HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Beberapa menit yang lalu Clara yang panik melihat Hazel dan Veronika saling jambak, akhirnya dia bergegas keluar mencari bantuan untuk memisahkan mereka berdua, menurut Clara kalau wanita sudah saling jambak kekuatannya juga bertambah, dan hanya bisa di pisahkan oleh pria.
Saat sudah agak jauh dari toilet, Clara menepuk jidatnya karna kepanikannya dia sampai lupa menggunakan ponselnya untuk mencari bantuan.
Akhirnya Clara memutuskan menelfon David, karna pria yang dia miliki nomornya hanya dia saja. Dan tak butuh waktu lama David datang, tapi dia tidak sendiri melainkan bersama Ronald dan juga Kenzo.
''Dimana Hazel?'' tanya Ronald dengan wajah paniknya.
''Di dalam toilet kak'' jawab Clara.
Ronald langsung bergegas ke toilet, begitu juga dengan yang lainnya, dan saat masuk ke dalam toilet, Ronald di buat terkejut melihat Hazel dan Veronika yang saling jambak jambakan.
''Astaga Hazel''
Kembali ke beberapa saat kemudian, saat ini Ronald sedang mendekap erat Hazel di pelukannya, sembari mengelus punggungnya untuk meredakan amarahnya.
''Kak aku lapar'' cletuk Hazel setelah diam beberapa saat.
Ronald tersenyum sembari melonggarkan pelukannya. ''Baiklah, ayo kita cara makan di kantin''
Tapi senyum Ronald langsung lenyap, saat melihat goresan yang sedikit mengerluarkan darah di kening Hazel.
Ronald dengan hati hati menyentuh kening Hazel yang terluka. ''Kening kamu terluka, sebaiknya kita obati dulu takut infeksi, biar Clara yang belikan makan untukmu'' ucap Ronald ibu jarinya mengusap luka dengan lembut.
Hazel menganggukkan kepalanya, dia juga mulai merasakan perih di dahinya.
''Cla, aku bawa Hazel ke klinik, tolong kamu belikan makanan untuknya, nanti kamu bawa ke sana'' perintah Ronald yang di anguki oleh Clara. ''Iya kak''
Sebelum meninggalkan toilet bersama Hazel, Ronald yang menyadari kondisi Luna yang tidak baik baik saja, dia menyuruh David dan Kenzo untuk membantu Luna agar di bawa ke klinik juga,
David dan Kenzo hanya menganggukkan kepalanya mendapat perintah dari Ronald, lalu mereka berdua menghampiri Luna yang masih berjongkok di bawah wastafel dengan baju basah kuyup.
Sedangkan Luna dia sejak tadi menahan nyeri di ulu hatinya, rasa sakit akibat perundungan yang di lakukan oleh Veronika tidaklah seberapa, di bandingkan dengan rasa sakit di hatinya saat ini, ketika melihat Ronald yang sangat menghawatirkan Hazel, padahal kondisi yang paling memprihatinkan itu dirinya, tapi kenapa Ronald hanya fokus pada Hazel, bahkan Ronald menyuruh kedua sahabatnya untuk membawanya ke klinik.
''Lun, ayo aku antar kamu ke klinik'' tukas David sembari membantu Luna untuk berdiri, tapi baru berdiri beberapa detik, tubuh Luna oleng karna kakinya sangat lemah, mungkin akibat pukulan yang di lakukan oleh Veronika tadi.
''Lun, kaki kamu kenapa?'' tanya Kenzo saat melihat kedua kaki Luna di penuhi lebam kemerahan.
''Tadi Veronika memukuliku'' jawab Luna lirih.
Sontak David dan Kenzo terkejut mendengarnya.
''Jangan bilang, kalau yang bermasalah dengan Veronika sebenarnya kamu?'' tebak Kenzo dengan mata menyipit. Luna menganggukkan kepalanya dengan lemah.
Saat ini di klinik kampus, Luna sedang di obati oleh dokter wanita yang sedang giliran waktu bertugas, dan di sampingnya ada Winda yang menemani Luna, dia baru tahu beberapa menit yang lalu, kalau Luna di bawa ke klinik kampus.
Sedangkan di bed pasien yang lain, tatapan Hazel tidak sekalipun beralih dari Ronald yang sedang mengobati luka di dahinya.
Sejak tadi Ronald hanya fokus padanya, padahal keadaan Luna jauh lebih parah darinya, dan sedikitpun Ronald tidak menanyakan kondisi Luna.
"Kak, sebenarnya perasaanmu pada Luna itu bagaiamana?" batin Hazel.
Hazel ingat di kehidupan pertamanya, sejak Ronald mulai mengacuhkannya, saat itu juga Ronald mulai memberikan perhatiannya pada Luna.
"Kamu ngelamunin apa, hem?" tanya Ronald sembari menempelkan plaster di dahi Hazel.
''Kak, kenapa kamu malah perdulikan aku, lihatlah Luna, dia kondisinya jauh lebih parah dariku?''
Ronald langsung menoel hidung mancung Hazel dengan gemas.
''Kenapa aku harus perduli pada Luna, sedangkan calon istriku juga terluka'' ucap Ronald dan Hazel langsung buru buru menutup mulut Ronald dengan tangannya.
''Kak David, Kak Ken, jangan hiraukan perkataan Kak Ronald, dia hanya bicara asal asalan'' cetus Hazel panik, dia takut David dan Kenzo percaya dengan apa yang di katakan oleh Ronald.
Tapi Hazel malah di buat bingung saat David dan Kenzo terkekeh.
''Tidak usah panik gitu Zel, lagian aku dan Kenzo sudah tahu kok kalau kalian berdua bukan saudara, tapi calon pasutri'' ucap David dengan menekan kata pasutri.
Sontak Hazel membulatkan matanya, lalu beralih menatap tajam pada Ronald.
''Sejak kapan mereka tahu?'' tanya Hazel dengan expresi kesal.
''Kami tahu sebelum kamu datang ke Lacosta, lebih tepatnya saat kalian berdua baru di jodohkan'' sahut Kenzo.
Hazel semakin terkejut mendengarnya, berarti selama ini David dan Kenzo hanya pura pura, padahal mereka tahu kebenaran tentang hubungannya dengan Ronald.
''Sudahlah Zel, santai aja, yang penting calon suamimu ini, cinta mati sama kamu '' tukas David yang langsung mendapat tatapan tajam dari Ronald.
Dada Hazel seketika bergetar hebat, apa benar yang di katakan oleh David, kalau Ronald sangat mencintainya?, kalau benar kenapa beberapa hari ini Ronald menjauhinya, karna penasaran akhirnya Hazel memutuskan bertanya.
''Benarkah?, tapi kenapa akhir akhir ini rasanya Kak Ronald kayak menjauhiku?'' tanya Hazel menatap intens wajah tampan Ronald.
Ronald menghela nafasnya, dan memilih mengatakan yang sebenaranya.
''Aku bukan menjauh, hubungan kita masih batas perjodohan belum di resmikan, jadi aku ingin kamu merasa bebas melakukan apapun yang kamu mau'' ungkap Ronald.
Hazel terdiam mendengarnya, dan tiba tiba dia menyadari sesuatu, apa mungkin di kehidupan pertamanya sikap Ronald yang tiba tiba berubah mengacuhkannya bukan karna dia menyukai Luna, melainkan karna mulai merasa terkekang dengan sifatnya yang terlalu posesif dan cemburuan, padahal hubungan mereka masih sebatas perjodohan.
''Terus, kalau hubungan kita sudah di resmikan, apa yang akan Kak Ronald lakukan?'' tanya Hazel.
''Tentu, aku akan terus mendekapmu di sisiku, agar tidak ada orang yang berani melirikmu'' sahut Ronald cepat.
''Zel, asal kamu tahu, beberapa terakhir ini Ronald bukan sengaja menjauhimu, dia hanya sedang fokus belajar, dia ingin cepat cepat menyelesaikan semester terakhirnya lalu wisuda, karna dia ingin segera meresmikan pertunangan kalian'' ucap Kenzo panjang lebar.
Hazel kembali terkejut mendengarnya, di kehidupan pertamanya Ronald baru bisa wisuda itu di tahun depan, kini perlahan Hazel mulai menyadari kesalahan yang dia lakukan di kehidupan pertamanya, mungkin karna sifat posesif yang di lakukan Hazel pada Ronald, membuat Ronald tidak bisa fokus belajar dan menyelesaikan S1 nya dengan cepat, bahkan saat itu Ronald sempat mengulang semester.
"Ternyata, selama ini aku yang salah, aku sudah menghancurkan prestasi Kak Ronald" batin Hazel matanya memerah menahan tangis, lalu dia memeluk Ronald yang berdiri di depannya.
Sedangkan Ronald kaget, karna Hazel tiba tiba memeluknya dengan erat dan terisak pelan.
"Hei, Zel kamu kenapa?, kok nangis?, apa ada bagian lain yang sakit" tanya Ronald panik.
Hazel semakin mengeratkan pelukannya. "Hiks,, tidak ada yang sakit, biarkan aku memeluk Kak Ronald sebentar saja"
Akhirnya Ronald mengalah dan membiarkan Hazel memeluknya. Sedangkan David dan Kenzo hanya diam menyaksikan calon pasutri yang sedang berpelukan di depan mereka.
''Zel, kamu kenapa?'' tanya Clara yang baru tiba di klinik sembari membawa makanan dan minuman di tangannya.
Hazel langsung melepaskan pelukannya dari Ronald, sembari mengusap air matanya.
''Aku enggak apa apa, Itu makananku?, sini,aku sudah lapar'' pinta Hazel dengan mata sembabnya.
Tapi Ronald lebih dulu mengambil makanan yang di bawa oleh Clara, sebelum makanan itu sampai di tangan Hazel.
''Biar aku suapin'' ucap Ronald dan Hazel menganggukkan kepalanya.
Clara yang berdiri di antara David dan Kenzo, dia menatap intens pada Ronald yang sedang menyuapi Hazel.
''Kok, kalau di perhatikan, mereka berdua malah terlihat seperti pasangan kekasih, ketimbang saudara'' cletuk Clara membuat David dan Kenzo mengulum senyum,
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....