NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: tamat
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:204.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Padahal Sudah Sangat Dekat

Bibi Erma yang melihat pintu kamar itu di banting dengan suara keras segera mendekati Fandi. Sedikit banyak, wanita paruh baya itu memahami seperti apa Fandi. Jadi, dia tidak mau sampai Fandi malah semakin emosi.

"Tenang! tenanglah! kenapa malah emosi seperti itu?" tanya bibi Erma.

Wajah Fandi benar-benar memerah. Dia sungguh kesal.

"Tenang bagaimana? bibi tidak lihat bagaimana dia memekik di depanku?" tanya Fandi.

"Iya bibi tahu. Kamu tenang saja, bibi akan bicara dengan Ratih. Dia selalu mendengarkan bibi! kamu pergi dulu, tenangkan dirimu!"

Fandi mengepalkan tangannya ke udara, dan meninju ke arah udara kosong yang ada di depannya. Lalu pergi dari sana.

'Aduh, kok bisa kacau begini sih? sudah tahu Fandi orangnya emosian, lagian kenapa Ratih berani sekali membentak Fandi? sebelumnya dia tidak pernah seperti itu. Bukannya dia sabat mencintai Fandi? kenapa dia berani marah pada Fandi? ini semakin mencurigakan. Jangan-jangan dia dihasut oleh ayah dan ibunya yang dari awal tidak suka pada Fandi itu. Tidak bisa dibiarkan, aku harus bisa menghasutt Ratih lagi. Kalau tidak, bagaimana semuanya akan jadi milik Fandi, lalu jadi milik Sarah juga pada akhirnya' batin bibi Erma.

Keesokan harinya, Fandi belum keluar dari kamarnya. Dia sedang menunjukkan pada Ratih, kalau dia marah. Dia ngambek. Ya, dulu cara seperti itu memang selalu berhasil membuat Ratih membujuknya. Jika Fandi marah pada Ratih, dan tidak mau bicara dengan Ratih. Ratih paniknya bukan main, dan akan melakukan apa saja demi membujuk Fandi.

Fandi melakukan hal yang sama. Dia bahkan sarapan di dalam kamar. Minta bibi Erma membawakan sarapan di dalam kamar. Tapi, tetap mengatakan pada bibi Erma, supaya saat bibi Erma bicara pada Ratih nanti. Bibi Erma harus mengatakan, kalau Fandi belum keluar dari kamarnya dan sama sekali belum makan, supaya Ratih khawatir pada Fandi.

Di meja makan, Ratih bersama bibi Asih sedang sarapan bersama. Rafa ada di dalam kamar, dan kamar itu di kunci.

Bibi Erma melirik ke arah bibi Asih yang duduk di samping Sarah.

'Heh, makin kurang ajar saja pengasuh ini. Berani-beraninya dia duduk di samping Ratih?' batin bibi Erma.

"Bibi Asih! kenapa duduk satu meja dengan nyonya...?"

"Aku yang minta, bi!" sela Ratih.

Bibi Erma makin tidak senang. Sementara dia masih menyiapkan makanan untuk Ratih. Bibi Asih duduk di samping Ratih, seperti majikan.

"Tapi nyonya...!"

"Bibi Erma, kalau mau makan bersama juga boleh. Duduklah disini!" kata Ratih yang menepuk sandaran kursi yang ada di samping kirinya.

Bibi Asih memilih diam.

"Maaf nyonya, sebagai pelayan mana pantas duduk satu meja dengan majikan!"

'Bagus, kamu tahu diri!' batin Ratih.

"Ya sudah kalau tidak mau!" kata Ratih, "tapi mulai sekarang bibi Asih akan makan satu meja denganku!" kata Ratih yang tersenyum pada bibi Asih.

Tatapan bibi Erma makin tidak senang. Bibi Erma segera pergi ke dapur kotor. Dia mengirim pesan pada Sarah. Kalau Ratih dan bibi Asih sedang sarapan di ruang makan. Bibi Erma bilang, mumpung mereka tidak ada di kamar, Sarah bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk melihat Rafa. Sementara bibi Erma akan terus mengawasi Ratih dan bibi Asih.

Sarah yang menerima pesan dari ibunya itu langsung menjadi sangat senang. Dia menyimpan ponselnya dan berlari ke pintu belakang. Dia berputar dari pintu belakang menuju ke kamar Ratih bagian luar.

Sarah sudah tidak sabar, biasanya memang jendela kamar Ratih kan di buka kalau siang hari. Langkahnya semakin cepat, dia begitu ingin bertemu dengan Rafa.

Sayangnya, ketika Sarah sampai di bagian luar kamar Ratih. Jendelanya sama sekali tidak ada yang terbuka. Sarah mencoba membuka jendela itu dari luar. Tapi tetap saja tidak bisa, tidak ada yang terbuka. Semua terkunci dari dalam. Bahkan tirai jendela juga tertutup.

Mata Sarah berkaca-kaca. Padahal selangkah lagi dia bisa melihat anaknya. Ibaratnya anaknya, atau bayi yang dia anggap anaknya itu sudah ada di depan mata. Sudah ada di depannya. Tinggal sedikit lagi, dia bisa melihat Rafa. Tapi kenapa jendelanya semua terkunci. Bahkan gorden kamar semuanya di tutup. Kenapa di tutup? kenapa harus di tutup?

Brukk

Sarah menangis, air matanya berlinang dengan begitu banyak. Dia sangat merindukan anaknya. Hatinya sakit sekali. Anaknya ada di dekatnya, setidaknya itu yang dia pikirkan. Anaknya ada di dekatnya, tapi dia tidak bisa menyentuhnya. Jangankan menyentuh anaknya, melihat saja bagaimana wajah Rafa saat ini, Sarah tidak bisa melakukannya.

"Rafa! Rafa!" panggilnya, dia sangat frustasi.

Dia sampai lupa, kalau seharusnya dia tidak berteriak seperti itu. Kalau Ratih mendengar suaranya itu, bukankah Ratih akan curiga.

Brukk

Sarah terjatuh, dengan lutut membentur tanah yang untungnya berumput lebat itu.

Air matanya semakin deras.

"Rafa, ibu rindu sekali nak!" lirihnya.

Seorang satpam yang kebetulan mendengar suara Sarah. Langsung menghampiri Sarah dengan tatapan yang sangat tegas. Langkahnya juga begitu cepat.

"Hehh, kamu pelayan di bagian laundry kan? ngapain kamu di sini?" teriaknya dengan jarak yang sudah tidak terlalu jauh.

Sarah terkejut, dia menoleh dan melihat satpam itu berjalan dengan cepat ke arahnya. Sarah buru-buru bangkit, kalau ada yang tahu dia mengendap-endap di tempat ini. Semua bisa kacau.

Sarah bangkit, wanita itu berdiri dan berlari dengan cepat meninggalkan tempat itu.

"Heh, tunggu! kenapa dia malah lari?" gumam satpam itu.

Satpam itu memastikan jendela kamar Ratih masih terkunci dengan aman.

"Jendelanya aman, masih tertutup juga. Itu pelayan laundry mau ngapain sih?" gumamnya yang lantas memeriksa sekitar bawah jendela.

Satpam itu memastikan tidak ada yang aneh dan berbahaya. Setelah dia yakin semuanya baik-baik saja. Satpam itu langsung kembali berkeliling.

Sementara Sarah, wanita itu menangis sesenggukan di ruangan laundry. Padahal dia sudah sangat dekat dengan keberadaan Rafa. Rafa ada di kamar itu. Sarah segera mengambil ponselnya. Dan menuliskan pesan pada ibunya. Kalau jendela di kunci dan tirai di tutup. Dia tidak bisa sama sekali melihat Rafa.

Sarah kembali menangis pilu. Wanita itu bahkan bersimpuh di lantai ruangan laundry itu.

"Rafa..." lirihnya.

Meski dia wanita yang sangat egois dan ambisius. Tapi dia juga seorang ibu. Dia sangat merindukan anaknya, anak yang dia pikir adalah anak kandungnya.

"Rafa..." lirihnya terdengar sangat memilukan.

Sedangkan bibi Erma yang menerima pesan Sarah. Juga semakin merasa aneh.

'Kenapa jendelanya di kunci, bahkan tirainya di tutup. Sebenarnya Ratih ini kenapa?' batinnya merasa begitu heran pada apa yang dilakukan Ratih.

***

Bersambung...

1
Atoen Bumz Bums
bagaimana cara menghilangkan penyakit judi ini biar DIA berhenti gak mau LG,
aku muak nahankan
Alvia Vi
wahhh
Thor aku baru mampir...
seru cerita nya
Noer: terima kasih
total 1 replies
Achmad
bagus ceritanya
Noer: terima kasih
total 1 replies
guntur 1609
sadis Ratih. menhancutkna mental erma. tapi emang pantas kok
guntur 1609
dasar gk tahu diri, gk sadar juga kalian. gk tahu ja kalian klu bom yg di tanam Ratih tinggal tgu ledakan yg dahsyat🤣🤣🤣
guntur 1609
bagus ben
guntur 1609
kalajengking nya
guntur 1609
gak tahu ja kalian. bahwa cucumu yg kalian buang
guntur 1609
apa mngkn khalid ayahnya ben ya
guntur 1609
rasain kalian. di preteli satu oersatu
guntur 1609
brti Rafa anaknya ben
Elsa Devika
tamatlah sudah Al kisah Sarah
tinggal nunggu Fandi sma erma
راني
famdi kasihan bgt kmu
راني
bang ben ceo yang menyamar ya
Elsa Devika
aligator rawa² gak tuh🤭
gina altira
kebakaran jenggot tuh Trio ubur"
gina altira
Ratih mengulang waktu
Ika Yanti Unyil
meski ada fiksinya tentang kelahiran kembali Ratih,tapi tetap keren novelnya thor.bisa membalas mereka semua yang sudah berbuat jahat dan mendapatkan karma yang sesuai.
berbahagialah ben dan ratih...
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️
Noer: terima kasih
total 1 replies
adriani kd
seru.. seru..
Noer: terima kasih
total 1 replies
rumah poke
bagus
Noer: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!