Kemungkinan ada narasi adegan nyerempet 21th+
Pembaca mohon lebih bijak dalam memilih bacaan yang sesuai usia! Cerita cuma fiksi jgn terlalu baper
Setelah mengetahui perselingkuhan tunangannya dengan saudara tirinya, Beatrice justru dipertemukan dengan Alexander, seorang CEO ganteng, kaya, dingin yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Awalnya Alex hanya penasaran terhadap Beatrice, pasalnya penyakit alerginya terhadap wanita sama sekali tidak kambuh saat bersentuhan dengan Beatrice. Sahabat sekaligus dokter pribadinya, Harris menyuruhnya terus bersentuhan dengan Beatrice sebagai upaya terapi untuk kesembuhan alergi yang diderita Alex. Namun lama-lama sikap posesif dan cemburuan Alex terhadap Beatrice semakin menjadi, membuatnya sadar bahwa dia telah jatuh hati pada Beatrice. Alex ingin pernikahan kontrak mereka menjadi pernikahan sungguhan. Akankah hati Beatrice terbuka untuk Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Dia Suamiku
“Secepat itu? Kapan kamu menghubungi Dokter Jose?” tanya Beatrice, suaranya sedikit tercekat.
Alex menyandarkan bahunya di kusen pintu mobil yang sudah dibukakan Jody untuk mereka.
“Baru saja, saat kamu masih melamun sambil memandangi buku nikah kita,” jawab Alex santai sambil tersenyum tipis.
Ia melangkah mendekat, matanya berkilauan. “Apa kamu begitu bahagia karena menikah denganku sampai mematung sangat lama? Hm? Kamu bahkan tidak sadar aku menelepon dokter Jose tepat di sebelahmu”
Ia sengaja mengangkat alisnya, gestur yang sangat menguji kesabaran Beatrice.
Beatrice hanya bisa melongo melihat kenarsisan Alex yang tiada tara. Pria ini benar-benar tidak tahu malu dan penuh percaya diri.
“Yah, tapi setelah diperhatikan lagi, pria seperti Alex memang wajar kalau narsis, sih,” pikir Beatrice lagi.
Alex memang tampan luar biasa. Wajahnya tegas, dengan rahang tajam dan mata elang yang mampu menembus pertahanan siapa pun. Ditambah fakta bahwa dia adalah Alexander Thorne, pewaris Thorne Group, kesombongan itu mungkin adalah bagian dari paketnya.
(Minus dikit ga ngaruh lah ya, yang penting banyak plusnya)
Tiba-tiba, Alex mendekatkan wajahnya. Jarak mereka kini kurang dari sejengkal, dan Beatrice bisa mencium samar aroma maskulin yang semakin familiar. Beatrice menjadi teringat kejadian semalam.
Wajah Beatrice langsung memerah, panas menjalar ke telinganya. "Menjauh sedikit!" Ia buru-buru mendorong wajah Alex, tetapi Alex sudah menduga reaksi itu.
Alex dengan cekatan menangkap pergelangan tangan Beatrice yang mendorongnya, menahannya di udara, dan kemudian dengan gerakan tak terduga, ia membungkuk sedikit dan mengecup punggung tangan Beatrice yang kini berada dalam genggamannya. Ciuman itu singkat, namun cukup membuat jantung Beatrice berdetak keras.
Wajah Beatrice seketika merah padam, rasa panasnya kini membakar hingga ke leher. Ia segera menarik tangannya dari Alex, menjauhkannya seolah tangan Alex adalah api. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Beatrice langsung masuk ke dalam mobil.
Sementara itu, Jody dan petugas kantor catatan sipil, yang masih ada di sana, menyaksikan seluruh adegan itu. Keduanya berdiri membeku, mata mereka melihat dengan jelas saat Alex mencium tangan Beatrice, dan Beatrice yang langsung berusaha kabur.
“Apa ini masih Alexander Thorne yang aku kenal? Apa tuan muda belajar ini dari tuan muda Dalton” batin Jody, merasa seperti mimpi. Alex yang dingin, Alex yang selalu menjaga jarak, kini bersikap begitu manis pada istrinya di tempat umum. Jody sampai mengucek matanya, merasa ia sedang berhalusinasi. Petugas di sebelahnya melakukan hal yang sama, sama-sama terbengong tak percaya.
Perjalanan kembali ke rumah sakit terasa hening, diisi oleh kecanggungan. Beatrice bisa merasakan alex terus menatapnya.
Ketika mereka tiba di rumah sakit, Alex dan Beatrice langsung menuju lantai VIP.
Colton sudah dipindahkan ke ruang VIP yang sangat luas dan mewah. Ruangan itu tidak terasa seperti kamar rumah sakit. Ada sofa kulit mahal, TV layar datar besar, dan jendela besar yang menampilkan pemandangan kota di malam hari. Bahkan, ada kamar khusus untuk keluarga yang ingin menginap di sebelah kamar rawat Colton, semuanya fasilitas yang baru beberapa jam lalu tidak terbayangkan oleh Beatrice.
Alex menerima telepon penting tepat di depan pintu kamar Colton, sehingga Beatrice memutuskan untuk masuk lebih dulu.
Saat Beatrice melangkah masuk, Colton tersenyum lemah.
“Bee, kau sudah kembali? Kenapa lama sekali, padahal hanya menemui anak pemilik rumah sakit?” tanya Colton. Ia terlihat sedikit lebih segar, mungkin berkat tempat tidur empuk dan suasana ruangan yang nyaman.
Beatrice belum sempat menjawab, ketika Alex menutup teleponnya dan melangkah masuk, mengikuti Beatrice.
Colton terkejut melihat pria asing yang sangat tampan ini masuk ke kamarnya. Pria itu tinggi, tegap, mengenakan jas mahal yang terlihat pas di tubuhnya, dan membawa aura kekuasaan yang terasa kuat. Ia sama sekali tidak tampak seperti dokter, perawat, atau karyawan rumah sakit.
“Uhmm maaf, anda siapa? Apa anda salah masuk?” tanya Colton sopan, tetapi ada nada hati-hati dalam suaranya.
Beatrice melangkah ke sisi tempat tidur adiknya, menggenggam tangan Colton.
“Colton, dia suamiku, Alex. Alexander Thorne.” Beatrice menoleh ke arah Alex. “Dia yang memindahkanmu ke ruang VIP ini. Dan dia juga yang membantu menghubungi Dokter Jose.”
Beatrice menunduk, matanya berkaca-kaca karena kelegaan yang tiba-tiba meluap. “Setelah kondisimu membaik dan memungkinkan untuk operasi, kamu bisa segera melakukan operasi. Kita tidak perlu menunggu lagi. Kau akan sembuh, Colton.”
Beatrice mengatakannya dengan raut wajah yang penuh sukacita dan kebahagiaan, karena membayangkan Colton bisa segera sembuh setelah operasi.
Sementara itu, Colton, yang sedari tadi mendengarkan, hanya bisa menunjukkan satu ekspresi di wajahnya, sangat terkejut. Ia menatap Beatrice, lalu menatap pria asing, suami kakaknya secara bergantian.
jgn lupa subscribe, like, komen, kasih rating dan gift, gift yg free jg gpp nonton iklan aja bentar 🤣