NovelToon NovelToon
Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang pemulung menemukan jasad tanpa wajah di Kampung Kemarin. Hanya ada cincin bertanda 'S' dan sehelai kertas tentang "kayu ilegal" sebagai petunjuk.

Detektif Ratna Sari menyadari kasus ini tidak biasa – setiap jejak selalu mengarah pada huruf 'S': dari identitas korban, kelompok tersembunyi, hingga lokasi rahasia bisnis gelap.

Ancaman datang dari mana saja, bahkan dari dalam. Bisakah Ratna mengungkap makna sebenarnya dari 'S' sebelum pelaku utama melarikan diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13 (thirteen)

Gedung administrasi Agro Santara Group terasa seperti laboratorium futuristik di tengah antah berantah. Lantai marmer yang mengilat, dinding kaca kedap suara, dan pendingin ruangan yang disetel sangat rendah menciptakan suasana yang steril sekaligus mengintimidasi. Ratna dan Teguh, yang kini menyamar sebagai Maya dan Eko, berjalan di belakang Siska menyusuri lorong yang sepi.

"Ruang kerja kalian ada di lantai tiga, bersebelahan dengan departemen IT pusat," ujar Siska tanpa menoleh. Langkah sepatu hak tingginya mengetuk lantai dengan irama yang konsisten tajam dan berwibawa. "Kami menghargai transparansi, namun ada beberapa area yang bersifat rahasia. Saya harap kalian cukup profesional untuk tidak 'tersesat' di gedung ini."

"Tentu saja, Bu Siska," sahut Ratna dengan nada datar yang meyakinkan. "Fokus kami hanya pada audit kepatuhan lingkungan. Kami tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan."

Siska berhenti di depan sebuah pintu kaca buram yang hanya bisa dibuka dengan pemindai sidik jari. Setelah pintu terbuka, ia mempersilakan mereka masuk ke sebuah ruangan luas berisi tumpukan dokumen fisik dan beberapa komputer canggih.

"Silakan mulai bekerja. Jika butuh sesuatu, gunakan interkom. Saya ada di ruangan ujung lorong ini," kata Siska sebelum berbalik pergi.

Begitu pintu tertutup dan langkah Siska menjauh, Teguh segera bergerak melakukan pembersihan area. Ia mengeluarkan alat detektor kecil dari sakunya perangkat buatan Hendra untuk mencari kamera tersembunyi atau penyadap suara.

"Bersih, Bu," bisik Teguh setelah memastikan lampu indikator di alatnya tetap berwarna hijau. "Tapi kita tidak punya banyak waktu. Hendra bilang sistem mereka akan melakukan sinkronisasi ulang setiap jam dua siang. Itu kesempatan kita."

Ratna tidak membuang waktu. Ia menuju ke terminal komputer utama di pojok ruangan. Tangannya yang mengenakan sarung tangan latex tipis bergerak lincah. Ia mengeluarkan kepingan logam 'S' yang ia bawa dari kantong rahasia di dalam map auditnya.

"Hendra, kau bisa mendengarku?" bisik Ratna pada mikrofon kecil yang tersembunyi di kerah kemejanya.

"Jelas, Bu," suara Hendra terdengar lewat earpiece yang nyaris tak terlihat. "Aku sudah masuk ke gerbang pertama firewall mereka. Sekarang, cari slot pembaca kartu di bawah meja atau di balik casing CPU. Bentuknya akan terlihat seperti lubang kunci aneh yang cocok dengan kepingan perak itu."

Ratna berlutut di bawah meja, meraba bagian bawah konsol komputer. Benar saja, ia menemukan sebuah lubang kecil dengan simbol 'S' yang sangat samar. Dengan hati-hati, ia memasukkan kepingan logam itu.

Klik.

Layar komputer yang tadinya menampilkan logo perusahaan, tiba-tiba berubah menjadi hitam dengan barisan kode berwarna hijau yang berjalan cepat.

"Berhasil," gumam Ratna.

"Bagus. Jangan sentuh apa pun dulu," instruksi Hendra. "Kepingan itu sekarang sedang menyuntikkan virus protokol yang aku buat. Aku butuh akses ke folder bernama 'ROOT SANGKALA'. Jika dugaanku benar, di sana ada semua rekaman pembicaraan antara Surya Atmadja dan orang-orang di Jakarta."

Tiba-tiba, suara interkom di ruangan itu berbunyi, membuat Ratna dan Teguh tersentak.

"Maya, Eko, ini Siska. Staf saya akan membawakan kopi dan beberapa berkas tambahan untuk kalian. Dia akan sampai dalam satu menit."

"Sial," umpat Teguh. Ia segera berdiri di depan pintu, mencoba menutupi pandangan ke arah komputer Ratna. "Bu, progresnya sudah sampai mana?"

"Baru empat puluh persen!" sahut Ratna, matanya terpaku pada bilah progres di layar. "Teguh, tahan dia di depan pintu. Apapun caranya."

Teguh menarik napas panjang, merapikan kemejanya, dan membuka pintu tepat saat seorang staf pria muda membawa nampan kopi tiba.

"Ah, selamat siang. Mari, saya bantu bawakan," ujar Teguh dengan suara lantang, sengaja menghalangi staf tersebut untuk masuk lebih dalam. "Rekan saya sedang sangat fokus memeriksa data pembuangan limbah, dia tidak suka diganggu saat sedang menghitung."

"Oh, baik Pak. Bu Siska juga menitipkan map merah ini untuk segera diperiksa," jawab staf itu, mencoba melongok ke dalam ruangan.

Di sudut ruangan, Ratna berkeringat dingin. Bilah progres bergerak sangat lambat: 65%... 70%... 80%... Layar komputernya mengeluarkan bunyi beep kecil yang bagi Ratna terdengar seperti ledakan di ruangan yang sunyi itu.

"Apa itu suara alarm?" tanya staf di depan pintu, curiga.

"Bukan, itu suara kalkulator rekan saya," sahut Teguh cepat. "Dia memang agak kuno, suka pakai kalkulator fisik yang bunyinya nyaring. Kopi ini baunya enak sekali, ya?"

Ratna menahan napas. 95%... 98%...

100% - DATA EXTRACTED.

Ratna segera mencabut kepingan logam 'S' itu tepat saat layar kembali ke tampilan normal perusahaan. Ia berdiri dan berpura-pura sedang memeriksa tumpukan berkas di meja lain.

"Terima kasih atas kopinya," ujar Ratna dari kejauhan, memberikan senyum profesional yang paling tenang yang ia miliki.

Setelah staf itu pergi dan pintu terkunci kembali, Ratna jatuh terduduk di kursi. "Hendra, kau dapat semuanya?"

"Dapat, Bu. Tapi ada satu hal yang mengerikan," suara Hendra terdengar gemetar, sesuatu yang sangat jarang terjadi. "Data ini... ini bukan cuma soal kayu atau uang suap. Ada sebuah sub-folder berjudul 'PROJECT KEMUNING-PHASE 2'. Isinya adalah rencana penghancuran seluruh desa di sekitar hutan untuk dijadikan area industri senjata ilegal."

Ratna membelalakkan mata. "Industri senjata?"

"Benar. Kayu ilegal itu hanya pembuka jalan untuk membersihkan lahan tanpa menarik perhatian pemerintah pusat. 'S' bukan hanya sebuah nama, ini adalah sindikat persenjataan yang bekerja sama dengan pihak asing. Dan target berikutnya adalah... Kampung Kemarin."

Ratna merasa dunianya berputar. Mereka bukan hanya ingin mencuri kayu; mereka ingin menghapus tempat tinggal Mbah Mansur dari peta untuk membangun pabrik senjata.

Tiba-tiba, lampu di ruangan itu berubah menjadi merah darah. Suara sirine yang berbeda dari sebelumnya meraung-raung di seluruh gedung.

"Ratna, lari!" teriak Hendra lewat earpiece. "Mereka mendeteksi adanya intrusi di server induk! Protokol penguncian gedung sudah aktif! Kalian punya waktu tiga puluh detik sebelum semua pintu keluar tertutup permanen!"

Ratna dan Teguh saling berpandangan. Ketenangan kantor itu pecah seketika.

"Lewat jendela!" teriak Ratna. "Kita di lantai tiga, kita harus melompat ke arah truk pengangkut pupuk di bawah!"

Saat mereka berlari menuju jendela kaca besar, pintu ruangan terbuka dengan paksa. Siska berdiri di sana, namun kali ini ia memegang sebuah pistol dengan peredam suara. Wajah cantiknya kini tampak seperti topeng kematian yang dingin.

"Aku sudah bilang, jangan sampai tersesat, Detektif Sari," ujar Siska sambil mengarahkan senjatanya.

1
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
bikin tegang dan bikin penasaran saja apa yang akan ratna lakukan🤔
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
akhirnya selamat tapi tantangan masih di depan mata masih perlu banyak perjuangan
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
ratna semoga bisa ketemu kode yang di berikan ibunya aihhh othor pinter amat bikin readers tegang
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
si buta mengorbankan diri demi negara sungguh kehormatan bagi si buta, ternyata ibu nya ratna menghilang masih hidup
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
sungguh sangat menegangkan mereka menghadapi penjahat yang sangat susah di Lumpuhkan penuh dengan bahaya
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
masih banyak misi yang harus ratna perjuangan ini sudah masuk internasional terlalu bahaya
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
pintar sekali ya siska para penjahat benar-benar cerdik semoga ratna bisa keluar dan selamat
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
benar keluarga memang harus tau terlebih itu istrinya
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
waduh ketahuan semoga mereka bisa keluar mereka dalam bahaya
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
kenapa komandan bersikap begini harusnya ikut andil dalam menyikapi masalah bukan malah marah2
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
waduh niat mencari untuk bisa menghasilkan makanan malah menemukan mayat
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
parfum nya kok sama wanginya tanda apa ya itu aihhh othor bikin penasaran sama tanda S itu🤔
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
baru saja bernapas lega ternyata masih ada rahasia di balik S
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
akhirnya mereka selamat tapi sepertinya itu belum selesai selina masih ada di luar bahay masih mengancam walau bambang tertangkap
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
suasana yang menegangkan semoga ratna hendra semuanya selamat
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
Siskaa setannn,anak kecil pun gak mau dilepas /Panic/
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
yok² kabur dulu Ratna sebelum kalian ditangkap oleh para setan berwujud manusia itu 😨
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
Ratna gesit juga ya pintar bisa menyelinap ke dalam gak salah jadi polisi semoga berhasil melaporkan para penjahat
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
pliss moga aja mereka bertiga selamat dah,bahkan kalo Ratna bergerak Siska malah udah berada di situ
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
wah gak nyangka ibu nya Ratna masih hidup+dia adalah kunci utama bagi Ratna dan teguh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!