NovelToon NovelToon
Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Cinta Murni
Popularitas:26.5k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Aurely Tania Baskoro, dulu percaya hidup akan selalu memihaknya. Cantik, mapan, dicintai, dikagumi. Ia tak pernah mengenal kata kekurangan.

Namun ketika kebangkrutan merenggut segalanya, Aurely harus meninggalkan kota, kampus, dan orang-orang yang katanya mencintainya.

Desa menjadi rumah barunya, tempat yang tak pernah ia inginkan.

Di sana, ia melihat ayahnya berkeringat tanpa mengeluh. Anak-anak kecil bekerja tanpa kehilangan tawa, orang-orang yang tetap rendah hati meski punya segalanya... Dan Rizky Perdana Sigit, pemuda desa yang tulus menolongnya..

Pelan pelan, Aurely belajar bahwa jatuh bukan akhir segalanya. Harga diri tidak selalu lahir dari kemewahan. Dan kadang pertemuan paling penting… terjadi saat kita berada di titik paling rendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28.

Aurely meraih tasnya, ia akan mengambil ponselnya.

“Ayah apa masih di pos Polisi.” Gumamnya di dalam hati. Lalu ia segera mengaktifkan ponselnya, akan menghubungi ayahnya. Untuk memastikan keadaan Sang Ayah yang belum pulang.

Akan tetapi saat ponselnya sudah aktif. Belasan panggilan tak terjawab dari Riko. Dan belasan pesan chat dari Riko.

Aurely belum membuka pesan chat itu. Namun sebelum Aurely mencari kontak nama Ayahnya. Panggilan video dari Riko masuk.

Aurely langsung menolak, dan kembali mematikan lagi ponselnya. Bukannya ia mau lari dari kenyataan dan masalah. Namun ia belum mau berurusan dengan Riko, malam ini.

“Tunggu kabar dari Ayah.” Gumamnya lalu ia melangkah keluar dari kamar untuk pergi mandi.

Jam dinding di ruang tengah sudah menunjukkan hampir jam delapan malam, ketika suara motor tua terdengar mendekat. Aurely yang duduk di ruang tengah langsung menegakkan badan. Suara itu terlalu familiar untuk tak ia kenali.

“Ayah pulang.”

Pintu depan dibuka perlahan. Ibunya Aurely bangkit dari duduknya, menyambut Ayah dengan wajah yang tak sepenuhnya lega.

“Capek, Yah?” tanya Ibu sambil menerima tas kain dari pundak Ayah. Tas berisi buku buku koperasi.

Ayah hanya mengangguk. Wajahnya tampak lebih lelah malam ini. Garis garis dan kerut kerut semakin jelas di sekitar mata. “Pak Sastro tadi ke sini ya?” tanyanya pelan, seolah sudah tahu jawabannya.

Ibu mengangguk. “Iya. Katanya motornya harus diantar secepatnya.” Jawab Ibunya Aurely, “Besok mau dipakai Nurul.”

Ayah terdiam cukup lama. Ia duduk di kursi kayu, menunduk, menatap lantai yang usang. “Besok aku ke pasar pakai apa ya Bun?”

Kalimat itu melayang di udara, berat dan tak segera dijawab.

Aurely berdiri . Ia ragu untuk masuk ke ruang tamu , tapi kakinya melangkah juga. “Ayah…”

Ayah menoleh. Tatapannya melembut sesaat. “Bagaimana kerjamu hari ini?” katanya dengan bibir berusaha tersenyum.

“Baik Yah...” Aurely mendekat. “Aku besok dijemput Mas Rizky lagi.” Apa aku izin ke Mas Rizky bagaimana kalau Ayah ikut nebeng.”

Ayah langsung menggeleng. “Nggak usah. Itu akan merepotkan .” ucap Ayahnya, “arah ke pasar kan beda.”

Ayah mengusap wajahnya pelan, lalu berdiri. Ia melangkah ke arah pintu.

“Besok Ayah berangkat subuh,” gumam Ayah, lebih pada dirinya sendiri. “Jalan kaki, sambil olah raga.”

Ibunya Aurley menoleh cepat. “Jalan kaki? Jauh, Yah”

Ayah tersenyum kecil. “Nggak papa, sekarang aku kembalikan dulu motornya Pak Sastro.”

Kalimat Ayahnya itu justru membuat dada Aurely terasa makin sesak.

“Yah… jaraknya hampir tiga kilometer,” suara Aurely nyaris memohon. “Ayah capek seharian, di pasar masih harus ngangkat barang.”

Ayah menatap Aurely. “Tak apa Rel, sambil mikir cara.” Ucap Ayahnya, “Ayah harus tetap kerja. Tanggung jawab.” Lanjutnya lalu keluar dari rumah.

Aurely masih berdiri terpaku. Tak ada motor untuk dipakai kerja Ayahnya. Tak ada uang untuk beli kendaraan. Tak ada pilihan selain berjalan. Aurely belum sampai hati untuk bertanya tentang masalah mobil mencurigakan di pasar.. pada Ayahnya.

Ibu duduk kembali, tangannya gemetar sambil menggenggam ujung kain dasternya. “Andai motor pinjaman itu masih bisa dipakai…”

Ayah yang baru menyalakan mesin motor menjawab dari luar. “Nggak enak. Lagipula pemiliknya sudah minta dikembalikan.”

Aurely terdiam. Lagi-lagi, satu-satunya jalan yang terlintas di pikirannya adalah minta tolong Rizky.

“Bun, aku akan tetap mencoba minta tolong Mas Rizky. Kalau tidak bisa mengantar sampai pasar, setidaknya sampai jalan raya. “ ucap Aurely pelan namun mantap.

Ibu menatap Aurely, campuran kaget dan khawatir. Ia tahu, anaknya tidak sedang ingin dimanja. Ia sedang berusaha menutup lubang yang tak bisa ia tutup sendiri.

“Katakan dengan baik baik ya Nak, jangan sampai merepotkan.“

Aurely mengangguk, lalu melangkah ke kamar nya. Ia mengaktifkan ponselnya, lalu memblokir dulu nomor Riko.

Dengan tangan gemetar ia menulis pesan chat.

Mas Rizky selamat malam. Maaf, saya mau bertanya. Jika Ayah saya besok pagi ikut nebeng di mobil Mas Rizky, apa boleh? Sampai di jalan raya saja.

Aurely membaca lagi berulang ulang sebelum ia kirim pesan itu ke nomor Rizky.

TING

Pesan terkirim.. satu detik.. dua detik.. tiga detik..

Jantung Aurely berdebar debar..

Tiga detik terasa seperti tiga menit. Aurely memeluk ponselnya, duduk di tepi kasur tipisnya, menatap layar yang masih sunyi. Bayangan Ayah berjalan subuh-subuh di pinggir jalan, memanggul harapan dan lelah, terus berputar di kepalanya.

TING.

Satu notifikasi masuk.

Nama Mas Rizky muncul di layar.

Aurely menahan napas sebelum membukanya.

Boleh, Rel. Nggak apa-apa. Besok aku jemput agak pagi ya. Ayahmu bisa ikut sampai jalan raya.

Mata Aurely panas. Dadanya mengendur seketika, seperti simpul yang akhirnya dilepas perlahan. Ia segera mengetik balasan.

Terima kasih banyak, Mas. Saya benar-benar nggak enak sudah merepotkan.

Balasan datang cepat.

Nggak merepotkan kok. Aku kan sudah bilang kalau ada apa apa, katakan. Jangan sungkan. Sampaikan salam buat Ayah dan Ibu.

Aurely tersenyum kecil. Senyum yang jarang ia rasakan akhir-akhir ini, bukan karena bahagia besar, tapi karena lega.

Ia keluar kamar, mendekati ruang tengah. Ibu masih duduk di sana, menunggu dengan mata sembab yang belum sepenuhnya kering.

“Bun…” Aurely mendekat. “Mas Rizky mau. Besok Ayah bisa ikut sampai jalan raya.”

Ibu menutup mulutnya dengan tangan, menahan suara yang hampir pecah. “Alhamdulillah…” bisiknya lirih. Ia meraih tangan Aurely, menggenggamnya erat, seolah takut rasa syukur itu menguap jika dilepas.

☀️☀️☀️

Udara subuh masih dingin ketika Aurely terbangun. Dari dapur, terdengar suara Ibunya menyiapkan air panas, sarapan dan bekal sederhana untuk Ayah.

Ayah sudah siap. Kemeja kerjanya rapi, meski warnanya mulai pudar. Ia duduk di kursi ruang tengah, mengikat tali sepatunya pelan-pelan, seolah ingin menunda waktu.

“Ayah, ikut Mas Rizky saja.” Ucap Aurely lalu pergi ke kamar mandi. “boleh kok nebeng sampai jalan raya.”

“Iya Yah,” ucap Ibunya dari dapur, “Nanti coba cari pinjaman uang ke Bu Ridwan atau koperasi, Yah.. buat beli sepeda. “ lanjutnya.

Mau tak mau, Ayah menurut pada anaknya isterinya.

Jam enam lewat.. Santi sudah datang, kali ini ia tidak teriak teriak memanggil Aurely. Tapi ia mengucap salam sambil mengetuk pintu pelan pelan.

“San, kamu datang awal.” Ucap Aurely saat membuka pintu.

“Iya Mas Rizky kasih kabar katanya harus lebih pagi.” Ucap Santi lalu pandangan matanya menatap Ayahnya Aurely yang melangkah. Santi menyapa dengan menganggukkan kepalanya..

“Iya San, lebih pagi. Ayahku mau nebeng. Motor pinjaman diminta.” Ucap Aurely sambil mengecek isi tasnya.

“Diminta Pak Sastro?” Tanya Santi, “padahal motor itu nggak dipakai loh.”

“Katanya mau dipakai Nurul anaknya.” Ucap Aurely..

“Dipakai apa? Mana mau Nurul pakai motor tua begitu. Dia sudah punya motor baru.” Ucap Santi agak meninggi, “padahal keluarga dia kan dulu dibantu Ayahmu dan almarhum Kakekmu.” Ucap Santi lagi..

Aurely tampak kaget karena ia tidak tahu jika Ayahnya dulu membantu keluarga Pak Sastro. Akan tetapi sebelum Aurely berkata sepatah kata ..

Suara mobil terdengar mendekat...

“Itu Mas Rizky sudah datang!”

1
@🏡s⃝ᴿ yayuk
lahhh apa tuhhh
Siti Naimah
apakah Aurel dapat panggilan kerja dari PT tersebut ya?jadi bingung nih
Siti Naimah
duh2 si Nurul..kena hukum sebab akibat.kayaknya sudah mulai berjalan satu2...tapi mau apalagi ya kok mau ketemu sama Rizky?jangan2 mau meneruskan kelicikan nya lagi?🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
eeh Mbah Arjo..? ini mbah Arjo yg Kodasih bukan?
Ai Emy Ningrum: satu kabupaten 😂😂
total 5 replies
@🏡s⃝ᴿ yayuk
halah mau ngeles aja lagi

org salah bukan ngaku salah dan memperbaiki mlh tmbh keblinger
aduhh untung mbah arjo g mau soalnya apa berat saingan nya org sudah bikin janji 😅🤣🤣🤣🤣
@🏡s⃝ᴿ yayuk: nahh iya kan ada tuh perjajian dulu sama mbah arjo dan si om.wowo 👻👻👻
total 2 replies
@🏡s⃝ᴿ yayuk
hayoh weee arep gpo meneh kw
hadehh licik ya kan jgn harap akan menang
Siti Naimah
hayo Nurul... kejahatan apalagi yang mau kau rencanakan buat mencelakai Aurel dan tempat kerjanya? ingat bisa jadi dirimu dan keluargamu yang bakal hancur
Lisa
Akhirnya yg punya ide jahat kalah
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
malah nambah2i masalah mu loh Nurul 😋
Ai Emy Ningrum: semua akan menyesal pada waktu nya , ingat itu Nurul 🫵🏻😹😹😹
cemas2 kau lah sekarang
total 3 replies
@🏡s⃝ᴿ yayuk
lha dalah kenapa mlh jd 2 orang yg menjatuhan sih
ohh ndak kapok2 nya
apa mau dekam di pe jara lebih lama lagi
boar di intilin om wowo di teroro bru tau
Arieee
😡😡😡Nurul si biang kerok yang gak kapok kalo belum masuk penjara
Arias Binerkah: Iya tuh Nurul anak Pak Sastro pelit bin licik
total 1 replies
Lisa
Moga setelah diadakan pengajian org² yg biasa makan.di warung itu lebih yakin bahwa warung itu bersih dr hal² mistis
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ini si Nenek Lyncah kenapa jadi ikut2an Nurul 🙄🙄
Ai Emy Ningrum: bikin duet maut 😹😹 nyanyi dangdut sambil ngedebus 👻👻
total 12 replies
Siti Naimah
woalah..itu kok ada aja orang yg mau disuruh sama Nurul dan Nelly..maklum mungkin diberi upah yg banyak ya?
nurul supiati
masuk penjara om wowo sekalian 🤣🤣🤣 nurul dan bpknya🤣🤣
Arieee
Nurul kalo gak masuk penjara gak mungkin kapokkkkkkK 😡😡😡😡😡
@🏡s⃝ᴿ yayuk
lahfalah piye too iki
mlh dadi kocar kacir
mg2 wae dang di out ben dang kapok
@🏡s⃝ᴿ yayuk
ehhh hayoo siapa neror itu

nahh udh di pringatin kok mlh ttp ngeyel aja
@🏡s⃝ᴿ yayuk
lhaaa udh mimpi kek gtu malah masih di terusin lagi mau nyebar rumor klo pake pesugihan .blm kapok rupanya
@🏡s⃝ᴿ yayuk
ehh di bilang om wowo nanti ya kok pake pesugihan segala hadehh cari mati rupanya
udh kalah tp g ngaku mlah mau bikin masalh baru lagi wis iki fix dek e ora waras utek e
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!