NovelToon NovelToon
DIPANGGIL KE DUNIA LAIN UNTUK MENJADI RAJA IBLIS LEON KE-9

DIPANGGIL KE DUNIA LAIN UNTUK MENJADI RAJA IBLIS LEON KE-9

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lorenzo Leonhart

✨Rilis episode setiap hari Senin, Rabu, Jum'at, pukul 19.00 wib, dan Minggu Pukul 07.00 wib.


Di dunia lamanya Ren Akasa adalah pria kantor yang di perlakukan buruk oleh atasan dan juga rekan kerjanya.

Tekanan kerjaan yang gila, gaji yang sering di tunda juga rekan kerja yang manipulatif. Suatu ketika ia di tarik ke dunia lain, BUKAN untuk menjadi PAHLAWAN melainkan untuk menjadi RAJA IBLIS.

Antara menjadi penyelamat yang bijak, atau menjadi penguasa tirani yang dingin, mengingat selama hidupnya di dunia nyata ia diperlakukan bagai pecundang.

dengan kekuatan yang Ren miliki, apakah dunia lain akan menjadi pelampiasannya akibat perlakuan dari dunia lamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorenzo Leonhart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fondasi Baru di Atas Darah dan Abu

Keheningan yang mencekam menyelimuti rawa Vargos tak lama setelah teriakan terakhir Arthur von Phoenix meredup di dalam kegelapan penjara bawah tanah kastil.

Matahari fajar yang seharusnya membawa kehangatan, kini hanya menyinari sisa-sisa kehancuran. Bau karat dari darah yang bercampur dengan uap sulfur masih menggantung di udara, namun bagi penghuni Vargos, bau itu adalah aroma kemenangan.

Ren Akasa berdiri di tepi balkon kastil, matanya yang tajam menyapu seluruh area rawa yang kini mulai terlihat lebih "hidup." Di depannya, antarmuka sistem yang berwarna emas murni terus menampilkan rentetan data yang sangat masif.

[Sistem: Menghitung total perolehan dari Pertempuran Fajar Vargos...]

* Jiwa yang Terpanen: 4.200 Ksatria Arthemis (Rata-rata Level 35).

* Jiwa Pahlawan Tersegel: 1 (Arthur von Phoenix, Status : Tawanan)

* Material yang Dirampas: 4.000+ set Zirah Perak Suci, 3.500+ Pedang Enchated, 150 Kuda Perang Suci (Bertahan/Hidup).

* Peningkatan Poin Wilayah: 250.000 (War Points).

"Dua ratus lima puluh ribu poin..." gumam Ren. Bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis. "Mika, apakah semua mayat sudah dibereskan?"

Mika muncul dari bayang-bayang di belakang Ren. Wajahnya yang biasanya datar kini tampak sedikit lebih cerah. "Silas telah memproses semuanya, Tuan Leon. Sebagian besar mayat telah diubah menjadi 'Prajurit Penjaga Rawa' yang tetap berada di bawah air secara permanen. Zirah perak mereka telah dilucuti dan kini sedang dilebur oleh kaum Lizardman di bengkel bawah tanah."

Ren mengangguk. "Bagus. Kita tidak butuh zirah yang memancarkan cahaya suci di sini. Lebur semuanya menjadi material dasar. Aku ingin membangun tembok pertahanan luar yang lebih permanen menggunakan campuran besi perak dan batu vulkanik dari tubuh Behemoth."

Mika membungkuk. "Akan segera dilaksanakan. Selain itu, Shallan meminta izin untuk menggunakan sebagian darah dari ksatria yang jatuh untuk mengisi kembali kolam regenerasi di sektor timur."

"Izinkan. Katakan padanya jangan terlalu serakah, kita butuh sisa darahnya untuk penelitian alkimia Valeria," balas Ren pragmatis.

Perkembangan Wilayah: Transformasi Vargos

Ren membuka menu [Territory Management]. Seiring dengan kenaikan levelnya menjadi 52, banyak fitur baru yang kini terbuka. Vargos bukan lagi sekadar rawa terkutuk yang dihindari manusia, melainkan sebuah Wilayah Berdaulat Iblis.

[Sistem: Mengaktifkan Proyek Transformasi Wilayah Tahap 1]

* Sektor Barat (Pemukiman): Membangun perumahan permanen untuk 2.000 warga baru.

* Sektor Timur (Militer): Membangun Barak Rasi Bintang dan Arena Pelatihan Gravitasi.

* Sektor Tengah (Kastil): Renovasi Menara Regulus dan Pembangkit Mana Terpusat.

Tanah di bawah kastil mulai bergetar pelan. Dengan kekuatan poin wilayah yang ia miliki, Ren mulai memanipulasi topografi Vargos.

Lumpur-lumpur yang terlalu dalam dipadatkan menjadi jalan-jalan setapak yang lebar dan kokoh. Air rawa yang beracun mulai dialirkan melalui kanal-kanal buatan yang dilengkapi dengan sihir pemurni milik Valeria.

Valeria yang sedang terbang melayang di atas area pembangunan, tertawa kecil melihat betapa mudahnya Ren mengubah dunia sesuai keinginannya. "Tuan Leon benar-benar gila. Dia mengubah ekosistem rawa ini menjadi kota benteng hanya dalam hitungan menit. Tapi... aku suka gaya ini."

Ia melemparkan beberapa gulungan sihir ke arah kanal-kanal air. "Spell: Aqua Purifica Maxima!"

Air rawa yang tadinya hitam kehijauan perlahan berubah menjadi biru jernih, meskipun masih mengandung konsentrasi Mana yang sangat tinggi. Di tepi kanal, tanaman-tanaman bercahaya mulai tumbuh, memberikan penerangan alami saat malam hari.

Di aula utama yang kini lebih megah, Behemoth sedang berbaring di sudut ruangan. Tubuh raksasanya yang menyerupai naga-badak itu mengeluarkan uap panas, berfungsi sebagai penghangat alami ruangan. Alice, si vampire kecil berambut Lilac, duduk santai di atas kepala Behemoth sambil menghisap sesuatu dari botol kristal kecil kemungkinan besar ekstrak darah berkualitas tinggi.

"Hei, Behemoth, menurutmu apakah Tuan Leon akan membangunkan aku istana darah sendiri?" tanya Alice dengan suara kekanak-kanakan yang kontras dengan matanya yang tajam.

Behemoth hanya mendengus, mengeluarkan percikan lava dari hidungnya. "Jika kau berguna, dia akan memberikannya. Jika kau hanya malas, mungkin kau yang akan dijadikan bahan bangunan."

Alice mencibir. "Aku sudah menjebak seratus ksatria di koridor ilusi kemarin! Aku sangat berguna!"

Tak jauh dari mereka, Kagehisa berdiri diam seperti patung zirah. Ia sedang mengasah katananya menggunakan batu asah hitam yang memancarkan aura dingin. Meskipun ia tidak memiliki raga, gerakan tangannya sangat presisi. Ia adalah sosok yang paling sedikit bicara, namun semua orang tahu bahwa dialah yang paling mematikan jika jarak sudah merapat.

Sementara itu, Silas masuk ke aula dengan langkah yang sedikit menyeret. Wajahnya yang pucat tampak puas. "Tuan Leon," Silas membungkuk saat Ren turun dari tangga menara. "Arthur von Phoenix adalah subjek yang menarik. Dia memiliki 'Sumpah Cahaya' di jiwanya yang mencegahnya membocorkan rahasia. Namun... setelah sedikit manipulasi jiwa, aku berhasil mendapatkan peta rahasia gerbang-gerbang suci Arthemis."

Ren berhenti di depan Silas. "Peta gerbang? Berapa banyak yang mereka miliki?"

"Ada tujuh gerbang utama yang menghubungkan ibu kota mereka dengan wilayah-wilayah perbatasan. Jika kita bisa menghancurkan atau lebih baik lagi membajak satu saja, kita bisa mengirimkan pasukan Shallan langsung ke jantung musuh," lapor Silas dengan nada serak.

Ren terdiam sejenak, menimbang risiko. "Simpan informasi itu. Kita belum siap untuk invasi skala besar. Fokus kita saat ini adalah memperkuat Vargos sampai tidak ada satu pun Pahlawan yang berani mendekat."

Di dimensi yang jauh, sang Dewi berambut perak kembali duduk di takhtanya setelah sebelumnya sempat berdiri karena tegang. Ia melihat melalui bola kristalnya bagaimana Ren memimpin jenderal-jenderalnya.

Ia melihat cara Ren berbicara tegas, tanpa ragu, namun tetap memperhatikan kesejahteraan bawahannya. Kelembutan di wajah sang Dewi tidak pudar. Ia mengulurkan tangannya, dan di telapak tangannya muncul sebuah butiran cahaya putih kecil.

"Dunia ini sangat kejam bagi mereka yang memiliki hati, Ren," bisiknya dengan suara yang selembut desir angin di padang rumput. "Namun kau... kau membangun tempat berlindung di tengah-tengah kekejaman itu. Teruslah berjalan."

Ia meniup butiran cahaya itu, yang kemudian menghilang ke dalam bola kristal, turun menuju dunia fana sebagai bentuk "keberuntungan" yang tidak kasat mata bagi pertumbuhan wilayah Vargos. Baginya, Ren bukan sekadar pion dalam permainan catur antara Cahaya dan Kegelapan. Ren adalah sesuatu yang berbeda.

Kembali di Vargos, Ren mulai merancang sektor baru yang akan menjadi jantung ekonomi wilayahnya: Sektor Ekstraksi Miasma.

"Zosma!" panggil Ren.

Si raksasa emas itu segera mendekat. "Hamba di sini, Tuan Leon!"

"Kau akan memimpin unit konstruksi di Sektor Selatan. Kita akan membangun pabrik pemrosesan kristal Mana. Rawa ini kaya akan energi negatif yang bisa kita ubah menjadi bahan bakar sihir. Aku ingin Vargos menjadi mandiri secara energi," perintah Ren.

Zosma menepuk dadanya dengan bangga. "Serahkan pada saya! Dengan kekuatan fisik saya, kita akan menyelesaikan pondasinya dalam tiga hari!"

Ren juga memperhatikan sistem populasinya.

[Sistem: Populasi Vargos meningkat!]

* Kaum Lizardman: 1.200 (Loyalitas: Abadi).

* Kaum Undead: 5.000+ (Loyalitas: Mutlak).

* Pengungsi Iblis Minor: 300 (Baru Datang).

Kabar tentang kemenangan Leon mulai menarik perhatian ras-ras iblis lain yang selama ini tertindas oleh Kerajaan Arthemis. Iblis-iblis kecil seperti Imp, Goblin Rawa, dan Succubus rendahan mulai berdatangan ke perbatasan Vargos, memohon perlindungan.

Ren tidak mengusir mereka. Sebaliknya, ia memberikan syarat yang ketat. "Siapa pun yang ingin tinggal di Vargos harus memberikan sumpah setia padaku dan bekerja sesuai kemampuan mereka. Tidak ada tempat bagi mereka yang hanya ingin mengemis keselamatan."

Di bawah kepemimpinan Ren, Vargos berubah dengan kecepatan yang mustahil. Kastil yang tadinya tua dan suram, kini dilapisi oleh obsidian hitam dan ukiran emas yang memancarkan aura keagungan.

Menara-menaranya menjulang tinggi, menembus kabut yang kini sudah bisa dikendalikan oleh sihir Valeria.

Malam tiba di Vargos. Tidak ada lagi suara dentuman pedang, yang ada hanyalah suara palu yang menghantam besi di bengkel bawah tanah dan nyanyian aneh para Lizardman yang sedang merayakan kemenangan mereka.

Ren berdiri sendirian di puncak tertinggi kastilnya. Ia membuka status pribadinya satu kali lagi.

* Nama: Ren Akasa (Raja Iblis Leon)

* Level: 52

* Gelar: The Unshakable Sovereign, Breaker of Light

* Mana: 125.000/125.000.

* Skill Pasif: Regulus Heart (Lv. 2), Master of War Tactics

Ia menatap langit malam yang bersih di atas Vargos. Di dunia aslinya, ia mungkin hanya seorang pria biasa yang terjebak dalam rutinitas. Namun di sini, ia adalah penentu takdir bagi ribuan nyawa.

Tiba-tiba, ia merasakan kehadiran seseorang di dekatnya. Bukan Mika, bukan pula salah satu jenderalnya. Itu adalah perasaan hangat yang sama yang ia rasakan saat melawan Arthur sebuah perasaan seolah-olah ada seseorang yang sedang memegang kedua pundaknya dengan lembut.

Ren menoleh ke sekeliling, namun tidak ada siapa-siapa. "Hanya imajinasiku?" gumamnya.

Ia kembali menatap ke arah kejauhan, ke arah wilayah Kerajaan Arthemis yang kini pasti sedang gempar. Ia tahu, ketenangan ini tidak akan bertahan lama. Arthur hanyalah permulaan. Masih ada Raja Arthemis, para Paus suci, dan mungkin... dewa-dewa yang mereka sembah.

"Datanglah," bisik Ren menantang kegelapan malam.

"Semakin banyak kalian mengirimkan pasukan, semakin kuat Vargos akan tumbuh."

Di tangannya, pedang Regulus muncul sesaat, memancarkan cahaya emas yang membelah kegelapan malam, sebelum akhirnya menghilang kembali ke dalam sistemnya. Ren berbalik dan melangkah masuk ke dalam kastilnya, siap untuk menyusun rencana bagi hari esok.

Sementara itu, jauh di jantung Kerajaan Arthemis, kegemparan tidak hanya terjadi di dewan tetua. Di katedral pusat, para pendeta agung sedang menatap sebuah artefak suci sebuah lilin kehidupan yang mewakili Arthur von Phoenix. Api lilin itu tidak padam, namun warnanya berubah menjadi hitam pekat, menandakan bahwa sang Pahlawan Suci tidak hanya kalah, tetapi jiwanya sedang mengalami penderitaan yang luar biasa.

"Ini adalah penghinaan terbesar dalam sejarah kerajaan kita," desis sang Paus Agung sambil meremas tongkatnya. "Bagaimana mungkin sebuah rawa kecil bisa menelan ribuan ksatria elit kita? Kita harus melakukan pembersihan besar-besaran sebelum benih ketakutan ini menyebar ke rakyat."

Tanpa mereka sadari, Ren Akasa di Vargos justru sedang menantikan gerakan mereka selanjutnya. Baginya, setiap langkah Arthemis adalah sumber daya baru yang akan ia jarah untuk memperkuat kerajaannya.

Bersambung.

1
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
hmph... emng kebodohan sendiri yg anggap remeh
Frando Wijaya
hmph 🙄.....Bru tkt? ingin mati dgn kehormatan? hmph 🙄....syng sekali
Frando Wijaya
hmph 🙄....lemah bgt
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
ckckck 🙄.... pdahal ulah pahlawan Bru idiot klian... bner2 di luar batas idiot gereja tolol
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
bkn lari tpi awasi MC? heh 😏😈❄️
Frando Wijaya
cuih 💦....klo gw d sna gw langsung usir petualangan kroco 1 ini
Frando Wijaya
hmph 🙄... professional? MIMPI!
Frando Wijaya
ternyata emng ulah Dia...dgn kta lain....dh pergi dloan
Lorenzo Leonhart
jangan lupa beri ulasan bintang 5 ya kawan, bintang 5 darimu sangat berarti buat aku ✨✨❤️
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
kykny....si mantan pahlawan idiot itu
Frando Wijaya
mah....spapun pasti sulit bertahan....apalg....lbh sulitny...tahan emosi
Frando Wijaya
gantz? gw merasa sedikit familiar
Frando Wijaya
trauma ya?...yah..gk heran sih...tpi utk anakny....gw gk Tau msh hidup atau dh mati
Frando Wijaya
btw next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
nee Thor...gw ingin Tanya...raja iblis ke 1 sampe 8.... apakh...dewi yg nonton itu...dh Tau?
Frando Wijaya
hmph 🙄...idiot asli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!