ON GOING | UPDATE SETIAP HARI
Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.
"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"
"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega
"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega
"cancel aja pak makasih!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak sesuai rencana
Kini ayra sedang diintrogasi oleh kedua temannya, dengan tatapan mengintimidasi dari keduanya membuat ayra jengah dan menyerah untuk menjelaskannya
"iya dia tiba-tiba minta proposal kedua katanya proposal pernikahan"
"dia kan konglomerat kelas atas kenapa bisa sampe ngincer lu buat nikah ya? padahal sekelilingnya banyak cewe cakep" tutur resa dengan heran
"mungkin dia kecintaan kali atau emg katarak, kata gua mah mending lu ajak ke dokter mata atau ke dokter saraf deh mana tau kan ada saraf yg putus gitukan" ucap Elio dengan sadarnya
"emg gua sejelek itu yaa el?" tanya ayra melow
elio yg melihat itu langsung merangkul ayra
"bukan engga bukan jelek loh ay, kurang dandan aja"
"mungkin emg type dia begitu yg sederhana kali ya"
Drtttt..... Drrtttt....
getaran ponsel milik ayra membuyarkan semuanya dan ayra langsung mengangkat telpon tersebut tanpa melihat nomernya
"iya dengan ayra di sini"
"saya Rega"
reflek ayra menjauhkan ponselnya dan menatap kedua sahabatnya dengan penuh harap
"siapa ay? Regana?" tanya resa
dia menganggukan sebagai jawabannya, elio yang tidak percaya menyuruh ayra loud speaker telponnya itu
"Halo raya? Kamu masih disana?" tanya rega dari sebrang sana
"iya pak ada apa pak?"
"besok jam setengah 7 malam saya jemput"
"kemana? tapi sa-" ucapan ayra terputus karna tiba-tiba rega memotong omongannya
"tidak ada penolakan dan saya tidak terima penolakan"
tutttt-
sambungan itu terputus dengan sepihak membuat ayra bingung sekaligus kesal karna rega tidak memberikan penjelasan mau kemana besok.
"wahh ternyata lu lakunya sama konglomerat yaa" tutur elio
"kenapa lu mau juga el? sadar udah sama si luca aja gausah lu incer-incer punya ayra" ucap resa menyadarkan elio
"sekarang lu ikut gua" ucap elio tiba-tiba menarik ayra
mereka sekarang sudah ada di sebuah salon yang berada di dalam mall, dan salon itu punya elio. Elio termasuk konglomerat punya banyak bisnis namun agak belok saja.
"ngapain sih kesini? gua kan jarang ke salon"
"udah deh diem aja! lu kaya gak tau elio aja klo udah bertindak gimana!" ucap resa
"ayu sini yu, barudak ini harus dibuat cakep ya yu! oh ya sekalian di spa deh!" perintah elio kepada salah satu karyawannya
"ca kita keluar aja yok shopping, hari ini gua yang traktir!" ucap elio
"kapan gua bayar sendiri kalo sama lu el? kebagian terus gua mah! emg terbaik banget dehhh semoga jadi anak soleh yaa"
"heh sembarangan! gua anak abah yono bukan anak soleh!" bantah elio
"yaudah iyaa terserah" ucap resa sambil mendelikan matanya jengah
...***...
disisi lain, rega pulang ke rumah utama dan di sambut dengan pertanyaan dari mamanya yang membuatnya jengah dan malas
"gimana? udah ada nih? besok kan ulang tahun eyang harus ada dong"
"apasih mah! kan rega udah bilang besok pasti rega bawa!"
"besok kamu gausah ke perth jemput eyang, karna eyang besok pagi udah sampe sini"
"sama siapa? kasian eyang sendirian!"
"udah itu sama Gio, buru buru berangkat kan tadi jam 3 dan kamu juga harus jemput calon mantu mama kan besok?!"
Rega yang mendengar itu lega karna eyangnya sudah di jemput sepupunya Gio walaupun agak khawatir karna Gio banyak omong takut buat eyangnya pusing
"yaudah mah Rega ke kamar dlu mau istirahat"
sampai di kamar dia hanya memikirkan, apakah tindakannya tidak salah? tapi mau bagaimana lagi? dia menjalaninya karna kesepakatan bisnis dan dalam waktu 1 tahun juga berpisah
tapi rega memikirkan bagaimana perasaan ayra, walaupun dia sangat diuntungkan disini tapi tetap saja namanya perempuan jika sudah memakai hati akan susah nanti
"ngapain mikir itu ya?! udahlah sekarang fokus aja dan istirahat!"
...***...
setelah menghabiskan waktu berjam-jam di salon, ayra yang merasa bosan langsung keluar dari salon dan mengitari mall.
karna merasa lapar, ayra memasuki restoran berlabel ungu lalu memesan makanan favoritnya yaitu nasi goreng.
*Drttt.... Drtt*t....
ponsel ayra berdering, ayra sedikit bete karna baru ingin memasuki suapan pertama tiba-tiba ada yang menelponnya.
"ayyy!! kok ga bilang udah selesai?! gua udah balik ke salon lagi tapi kata si ayu lu udah pergi!"
"hufttt.... iya laper lagi makan di tempat biasa, kesini aja"
"gada bosennya maneh dahar jeung nasi goreng!!"
"udah cepet kesini! gua mau makan el!!" Ucap ayra sedikit kesal lalu menutup telponnya
gak lama kemudian elio dan resa sampai. Ayra sudah tidak terkejut lagi melihat penampakan banyaknya barang yang di bawa mereka berdua.
"bagian gua mana el?" tanya ayra
"yee mana pernah sih gua lupa sama lu ay!!" elio langsung menyerahkan 5 paperbag besar
"ehh buset banyak bener?!!" tanya ayra
"banyak apanya sih ay? itu cuma 5 paper bag!"
"elio cakep! ini 5 paper bag tp dalemnya banyak!! mau di pake kemana juga banyak banget!! ada tas, sepatu, mana masing-masing bukan 1 tapi 3! ya allah elio lu abis berapa juta deh!!"
"ehh maneh teh meni hese! ulah loba cincong! gua juga laper nih! resa lu mau makan apa?"
jawaban elio membuat ayra menyerah
resa yang sedari tadi sibuk mendengarkan kedia temannya hanya terkekeh lalu melihat buku menu dan memesannya
beberapa saat kemudian makanan itu datang, membuat resa berbinar karna dia sudah sedari tadi menahan lapar menemani elio yang doyan shoping.
"akhirnya makan juga!!" ucap resa berbinar
"btw kabar abang dan adek lu gimana ay?" tanya resa sambil mengunyah
"telan dulu baru ngomong ca!" tegur elio
"iyaa gimana ya kabarnya? aman kan mereka?" tanya elio
ayra mengangguk lalu tersenyum getir. Walaupun ayra tidak suka dengan mereka tapi dia sedikit khawatir dan penasaran bagaimana kabar mereka?
setelah orang tua mereka meninggal, abang dan adiknya memutuskan pergi dari rumah karna menyalahkan ayra lah penyebab kematian kedua orang tuanya
jika diingat momen itu membuat dada ayra sesak, namun beginilah keadaanya. Ada sedikit rasa ingin menemui mereka lalu mencoba memaafkan mereka tapi untuk saat ini ayra belum berani menemui mereka . yang ayra butuhkan saat ini hanya ketenangan walaupun dia tau itu hanya sesaat.
"semoga bener-bener baik ya! gua doain yang terbaik aja ra! mau sebenci apapun mereka sama lu tapi kalian saudara!" ucap resa membuat ayra tertohok dengan ucapannya
"ehh ko sedih-sedihan gini? udah ay lanjut ajaa sekarang kita seneng-seneng jangan diingetin yang pait-pait dah!!" celetukan elio membuat ayra tersenyum kembali
"maaf ya ra jadi gini suasananya"
"ehh gapapa ca kaya sama siapa aja!! udah nnti abis makan kita karoke sampe malem!! gua yang bayarin!!" ucap ayra dengan semangatnya