Melawan Takdir: Dari Mortal Menuju Primordial

Melawan Takdir: Dari Mortal Menuju Primordial

Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit

Langit yang Gelap, Hati yang Hancur

Malam itu, angin bertiup kencang di puncak Sekte Langit Suci. Awan hitam bergulung di langit, menutupi cahaya bulan seolah menandakan sebuah kehancuran yang akan terjadi. Di tengah aula utama yang luas, seorang pemuda berdiri tegap dengan jubah hitam yang compang-camping. Luka-luka kecil terlihat di sekujur tubuhnya, namun yang paling menyakitkan bukanlah luka fisik itu, melainkan rasa perih yang menghancurkan hatinya.

Xiao Tian, seorang jenius yang pernah dielu-elukan oleh sekte ini, kini berdiri di hadapan para tetua yang menatapnya dengan pandangan dingin dan penuh penghakiman. Sebuah keputusan telah dibuat. Sebuah vonis yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Namun, di antara semua orang yang hadir di aula ini, hanya dua orang yang benar-benar ia pedulikan—Chu Xian'er dan Yun Xia. Dua wanita yang selama ini ia percaya, yang ia anggap sebagai bagian dari dirinya. Dan malam ini, ia akan mengetahui apakah kepercayaan itu benar-benar salah.

Dengan suara serak, ia mengajukan pertanyaan yang selama ini menghantui pikirannya.

"Apakah benar? Apakah kalian benar-benar mengkhianatiku?"

Suasana di aula menjadi semakin sunyi. Seolah seluruh dunia berhenti berputar menunggu jawaban dari dua wanita itu.

Chu Xian'er menggigit bibirnya. Matanya bergetar, dipenuhi dengan konflik batin yang jelas. Ia ingin berbicara, ingin mengatakan sesuatu, namun kata-kata seolah tertahan di tenggorokannya. Di sampingnya, Yun Xia pun menundukkan kepala, air mata menggantung di pelupuk matanya.

Lalu, dengan gerakan yang amat berat, Chu Xian'er akhirnya mengangguk.

Yun Xia pun melakukan hal yang sama.

"Maafkan aku, Xiao Tian..." suara Yun Xia hampir tak terdengar, penuh dengan kepedihan.

Xiao Tian merasakan dadanya sesak. Jantungnya terasa seperti diremas oleh tangan tak terlihat. Ia berharap mereka akan menyangkalnya, berharap mereka akan berkata bahwa semua ini hanyalah kesalahpahaman. Namun, jawaban mereka lebih buruk dari yang pernah ia bayangkan.

Ia menggenggam erat tinjunya, menatap mereka dengan mata yang berkilat oleh emosi yang tak terbendung.

"Kenapa?" tanyanya, suaranya bergetar.

Tidak ada jawaban.

Chu Xian'er dan Yun Xia hanya menunduk, seolah tak sanggup memberikan alasan. Seolah tak ingin mengungkapkan kebenaran yang lebih menyakitkan.

Dan di saat itulah, suara berat seorang tetua sekte menggema di aula.

"Xiao Tian!" suara itu menggelegar. "Kau telah melanggar aturan sekte, membangkang, dan mencemarkan nama baik kami. Mulai hari ini, kau diusir dari Sekte Langit Suci! Pergilah, dan jangan pernah kembali!"

Sebelum Xiao Tian sempat bereaksi, kekuatan besar menerpa tubuhnya, melemparkannya keluar dari aula utama. Tubuhnya melayang di udara sebelum jatuh menghantam tanah berbatu di bawah puncak sekte.

Darah mengalir dari sudut bibirnya. Ia terbatuk, merasakan sakit luar biasa di tubuhnya. Namun, rasa sakit itu tak sebanding dengan luka yang ditorehkan oleh dua wanita yang ia cintai.

Dengan susah payah, ia menoleh ke atas. Di ambang pintu aula, Chu Xian'er dan Yun Xia masih berdiri di sana, menatapnya dengan mata yang dipenuhi kesedihan. Namun, mereka tak melakukan apa pun untuk menghentikan kejatuhannya.

Ia tertawa pahit.

Di satu sisi, ia ingin berteriak, ingin memaki mereka atas pengkhianatan ini. Namun di sisi lain, ia tak bisa membenci mereka. Bagian terdalam hatinya masih berharap ada alasan lain di balik ini semua.

Namun sekarang bukan saatnya untuk berharap.

Ia harus pergi.

Sekte ini tak lagi menginginkannya. Dunia ini telah membuangnya.

Dan jika dunia ini ingin melihatnya jatuh... maka ia akan kembali berdiri.

Dengan langkah berat, ia mulai berjalan, meninggalkan tempat yang selama ini ia sebut rumah. Satu-satunya tempat yang bisa ia tuju sekarang adalah rumah ibunya. Tempat terakhir yang mungkin masih menerimanya.

Tetapi ia bersumpah dalam hatinya—ini bukan akhir. Ini adalah awal dari kebangkitannya.

(Bab 1 bersambung...)

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!