Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Kayla sedang berjalan jalan di mall seorang diri, karena dia habis menemui kliennya di salah satu restoran di mall tersebut.
Tidak membuang buang kesempatan yang ada di depan mata, karena sudah lama tidak berbelanja, Kayla mampir ke sebuah toko pakain, karena dia tertarik dengan baju couple yang di pajang di manekin toko itu.
"Lucu banget." gumam Kayla tersenyum tipis saat memegang baju tidur couple itu.
"Bahannya juga adem, warnanya aku juga suka." Kayla kembali bergumam.
"Ada yang bisa saya bantu mbak? " tanya pelayan dengan sopan kepada Kayla.
Kayla tersenyum lembut, lalu meminta pelayan itu mengambilkan baju tidur couple itu.
"Saya mau yang ini mbak, ada ukurannya nggak?" tanya Kayla.
"Ada mbak." jawab pelayan dengan sopan.
"Mbak mau ukuran apa" tanya pelayan lagi.
"Yang perempuan ukuran M, klau yang laki laki L, tapi mau warna ini ya." pinta Kayla.
"Baik mbak, silahkan di tunggu." ucap pelayan itu yang akan meninggalkan Kayla.
"Tunggu mbak." ujar Kayla matanya melirik sepasang baju olah raga.
"Ada lagi mbak? " tanya pelayan yang tersenyum ramah.
"Saya juga mau yang itu, dengan ukuran yang sama dengan yang tadi saya kasih." pinta Kayla ramah.
"Baik mbak, warnanya mau yang sama, apa mau pilih warna lain? " tanya pelayan lagi.
"Memang ada warna apa aja? " tanya Kayla.
"Ada warna maroon, abu abu dan ada warna hitam." sahut pelayan.
"Saya mau yang hitam aja mbak." jawab Kayla.
"Baik mbak." jawab pelayan berlalu meninggalkan Kayla.
Ting.....
Satu pesan masuk ke telpon seluler Kayla, membuat gadis itu tersenyum.
* sayang, meetingnya sudah selesai, mas sudah di parkiran. * isi pesan dari Rangga yang masuk ke ponsel Kayla
Kayla merasa sangat sangat bahagia, sejak menikah dengan Rangga, Rangga tidak pernah membiarkan dirinya untuk bepergian seorang diri, Rangga selalu mengantar jemput dirinya, hanya beberapa kali saja Kayla berangkat sendiri, di saat Rangga ada kerjaan di luar, itu pun selalu mendapat seribu satu wejangan dari Rangga, nggak boleh ini, nggak boleh itu, harus begini, harus begitu.
Bukannya merasa risih di perlakukan seperti itu oleh Rangga, justru Kayla merasa sangat bahagia, sejak kepergian orang tuanya, baru lah sekarang Kayla benar benar merasa di perhatikan, dan di cintai.
*Mas naik saja ke lantai tiga, aku sedang membeli sesuatu.* pinta Kayla mengirim pesan balasan.
Tidak harus mengirim pesan balasan, setelah tau posisi sang istri, Rangga lansung masuk ke dalam mall tersebut, untuk mencari sang istri.
Kayla yang masih menunggu pelayan mengambil pesanannya, memilih melihat lihat pakaian lainnya.
Saat tangan Kayla menyentuh salah satu pakaian di pajangan, tangannya lansung di serobot seseorang.
"Ehhhh..... " Kaget Kayla mendapat perlakuan seperti itu.
"Sorry, ini gue yang liat terlebih dahulu." ketua wanita itu, yang tidak lain adalah Nia sang kakak sepupu.
Kayla hanya memutar mata malas, saat tau siapa orang yang menyerobotnya itu.
Tanpa banyak tanya dan banyak sandiwara, Kayla memilih meninggalkan Nia di situ.
"Heee...!! Nggak sopan loe, bukannya cium tangan sama kakak loe, malah mengelos kaya gitu, dasar nggak pernah di ajarkan sopan santun kali ya! " maki Nia tidak terima.
Kayla hanya mengedikkan bahu acuh, malas sekali rasanya menanggapi orang seperti Nia, Nia hati ingin bersenang senang dan melepaskan penat sesaat, malah bertemu dengan Nia, membuat mood Kayla ambiyar.
"Astaga, ternyata dunia sesempit itu ya, masa dari sebanyak itu tempat, kenapa harus bertemu dengan makhluk satu ini." gerutu Kayla kesal.
Kayla memilih berjalan ke arah kasir, keinginan untuk melihat lihat pakaian lagi sudah hilang.
"Sayang." panggil Rangga melambaikan tangan dan melukis senyum manis di bibitnya, yang membuat sedikit mood Kayla membaik.
"Mas." gumam Kayla lalu berjalan cepat ke arah sang suami, lalu menubrukan tubuhnya ke tubuh Rangga.
Happpp....
Rangga lansung membalas pelukan istrinya itu.
"Kenapa hmmm.... Siapa yang bikin mood istri mas ini berantakan hmmm...? " sepertinya Rangga sangat paham dengan istrinya itu.
"Ada manusia nggak penting." cemberut Kayla.
"Kalau begitu biarkan saja, nggak usah di ambil pusing." kekeh Rangga mendaratkan satu kecupan di dahi Kayla.
Sementara Nia yang melihat kemesraan mereka, mengepalkan tangan dengan sangat kuat, dia tidak menyangka Rangga akan begitu mesra memperlakukan Kayla, yang dia tau selama ini, Rangga adalah laki laki dingin dan kaku, tidak bisa di ajak bermesraan seperti itu, karena Nia benar benar tidak pernah mendapatkan pelukan dari Rangga, paling hanya sekedar pegangan tangan, itu pun sangat jarang.
Tapi lihat lah, bersama Kayla, tidak ada wajah kaku dan dingin itu, wajah itu berubah hangat dan penuh kasih sayang.
Padahal Nia berharap rumah tangga Kayla dan Rangga itu hancur dan adik sepupunya akan menderita hidup bersama Rangga, namun sayang keinginan jahat Nia itu tidak terwujud, justru dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, betapa rumah tangga Kayla dan Rangga sangat baik baik saja, dan Rangga terlihat sangat mencintai dan menyanyangi Kayla.
"Sial, kenapa mereka bisa hidup bahagia, seharusnya mereka saling membenci." kesal Nia.
Pesanan Kayla yang sudah datang, lansung di bayar di kasir.
"Terimakasih, sudah berbelanja di toko kami, kak." ucap kasir ramah.
"Sama sama." sahut Kayla tak kalah ramahnya, dan tersenyum manis, jangan di tanya Rangga, laki laki itu hanya akan tersenyum dan bersikap hangat, hanya kepada istri tercintanya saja, klau kepada orang lain, sudah di pastikan sikap kaku dan dinginnya yang dia tampilkan.
"Biar mas yang bawa." ujar Rangga merebut paperbag dari tangan Kayla.
"Ok." pasrah Kayla, lalu menggandeng tangan Rangga.
"Ehhh.... Haiii.... Adik ku tersayang, dan adik ipar ku, nggak nyangka ya, kita bisa bertemu di sini, apa kabar kalian? " sapa Nia yang tersenyum manis, menahan rasa kesal, iri dan bencinya di dalam hati.
Rangga hanya menatap dingin ke arah Nia, bukan karena masih cinta, atau apa, hanya saja laki laki itu, males sekali berhubungan dengan mantan kekasihnya itu, dia sangat bersyukur tidak jadi menikah dengan wanita itu.
"Ohh.... Haiii... Juga, seperti yang kakakku lihat, kami sangat sangat bahagia, jauh dari harapan kakakku, gimana? apakah kakakku iri melihatnya." ejek Kayla.
Nia mengetatkan rahangnya mendengar sindiran dari adik sepupunya itu.
"Kakakku, kok sendiri aja, suaminya mana?" tanya Kayla.
"Kenapa kamu nanya nanya, apa kamu masih menyimpan perasaan sama suami ku, secara suami ku itu sangat jauh hebatnya dari suami kamu yang kere itu, suami aku mempunyai pangkat dan gaji besar, sementara suami kamu apa? hanya bisa ngasih uang jajan recehan saja" ujar Nia tersenyum sinis.
"Astaga, kamu terlalu pede kak, sama sekali aku tidak tertarik dengan suami kamu itu, aku hanya mewanti wanti kamu saja, ingatkan kamu mendapatnya dengan hasil merebut, dan perselingkuhan, jangan sampai kamu itu di selingkuhi loh, secara orang yang sudah pernah selingkuh, pasti akan mengulangnya kembali, karena selingkuh itu penyakit, kak." kekeh Kayla.
"Loe! nyumpahin gue! " pekik Nia tidak terima, mukanya sudah berubah merah padam menahan amarah.
"Owww... Santai, jangan marah marah, gue nggak nyumpahin loe kok, gue cuma mengingatkan." kekeh Kayla.
"Udah ya, kami nggak ada waktu untuk meladeni kamu, kami duluan ya, bye... Kakak ku." ucap Kayla melambaikan tangannya ke arah Nia yang ingin sekali menjambak rambut Kayla.
"Dasar sialan loe Kay, awas klau kita ketemu lagi." geram Nia melihat kepergian Kayla dan Rangga.
"Hahaha.... Kamu ini bisa banget ngerjain dia sayang." kekeh Rangga menatap gemes kepada sang istri.
"Abis dari tadi aku kesal banget sama dia." cemberut Kayla.
Rangga kembali terkekeh dan mengeratkan rangkulannya di pinggang sang istri.
Bersambung.....
semangat💪