Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Perceraian antara kedua orangtuanya membuat Argantara tidak memiliki hubungan baik dengan ayahnya. bagaikan air dan minyak yang tidak akan pernah bisa bersatu. Ikuti kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ajakan pak Revan
Kinara memperhatikan Arga yang tengah sibuk membersihkan dapur. Usai mencuci piring kotor Arga memang membersihkan dapur bekas Kinara memasak tadi. Sedangkan Kinara sudah diminta Arga agar mandi lebih dulu. namun gadis itu justru memperhatikan Arga dari balik gorden yang ada di depan dapur mereka.
"Dia bisa melakukanya? Sungguh? Pria biang rusuh sepertinya bisa melakukan hal seperti itu?" ujarnya dan terus menatap Arga dalam diamnya.
Setelah itu Kinara berlalu dari sana saat menyadari matahari sudah mulai terbit. Hari ini Kinara harus jalan lebih awal karna masih ada pekerjaan sebelum waktunya mengajar. Meninggalkan Arga yang masih fokus dengan pekerjaannya.
Kinara keluar dari dalam kamar mandi namun masih belum melihat keberadaan Arga di dalam kamarnya. Gadis itu segera keluar hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya. Namun, siapa sangka ketika Kinara masih sibuk mencari daleman juga baju dinas hari ini justru Arga masuk tanpa mengetuk pintu dan membuat gadis itu sedikit terkejut. Bukan hanya Kinara, Arga juga merasakan hal yang serupa. Pertama kalinya melihat Kinara hanya menggunakan handuk yang terlihat seperti kurang bahan di tubuh gadis itu..
"Aaaaaaaaaa" teriak Kinara sembari berusaha menutup tubuhnya dengan tangan "Ngapain kamu masuk gak ketuk pintu dulu, keluar gak! Saya belum selesai mengganti baju" teriak Kinara. Namun Arga masih diam mematung di tempat sambil terus menetap Kinara dengan balutan handuk yang menampakkan bentuk tubuhnya yang indah. Kulit putih bersih yang nampak segar.
"Arga...kenapa kamu malah liatin saya seperti itu,? Keluar gak!" Kinara melempar baju ditangannya kearah Arga. Membuat pria itu tersadar"astaga... Godaan apa ini" batin Arga. Jujur saja sebagai pria normal melihat pujaan hatinya seperti itu berhasil membuat Arga menelan salivanya.
"Anjirrr... Istri gue menggoda sekali, kalau setiap hari harus liat yang beginian mana bisa gue tahan untuk nggak menyentuh nya" batin Arga yang masih diam di tempat.
"Argantara keluar gak kamu!" Arga tersentak kaget ketika Kinara melemparnya dengan bantal sofa. "Ngapain ditutup seperti itu sih, sayang? Bukankah malam itu aku sudah melihat kamu gak make baju" ucap Arga yang sengaja ingin menggoda Kinara,. Wajah Kinara memerah mendengar kalimat yang baru saja Arga lontarkan. "Pergi gak! "Balas Kinara yang mulai merasa panas dingin ditatap seperti itu oleh Arga. Dengan cepat pria itu membalikkan tubuhnya kemudian beranjak pergi meninggalkan kamar.
"Haiisss.. Ini rejeki apa musibah buat gue sih" ujar Arga menatap pintu kamar yang sudah ditutup dan dikunci oleh Kinara.
Sedangkan di dalam kamar, Kinara sudah menggerutu dan mengumpati dirinya sendiri. Bagaimana bisa Kinara harus melupakan bajunya saat masuk kedalam kamar mandi, padahal sebelumnya gadis itu akan selalu membawa baju ganti ketika mandi.
"Malu-maluin banget sih, dia liat aku yang kayak gini? Mana tadi tatapannya begitu banget, jangan bilang selain biang rusuh dia juga mesum" kata Kinara sembari fokus menggunakan bajunya. "Kenapa juga dia harus ingat kejadian malam itu. Huaaa kenapa aku selalu malu-maluin" kata Kinara yang masih teringat jelas pagi ketika Kinara terbangun tanpa baju dan satu kamar dengan Arga.
Beberapa kali terdengar ketukan pintu dari luar.
"Sayang... Udah belum ganti bajunya? Aku juga harus mandi" kata Arga dari balik pintu.
Kinara menatap pintu yang belum dia buka. Sebenarnya Kinara sudah selesai sejak tadi, hanya saja gadis itu masih merasa cukup malu untuk bertemu dengan Arga
"Sayang... Udah belum?" panggil Arga lagi.
"Sayang... Kamu marah karna aku masuk tanpa ketul pintu? "
"Kalau iya, aku minta maaf ya, lain kali nggak akan aku ulangi lagi."
Kinara tidak menjawab sepatah katapun, gadis itu mengambil tas dan memutuskan untuk segera berangkat setelah dia membuka pintu kamar.
Ceklek
Suara pintu terbuka membuat Arga bangun dari duduknya. Pria itu sudah bisa melihat Kinara keluar dari dalam kamar dengan pakaian lengkap dengan tas dan beberapa buku di tangannya.
"Sayang maafin aku ya" kata Arga begitu lembut "hm.. Saya berangkat dulu, kamu jangan siang-siang berangkat nya" seru Kinara tanpa menoleh pada Arga. Gadis itu sengaja pura-pura sibuk dengan buku ditangannya.
"Tungguin aku ya, bentar aja. Lima belas menit. Nanti kita berangkat bersama" mendengar itu membuat kinara menggeleng cepat"nggak bisa, saya masih ada urusan sebelum mengajar, jadi saya berangkat duluan" balas Kinara tanpa menoleh pada Arga. Kemudian gadis itu mengambil tangan Arga lalu kinara cium punggung tangannya"saya berangkat dulu" ujarnya seraya melepaskan tangan Arga kemudian segera beranjak dari hadapan Arga. Namun, langkahnya terhenti ketika suara Arga kembali memanggilnya.
"Kenapa?" tanya Kinara tanpa membaikkan tubuhnya. Sedetik kemudian Arga memutar tubuh Kinara kemudian mencium kening gadis itu cukup lama. Kedua bola mata Kinara terbuka lebar mendapat ciuman mendadak seperti itu dari Arga.
"Hati-hati di jalan, sudah aku pesankan taksi online. Dan ini" Arga mengambil black card dari balik ponselnya.
"Mulai hari ini kamu yang mengatur keuangan ku" Arga memberikan kartu itu pada Kinara "gak mau ada penolakan, kalau kamu nolak nanti dosa. Emangnya kamu mau? Sudah tidak mau memberikan hak ku sebagai suami masih mau menolak nafkah dari suami. Mau dosanya dobel-dobel?"
Kinara mengambil cepat kartu itu "baiklah, a.. Aku berangkat" kata Kinara dan segera berlalu dari sana. Membuat Arga mengulum bibir nya melihat tingkah Kinara yang menggemaskan. Wajahnya merona ketika Arga cium tadi.
Setelah sampai di dalam lift kini Kinara membuang nafasnya. "kenapa wajah aku panas waktu Arga mencium kening ku tadi. jangan bilang wajah ku merah" Kinara mengambil kaca dari dalam tasnya. dan memang benar wajahnya masih sedikit menyisakan merah merona.
"kenapa lagi-lagi harus malu-maluin sih. ish" gadis itu menghentak kan kakinya dan membuat dua orang di depan nya menoleh dan melirik ke arah kaca Kinara. Kinara tersenyum tak enak hati"ya ampun Kinara " batin Kinara merasa malu dengan tingkahnya.
"Maaf.. duluan tante" kata Kinara seraya tersenyum dan mempercepat langkahnya.
"Anak jaman sekarang kaca sudah seperti jimat" ucap salah satu dari mereka.
...****************...
"Selamat pagi, Bu Kinara. nanti siang makan bareng saya mau gak?" tanya seorang guru muda pada Kinara yang hendak pergi mengajar di jam pertama.
Revan pratama, pria tampan yang menaruh hati pada Kinara.
Kinara belum menjawab, gadis itu menoleh pada Arga yang lewat di depannya dengan langkah pelan"Bu, mau ya makan siang bareng sama saya?" ulang pak Revan lagi karna Kinara tak kunjung menjawab.
"Emmm maaf, pak. siang ini saya sibuk. permisi" jawaban Kinara berhasil membuat Arga tersenyum tipis.