Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.
Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan
Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Balas Budi Ke Dua
Bara berdiri tegak memandangi bagian perusahaan papaa nya yang menjulang tinggi di hiasin cahaya kebiruan di setiap sudutnya, ia berdiri lama di samping mobilnya yang tenga menepi di jalanan. Sedikit keringat masih menyucur di leher dan di pelipis menambah kesan tampan di wajahnya.
Sedangkan saat ini Aluza berjalan santai dengan menenteng sebungkus seblak di tangannya sembari bernyanyi dengan suara yang fales, ia berjalan menyusuri tepi jalan raya yang tak jauh dari kontrakannya.
Namun pada saat di perjalanan ia merasa ada gerak gerik seseorang yang tenga mengikutinya dari belakang sontak ia pun melihat kebelakang dan di belakangnya ada dua orang bak seperti preman berwajah seram. Aluza pun segera mengambil ancang-ancang untuk lari.
"Diana.....!!" Teriak Aluza memanggil nama Diana sembari berlari seribu langkah meninggalkan tempat kejadian. ia terus berlari saat tau kedua orang itu mulai mengejarnya.
Tapi herannya kendaraan-kendaraan yang melintas di jalanan seolah tak peduli dengan peristiwa ini. sekencang mungkin Aluza berlari tapi ia tak menemukan kendaraan yang berhenti tapi tepatnya di ujung sana ada mobil mewah bewarna hitam menepi di sana.
Tanpa perlu berpikir panjang Dia segera membuka bagasi mobil tersebut pada saat sang pemilik mobil sibuk menelpon.
Bara berbalik badan karena sekilas ia mendengar pintu mobilnya tertutup, namun pada saat berbalik ia mendapati dua orang tak asing yang berdiri di belakang nya dengan nafas ngos-ngosan.
"Kenapa, ada apa kalian menatap saya seperti itu!"Bara bertanya sinis.
"Mas, lihat seorang wanita gak yang barusan berlari lewat sini?"
"Iya mas ciri-ciri orangnya pakai baju kaos hitam lengan panjang sama jeans warna biru terus rambutnya panjang dan agak kecoklatan"
"Orang yang kalian maksud saya sama sekali tak melihatnya atau mungkin orang yang kalian maksud tidak lewat sini"
"Tapi masak sih mas kan kita yakin ko wanita tadi yang tadi lewat sini!"
“Kalian ini memangnya siapa, dan apa tujuan kalian mencari wanita itu atau jangan-jangan kalian itu penculik ha!?"Tanya Bara dengan suara meninggi.
Sebenarnya Bera asal menebak saja dan Dia tidak menyangka jika respon mereka berdua seperti orang ketakutan.
"Ti ti tidak mas, kita bukan penculik hanya saja kita..."
"Hayo bro kita pulang saja bukannya tadi kita ada kerjaan yang harus di selesai kan"
Kedua orang tadi memasang wajah ketakutan mungkin takut Bara akan melaporkan mereka ke polisi sehingga kedua orang itu lebih memilih pergi.
Bara melepas earphone dari telinga kanannya sehingga sekarang ia lebih memilih masuk ke dalam mobilnya. Dengan kecepatan tinggi ia melajukan mobilnya dan membuat Aluza yang ada di bagasi terguncang-guncang.
“Aduuh tunggu, stop, tolong hentikan mobilnya saya ada di dalam bagasi..!please stop in mobilnya!"Teriak Aluza yang sudah tidak tahan lagi.
Ssst......
Bug!!!!
"Aarggh"
Bara mengeremkan mobilnya tanpa aba-aba setelah mendengar suara seseorang berteriak sehingga membuat tubuh Aluza mendapatkan benturan.
Bara keluar dari dalam mobil ia berjalan menuju ke bagasi.Bahkan setelah membuka bagasi mobil seketika Ia terkejut ketika mendapati Aluza berada di dalam bagasi mobilnya.
“Kamu..kamu ngapain di dalam bagasi saya!"
Ini bukan saatnya untuk berdebat karena Aluza tak tahan lagi,ia pun keluar dari dalam bagasi Bara. Dan memuntahkan isi perutnya.
Bara kembali lagi ke dalam mobilnya dan ia mengambil sebotol air minum dan Tissue untuk ia berikan pada Aluza.“Ini minum!"
Aluza mengambil botol air minum itu, lantas meminum nya sampai habis.setelah itu mengelap bibirnya kembali.
“Kamu kenapa sih bisa berada di dalam bagasi saya!?"Tanya Bara sekali lagi.
Aluza menarik nafas dalam-dalam, sambil berjalan kembali duduk di trotoar dekat mobil Bara.Bara mencoba mengikuti nya kembali.Namun Bara teringat akan dengan dua orang bertubuh besar tadi.
“Apa karena dua orang tadi!?"
Aluza menghembuskan nafas berat.Dan mendongakkan kepalanya melihat Bara yang masih berdiri di samping nya. Ia juga baru sadar jika mobil tempat persembunyian nya tadi itu adalah mobil Bara.
“Tolong jangan berpikir jika aku mengikuti mu!”Kata Aluza datar.
Bara tertawa sinis dan ikut duduk di samping Aluza.“Bearti kamu 2 kali berhutang Budi saya"
Aluza menautkan kedua alisnya.“Berhutang Budi dua kali apa maksudnya?”Tanya Aluza.
Bara tersenyum, "saya gak tahu kamu lupa atau gimana, tapi intinya kamu sudah berhutang budi sama saya dua kali. Pertama, saya yang menolong kamu pada saat kamu kecelakaan dan kedua saya yang membawamu pergi dari orang-orang itu."
Aluza berdecak.“ck.Pertama kamu yang menabrak aku duluan dan kamu menolong ku itu anggap saja sebagai bentuk pertanggungjawaban bukan hutang Budi.
“Oke bagaimana dengan hutang yang kedua!?"Tanya Bara yang tak mau kalah omongan.
...----------------...
Bara memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah nya.Kemudian ia keluar dari mobil dan berjalan membukakan pintu mobil yang di sebelahnya.Lalu memaksa seseorang wanita yang tengah duduk di dalam untuk keluar dari dalam mobil.
“Ayo cepatlah, jangan biarkan mama,papa,bahkan keluarga saya menunggu kedatangan kamu!"
Aluza menggelengkan kepala seraya mengigit bibir bawahnya.“Aku tidak sanggup untuk berpura-pura aku rasa jika berbohong itu akan sangat berdosa.”
“Oh yeah.”Bara mencondongkan tubuhnya mendekati wajah Aluza.“Lalu apa kamu ingin kalau kita pacaran sungguh-sungguh?"
Aluza menatap Bara dengan mata yang tajam sambil mendorong tubuh Bara untuk menjauhi nya.“Tapi kenapa sih kamu tidak terima saja perjodohan itu, lagian Diva itu Cantik dia pramugari, sedangkan aku!"
“Tapi aku tidak suka dia!”Kata Bara semakin mencondongkan tubuhnya sehingga membuat posisi Aluza hampir terlentang.Dari balik kegelapan Aluza memandangi wajah Bara, seketika membuat jantung nya berdebar kencang.
“Setidaknya mereka akan percaya jika kita mempunyai hubungan melalui foto-foto kebersamaan mu dengan mendiang tunangan mu itu"
Aluza bersusah payah menelan ludahnya sendiri. menurutnya wajah Bara cukup dekat sekali, sehingga sekarang Aluza hanya bisa membuang wajahnya ke arah lain dan tak berani menatap wajah itu terlalu lama.
Bara kembali memposisikan tubuhnya untuk berdiri serta menarik paksa Aluza untuk keluar dari dalam mobil nya.“Apapun yang keluaga saya tanya nanti kamu cukup diam saja, biar saya saja yang menjawab nya.”Kata Bara sembari menutup pintu mobilnya kembali.
Sedangkan di dalam sana Diva lagi-lagi berkunjung ke rumah Bara bersama orang tuanya.
“Nah itu pasti Bara sudah pulang,"Seruh Vina segera bangkit dari tempat duduk nya.“Jeng Vina, Pak Reno,Diva pokoknya kalian tunggu di sini saja dulu yah biar saya yang jemput Bara”
“Selamat malam semuanya maaf saya dan pacar saya telat datang.."Bara menyapa keluarga nya dan juga keluaga Diva sambil merangkul Aluza yang tetap berada di sampingnya.
Sedangkan orang-orang yang melihat Bara datang bersama seorang wanita asing hanya terpaku melalui Ekspresi masing-masing.