NovelToon NovelToon
Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sabia X

Kirana adalah gadis ceria, polos dan kebal bully apa jadinya kalau ia bertemu dengan seorang pemuda raja bully yang tidak sengaja mobilnya ia tabrak saat pulang dari kampus, dan parahnya ia harus rela menjadi pelayan dirumah pemuda itu, karena sang pemuda dendam gara-gara kejadian itu ia diputuskan pacarnya, baca keseruan, kekonyolan dan kekocakan mereka berdua di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabia X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tinggal di rumah Dewa

Ana memutar bola matanya dengan malas, melihat tingkah Dewa.

“Gak sengaja reflek. Lemah, gitu aja sakit, cowok apa an coba, “ gerutu Ana yang masih bisa didengar oleh Dewa, rasanya Dewa ingin mendorong tubuh pendek itu keluar mobil, biar jatuh, tapi ia ingat misinya yang akan membuat gadis pendek itu menderita dirumahnya selama lima tahun, akhirnya ia hanya bisa mengeram marah dalam hati, dan membunyikan klakson dengan nyaring, pintu gerbang itu pun terbuka lebar dan seorang satpam menunduk hormat. Ana memandang takjub rumah didepannya, bukan rumah tapi mansion mewah berlantai tiga yang berdiri megah dihadapannya, tidak seperti rumah yang ia lihat tadi saat mereka lalui.

“Turun bengong aja loe, takjub ya, kebiasaan orang miskin ya gini ni kalau lihat rumah bagus, buruan turun gue tinggal nih.” ucap Dewa judes, rasanya Ana ingin melakban bibir merah Dewa yang ngomong tidak punya hati, tapi untung Ana sudah kebal dengan bully an, omongan Dewa mah tidak ada apa-apanya dibanding Omelan emak nya. Ia pun turun mengikuti langkah Dewa yang masuk kedalam rumah megah itu.

“Nak Dewa.” sapa wanita paruh baya dengan hormat.

“Bik Sum, ini Ana yang akan tinggal disini mengurusi keperluanku, tolong bawa ke kamar nya dilantai atas.” perintah Dewa datar dan ia langsung naik keatas menuju kamarnya meninggalkan Ana begitu saja, bodo amat tuh bocah mau ngapain, sedangkan Ana yang ditinggal kan begitu saja jadi planga-plongo.

“Mari non, ikut bibik, jangan diambil hati omongan nak Dewa, emang begitu orang nya maklum, dari kecil sudah sering ditinggal sendiri oleh orang tuanya, jadi sikap nya seenaknya, tapi nak Dewa baik kok orang nya.” jelas bik Sum, ia pun menjelaskan apa saja yang harus dikerjakan oleh Ana.

“Jadi, tugas aku, bangunin mas Dewa dan nyuruh mas Dewa makan, itu doang?.” tanya Ana tidak percaya.

“Iya itu aja non, untuk urusan yang lain sudah ada yang ngerjain pokoknya itu aja.” Ana berpikir ada yang tidak beres melihat senyum bik Sum yang mencurigakan.

“Ini kamarnya non, mudahan betah.” ucap bik Sum membuka pintu kamar yang ada dihadapannya, Ana langsung terperangah kagum, kamar nya begitu luas, sudah hampir sebesar rumahnya, wangi ruangan yang menyegarkan tercium di indra penciumannya begitu nyaman.

“Bik.. ini gak salah kamar?” tanya Ana memandang kearah bik Sum tidak percaya, bik Sum mengangguk.

“Gak salah kamar non, nak Dewa yang bilang suruh non dikamar ini, biar dekat dengan nak Dewa, kalau butuh apa-apa biar dekat katanya.” Ana hanya mengangguk cengo berjalan menghampiri ranjang king size yang rapi dan duduk disana dengan takjub.

“Kalau gini mah gak rugi, serasa jadi tuan putri.” gumam Ana terkikik.

“Kalau begitu bibik permisi dulu non, masih ada yang mau dikerjakan, kalau pengen apa-apa panggil bibik saja,” pamit bik Sum.

“Iya bik, beres." jawab Ana mengacungkan jempolnya, sebenarnya telinga Ana merasa gatal bik Sum memanggilnya non, karena ia bukan tuan rumah, ia juga sama seperti bik Sum yang bekerja, ralat bekerja paksa gara-gara nabrak tuh mobil mewah yang selangit perbaikannya, Ana menghela nafas panjang, pasrah dengan hidupnya, ia tahu lima tahun kedepan mungkin tidak akan mudah menghadapi seorang Dewa Bramasta yang pemaksa dan menyebalkan. Ana pun membaringkan tubuhnya di ranjang empuk bak kamar hotel itu, setidaknya ia akan menikmati fasilitas yang mewah dirumah Dewa. Bahkan kini ia sudah masuk kedalam mimpi.

Sore yang cerah Ana sudah terbangun dari tidurnya setelah mandi dan membereskan semua bajunya dan memasukkan kedalam lemari ia pun turun kebawah dan langsung menuju dapur Ana sudah melihat bik Sum dan kedua pekerja disana sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

"Bik, aku bantuin apa nih?" tanya Ana berdiri disamping bik Sum.

“Non gak usah bantuin, non duduk aja, tugas non Cuma jaga nak Dewa aja,” ucap bik Sum dan di angguki oleh kedua wanita yang ada disana.

“Benar non cukup buat bangun dan makan tuan muda aja, itu sudah sangat membantu dan hebat.” sahut Wati wanita yang lebih muda.

“Ho oh, bener itu non, untuk yang lain biar kami yang kerjain.” timpal bik Ida tidak mau kalah membuat Ana mengernyitkan alisnya semakin bingung, melihat Ana yang sedikit bingung bik Sum menimpali.

“Begini non, sebenarnya nak Dewa itu susah sekali bangun pagi, dan juga makan, makanya ya gitu badannya jadi kurus, bibik saja sampe tobat gak bisa bujuk, susah, ngalahin anak umur dua tahun kalau disuruh makan.” jelas bik Sum tersenyum canggung, Ana mengangguk kan kepalanya, berpikir, di jaman canggih begini masih ada aja orang yang malas makan, sedangkan diluar sana banyak orang yang tidak bisa makan, sungguh Dewa manusia yang kurang bersyukur menurutnya, Ana pun tersenyum smrik,.

“Jangan khawatir bik, serahkan saja padaku, akan aku buat si cungkring itu menjadi gemuk selama Ana disini.” ucap Ana semangat dan tersenyum jahat.

“Baik, kami serahkan semua pada non Ana,” ucap bik Sum senang karena pekerjaan yang paling menyusahkan dan berat bagi mereka akhirnya ada yang mengambil alih, mereka sangat lega dan bersyukur. Tidak terasa makan malam pun tiba Ana sudah menelan salivanya berulang kali melihat makanan lezat diatas meja, ada udang tepung Krispy, capcay, nila bakar, rendang. Ia jadi heran makanan seenak ini masih ada orang yang susah untuk makan sungguh diluar nalar, Dewa turun dari lantai dua dan duduk disamping Ana begitu saja.

“Bik, bikin kan susu saja, aku gak lapar.” perintah Dewa tanpa melihat karena ia asik dengan HP-nya.

“Siap nak Dewa.” jawab bik Sum sembari memberi kode kepada Ana, menandakan misinya dimulai, Ana pun paham dan langsung mengisi piringnya dengan berbagai macam lauk, sedikit menggeser kursinya.

“Mas Dewa, beneran gak mau makan?” tanya Ana polos.

“Hem, aku gak lapar, kamu makan saja, jangan ganggu.” balas Dewa melirik sekilas kearah Ana dan kembali bermain game di ponselnya.

“Mas Dewa tadi siang gak makan, malam harus makan biar tubuhnya gak cungkring, masa orang kaya kayak orang kurang gizi, aku suapin ya.” bujuk Ana walau dengan kata-kata menindas.

“Eh pendek sembarangan aja loe ya ngomong, siapa yang loe bilang kurang gizi, gak lihat gue sehat dan tampan begini.” sahut Dewa dengan nada emosi tertahan disertai narsis yang tidak hilang dari ucapannya.

“Eleh, orang kurus gitu, gimana gak kurang gizi coba.” jawab Ana gak mau kalah.

“Eh pendek ngaca dong, kamu itu yang kurang gizi, lihat tubuh kamu gak tinggi-tinggi, pakai ngatain orang.” kesal Dewa dengan wajah garang.

“Tapi aku kan sehat gak kurus kayak mas Dewa, makanya makan aku suapin, aak..” Ana mengulurkan sendok berisi nasi dan kawan-kawan nya kehadapan bibir Dewa, sedang kan Dewa sudah bergidik ngeri dulu melihatnya.

1
Ria Ningsih
up nya 2 x sehari kak klau bsa
Sabia X: Waduuh, keriting nanti otak sama jariku kak Ria, 🤣 diusahakan.
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut.tetap semangat up nya
Heni Mulyani: tetap semangat
total 2 replies
Ria Ningsih
ceritanya seru
Sabia X: terimakasih..👍
total 1 replies
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!