ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK 13 |SEMUA KHAWATIR|
Di sebuah ruangan serba putih dan bau obat adalah khas nya, ruangan tersebut ada beberapa orang dan dua gadis yang dengan setia duduk di kedua sisi brankar di mana cowok sedang terbaring di sana dan belum sadarkan diri sejak semalam.
Cowok tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Eltav, semua orang yang berada di ruangan tersebut baru saja mengetahui kondisi Eltav tepat pukul dua dini hari tadi saat Zufa menelpon Eltav yang belum pulang pulang dan saat itu juga dokter yang menjawab telpon nya memberitahukan kondisi Eltav.
Zufa yang mendapat kabar itu pun langsung memberitahukan pada ketiga abang Eltav dan kebetulan Regan juga menginap di sana jadi ia memberitahukan nya juga lalu meminta sang ayah untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit.
Joy pun juga mengabari keluarga Baxter tentang kondisi Eltav saat ini serta mereka yang masih dalam berjalanan ke rumah sakit, sedangkan duo kecil yang masih tertidur di titipkan pada bu Ika dan orang tua Eltav juga ikut menjaga mereka.
Siang ini Eltav masih enggan untuk membuka mata nya padahal dokter yang merawat Eltav mengatakan bahwa Eltav hanya terjatuh dari motor dan tidak ada luka yang serius serta mengatakan bahwa Eltav kelelahan dan terlalu banyak pikiran, hal ini membuat orang yang berada di ruangan itu khawatir terutama Divya.
"El, bangun dong, lo gak kasian sama kakak lo ini" ucap Divya hingga tanpa terasa air mata nya menetes.
Kemudian jari yang di pegang Divya bergerak membuat Divya terdiam melihat tangan Eltav lalu beralih melihat Eltav yang perlahan membuka mata nya.
Eltav yang baru saja bangun pun melihat ke sekitar yang serba putih hingga terlihat lah ketiga abang nya, Regan, Davin, Abigail cs serta kakak nya dan yang terakhir Zufa.
Zufa yang melihat Eltav sadar pun langsung menekan tombol di pojok kanan atas brankar dan Divya pun mengusap air mata nya lalu mengambilkan minum untuk Eltav.
"kenapa kalian semua ada di sini?" tanya Eltav.
"lo tanya kenapa? Kita semua khawatir sama lo tau gak!!! apalagi Zufa, dia khawatir karna lo belum pulang pulang dan akhir nya dia nelpon lo tapi yang ngangkat malah dokter!!" omel Divya sambil berderai air mata.
Eltav melihat kakak nya dan Zufa menangis pun merasa bersalah tapi ia juga tersenyum miris karna seperti nya keputusan nya untuk menyembunyikan penyakit nya adalah keputusan tepat.
"maaf, maaf sudah buat kalian khawatir" ucap Eltav setelah merubah posisi nya jadi duduk dengan di bantu oleh Davin.
"jangan gini lagi hiks kita semua selalu ada buat kamu hiks hiks jadi beritahu kami bila ada masalah atau apapun itu selagi kami bisa bantu maka kami akan bantu, jangan di pendam sendiri hiks hiks hiks" ucap Divya sambil memeluk Eltav.
Eltav membalas pelukan sang kakak lalu menatap semua orang yang ada di sana termasuk Zufa. Para cowok hanya memasang wajah dengan penuh senyuman saat ia menatap nya, dan ia tau di balik senyuman itu ada rasa khawatir pada nya terutama Regan yang tampak takut kehilangan diri nya.
Sedangkan Zufa juga terlihat sangat khawatir dan dari sorot mata nya ia dapat melihat bahwa Zufa juga takut akan kehilangan nya, begitu pun dengan sang kakak apalagi mereka baru saja bertemu setelah beberapa tahun berpisah.
(seperti ini saja kalian sudah khawatir, apalagi nanti kalo tau penyakit gue) batin Eltav.
"permisi, saya mau memeriksa tuan Eltav" ucap sang dokter.
"eh iya, silahkan dok" ucap Divya sambil melepas pelukan nya.
Dokter pun memeriksa kondisi Eltav dan menanyakan apa yang di rasakan Eltav saat ini. Dokter itu bernama Sekar, ia merupakan dokter pribadi Eltav selama penyakit Eltav belum sembuh dan dokter Sekar juga di larang memberitahukan nya pada keluarga nya dan teman teman nya.
"apa anda kasih tau?" tanya Eltav.
"tidak" jawab dokter Sekar.
"bagus"
"ada keluhan?"
"tidak ada"
"jangan bohong, saya tau anda masih merasa pusing" ucap dokter Sekar sambil menyentil kening Eltav.
"sudah tau kenapa bertanya"
"anda juga tau saya sudah tau jadi kenapa berbohong"
"tidak ada"
"jangan berbohong lagi"
"hm"
"sudah, saya masih ada pasien lagi"
"hm"
"jangan sampe kelelahan dan banyak pikiran lagi, kurangi pekerjaan yang berat berat kalo anda tidak mau di ketahui penyakit yang anda derita"
"iya"
Dokter itu pun keluar, tapi sebelum itu ia memberitahukan pada yang lain bahwa sore ini Eltav boleh pulang dan meminta Eltav agar istirahat yang cukup dan melakukan apa yang ia katakan dokter tadi pada nya.
"kalian tolong pantau terus tuan Eltav ya, jangan sampai kelelahan, banyak pikiran dan mengurangi pekerjaan yang berat"
"baik dokter, terima kasih"
"gue hubungin orang rumah dulu buat ngasih tau kalo El boleh pulang sore ini" ucap Veer.
"kalo gitu, kita semua keluar dulu ya mau cari makan dan beli cemilan dulu. Zufa, tolong jaga Eltav sampai kita semua kembali ya" ucap Divya.
"ba...baik kak"
Akhir nya mereka semua pun keluar dan meninggalkan Zufa berdua dengan Eltav membuat kedua nya menjadi canggung.
"ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya Eltav.
Zufa terdiam bingung dan tidak tau harus berkata apa, ia hanya diam menunduk dan menangis.
"kamu kenapa? Kenapa menangis?" tanya Eltav lagi khawatir.
Zufa tetap diam namun kali ini berdiri dan langsung memeluk Eltav lalu menangis sesenggukan di sana sambil mengeluarkan ke khawatiran nya pada nya.
"aku khawatir banget sama kamu tau gak, anak anak bahkan tidur lebih malam dari biasa nya karna menunggumu pulang, tapi yang di tunggu tak kunjung pulang hingga mereka ketiduran di ruang tamu lalu akhir nya aku pindahkan mereka ke kamarmu dan aku menemani nya"
"tapi saat aku bangun tengah malam, aku tidak melihat mu di kamar dan aku mencarimu tapi kamu tidak di temukan di mana pun hingga aku memberanikan diri untuk menelponmu lebih dulu"
"setelah tersambung, aku merasa lega namun perasaan itu langsung runtuh kala yang terdengar bukan lah suaramu melainkan orang lain"
"kamu tau setelah aku mendengar kondisimu saat itu? Aku khawatir, panik dan takut akan kehilangan dirimu bercampur menjadi satu. Aku gak tau kapan rasa ini muncul dan rasa ini semakin membesar hingga saat ini. Aku mohon, jangan tinggalkan aku hiks hiks hiks hiks hiks aku takut hiks"
Eltav terkejut mendengar pernyataan Zufa yang tidak langsung dan hal itu membuat hati nya menghangat dan merasa nyaman serta senang karna perasaan nya terbalaskan, lalu ia membalas pelukan nya yang tak kalah hangat nya.
"aku akan selalu di sisimu buna nya anak anak" ucap Eltav lembut.
Kemudian Eltav melepaskan pelukan nya dan mengusap air mata Zufa dengan jempol nya, lalu tanpa Zufa duga Eltav mencium kening nya dengan lembut dan hangat.
Wajah Eltav yang tadi nya lembut kini menjadi datar dan meminta orang yang mengintip mereka untuk masuk, sedangkan yang mengintip di luar terkejut karna mereka ketahuan mengintip hingga akhir nya mereka semua pun masuk ke dalam ruang rawat Eltav.
Zufa yang melihat orang yang mengintip mereka pun malu karna mereka semua adalah Regan, Davin dan yang lain nya terutama Divya yang merupakan kakak dari Eltav.
Kemudian Joy memberitahu bahwa ia sudah mengurus administrasi nya jadi Eltav sudah di perbolehkan pulang dan Zufa pun langsung izin untuk membereskan barang barang Eltav.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...