NovelToon NovelToon
Dokter Obgyn Ini Suamiku

Dokter Obgyn Ini Suamiku

Status: tamat
Genre:Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Cinta setelah menikah / Konflik etika / Tamat
Popularitas:59.5k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

“Apa yang kau lakukan di sini? Kau itu masih muda! Seharusnya kau nggak boleh kayak begini,” ucapnya dengan nada tegas, meski ia tahu saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk memberikan nasihat.

Wanita itu tak merespons, hanya mendesah kuat, membuat Ali semakin khawatir. Ia menyadari bahwa pertanyaannya tidak akan menghasilkan jawaban dalam kondisi wanita itu saat ini.

Ali melihat jam tangannya sambil memeriksa denyut nadi wanita itu, yang berdetak sangat cepat. “Tahanlah sebentar! Obat itu akan hilang dengan sendirinya,” ucapnya sambil tetap memantau kondisinya.

Di dalam kamar mandi, Ali terus memeriksa tanda-tanda vital wanita tersebut, memastikan ia bisa melewati dampak buruk dari obat yang dikonsumsinya. Ia tahu situasi ini adalah ujian besar, bukan hanya sebagai dokter, tetapi juga sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch ~ {Histeris}

Mana mungkin Bunga akan menyetujui. Ali juga tak menemukan jalan terbaik untuk kedua anak itu. Ia pun memutuskan untuk melihat kondisi Bunga terlebih dahulu. Ia juga telah selesai dengan pekerjaannya hari ini. Baru bokongnya terangkan sedikit, pria matang itu disuguhkan dengan kedatangan kedua pasutri yang memasuki ruangannya.

"Anak nakal! Berani Kamu ya nginep di hotel tidur sama wanita yang bukan istri Kamu. Wajar aja Kamu nggak nikah-nikah. Ternyata udah puas kawin duluan," umpatan kasar dari wanita paruh baya. Siapa lagi kalau bukan cinta pertama Ali, ibu kandungnya.

Sekali tarikan di telinga menjadi prioritas utama yang dilakukan Rinjani pada anak sulungnya. Hukuman sedari kecil sesaat Ali tak menuruti kata orang tuanya.

Ali memohon ampun. "Aku nggak ngelakuin itu Ma." Ali menahan tarikan dari Rinjani yang masih setia memegang telinganya.

"Nggak ngelakuin sekali maksud Kamu!"

"Sudah Ma! Sudah! Ali juga sudah besar. Malu di dengar orang-orang di luar sana," Komar berusaha membela putranya. Walau ia juga ingin marah, tapi bukan secara fisik juga.

"Biarin! Mama nggak peduli! Anak ini butuh hukuman dulu baru mau denger omongan kita. Ini mulut Mama juga udah capek nasehatin dia. Menikah aja kalau udah nggak tahan Li. Jangan main buntingin anak orang. Sekarang kan jadinya kayak begini. Kamu hampir menetap di penjara. Kalau bukan Piano—"

"Vano Ma!"

"Diam Kamu!"

Komar menjeliti Ali untuk diam saja sesaat ibunya sedang mengeluarkan semburan larva yang tak tahu kapan akan berhenti keluar.

Akan tetapi pria tampan itu tak mau putus asah di tuduh telah melakukan tindakan tidak senonoh itu. Keributan antara ibu dan anak membuat Komar menghembuskan napas kasar saja.

"Ma, Pa. Aku nggak pernah melakukan itu sama sekali. Emangnya Vano nggak menjelaskan sama kalian tentang apa yang terjadi?" Ali jadi curiga dengan sepupunya. Jangan-jangan pria itu ikut memaksanya menikah. Memang dari dulu pria matang yang memiliki dua anak di sebelah utara sana terus merayunya untuk segera menikah.

Memangnya bawang atau cabe apa, mudah dipilih dan dicari kwalitasnya sesuai kriteria yang Ali inginkan.

"Piano udah—"

"Vano Ma!"

Rinjani semakin menanas. Lagian panggilan itu juga lebih mudah untuk ia sebut dan ingat.

"Potong kambing lagi Ma ganti nama orang." Ali sempat-sempatnya mengajak bercanda ibu kandungnya itu.

Rinjani yang mudah tertawa sedikit menarik garis bibirnya. "Bercanda Kamu nggak mempan." ia lebih memilih untuk memarahi anaknya. Padahal Rinjani menguji saja bagaimana sikap dan kejujuran anak sulungnya yang tak akan melakukan hal yang Rinjani benci. "Sekarang gimana keadaan anak menantu Mama? Apa dia sudah hamil cucu kedua Mama?"

"Mama suka banget ngejek anak sendiri. Anak Mama yang tampan ini nggak mungkinlah menciptakan saingan sendiri tanpa ikatan resmi. Resmi aja belum tentu saingan sendiri apalagi belum resmi."

"Oh jadi Kamu kira, Kamu itu bukan anak papa, Hah!" Rinjani semakin murka. Ia hampir kembali menarik telinga anaknya itu. Kalau bukan Ali sudah menghindari Rinjani sembari bersembunyi di belakang Komar.

"Sini nggak Kamu!" Rinjani mendekati anaknya.

"Sudah Ma! Sudah! Nanti bedak Mama yang mahal itu luntur. Nggak cantik lagi dong. Tarik napas! Dengerin dulu penjelasan Ali. Ali sudah besar Ma. Dia udah pinter buat cucu kita."

"Kalian berdua nggak ngerti banget perasaan aku yang cukup menyedihkan ini. Masa anak usia tujuh belasan di jadikan istri," gerutu Ali sembari membenarkan jas putihnya.

Rinjani baik Komar terperanjat. "Masih muda banget Pa!" pupus sudah harapan wanita cantik itu untuk mendapatkan menantu lagi. "Kok Piano nggak jelasin sih!"

"Bukan Piano yang nggak jelasin. Tapi Mama yang buru-buru pergi tanpa mendengar sampai habis cerita darinya."

Tak heran Ali pada kedua orang tuanya yang termasuk dua sejoli.

"Jadi gimana sama anak itu Li?" Rinjani mendekati Ali sembari memegang kedua lengan pria matang itu.

"Keadaannya sekarang drop Ma. Mana bapaknya masih mengincar Bunga dan Kirana. Kita juga nggak punya hak untuk memisahkan tali silahturahmi itu. Iya kunci dari semua masalah agar mereka selamat, aku harus menikahi Bunga."

Rinjani dan Komar tak mungkin menikahi anak bawah umur untuk anak sulungnya. Dimana usia Ali saja sudah memasuki kepala tiga.

"Menurut Mama sama Papa gimana?" Ali meminta pendapat pada kedua orang tuanya yang lebih berpengalaman.

"Menikahi Kamu sama anak itu nggak baik juga Li. Tapi coba Kamu tanya dulu sama Bunga. Anak itu mau apa nggak? Kalau misalnya nggak! Kita juga nggak bisa memaksa. Berarti itu sudah menjadi pilihan hidupnya." nasehat Komar.

Tatapan mata Bunga penuh dengan harapan untuk bisa di selamatkan, secepat kilat terbayang di benak pikiran Ali.

...***...

"Jangan ganggu aku! Mohon jangan siksa aku lagi!" Kirana bak manusia yang kehilangan akal sehatnya. Wanita muda itu mati ketakutan sesaat ada satu perawat pria masuk mendengar teriakan Kirana. Di dalam sana rupanya ada cleaning service berjenis kelamin pria tengah membersihkan ruangan tersebut.

Kirana meringkuk sembari meremas-remas selimut yang ia gunakan. Tatapan mata yang cukup menyoroti ruangan agar bisa berlari keluar. "Bubun... Bubun...," teriak histeris Kirana mencari Bunga. Ia sungguh gemeteran. Raut wajahnya tak terkontrol sesaat melihat pria yang terus melihatnya.

"Ton, jaga anak ini sebentar. Gue panggil dokter dulu," perintah perawat itu segera berlarian keluar ruangan.

Anton si tukang cleaning service langsung duduk berjongkok sembari memeluk gagang sapu di tangannya. Ia sebenarnya bertingkah seperti itu agar Kirana tak perlu takut dengannya.

Kirana sendiri malahan semakin menangis histeris. Ia melemparkan bantal serta semua alat di sampingnya ke arah Anton. Pria itu ikut berteriak gemulai akan barang-barang hampir mengenainya.

Kali ini Kirana memperhatikan selang infus di tangannya.

"Jangan Dek! Jangan! Kalau di lepas tangan Kamu bisa luka. Saya jadinya kena marah nggak bisa jagain Kamu dengan benar. Pikirkan juga uang bulan saya yang belum cukup untuk melamar kekasih saya. Udah lima tahun loh Dek, Abang di beri waktu. Kalau satu tahun nggak melamar. Abang di tinggal. Please Dek pikirin Abang juga."

Anton sudah cemas sembari duduk di lantai. Tubuhnya ikutan gemetar. Mau menolong ia tak mempunyai besik tersebut. Setidaknya ia sekalian curhat tentang masalahnya juga pada Kirana. Entah itu akan membantu atau tidak, yang penting wanita muda itu mau mengikutinya.

Kirana kembali menangis histeris. "Bubun... Aku nggak mau di sini... Bubun... Tolong Kiki..."

Anton juga ikut menangis. Cara jitu yang ia gunakan agar Kirana tetap menangis saja tanpa mencabut selang oksigen dan selang infus.

Sekarang, sehisteris-histerisnya Kirana menangis, Anton lebih histeris. Pria itu ikut berteriak dikala kekasihnya baru saja mengirim pesan singkat dengan kata putus. Ia tadinya hanya menangis pura-pura. Ternyata ada tempat yang cocok untuknya meluapkan apa yang ia rasakan.

Pacaran lima tahun, hampir saja ia ingin melamar. Ternyata perjuangannya selama ini, hanya menjaga jodoh orang lain.

Kirana perlahan menghentikan tangisannya di kala suara pria di sampingnya lebih besar. Wajah pucat dan imut itu terpaku menatap Anton. Ia tak mengerti kenapa pria itu yang lebih terlihat menderita daripadanya.

1
Ny Rudi Harianto
sweet nya mas Ali......lelah dan emosi nya d bayar lunas setelah resepsi 👍👍
Ny Rudi Harianto
ida gak sadar diri....dalih kasian dengan Ali tapi dia lupa klu bunga istri Ali.... mau d pungkiri bagaimana pun si bunga ya ttp istri nya Ali....
Ny Rudi Harianto
kok ada ya orang seperti dokter Ali.....aku mau Mak buat d bawa pulang k rumah 😁😁😁
Ny Rudi Harianto
bukan manusia ini bapak nya ah.....😡😡
Ny Rudi Harianto
ya Allah.....sedih nya Mak.....cerita mu ini bener² ya Mak 😭😭😭
IG : Gledekzz97: makasih kak🙏🥰
total 3 replies
kaylla salsabella
selamat ya bunga dan bang Ali
Eva Karmita
lanjut thoooorr 🔥💪🥰
Eva Karmita
dan akhirnya kang Ali dan bunga menyempurnakan pernikahan mereka selamat kang Ali neng bunga 😍💓
Yus Warkop
yaaah sedikit gak enak hati🥰🥰🥰🥰

kutunggu judul baru
IG : Gledekzz97: Ada Mak 2 novel on going, udah ada beberapa bab, masih anget².

-Dijual Ke Gus Kahfi
-Dikuasi Pria Dingin

Mampir ya emakku.💋💋
total 1 replies
Nar Sih
yah...tiba,,kok udah lahiran aja bunga nya ,pdhl bru kemarin mp nya ,ini pasti mau di bikn end nih sama kak thor nya😂😂
IG : Gledekzz97: Biar lebih singkat padat dan jelas mak🤣🤣🤣
total 1 replies
Yus Warkop
alhamdulillah
Yus Warkop
greget pingin cepat" aja thor gimba rasanya malper 🤭 ali pasti kaget ternyata oh ternyata
Yus Warkop
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
kaylla salsabella
Alhamdulillah akhirnya unboxing om Ali 😁😁
IG : Gledekzz97: Seneng ya Mak🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
alhamdulilah bulan madu yg indah buat ali dan bunga,yg ahir nya bunga jdi milik ali seutuh nya ,moga kebahagiaan terus buat kalian ,yah. kak kok udah end sih ,tpi makasih aja buat kak thor,ending yg bagus👍🥰☺️
IG : Gledekzz97: Terimakasih😘😘
total 1 replies
Eva Karmita
Ali yg dikatakan bunga itu benar.. kalau masih menunda kehamilan untuk apa menikah lebih baik sendiri" saja
Eva Karmita
sadar kan sekarang wanita yg kamu tolong ternyata ulat bulu Ali
Eva Karmita
Ali mau kamu apa sihh...nolong sih nolong tapi ngk gitu juga masak istri sendiri di abaikan malah asyik sama istri orang , memangnya di Belanda ngk ada dokter apa sampai Ali harus tanggung jawab heran dah 😠🤦🏻‍♀️
Alexa Juliana
Ayo gaskeun lah Al..mau bunga cepat hamil atau nggak itu urusan nanti, klo Bunga hamil ya Alhamdulillah berarti Tuhan sdh mempercayai kalian utk menjaga amanah-Nya..
Alexa Juliana
Ternyata wanita yg di tolong itu g baik, memanfaatkan pertolongan Ali, untung suaminya datang dalam keadaan baik2 saja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!