower.

"Mas, kita beruntung banget, ya."

"Iya, Sayang. Kita dikelilingi orang-orang baik."

Jane mengelus perutnya. "Nak, kamu lihat? Banyak orang sayang kamu. Mereka semua keluarga kamu."

Mario mencium perut Jane. "Ayah janji, Nak. Ayah akan selalu ingat kebaikan mereka. Dan suatu hari nanti, Ayah cerita semua ini ke kamu."

Dari dalam perut, terasa satu tendangan kuat.

Jane tertawa. "Dia dengar, Mas."

"Iya, dia dengar."

Malam itu, di rumah nomor 7, sepasang calon orang tua bersyukur atas kehangatan yang mengelilingi mereka. Di luar, bintang-bintang bersinar terang, seolah ikut merayakan kebahagiaan yang tak terhingga.

Keluarga pilihan. Cinta yang tak terbatas.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!