Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.13
"Lady Elly memasuki ruangan!"
Wajah kembaran nya langsung tampak kaget. Dan langsung menatap nya dengan penuh permusuhan. Tak menyangka gadis itu sudah sembuh dan kenapa pelayan yang ditugaskan untuk menjadi mata mata menyampaikan informasi yang tidak valid. Dia benar benar sangat kesal.
Elly berjalan dan langsung duduk dengan anggun, di kursi yang sudah di sediakan. Dia menghiraukan tatapan permusuhan dari kembaran nya itu. Baginya tatapan gadis itu, tak membuat nya gentar.
"Cantikan juga Elly, pantas saja kembaran nya begitu iri." gumam Aluna yang saat ini berpikir bahwa wajah Ella terlihat biasa aja bila terlihat dari dekat. Tak secantik yang dia kira. bahkan Aluna bisa menilai, wajah Elly terlihat lebih anggun dan penuh ketegasan.
"Untuk apa kau datang ke tempat ini!" ucap Ella dengan melontarkan kata kata yang tak suka dengan keberadaan Elly di sini. Apalagi gadis itu, terlihat menghiraukan nya.
"Tentu saja untuk makan, apakah kau sudah lupa, bahwa ruangan ini untuk makan?" ketus Elly dengan gaya tengil nya.
"Siapa yang mengizinkan mu, kalau ibu mengetahui nya, kau akan langsung di usir!" pekik Ella dengan tatapan meremehkan. Pasti gadis itu lupa ingatan, bahwa ibunya melarang nya untuk datang ke tempat jamuan keluarga.
"Hahahah, kau terlihat begitu percaya diri ya,tapi asal kau tau, ibu lah yang mengundang ku untuk datang kesini." ucap Elly yang memang sengaja membuat saudara kembarnya kepanasan.
"Tidak! tidak mungkin." ucap nya yang merasa kaget. Tak mungkin ibunya, berbaik hati dengan Elly. Bukan kah selama ini, ibunya begitu membenci kembaran nya itu.
Saat ingin berdebat lagi, tiba tiba menyampaikan bahwa ibunya telah tiba di tempat jamuan. Langsung saja dia merubah wajah nya.
"nyonya jendral memasuki ruangan jamuan." ucap pengawal yang menginformasikan bahwa ibunya telah tiba di sana.
Wajah Ella yang tadinya begitu murka, langsung berubah menjadi terlihat menyedihkan.
"Aku hanya bertanya tentang kondisi mu Elly, kenapa kata-kata yang kau ucapkan sangat kasar?" ucap gadis itu yang langsung pandai bersilat lidah.
Elly cukup kaget, dan langsung tersenyum Sinis dengan kembaran nya itu. Jadi seperti ini gadis itu bermain victim dan menuduh hal hal yang sebenarnya tak terjadi. Ini sungguh menarik.
"Ada apa ini?" tanya nyonya jendral yang melihat ketegangan di tempat jamuan ini. Bahkan tatapan Ella terlihat sangat sedih.
"Apakah kau selalu suka membuat keributan elly?" kecam ibunya yang tiba tiba menuduh hal hal yang tak pernah Elly perbuat. Jadi selama ini elly benar benar tersisihkan.
"Ibu, ini hanya terjadi kesalahpahaman saja. aku hanya menyapa Elly saja, tapi gadis itu langsung mengatakan hal yang buruk dengan ku." ucap Ella yang memberikan keterangan palsu.
tiba tiba suara tawa Elly langsung menggelegar di ruangan tersebut. bahkan gadis itu melupakan bahwa saat ini dia berada di jaman yang berbeda.
"Hahahaha.... Kau sangat pintar sekali berakting Ella. sungguh pertunjukan yang sangat menyenangkan."
"Jaga ucapan dan tindakan mu Elly. apakah begini sifat dan tingkah laku seorang lady?" ucap nyonya voil yang tak suka dengan perilaku Elly yang sudah kelewat batas.
"Kalian benar benar ibu dan anak yang sejati. sangat pintar sekali membuat drama dengan ku. Apakah kalian berdua tak suka dengan hidup ku yang damai ini?" sindir Elly dengan terang terangan.
"Jaga bicara mu kepada ibu!" pekik Ella dengan suara keras nya.
"Nah kan, baru seperti itu saja, kau sudah terlihat sangat marah. Bagiamana nanti kalau aku melakukan sesuatu dengan membalas kalian berdua."
"Sudah hentikan! Ella duduk lah di tempat mu, dan kau juga duduk lah. Kita makan malam bersama."
"Tapi bu_
"Hahaha, aku suka dengan wajah wajah pias mu itu saudara kembar ku." ejek Elly yang langsung duduk karena tak ingin melewatkan makanan enak yang akan di sajikan.
Sepanjang makan malam bersama, tak ada yang mengeluarkan suara sedikit pun. Elly cukup senang, karena kedua nya tak mengusik nya saat sedang makan. Dan dia bisa menikmati makanan yang disajikan dengan tenang. Tapi ia tak boleh lengah, sebab pasti ibunya memiliki rencana buruk untuk nya.
Lady Ella hanya makan makanan nya sedikit, sebab merasa kesal dengan ibunya itu. Bagaimana bisa ibunya membiarkan gadis itu, satu meja dengan mereka.
Setelah makan, nyonya voil melihat ke arah Elly yang tampak cuek.
"Ibu mendengar kabar, bahwa pengawal setia nya pangeran Alfa, mencari seorang gadis untuk dinikahi." ucap nyonya voil yang memberikan informasi tersebut.
Elly tampak tak perduli dengan ucapan ibunya itu. bahkan dia merasa itu merupakan informasi yang tak penting.
Dia melirik ke arah putri nya itu yang tampak cuek dan bahkan tak perduli.
"Jadi, ibu ingin Elly Yang akan menjadi calon istri untuk pengawal setia nya pangeran Alfa!" ucap wanita itu tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Deg.... Jantung Elly berdetak kencang saat ibunya ingin dia menikahi seorang pengawal. Dan apakah dia benar benar tak berarti lagi. mata nya langsung menatap tajam ke arah nyonya voil.
Sedangkan Ella langsung tersenyum penuh kemenangan. bahkan hampir saja dia meledakan tawa nya itu. Dia sudah beberapa kali bertemu dengan pengawal setia nya pangeran Alfa. Dan laki laki itu cukup jelek dan kulit nya cukup hitam. Hal itu membuat nya senang. karena nasib saudara nya benar benar sangat malang.
"Tidak! Jangan mengatur hidup ku!" bentak Elly yang merasa muak dengan sikap ibunya yang sudah keterlaluan itu.
Saat ibunya ingin menampar wajah Elly, gadis itu langsung sigap menahan tangan wanita itu. bahkan rasanya dia sudah tak tahan untuk tinggal di kediaman ini terlalu lama.
"Jangan pernah menyakiti ku lagi. karena kau tak berhak atas hidup ku. Dan jangan memancing kemarahan ku lagi, atau kau akan tau akibat nya!" ucap Elly dengan tatapan tajam menatap ibunya penuh permusuhan.
Wajah nyonya voil terlihat tegang. Dan bahkan dia merasa Elly benar benar berubah. tatapan nya bener bener terlihat berbeda. Dia bisa melihat wajah itu, penuh dendam dan Bahkan dia merasa takut.
"Elly apa yang kau lakukan!" teriak Ella yang tak terima ibunya diperlakukan seperti itu.
"Jangan ikut campur urusan ku, dan berhenti untuk memata matai ku. Atau pelayan kesayangan mu itu, akan bernasib buruk nanti nya!" ucap Elly yang mengancam Ella.
Ella cukup kaget, dan langsung mundur perlahan. Dia tak berani dengan tatapan Elly yang benar bener terlihat sangat mengerikan baginya.
"Kenapa harus aku yang aku korban kan, untuk menjadi pendamping seorang pengawal. lagi pula, aku tak akan pernah menerima hubungan Seperti itu. suruh saja anak kesayangan mu yang menikah dengan pria yang kau sebutkan tadi. karena hidup ku, bukan lagi di bawah pengendali mu!"
Nyonya voil cukup kaget dengan bentakan Elly. Dia hanya terdiam saja, Lidah nya cukup kaku saat ingin membalas perbuatan Elly.
setelah itu Elly langsung keluar, karena kalau berlama lama dengan mereka, emosi nya tak akan bisa terkontrol dengan baik. Tadi saja dia hampir memukul ibunya itu. untung saja pengendalian emosi nya cukup baik.
lanjut up yg banyak thor