"Aku hamil" Tiara akhirnya mengatakan rahasia yang di tutupinya selama beberapa minggu ini pada atasan sekaligus kekasihnya, Rex Hamilton, setelah kegiatan panas Mereka berdua yang baru selesai beberapa menit lalu.
Rex yang tengah mengenakan kembali pakaian dalamnya, terdiam sejenak.
"Gugurkan" Ucap Pria itu datar, tanpa melirik Tiara sama sekali.
Rex memang seperti itu, sikapnya dingin dan datar pada siapapun, termasuk pada Tiara yang telah menjadi sekretaris sekaligus teman tidurnya selama 3 tahun terakhir.
"Aku ingin melahirkan anak ini"
Rex menatapnya tajam. Pria itu kemudian menghampiri Tiara dengan langkah pelan tapi penuh ancaman.
"Hanya karena Kamu bisa naik ke ranjangku, bukan berarti Kamu bisa menjadi Nyonya Hamilton. Sadarlah dengan posisimu. Kamu hanyalah simpananku"
"Jika Kamu mau mempertahankan janin sialan itu, maka enyahlah dari hidupku. Tentukan pilihanmu"
"Aku akan mempertahankannya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lowongan Ibu Susu
'Pembawa Sial'
Itu bukan makian baru bagi Tiara. Dulu, Ayahnya sendiri yang mengatakan 'kalimat sakti' itu padanya hampir setiap hari, setelah Ibunya meninggal dunia.
"Kamu memang pembawa sial! Setelah melahirkan Kamu, ibumu sakit-sakitan, Aku susah dapat pekerjaan! Sekarang Ibumu mati, gara-gara kesialan yang Kamu bawa!"
Begitu kata-katanya, Tiara sampai hafal kalimatnya karena Ayahnya sudah ribuan kali mengucapkan itu.
Pertama Ibunya meninggal, lalu Rex juga meninggalkannya, lalu putranya yang bahkan baru belajar berjalan, sekarang, Budhe Arni dan Anita juga menderita banyak kerugian karena kehadirannya.
Sepertinya dirinya memang pembawa sial. Itu sebabnya semua orang di sekelilingnya menderita bahkan celaka.
Tiara menangis dalam diam. Dia tidak ingin ambruk disini, Anita dan Budhe Arni pasti akan mengkhawatirkannya, namun...
"Tiara!!!" Anita memekik begitu melihat tubuh Tiara ambruk, terkulai lemah di tanah.
Budhe Arni memelototi tetangganya itu sebelum beranjak menghampiri Tiara.
Anita kemudian meminta bantuan orang-orang yang masih memiliki nurani disana, agar membantunya membawa Tiara ke rumah sakit.
***
Ketika Tiara membuka matanya, bau disinfektan langsung menusuk indra penciumannya. Dia menatap kosong ke sekelilingnya. Ruangan bernuansa putih, tangannya tengah menerima cairan infus yang disalurkan melalui selang.
"Sudah bangun nduk?"
Budhe Arni tersenyum, seperti biasanya, penuh dengan kasih sayang. Tapi senyumnya itu justru membuat Tiara sakit hati.
Rasa bersalah yang membumbung tinggi, apalagi teringat rumah Budhe Arni yang kini tidak bisa ditinggali lagi, walaupun hanya untuk sementara, tapi biayanya pasti sangatlah besar untuk merenovasinya dalam waktu cepat.
"Budhe, maafin Tia..." Ucapnya dengan suara serak. Budhe Arni menggelengkan kepalanya.
"Jangan minta maaf, ini bukan salah Kamu nduk" Tiara malah menangis. Dia tahu ini semua karena Budhe Arni dan Anita yang berjuang untuk mendapatkan keadilan bagi Zayn dan dirinya.
"Sudah, sudah, jangan nangis terus. Insya Allah akan ada jalan keluarnya, ya?" Ucap wanita paruh baya itu, sambil mengusap lembut surai panjang Tiara yang tampak kusut.
"Anita lagi ke studio dulu. Kalau Tia lapar, budhe belikan makanan sekarang ya?"
Tiara menggeleng, Dia sama sekali tidak bernafsu untuk memakan apapun saat ini.
"Tia cuma butuh istirahat sebentar, Budhe"
Ucapnya pelan. Budhe Arni mengangguk, lalu kembali menyelimuti Tiara dengan selimut rumah sakit dan kain jarik yang Ia bawa dari rumahnya. Untungnya masih ada barang-barangnya yang bisa di selamatkan.
"Ya sudah, budhe tunggu di luar ya, budhe udah gelar tiker disana"
Tiara tersenyum, lalu mengangguk, pelan-pelan Ia memejamkan matanya yang lelah.
Tak lama kemudian 2 orang perawat datang, sepertinya ini adalah jadwal kontrol rutin. Tiara sebenarnya tidak tidur, jadi Dia samar-samar mendengar para suster itu mengobrol, meskipun sambil berbisik-bisik.
"Dokter Lingga kayaknya lagi pusing banget ya, dari tadi marah-marah terus, biasanya Dia nggak kaya gitu loh"
"Iya, Aku tadi nanya asistennya, katanya Kakaknya dokter Lingga yang kerja di rumah sakit internasional di jakarta minta dicariin ibu-ibu yang mau jadi Ibu susu dari bayi pasiennya yang baru aja meninggal karena kecelakaan"
"Hadeh, ada-ada aja ya orang kaya kalau mau buang duit, kenapa nggak pake sufor aja?"
"Bocahnya alergi sufor. Baru umur 2 bulan, masih harus asi ekslusif, kasian ya"
"Kenapa nggak beli dari bank Asi aja ya?"
"Orang kaya mana mau pakai asi sembarangan"
"Oalah, iya juga ya, makanya mereka berani bayar mahal buat nyewa Ibu susu"
"Emang bayarannya berapa? Sayang banget Aku masih single"
"Kalo nggak salah sih, katanya berani bayar sampe 5 milyar"
"Masya Allah Tabarakallah... Serius?"
"Sssst, serius... jangan bahas disini, ayo keluar dulu"
Kedua suster itu sepertinya sudah selesai melakukan kontrol, Mereka pergi dari sana dengan santai setelah memberikan beberapa nasihat dan anjuran pada para pasien yang ada disana.
Ibu Susu?
Tiara pernah mendengar cerita tentang Ibu susu, tapi itu hanya dari novel. Memangnya beneran ada yang pakai Ibu Susu semacam itu?
5 Milyar.
Tiara memiliki asi yang melimpah. Apalagi setelah Zayn meninggal. payu-daranya sebenarnya sudah bengkak dan terasa sakit karena tidak tersalurkan m beberapa hari lalu Ia sempat memompa ASI-nya tapi berakhir dibuang karena tidak ada yang meminumnya.
Tiba-tiba Tiara berfikir, apa Dia cari saja yang namanya dokter Lingga itu dan mendaftarkan diri?
Saat tengah bergelut dengan pikirannya sendiri, Anita dan kawan-kawannya datang. Ada Rizal dan Sukma juga.
"Gimana keadaan Kamu dek?" tanya Anita, selalu dengan nada penuh perhatian.
"Alhamdulillah Mbak Nit, sudah lebih baik"
"Iya, kata dokter kalau udah merasa segar, Kamu udah bisa pulang besok" Ucap Anita, Tiara hanya mengangguk sekali sebagai tanda Ia paham.
"Mbak Nit, Kita sudahi saja, Aku mau bikin video permintaan maaf untuk rumah sakit itu. Kita cuma bisa mengalah untuk saat ini karena dari segi manapun, Kita kalah power. Tapi, Aku juga bukannya akan berhenti dan menyerah selamanya, tapi untuk saat ini, prioritas Kita saat ini adalah rumah Budhe dulu" Ucap Tiara. Anita menundukkan kepalanya. Ia sebenarnya sangat marah karena harus menyerah seperti pecundang gara-gara tidak punya uang. Tapi, beberapa waktu lalu Ia mencoba mencari bantuan hukum berdasarkan informasi dari teman-temannya. Kalaupun Anita ingin memenangkan kasus ini, Dia harus menyewa pengacara kondang seperti Hotpan Muris, atau pengacara papan atas lainnya yang hampir selalu mementingkan kasus.
Saat tau biayanya, Anita langsung down. Satu pengacara saja bayarannya milyaran. sementara penghasil bulanannya paling banyak hanya 5-6 juta.
Tiara tahu, Anita juga kesulitan, jadi kakak sepupunya itu juga tidak bisa membantah fakta yang Dia katakan.
"Jangan khawatir kak, Aku akan tetap berjuang mendapatkan keadilan untuk Zayn. Tapi nggak sekarang. Kita mengalah untuk menang, Aku sendiri yang akan menghancurkan Mereka sampai Mereka bisa merasakan sakit yang saat ini Kita rasakan" Sambung Tiara. Anita mengangguk dan entah sejak kapan Dia sudah menangis. Rizal dan Sukma hanya terdiam, Mereka juga tidak bisa membantu apapun saat ini selain support secara mental.
"Aku tadi udah minta izin sama Ayahku. Untuk sementara, Budhe Arni sama Nita bisa tinggal di rumah almarhum Nenekku, agak jauh sih, tapi insyaallah aman dan nyaman"
"Makasih zal, tolong bilangin ke Ayah dan Ibu Kamu, Aku akan bayar sewa" Ucap Anita, Tiara pun mengangguk setuju.
"Iya, tenang aja..." Jawab Rizal seraya tersenyum, wajahnya yang teduh membuat Anita dan Tiara merasa tenang.
Setelah itu, Tiara dan Anita mulai membuat Video permintaan maaf. Setelah mengunggahnya, awalnya Sukma menyarankan untuk menonaktifkan komentarnya. Tapi Tiara menolaknya dengan tegas. Dia akan membiarkan publik menilai apakah Dia meminta maaf dengan ikhlas, atau karena mendapatkan tekanan dari pihak lawan?
terima kasih ya,udh buat tia tegas dan tdk menye menye. suka dgn karakter tia yg sekarang.
jgn jatuh ke lubang yg sama dan jatuh cnta lgi dgn tirex,manusia kaku,egois,kasar dan mulut tajam dan tdk peka.
lgi an ya,gw heran ama lu rex,kaga ad jiwa kebapakan lu dah,sama jayden aj kaya kaga ad ikatan batin ,minimal dekat dan sayang. darah daging sndri . 😒😒