Seribu tahun setelah Era Kegelapan yang hampir menghancurkan tatanan alam semesta, Yun Tianxing—kultivator tertinggi dan penjaga keseimbangan antara Dunia Bawah dan Dunia Dewa—menemukan dua artefak legendaris: Darah Phoenix Abadi dan Jantung Naga Suci. Dalam upaya untuk memperkuat diri agar bisa mengantisipasi ancaman tersembunyi, ia memakan jantung naga dan meminum darah phoenix. Namun, kombinasi kekuatan kedua makhluk mistik tersebut terlalu besar untuk tubuhnya, menyebabkan guncangan hebat yang mengancam nyawanya. Sebelum meninggal, ia menciptakan sebuah benih ajaib, memasukkan seluruh energi Qi dan pengetahuan kultivasinya ke dalamnya.
Benih itu jatuh ke Dunia Fana dan memasuki tubuh Haouyu, putra mahkota Kekaisaran Lian yang baru lahir. Tak lama kemudian, kekaisaran keluarga Lian runtuh akibat peperangan besar dengan klan musuh. Untuk menyelamatkannya, ibunya menyerahkan dia kepada seseorang untuk membawanya meninggalkan istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18: TUNGKU BATU NAGA PHOENIX
Setelah tiba di kaki gunung, mereka tiba di sebuah pasar yang ramai dengan aktivitas. Pasar Barang Mistik Xuanwu terletak di dalam sebuah lembah yang dikelilingi oleh formasi pelindung untuk menjaga keamanan dan mencegah energi dari barang-barang mistik menyebar sembarangan. Gerbang masuk pasar dihiasi dengan simbol-simbol kultivasi yang kompleks, dan penjaga yang berpengalaman selalu siap membantu pengunjung yang membutuhkan informasi.
Di dalam pasar, berbagai toko berjajar rapi di kedua sisi jalan utama. Setiap toko menawarkan barang-barang berbeda—mulai dari senjata mistik, batu jiwa, hingga alat-alat kultivasi seperti tungku pembakar energi, panci perebus, dan alat pengolah ramuan. Suara tawar-menawar dan penjelasan penjual memenuhi udara, diselingi dengan aroma khas dari berbagai tumbuhan obat dan bahan mistik.
“Mari kita kunjungi toko yang aku kenal dulu,” ajak Yu Zhu sambil membawa Haouyu ke arah sebuah toko dengan papan nama “Toko Tungku Emas Abadi”. Toko ini terletak di bagian dalam pasar dan terlihat lebih tenang dibandingkan toko-toko lain di sekitarnya. Dinding toko dipenuhi dengan berbagai jenis tungku yang berbeda ukuran dan bentuknya, mulai dari tungku kecil yang bisa dibawa kemana-mana hingga tungku besar yang dirancang untuk penggunaan tetap.
Pemilik toko yang bernama Pak Zhang—seorang lelaki tua dengan janggut putih yang panjang dan mata yang tajam—menyambut mereka dengan senyum ramah. “Selamat datang, Yu Zhu. Siapa temanmu yang tampan ini?”
“Ini Haouyu, teman sekelas ku yang sedang mencari tungku pembakar energi milik sendiri,” jawab Yu Zhu sambil memperkenalkan Haouyu.
Tuan Zhang mengamati Haouyu dengan cermat, seolah-olah bisa merasakan energi yang ada di dalam tubuhnya. “Oh, aku bisa merasakan aliran energi Api dan Air yang kuat darimu, anak muda. Kamu membutuhkan tungku yang bisa menyesuaikan diri dengan kedua jenis energi tersebut, bukan?”
Haouyu terkejut karena bisa ditebak dengan tepat oleh Tuan Zhang. “Betul sekali, Pak. Saya juga berharap tungku tersebut bisa mendukung perkembangan energi lain yang mungkin akan saya kuasai nantinya.”
Tuan Zhang mengangguk dengan puas. “Baiklah, mari aku tunjukkan beberapa pilihan yang sesuai dengan kebutuhanmu.”
Ia kemudian membawakan tiga jenis tungku yang berbeda:
- Tungku Api-Air Seruling: Tungku berbentuk seruling dengan warna merah dan biru bergantian, dirancang khusus untuk kultivator yang menguasai elemen Api dan Air. Tungku ini menggunakan formasi khusus untuk menyelaraskan kedua elemen agar tidak saling bertentangan.
- Tungku Batu Naga Phoenix: Dibuat dari batu khusus yang berasal dari lokasi bersejarah di mana Naga dan Phoenix pernah bertemu, tungku ini memiliki kapasitas energi yang lebih besar dan bisa menahan suhu ekstrem.
- Tungku Pelatihan Multielemen: Tungku dasar namun fleksibel yang bisa disesuaikan dengan berbagai jenis energi seiring dengan perkembangan kultivator yang menggunakannya.
Haouyu memeriksa setiap tungku dengan cermat. Ia merasakan getaran energi yang berbeda dari masing-masing tungku. Ketika ia menyentuh Tungku Batu Naga Phoenix, ia merasakan bahwa energi di dalam tubuhnya menjadi lebih rileks dan terkendali—seolah-olah tungku tersebut mengenali warisan kekuatan yang ada di dalam dirinya.
“Tuan, bisakah kamu memberitahu saya lebih banyak tentang tungku ini?” tanya Haouyu sambil menunjuk pada Tungku Batu Naga Phoenix.
Tuan Zhang tersenyum dan mulai menjelaskan. “Tungku ini dibuat lebih dari seratus tahun yang lalu oleh seorang pembuat tungku terkenal bernama Master Lu. Ia mengambil batu dari dasar Danau Naga Phoenix, yang dipercaya merupakan tempat di mana salah satu Phoenix Abadi pernah mandi ribuan tahun yang lalu. Tungku ini tidak hanya bisa menyelaraskan elemen Api dan Air, tetapi juga memiliki potensi untuk menerima elemen lain seperti Cahaya dan Kegelapan jika pengguna mampu mengaktifkannya.”
Haouyu merasa sangat tertarik dengan tungku tersebut. Namun, ketika tuan Zhang menyebutkan harganya, ia sedikit terkejut karena lebih mahal dari yang ia harapkan. Meskipun uang yang diberikan oleh Master Bai Caotian cukup banyak, ia masih membutuhkan tambahan untuk membeli tungku tersebut beserta aksesoris pendukungnya seperti batu pembentuk formasi dan tali pengikat energi.
“Tuan, bisakah saya mendapatkan diskon atau apakah ada cara untuk mengumpulkan uang tambahan?” tanya Haouyu dengan sopan.
Tuan Zhang berpikir sejenak sebelum berkata, “Aku punya sebuah ide. Ada sebuah tugas kecil yang bisa kamu lakukan untukku. Di lereng gunung sebelah timur, terdapat sejenis batu bernama Batu Energi Biru yang dibutuhkan untuk memperbaiki beberapa tungku di toko ini. Jika kamu bisa mengumpulkan sepuluh buah batu tersebut, aku akan memberikan diskon besar dan juga memberikan aksesoris pendukung secara cuma-cuma.”
“Batu Energi Biru itu mudah ditemukan, tuan?” tanya Yu Zhu dengan sedikit khawatir.
“Batu tersebut tidak terlalu sulit ditemukan, tetapi lokasinya sering dikunjungi oleh makhluk kecil bernama Serigala Bulu Api yang menjaga wilayah tersebut,” jelas tuan Zhang. “Mereka tidak terlalu berbahaya jika kamu bisa mengendalikan energi dengan baik, tetapi tetap perlu berhati-hati.”
Haouyu segera menyetujui tawaran tersebut. Ia melihat ini sebagai kesempatan untuk menguji kekuatan baru yang dimilikinya dan sekaligus mendapatkan tungku yang diinginkannya. Setelah berbicara lebih lanjut tentang lokasi tepat di mana Batu Energi Biru tumbuh, Haouyu dan Yu Zhu segera berangkat menuju lereng gunung sebelah timur.
Perjalanan ke lokasi batu memakan waktu sekitar dua jam. Mereka harus melewati jalur yang terjal dan hutan yang lebat sebelum akhirnya tiba di sebuah lembah kecil yang dikelilingi oleh batu-batu besar dengan warna kebiruan. Di sana, beberapa Serigala Bulu Api dengan bulu berwarna oranye menyala sedang bergerak di sekitar area tersebut.
“Kamu tinggal diam di sini saja, Yu Zhu. Aku akan menangani mereka,” ucap Haouyu dengan lembut sebelum maju ke arah kelompok serigala.
Ia tidak ingin menyakiti makhluk tersebut, jadi ia menggunakan teknik kontrol energi Air untuk menciptakan tirai embun dingin yang mengelilingi area di mana batu berada. Serigala-serigala tersebut terkejut dengan munculnya embun dingin dan mulai menggeram, namun ketika mereka merasakan bahwa Haouyu tidak memiliki niat jahat, mereka perlahan mereda.
Haouyu kemudian menggunakan energi Tanah untuk menggali dengan hati-hati Batu Energi Biru dari dalam tanah, memastikan tidak merusak akar atau bagian lain dari batu yang penting. Dalam waktu kurang dari setengah jam, ia berhasil mengumpulkan sepuluh buah Batu Energi Biru yang berkualitas baik. Serigala Bulu Api bahkan memberikan dia sebuah cabang kecil dari Pohon Api yang langka sebagai tanda penghormatan.
Ketika mereka kembali ke toko, tuan Zhang sangat terkesan dengan hasil yang diperoleh Haouyu—bahkan batu yang dikumpulkan adalah yang berkualitas terbaik. “Hebat sekali, anak muda! Tidak hanya kamu mengumpulkan batu dengan cepat, kamu juga melakukannya tanpa menyakiti makhluk apa pun. Ini menunjukkan bahwa kamu memiliki hati yang baik dan kontrol energi yang luar biasa.”
Tuan Zhang kemudian memberikan Tungku Batu Naga Phoenix dengan diskon sepertiga dari harga aslinya, ditambah dengan aksesoris lengkap termasuk batu pembentuk formasi, tali pengikat energi dari serat Naga, dan buku panduan penggunaan tungku. Ia juga memberikan Haouyu sebuah hadiah kecil berupa sebotol minyak pelumas khusus yang bisa menjaga tungku tetap dalam kondisi prima selama bertahun-tahun.
Setelah membayar dan mengemas tungku dengan hati-hati, Haouyu dan Yu Zhu berjalan pulang ke sekolah dengan senyum puas. Di jalan pulang, Haouyu merasakan bahwa perjalanan ini tidak hanya memberinya tungku milik sendiri, tetapi juga mengajarkannya pentingnya menghormati alam dan makhluk hidup di dalamnya.
Ketika mereka tiba di sekolah, Master Bai Caotian sudah menunggu di pintu gerbang. Ia melihat tungku yang dibawa Haouyu dan mengangguk dengan puas. “Kamu telah memilih dengan sangat baik, Haouyu. Tungku Batu Naga Phoenix adalah pilihan yang tepat untukmu. Besok pagi, kita akan memasangnya di lokasi khusus yang telah disiapkan untukmu di belakang ruangan mu. Kamu bisa mulai berlatih membuat ramuan sendiri setelah pil yang kita buat sebelumnya siap digunakan.”
Haouyu mengangguk dengan rasa syukur yang mendalam. Ia merasakan bahwa setiap langkah yang ia lakukan semakin membawa dirinya lebih dekat untuk menguasai kekuatan yang ada di dalam dirinya. Dengan tungku milik sendiri, ia akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan warisan Yun Tianxing dan mempersiapkan diri menghadapi Ujian Antar Kelas yang akan datang.
“Saya tidak sabar untuk mulai menggunakan tungku ini, Master,” ucap Haouyu dengan suara penuh semangat. “Saya akan berlatih dengan giat agar bisa menjadi kultivator yang mampu melindungi orang-orang tersayangnya dan mencapai tujuan saya.”
Master Bai Caotian menyentuh bahu Haouyu dengan lembut. “Kamu telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa dalam waktu yang singkat, Haouyu. Tetaplah rendah hati dan terus belajar, maka kamu akan mencapai apa yang kamu impikan. Sekarang istirahatlah dengan baik—esok hari akan ada banyak hal yang harus kita lakukan.”
Haouyu dan Yu Zhu kemudian berjalan menuju kamar kost mereka, dengan langkah yang lebih ringan dan hati yang penuh harapan. Tungku Batu Naga Phoenix yang terbawa Haouyu menyala dengan cahaya kebiruan yang lembut di bawah sinar bulan yang mulai muncul di ufuk barat, seolah-olah menandakan bahwa masa depan yang cerah sedang menantangnya.
...~BERSAMBUNG~...