Seorang Laki-laki tampan khas pria Asia baru saja kembali menginjakkan kakinya di kota New York, USA hari ini
Ia kembali ke kota metropolitan ini karena sebuah perintah khusus yang diberikan kepadanya, kini ia harus menjadi seorang bodyguard dari seorang putri pengusaha terkenal di kota New York sehingga ia harus kembali ke negara Paman Sam ini
Anastasya Geraldine gadis yang berusia 18 tahun ini adalah putri tunggal dari CEO perusahaan besar yang ada di kota metropolitan serta pusat bisnis dunia...
karena posisi penting yang dipegang ayahnya di bisnis skala internasional ini membuatnya memiliki banyak musuh yang selalu mengincar keluarga Geraldine sampai detik ini, maka dari itu ayahnya selalu menyewa bodyguard khusus untuk putri kesayangannya demi menjamin keselamatan putri satu-satunya, belasan dari mereka menyerah hingga 1 orang datang
Namun siapa sangka jika si bodyguard ini memiliki latar belakang yang sangat tak terduga bagi orang-orang yang hanya mengenalnya sekilas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuina 24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Rawat
HAPPY READING GUYS
_____________
" KJ, kau bisa mendengarku?" Tanya Ana sambil membersihkan darah di wajah KJ
" nona baik-baik saja kan?" Tanya KJ pelan karena samar-samar mulai kehilangan kesadarannya...
" bodoh! Aku mengkhawatirkanmu! Kau malah mengkhawatirkanku" sahut Ana menahan tangisnya melihat kondisi KJ yang berlumuran darah
" apa nona baik-baik saja?" Tanya KJ lagi
" berhenti menanyakan keadaanku, pikirkan keadaanmu sekarang" ujar Ana yang terus berusaha menahan tangisnya
" keselamatan nona adalah yg nomer 1 nona... saya hanya bisa tenang jika nona baik-baik saja..." ujar KJ, Ana pun tak mampu menahan air matanya lagi...
Saat sampai di kantor polisi KJ pun segera di obati oleh dokter yang bertugas disana, Ana tidak henti-hentinya menangis di ruang tunggu sembari menunggu KJ selesai diobati...
" sayang?" Panggil tuan Gerald pada Ana
" papa!!" Ujar Ana histeris dan langsung memeluk tubuh papanya erat
" tenang sayang, papa ada disini" ujar tuan Gerald berusaha menenangkan putrinya
" KJ pa!, KJ terluka parah" ujar Ana sambil menangis dipelukan papanya
" sudah-sudah sayang, papa ingin melihat KJ dulu" ujar tuan Gerald lalu pergi ke ruang perawatan
" KJ?" Panggil tuan Gerald
" ah tuan" ujar KJ terkejut dan langsung berdiri saat melihat kedatangan tuan Gerald
" sudah-sudah ayo duduk KJ" ujar tuan Gerald mencegah KJ menghampirinya
" apa yang terjadi? Kenapa kau nyaris hanya mengenakan baju dan celana pendek seperti ini?" Tanya tuan Gerald
" ceritanya panjang tuan," sahut KJ
" lebih baik kau dirawat di rumah sakit beberapa hari, biar jom yang mengantar Ana ke kampus" ujar tuan Gerald
" tidak tuan, saat ini nona Ana benar-benar sedang di incar, saya tidak tau siapa orang-orang itu dan apa motif mereka, tapi yang jelas mereka tidak segan-segan untuk melukai nona Ana jika ada kesempatan, saya tidak bisa membiarkan itu terjadi, keselamatan nona Ana dan tuan adalah yang utama" sahut KJ tegas
" aku mengerti kau khawatir tapi kesehatanmu juga yang utama, jika kau sakit percuma saja kau juga tidak akan bisa menjaga Ana dengan maksimal, lalu apa yang akan aku katakan pada temanku Kim itu jika terjadi sesuatu pada orang kepercayaannya ini saat bertugas menjaga putriku?..." ujar tuan Gerald
" aku akan absen dari kampus beberapa hari agar kau bisa dirawat" ujar Ana yang muncul dari balik pintu ruang perawatan
" saya baik-baik saja nona" sahut KJ
" turuti perintahku atau kau aku pecat!" Teriak Ana yang menahan tangisnya yang hampir pecah lagi, KJ terdiam melihat kemarahan Ana itu...
" sudah-sudah, ayo kita ke rumah sakit, tapi sebelum itu pakai ini," ujar tn Gerald menyerahkan pakaian pada KJ
" terima kasih tuan" sahut KJ
Setelah berpakaian dengan rapi KJ pun di bawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut...
" dokter bilang kau boleh pulang setelah sakit kepalanya hilang, maaf aku tidak bisa berlama-lama menjagamu, tidak apa-apa kan KJ?" Tanya tuan Gerald pada KJ
" tidak apa-apa tuan, justru saya yang harusnya meminta maaf karena sudah merepotkan tuan" ujar KJ
" kau sama sekali tidak merepotkan, sudah istirahatlah, Mark akan menjagamu disini" ujar tuan Gerald
"tuan... apa tuan memberitahu tentang keadaan saya pada tuan Kim?" tanya KJ sedikit ragu
"aku baru mau mengabarinya KJ..." sahut tuan Gerald
"biar saya nanti yang menghubungi tuan Kim tuan... bisa kah seperti itu? saya mohon..." pinta KJ
"baiklah kalau itu maumu... lakukanlah..." sahut tuan Gerald
Ana hanya diam melihat papanya mengobrol dengan KJ yang sudah berbaring di tempat tidur rumah sakit dengan selang infus dan transfusi darah yang menancap di lengannya serta kain kasa yang membalut kepalanya itu...
" Ana sayang ayo kita pulang" ajak papanya, Ana pun beranjak dari sofa diruangan, Ana berlalu begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun dan sama sekali tidak menoleh kearah KJ
" cepat sembuh nak" ujar tuan Gerald sambil menepuk pundak KJ, KJ tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari tuan Gerald
" terima kasih tuan" sahut KJ, tuan Gerald pun keluar dari ruang perawatan KJ
" hei bodyguard tampan, apa yang terjadi? Kau sampai berantakan seperti ini" tanya Mark ketika tuan Gerald dan Ana sudah pergi
" ceritanya panjang Mark, nanti saja aku ceritakan sekarang kepalaku pening sekali" sahut KJ
" ya sudah tidur lah aku akan menjagamu" ujar Mark
Di mobil tuan Gerald...
Ana sibuk menenangkan dirinya yang masih shock...
tangannya gemetar,matanya terasa panas menahan air mata yang siap keluar kapan saja....
Gerald yang melihat perubahan sikap putrinya hanya bisa menghela nafasnya berat, sepanjang perjalanan menuju rumah Ana tidak membuka suara sedikitpun, dia terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, sesampainya di rumah Ana langsung berlari menuju kamarnya dan menutup rapat pintu kamarnya, perlahan tubuh Ana merosot dan jatuh terduduk dipintu, air mata tidak mampu ditahannya lagi...
" bodoh! Kau bodoh Ana hiks~" gumamnya sambil terisak
Keesokan harinya....
" kriett"
suara pintu ruang rawat KJ berderit saat seseorang masuk ke ruang itu...
" nona Ana?" Ujar Mark saat melihat Ana lah yang datang
" KJ masih tidur ya?" Tanya Ana pelan pada Mark
" iya nona, KJ baru saja tidur, dia tidak bisa tidur semalaman karena kepalanya terus terasa sakit" ujar Mark, tatapan Ana berubah menjadi sendu saat melihat KJ yang tengah tidur lelap
" Mark kau sudah makan??" Tanya Ana
" belum nona hehehe" sahut Mark cengengesan
" ini aku bawakan sarapan, makanlah dulu" ujar Ana
" terima kasih nona hehe" ujar Mark lalu menerima makanan yang dibawa oleh Ana
" apa KJ sudah minum obat?" Tanya Ana
"sudah nona... sudah ia minum tadi sebelum ia tidur" sahut Mark
Mark pun menikmati sarapannya sementara Ana tengah menunggu KJ yang sedang tidur, lagi-lagi air mata Ana mengalir dari sudut matanya, bibir Ana bergetar menahan tangisnya...
Dengan sekuat tenaga Ana berusaha untuk tidak menimbulkan suara agar Mark tidak mendengarnya...
" nona Ana? Saya boleh pamit keluar sebentar?" Tanya Mark
" iya silahkan Mark" ujar Ana yang berusaha bersikap biasa
" terima kasih nona saya permisi" ujar Mark lalu ia segera keluar, Ana pun membenarkan posisi selimut KJ agar KJ tetap hangat...
" cepatlah sembuh" gumam Ana sambil mengelus rambut KJ, tiba-tiba dering ponsel Ana membuatnya terperanjat, dengan terburu-buru Ana mengambil ponselnya agar KJ tidak terbangun karena suara dering ponselnya itu...
__________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐