NovelToon NovelToon
Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Dark Romance
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Menikahi ku atau melihat ayahmu membusuk di penjara?"

Elena tidak punya pilihan. Demi melunasi utang yang dijebak oleh Arkan—pria masa lalunya yang kini menjadi penguasa angkuh—ia setuju menjadi istri di atas kertas. Namun, di balik kemewahan rumah Arkan, Elena bukanlah nyonya, melainkan budak. Ia dijambak, diludahi, bahkan dipaksa melayani selingkuhan suaminya sendiri.
​Setiap hari adalah neraka, hingga Arkan melampaui batas dengan menyentuh satu-satunya alasan Elena untuk hidup.

​Di saat Elena hampir menyerah, sosok pria dari masa lalu yang menghilang selama lima tahun kembali. Ia bukan lagi pemuda desa yang miskin, melainkan putra mahkota dinasti mafia yang haus darah.

​"Siapa pun yang menyentuh milikku, hanya punya satu tempat: liang lahat."

​Pembalasan dendam dimulai. Ketika Sang Mafia menjemput ratunya, istana emas Arkan akan berubah menjadi abu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Pemutusan Ikatan Darah

Dunia terasa jungkir balik. Bau bensin yang menyengat bercampur dengan hawa dingin Moskow yang membekukan paru-paru.

Elena merasakan rasa besi di lidahnya—darah. Ia terengah-engah, mencoba menggapai kesadarannya saat Arkan menyeretnya kasar keluar dari bangkai mobil yang terbalik. Salju yang kasar menggores pipinya, tapi rasa sakit itu kalah jauh dengan cengkeraman tangan Arkan yang menggila di rambutnya.

​"Lepaskan... Arkan..." rintih Elena. Suaranya hampir hilang tertiup angin badai.

​"Diam!" bentak Arkan. Wajahnya yang separuh hancur akibat ledakan di The Fortress kini terlihat seperti monster dari mimpi buruk paling kelam. Matanya merah, dipenuhi dengan paranoia dan obsesi yang sudah mencapai titik didih. "Kau milikku, Elena! Sampai napas terakhirmu, namamu tertulis di samping namaku! Tidak ada mafia, tidak ada kakak gadungan, yang bisa menghapus fakta itu!"

​Arkan melemparkan Elena ke atas hamparan salju yang luas dan kosong, beberapa meter dari mobil yang mulai terbakar. Di dalam mobil, Elena bisa mendengar suara hantaman kaca; Eros dan Liam sedang berjuang keluar dari sabuk pengaman yang terkunci. Tapi, Arkan tidak peduli. Baginya, dunia saat ini hanya berisi dirinya dan wanita yang ia anggap sebagai piala miliknya.

​Arkan berlutut di atas tubuh Elena, menekan leher wanita itu dengan lengannya yang kuat. Ia mencabut pisau lipat dari sakunya, ujung logamnya yang berkilau dingin menempel tepat di bawah rahang Elena.

​"Lihat aku, El," desis Arkan. Napasnya berbau alkohol dan kematian. "Dewan menginginkan aset ayahmu. Eros menginginkan tubuhmu. Tapi aku? Aku menginginkan jiwamu hancur bersamaku. Jika aku harus mati malam ini karena dikhianati oleh dewan Rusia, maka kau harus ikut bersamaku sebagai istri yang setia."

Elena menatap mata Arkan. Untuk pertama kalinya dalam setahun penyiksaan ini, ia tidak melihat seorang suami, bahkan bukan seorang manusia. Elena melihat sebuah parasit yang hidup dari rasa takutnya. Dan tiba-tiba, sesuatu di dalam diri Elena patah—bukan tulang, melainkan rantai ketakutan yang selama ini membelenggunya.

​"Kamu salah, Arkan," ucap Elena, suaranya tiba-tiba terdengar sangat tenang, hampir seperti bisikan maut.

​"Apa?" Arkan menyipitkan mata, tangannya sedikit gemetar.

​"Kamu tidak pernah memilikiku. Kamu hanya memiliki selembar kertas yang kamu sebut surat nikah," Elena menatap tajam ke arah mata Arkan.

"Dan kertas itu... tidak ada artinya di tengah padang salju ini."

​Di kejauhan, pintu mobil akhirnya jebol. Eros merangkak keluar dengan bahu berdarah, disusul oleh Liam. Tapi, mereka berdua terlalu jauh.

Mereka tidak bisa menembak karena posisi Arkan yang menindih Elena terlalu berisiko.

​"Jangan mendekat!" teriak Arkan sambil menekan pisaunya lebih dalam ke leher Elena hingga setetes darah merah mengalir jatuh ke salju yang putih.

"Satu langkah lagi, dan aku akan memotong urat lehernya!"

​Eros membeku di tempat. Wajahnya menunjukkan kemarahan yang bisa menghancurkan kota, tapi tangannya terkunci. "Arkan, lepaskan dia. Ini antara kau dan aku. Jangan jadi pengecut!"

​Arkan tertawa histeris. "Pengecut? Aku sudah kehilangan segalanya, Eros! Hartaku, wajahku, martabatku! Aku tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan kecuali nyawa jalang ini!"

Elena merasakan jemarinya menyentuh sesuatu yang keras di bawah lapisan salju—sebuah serpihan kaca tajam dari jendela mobil yang pecah tadi. Dengan perlahan, tanpa mengalihkan pandangan dari mata gila Arkan, Elena menggenggam kaca itu.

​"Arkan," panggil Elena lembut, seolah ingin memberikan ciuman perpisahan.

​Arkan sedikit melonggarkan tekanannya, terkejut mendengar nada suara Elena yang berubah. "Apa?"

​"Cerai," bisik Elena.

​Dengan satu gerakan eksplosif yang lahir dari dendam setahun penuh, Elena menghujamkan serpihan kaca tajam itu tepat ke arah leher Arkan yang tidak terlindungi.

​Jleb!

​Mata Arkan membelalak. Suara desis udara keluar dari tenggorokannya yang bocor. Ia mencoba membalas dengan pisaunya, tapi Eros sudah lebih dulu melesat seperti kilat.

​DOR!

​Sebuah peluru dari pistol Eros menembus tepat di dahi Arkan sebelum pria itu sempat mengayunkan pisaunya ke arah Elena. Tubuh Arkan tersentak ke belakang, jatuh telentang di atas salju. Darah merah pekat menyembur, meluas di bawah tubuhnya seperti mawar yang sedang mekar di tengah musim dingin.

​Arkan masih bernapas satu-dua kali. Matanya yang kosong menatap langit malam Moskow yang kelam. Di detik terakhir hidupnya, ia melihat Elena berdiri di atasnya. Elena tidak menangis. Ia hanya menatap Arkan dengan pandangan kosong, membiarkan angin dingin menghapus sisa-sisa keberadaan pria itu dari hidupnya.

​Eros segera menerjang, menarik Elena ke dalam dekapannya. Ia memeriksa leher Elena yang tergores, wajahnya penuh kecemasan. "El... El, kau tidak apa-apa?"

Elena tidak menjawab. Ia hanya menyandarkan kepalanya di dada Eros, mendengarkan detak jantung pria itu yang liar. Ikatan legal itu telah putus. Bukan lewat tanda tangan pengadilan, tapi lewat darah yang meresap ke bumi Rusia.

​Liam mendekat, ia menatap mayat Arkan dengan jijik sebelum menendang pistol Arkan menjauh.

"Sudah berakhir. Secara hukum, kau sekarang adalah janda, Elena. Dan secara hukum Rusia... kau bebas dari klaim Arkan."

​Tapi, kelegaan itu hanya bertahan sekejap. Ayah Elena, yang tadi berhasil ditarik keluar oleh Liam dari mobil yang terbalik, merangkak mendekat. Wajahnya masih terlihat linglung, tapi ia menatap mayat Arkan dengan ngeri.

​"Kalian membunuhnya..." rintih Ayah Elena. "Kalian tidak tahu... dewan akan mengejar kita lebih gila lagi sekarang. Dia adalah satu-satunya jaminan agar mereka tidak membunuhku!"

​"Ayah, diam lah!" bentak Liam. "Eros akan membawa kita ke tempat aman. Vanya sudah menunggu di koordinat selanjutnya."

​Eros menatap Liam dengan tajam. Ada ketegangan baru di antara kedua pria itu. "Aku akan membawa Elena. Kau bawa ayahmu. Kita tidak bisa tetap dalam satu kelompok jika ingin mengecoh dewan."

​"Dia adikku, Eros," Liam menantang.

​"Dan dia adalah hidupku," balas Eros tanpa kompromi.

​Elena menatap kedua pria itu. Ia menyadari satu hal: meskipun Arkan sudah mati, hidupnya kini berada di persimpangan dua kekuatan besar. Kakak yang baru ia temukan dan kekasih yang telah menghancurkan sekaligus menyelamatkan dunianya.

​Di kejauhan, suara sirine dan deru mesin kendaraan berat kembali terdengar. Faksi dewan lainnya sedang menuju ke arah mereka, dipandu oleh sinyal GPS dari mobil yang terbakar.

Eros menarik tangan Elena menuju sepeda motor salju yang sempat disembunyikan oleh anak buah Vanya di dekat situ.

"Pilih, Elena. Ikut dengan kakakmu yang baru kau kenal, atau ikut denganku menuju kegelapan yang lebih dalam?"

​Elena menoleh ke arah Liam, lalu ke arah Ayahnya yang tampak hancur, dan terakhir ke arah Eros yang menawarkan pelarian permanen. Di tengah badai salju yang semakin mengamuk, Elena harus mengambil keputusan tercepat dalam hidupnya sebelum peluru berikutnya menembus mereka semua.

1
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆ᴍᴜᴍᴜ
cetirinya menarik
gas up yng bnyk ka semoga makin sukses dikarya" nya aamiin 🤲
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
caeritanyabgus ka dan keren
smngat up kaka🤗
🧡⃟𝚉𝚑𝚘𝚞𝚔𝚎ͫ𝚌ᷴ𝚑ͫ𝚞ᷴ𝚗⁷
cerita bagus ka, penulisan juga rapi dan enak dipahami jdi gmpang kebawa isi novel
smngat up kaka🤗🤗
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
cerita luar biasa bagus ka
semangat cerita smpai pnjang dan semangat update juga kaka
novel kaka good
🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
bagus karyanya ,sukses selalu untuk kaka
semoga makin sukese disemua karya" nya
ceritanya bagus kak
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅͫᴏᷰᴜͫʙᷰᴇʟˢ🧡
ceritanya bagus, penulisan juga rapih
dan mudah dipahami
semangat kaka untuk update iya
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳
semoga Elena bisa selamat dari dendam msa lali wkwkwk
🍁🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏ❣️ѕ⍣⃝✰
aku mampir kak smeoga makin sukses skedepannya
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dan orang2 yg akan menghancurkan Eros bisa dikalahkan sama Eros .
Eve_Lyn: hehehe...nyaman bacanya bunda? baca novel aku yang judulnya gara2 biji kedondong aku menikahi tapir dong bund...itu komedi rumah tangga,,habis baca istri di atas kertas meluncur kstu sbgai penawar nya bund.hihihi
total 1 replies
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dari orang2 yg akan berbuat jahat pada Eros .
partini
penasaran lanjut Thor
Arin
Arkan ini sakit jiwa. Psikopat sebenarnya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
lanjut thor
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ni orang ya.. pengen ku lempar pakai kayu tuh mulut rasanya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ku tampol juga ya mulutmu arkan
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
sabar ya elena ngadepin arkan
Ma Em
Mampir Thor , tapi sepertinya ceritanya membuat hati sakit dan deg2 an dgn nasib Elena , semoga Elena bisa menghadapi cobaan dgn sabar tapi jgn diam Elena hrs bisa melawan .
Eve_Lyn: terimakasih Bunda...iya bund..alurnya bakalan berkembang kok..tapi aku bakalan bawa pembaca ngilu sama penderitaan elena dulu hehehe...sekali lagi makasih yaa bund..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!