NovelToon NovelToon
Santa, The Reedemed Killer

Santa, The Reedemed Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Horror Thriller-Horror / TKP / Psikopat / Pembunuhan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Seorang pria tua, mantan narapidana, harus berusaha mencari kebenaran dari rentetan pembunuhan yang menyeret namanya.

"Aku masih tak mengerti, apa motif si pembunuh dengan menjadi peniru?"

"Tapi pembunuh kali ini, dia tampak lebih cerdas. dia sudah memikirkan dengan matang semua langkahnya."

"Kurasa bukan peniru, tapi memang dia sendiri pelakunya, dia... Santaroni ingin mengulang pembunuhannya dengan lebih sempurna."

Mampukah Santaroni—si residivis, membuktikan pertobatannya, dan menemukan pelaku pembunuhan yang telah meniru jejaknya?

note: mungkin akan ada beberapa adegan keji, mohon bijak saat membaca. ingat: 'ini hanya cerita karangan, jika ada kesamaan nama tokoh dan situasi, hanya kebetulan yang sengaja dibetul-betulkan.'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak yang Sengaja Ditinggalkan

Di kamarnya, Santaroni telah selesai berganti pakaian, topi santa dan kemeja usang yang biasanya selalu ia pakai pun telah ia simpan ke dalam lemari. Dia telah mengganti penampilannya dengan pakaian yang lebih rapi dan sederhana, membuatnya terlihat seperti pria tua biasa

Santaroni berjalan mendekat ke jendela yang menghadap ke bagian belakang bengkelnya. Sesaat ia terdiam, kemudian menoleh ke arah pintu, memperhatikan bayangan Sammy yang terlihat sebagian dari sela bawah pintu.

Santaroni menghela napas dalam-dalam kemudian bergumam lirih. "Maaf, aku harus bekerja sendiri dari sini. Terimakasih sudah menjaga kepercayaanmu. Aku berjanji akan kembali dengan tanggungjawab yang sama."

Santaroni melompat keluar jendela, mendarat dengan ringan di tanah, kemudian bergerak menjauhi bengkel, menyusuri gang-gang sempit di pasar itu, menyembunyikan langkah dalam bayang-bayang bangunan.

Tak lupa Santaroni menarik topi bucket hitamnya lebih ke bawah, menutupi hampir sebagian wajahnya. Penampilan sempurna yang cukup untuk mengelabuhi semua petugas yang berlalu lalang.

Hampir lima belas menit, pria tua itu menyusuri jalanan yang mungkin tak banyak orang tahu, hingga akhirnya ia berhenti di tepi jalan raya, membaur dengan kerumunan orang-orang, sebisa mungkin menghindari jangkauan CCTV.

Tak lama kemudian, sebuah bus pun tiba. Santaroni tampak santai naik seperti layaknya penumpang lainnya. ‘Semoga hanya kabar baik yang aku temui,’ pikirnya kemudian menyandarkan punggung,

Santaroni duduk di kursi belakang bus, dia memandang ke luar jendela, memikirkan rencana selanjutnya. Dia tahu bahwa dia harus bergerak cepat, karena Sammy pasti akan segera menyadari kepergiannya.

Lima belas menit kemudian, Santaroni turun di sisi kanan pusat perbelanjaan. Dia berjalan santai seolah dia adalah pelanggan biasa. Pertama dia menuju ke sebuah stand makanan di halaman samping, dan dengan lahap ia memakan semangkuk mie kuah dan beberapa camilan.

"Kau... berapa lama tak makan, Pak Tua. Kau bisa tersedak jika makan terlalu tergesa seperti itu." kelakar si penjual.

Santaroni membenahi kacamatanya, hanya membalas dengan senyuman, tanpa ada niat menjawab, sampai akhirnya ia menuntaskan makanannya hingga kuah tetes terakhir.

"Wah, aku kenyang!" serunya seolah ia benar-benar menikmati makanan itu. "Berapa semuanya?" tanya Santaroni seraya membersihkan mulutnya.

Penjual itu menggeleng takjub. "Kau benar-benar makan banyak, seolah kau mau mati besok pagi!” Kelakar penjual itu lagi. "Kau bayar duapuluh ribu saja, aku berbaik hati memberimu diskon untuk camilan itu, tapi kau buang sendiri semua bungkus kosong itu."

Santaroni mengangguk. "Terimakasih!" ujarnya seraya meletakkan uang lima puluhribuan di meja, kemudian membereskan semua bungkus camilan ke dalam sebuah kantong plastik.

"Ambil saja kembaliannya!" imbuh Santaroni seraya meninggalkan stand makanan itu.

Si penjual yang baru saja mengulurkan tangan dengan uang kembalian milik pelanggannya, mengernyitkan dahi. "Entah kenapa caranya makan, nada bicaranya, seperti mengingatkanku pada seseorang... Tapi siapa ya?" gumamnya sambil menatap punggung Santaroni yang menjauh.

Santaroni berjalan menuju ke belakang pusat perbelanjaan, ia masih melihat garis polisi di sana, menutup akses untuk membuang sampah.

Seorang petugas keamanan mendekati Santaroni, saat melihat pria tua itu tampak berdiri lama memandang kotak-kotak sampah yang terhalang garis polisi.

“Untuk sementara kau tak bisa buang sampah di sini, keluarlah dari celah kecil itu, letakkan saja di balik pagar itu, nanti akan ada petugas kebersihan yang membereskannya.”

Santaroni mengangguk seolah sebagai isyarat ia mengerti. Kemudian ia berjalan melewati garis polisi itu dengan tenang, sesuai dengan arah yang ditunjukkan oleh petugas itu.

Namun setelah meletakkan sampahnya, Santaroni melanjutkan langkahnya melewati jalan setapak yang seolah telah lama ditinggalkan manusia. Hingga akhirnya ia berhenti di sebuah pondok tua yang ditumbuhi rumput liar disekelilingnya.

Santaroni masuk ke dalam pondok tua itu, dia langsung memindai ruangan dengan mata yang tajam. Ia memeriksa lantai, mencari debu yang terganggu atau jejak kaki yang tidak biasa. Santaroni juga memeriksa lemari tua di sudut ruangan, apakah ada sesuatu yang telah diganti atau diambil.

Setelah beberapa menit memeriksa, Santaroni berhenti dan mengangguk. "Sepertinya kau juga datang untuk memastikan hal itu, kau sudah dewasa rupanya," lirihnya begitu yakin dengan jejak-jejak itu. “Tapi kau datang bersama seseorang, siapa yang kau bawa?”

Ia kemudian melangkah menuju ke sebuah ruangan yang tampak seperti sebuah dapur usang, masih dengan peralatan lama yang sudah ketinggalan jaman. Ruangan itu satu-satunya ruangan yang tak berdebu. Sekali lagi ia merasa sangat mengenali jejak yang ditinggalkan. “Kau… kenapa kau mengotori tempat ini?” lirih Santaroni dengan ekspresi yang sulit dimengerti.

Merasa cukup dengan tempat itu, Santaroni kembali melangkah keluar, meninggalkan pondok tua itu, dia berjalan keluar dengan langkah yang cepat dan tegas, melewati jalanan sempit hingga berakhir di sebuah jalan raya.

Beruntung saat itu, sebuah taksi melaju ke arahnya. Santaroni pun bergegas melambaikan tangan, dan menjauh dari tempat itu.

"Ke mana, pak?" tanya sopir taksi, sambil melirik penumpangnya sejenak.

"Rumah Sakit Jiwa, tolong," katanya, suaranya dingin berusaha tak menunjukkan emosi apapun.

Sopir taksi mengangguk, dia memulai perjalanan ke arah RSJ. Santaroni duduk di belakang, matanya menatap ke luar jendela, pikirannya dipenuhi oleh hal-hal rumit yang sulit ia dipercaya.

Hampir satu jam berkendara, hingga akhirnya Taksi berhenti di depan RSJ, Santaroni membayar sopir dan keluar dari taksi. Dia menatap ke arah bangunan RSJ yang besar dan terasa menyesakkan baginya.

...****************...

Bersambung

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Lg males mikir 🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Akhirnya ketahuan 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Pembunuh bayaran 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Berasa jadi detektif dadakan 🤭🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sammy apa Sarah 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Yomi dan anak buahnya jadi tim pembersih 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Benang kusut mulai terurai
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Marco😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
dua kaki
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
😭😭😭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Iya,kamu salah Kanet
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kanet balas dendam karena Rey sudah membunuh ayahnya 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pria itu Rey 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kasus Santaroni
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jadi partner perempuan itu putrinya Diaz 🤔
yosh—: silakan terus menebak/Casual/
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
😭😭😭
Sunsun Shepiet
seru sih Thor seru banget..
yosh—: aseeek😁
total 1 replies
Sunsun Shepiet
nah loh, tertangkap kah?
Sunsun Shepiet
eh tp kn itu bd negara y? aku lupa 😁
Sunsun Shepiet
eh klo Roni k kantor polisi nanyain Rey bisa bahaya ga sih?
yosh—: bahaya, agak enggak, tapi ya bahaya🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!