NovelToon NovelToon
Melawan Takdir: Dari Mortal Menuju Primordial

Melawan Takdir: Dari Mortal Menuju Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Iblis / Mengubah Takdir
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tian Xuan

Di dunia yang dikuasai oleh kekuatan, Xiao Tian menolak tunduk pada takdir. Berasal dari alam bawah, ia bertekad menembus batas eksistensi dan mencapai Primordial, puncak kekuatan yang bahkan para dewa tak mampu menggapai.

Namun, jalannya dipenuhi pertempuran, rahasia kuno, dan konspirasi antara alam bawah, alam atas, dan jurang kematian. Dengan musuh di setiap langkah dan sahabat yang berubah menjadi lawan, mampukah Xiao Tian melawan takdir dan melampaui segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tian Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang

Hujan telah reda.

Namun, di halaman sekte yang sunyi itu, Li Heng masih terikat di tiang kayu, tubuhnya berlumuran darah dan luka yang mulai mengering.

Hukuman telah selesai sejak berjam-jam yang lalu, tetapi tidak ada seorang pun yang peduli untuk melepaskannya.

Para murid telah kembali ke rutinitas mereka. Tetua-tetua sekte juga tidak memberi perintah apa pun mengenai dirinya.

Dia dibiarkan begitu saja—terlupakan.

Hanya langit malam yang menjadi saksi penderitaannya.

Xiao Tian berdiri di kejauhan, memperhatikannya.

Matanya datar, tanpa emosi yang jelas.

Dia tidak merasa iba.

Dia juga tidak merasa puas.

Dia hanya melihat, menunggu sesuatu terjadi.

Namun, tak ada apa pun.

Li Heng hanya terdiam di sana, kepalanya tertunduk, tubuhnya lemah.

Setelah beberapa saat, Xiao Tian berbalik, meninggalkan tempat itu.

Baginya, hukuman ini tidak lebih dari sebuah pengingat bahwa dunia ini keras, dan mereka yang lemah akan diinjak-injak tanpa belas kasihan.

 

Pekerjaan Baru: Pembersih Perpustakaan

Hari berikutnya, Xiao Tian mendapatkan tugas tambahan di sekte.

Selain menjadi pemetik herbal, ia juga diangkat menjadi pembersih perpustakaan sekte.

Tugasnya sederhana:

➡ Menyapu debu dari rak-rak buku kuno.

➡ Menata ulang gulungan kitab yang berserakan.

➡ Menjaga agar tempat itu tetap rapi dan bersih.

Namun, bagi Xiao Tian, ini lebih dari sekadar pekerjaan.

Perpustakaan adalah tempat di mana dia bisa mencari informasi.

Dan satu hal yang dia cari selama ini adalah letak Pulau Terlarang yang pernah disebutkan oleh Ling’er.

Pulau itu, menurut Ling’er, adalah tempat rahasia yang menyimpan sesuatu yang sangat penting.

Namun, tak satu pun kitab yang ia baca menyebutkan keberadaan pulau itu.

Seakan-akan tempat itu benar-benar dihapus dari sejarah.

Menarik...

Xiao Tian terus menyelidiki, membaca berbagai gulungan kitab kuno setiap kali ada kesempatan.

Namun, jawabannya masih belum ia temukan.

 

Kembali ke Li Heng

Malam itu, setelah menyelesaikan tugasnya di perpustakaan, Xiao Tian kembali ke tempat di mana Li Heng ditinggalkan.

Pria itu masih di sana.

Tubuhnya kotor dan penuh darah kering.

Matanya terpejam, napasnya lemah.

Jika dibiarkan semalaman lagi, kemungkinan besar dia akan mati.

Tanpa banyak bicara, Xiao Tian merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah pil kecil berwarna hijau.

Pil itu bukanlah obat yang bisa menyembuhkan luka serius, tapi cukup untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat pemulihan luka ringan.

Ia mendekat, lalu menyelipkan pil itu ke dalam mulut Li Heng.

Li Heng, yang awalnya tampak tidak sadar, perlahan membuka matanya.

Matanya kosong, tidak lagi bersinar seperti dulu.

Namun, saat ia melihat Xiao Tian, sebuah pertanyaan muncul di benaknya.

"...Kenapa?" suara Li Heng serak, nyaris tak terdengar.

Xiao Tian tidak langsung menjawab.

Ia hanya menatap pria itu sebentar, lalu berkata pelan, “Engkau akan menjadi orang hebat.”

Li Heng terdiam.

Kata-kata itu terasa aneh baginya.

Kenapa Xiao Tian berkata seperti itu?

Bukankah dia seharusnya mengejeknya? Bukankah dia seharusnya menertawakannya seperti murid sekte lainnya?

Namun, Xiao Tian tidak tertawa.

Sebaliknya, ekspresinya tetap datar, seolah kata-kata tadi bukanlah sebuah pujian, melainkan sebuah kenyataan yang tak terhindarkan.

Li Heng menggertakkan giginya.

Orang hebat?

Bagaimana mungkin setelah semua ini, dia bisa menjadi orang hebat?

Namun, sebelum ia bisa berkata lebih banyak, Xiao Tian sudah berbalik.

Sebelum pergi, ia hanya menambahkan satu kalimat lagi:

"Aku tidak ingin imbalan apa pun. Aku hanya melakukannya karena aku masih memiliki sedikit kemanusiaan dalam diriku."

Lalu ia menghilang ke dalam kegelapan malam.

Li Heng hanya terdiam, menatap langit yang kelam.

Namun, di dalam hatinya, api kecil mulai menyala.

Api yang mungkin suatu hari nanti akan membakar seluruh dunia.

 

Petunjuk Pulau Terlarang

Hari-hari berlalu.

Xiao Tian terus menjalani kehidupannya sebagai pemetik herbal dan pembersih perpustakaan.

Namun, ia tidak pernah berhenti mencari petunjuk tentang Pulau Terlarang.

Hingga suatu hari, saat membersihkan rak-rak di bagian terdalam perpustakaan, ia menemukan sebuah gulungan kitab yang sudah sangat tua dan berdebu.

Kitab itu tidak memiliki judul.

Namun, saat ia membukanya, matanya menyipit tajam.

Di dalamnya, terdapat peta kuno yang menunjukkan sebuah lokasi misterius—sebuah pulau yang dikelilingi kabut hitam di tengah lautan luas.

Di samping peta, hanya ada satu kalimat pendek yang tertulis dengan tinta merah:

"Yang memasuki pulau ini, tak akan pernah kembali."

Namun, bagi Xiao Tian, ini bukan peringatan.

Ini adalah tantangan.

Dan kini, ia tahu ke mana langkahnya harus menuju.

Pulau Terlarang...

Tempat yang mungkin menyimpan jawaban dari takdirnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!