NovelToon NovelToon
MADU UNTUK SUAMIKU

MADU UNTUK SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Isna Putri Tarimakase

NOVEL SEDANG DIREVISI


Karena keterpaksaan mertua, Siska harus menjalani tekanan batin yang luar biasa,
namanya Fransiska Damayanti usia 33 tahun sementara suaminya bernama Arya Praptama berusia 35 tahun.

Selama 10 tahun Siska menjalani rumah tangganya bersama suaminya, namun belum dikaruniai anak, hingga akhirnya Siska memutuskan untuk menikahkan suaminya bersama gadis belia berusia 17 tahun yang bernama Dinda Kinara. Dinda adalah gadis yatim piatu yang tinggal disebuah desa terpencil, keterbatasan ekonomi mengharuskan Dinda menjadi tulang punggung keluarga, hingga akhirnya ia mendapatkan tawaran dari Siska untuk menjadi istri kontrak selama satu tahun sampai ia memiliki anak.

Yang penasaran bisa ikuti cerita ini langsung dibawah ini yah, sebelum membaca saya berharap kepada teman readers agar bersabar dan berlapang dada dalam membaca ceritaku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Putri Tarimakase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dinda melahirkan

Dua Bulan kemudian genap 9 bulan..

Pagi hari saat Dinda selesai sarapan pagi, Dinda kembali ke kamarnya untuk beristirahat, karena perasaannya mulai tak enak, beberapa kali ia rasakan sakit diperutnya tapi ia pikir hanya sakit biasa, karena sakitnua sering seperti itu dalam satu minggu terakhir ini, Dinda tetap melanjutkan istirahatnya, ia mencoba mencari posisi yang enak agar rasa sakit diperutnya hilang, namun sudah satu jam Dinda merasakan sakit luar biasa diperutnya, hingga akhirnya ia bangkit dari tidurnya lalu mencoba berdiri dan berjalan.

"Auuuhhhh.. ya Allah kenapa perutku sakit," ringis Dinda sambil memegang perutnya.

Perlahah Dinda menarik napasnya lalu menghembuskannya dengan pelan, Dinda berjalan pelan keluar dari kamar.

"Tolong... tolong..." teriak Dinda memimta tolong.

"Nyonyaaaaa" teriak Dinda memanggil Siska.

----

Siska yang berada didalam kamar seperti mendengar teriakan Dinda, ia langsung beranjak dari tempat tidurnya lalu keluar dari kamarnya. Saat siska keluar dari kamarnya, Siska langsung terkejut melihat Dinda yang sudah bersandar didepan pintu sedang kesakitan.

"Astagfirullah Dinda" Siska berlari menghampiri Dinda.

"Dinda kamu kenapa?" tanya Siska panik.

"Aku tidak tahu nyonya, perutku sakit sekali, aku seperti tidak kuat nyonya"

"Astaga jangan-jangan kamu mau melahirkan Dinda,"

"Huh.. huh.. huh..aku juga gak tahu nyonya ,aku gak kuat lagi"

"Sabar yah Dinda aku panggil bi ijah dan pak joko dulu untuk mengangkatmu,"

Siska langsung berdiri lalu berlari ke arah tangga untuk memanggil pak Joko dan bi ijah, karena Arya sedang dikantor jadi terpaksa Siska hanya bisa meminta bantuan orang yang berada dirumah.

"Bi Ijah, Pak joko tolong" teriak Siska meminta tolong kerena panik.

Setelah beberapa kali Siska memanggil bi Ijah dan pak Joko, akhirnya mereka datang juga,

"Kenapa nyonya memanggilku?" tanya Bi Ijah

"Itu Dinda mau melahirkan, cepat angkat Dinda kita bawa ke rumah sakit"

"Astaga, baik nyonya"

Semua orang panik, dan langsung lari menghampiri Dinda kemudian mengangkat Dinda lalu membawanya ke mobil. Setelah Siska dan Dinda masuk kedalam mobil, pak joko mulai melajukan mobil.

Didalam mobil Dinda hanya bisa meringis kesakitan akibat kontraksi diperutnya.

"Nyonya sakit" keluh Dinda.

"Iya Dinda, sabar yah" ucap Siska berusaha menenangkan Dinda.

"Coba kamu tarik nafas lalu keluarkan dengan pelan biar kamu bisa merasa tenang dinda, coba lakukan itu terus menerus yah Dinda"

"Hmmm iya nyonya"

Kerena panik Siska langsung mengambil ponselnya yang berada didalam tas lalu menghubungi Arya,

-----

Triiing triiing triingg

Saat Arya sedang menjelaskan proyek diruang meeting, tiba-tiba terhenti saat mendengar ponselnya berbunyi,

"Tunggu sebentar yah" ucap Arya mencoba

Arya melihat layar ponselnya dan mengecek kontak yang meneleponnya, saat melihat kontak Siska Arya langsung mengangkatnya.

"Ya Hallo,"

"Mas Dinda mau melahirkan!"

"Apa! Dinda mau melahirkan?"

"Iya mas, aku harap kamu bisa secepatnya datang ke rumah sakit yah mas"

"Iya sayang, aku akan segera datang"

"Ya sudah mas aku tutup teleponnya, kita lagi diperjalanan menuju rumah sakit, aku tunggu disana yah"

"Oke sayang"

Setelah menutup teleponnya Arya langsung merasa bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi ayah, Arya langsung menutup meetingnya dengan alasan darurat, lalu beranjak meninggalkan ruangan meeting dan pergi menuju mobilnya. Sampai dimobil Arya mulai menyetir dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

***

Dinda yang sudah berada diatas brankar dorong rumah sakit terus mengeluhkan sakit diperutnya. Sementara Siska berusaha menguatkan Dinda supaya bisa melewati semua ini.

"Nyonya sakit, Tuan mana?"

"Iya sabar Dinda, kami harus kuat, mas Arya akan segera kesini" ucap Siska sambil menggenggam tangan Dinda.

Setelah sampai diruang bersalin, para petugas medis mencegah Siska hanya sampai didepan saja, dengan berat hati Siska harus melepaskan tangan Dinda

"Kami harus kuat Dinda, kamu pasti bisa melahirkan ya"

"Iya nyonya , aku bisa"

Perlahan petugas medis membawa Dinda kedalam ruangan bersalin lalu menutup pintu itu.

"Dinda harus kamu kuat, kamu pasti bisa melewati semuanya" gumam Siska merasa sedih.

Tak lama kemudian Arya datang menemui Siska

"Siska , Dinda mana?," tanya Arya khawatir.

"Dinda sudah masuk kedalam ruangan mas, kita doakan semoga persalinannya lancar"

Mendengar perkataan Siska, Arya langsung terduduk lemas disamping Siska.

"Iya Siska, semoga saja lancar dan selamat semua"

Arya dan Siskapun menunggu didepan ruang bersalin sambil memanjatkan doa keselamatan untuk Dinda.

1 jam...

2 jam...

3 jam...

Setelah menunggu 3 jam akhirnya dokter keluar dari ruang bersalin dengan keadaan lemas. Arya langsung beranjak dari duduknya menghampiri dokter.

"Bagaimana dengan istri dan anak saya dok? apa mereka selamat?"

"Sabar yah pak, Alhamdulillah anaknya lahir dengan selamat, tapi ibunya kondisinya saat ini kritis karena mengalami pendarahan hebat, dan itu membuat pasien kehilangan banyak darah, sementara stok darah yang cocok dengan pasien saat ini sedang kosong,"

Mendengar perkataan dokter, Arya dan Siska langsung terkejut,

"Memang golongan darahnya apa dokter?" tanya Arya panik.

"Golongan darahnya AB+ (plus) pak"

"Apa ! AB+(plus) itu sama dengan darahku, cepat ambil darahku dok, apapun akan aku lakukan asal istriku selamat" seru Arya mendesak dokter itu.

"Hah, syukurlah, kalau begitu bapak langsung saja ke ruangan sebelah untuk melakukan transfusi darah,"

"Baik dokter, Siska aku pergi dulu yah"

"Iya mas"

Arya pun berlalu pergi bersama dokter untuk melakukan transfusi darah.

Setelah selesai melakukan transfusi darah, Arya dan Siska menghampiri Dinda yang berada diruangan ICU sedang terbaring tak sadarkan diri diatas ranjang. Setelah Dokter memeriksa kondisi Dinda, dokter memberitahukan kondisi Dinda saat ini.

"Saat ini kondisi pasien sudah stabil, cuma pasien belum bisa secepatnya sadar pak, karena pesien mengalami koma"

"Apa koma? Kenapa bisa dok?"

"Karena pasien mengalami depresi berat sehingga ia tak bisa merespon apapun,"

"Depresi ! bagaimana bisa istriku depresi?, padahal setahuku kami selalu menjaganya agar dia tidak berpikir berat"

"Saya juga kurang tahu pak, mungkin dia punya masalah keluarga atau apa yang memberatkan pikirannya,"

"Jadi kelanjutannya bagaimana dok? apa istriku masih bisa sadar?" tanya Arya merasa khawatir.

"Kita tunggu saja 1 x 24 jam yah, semoga pasien bisa cepat sadarkan diri, saya permisi dulu, kalau ada apa-apa segera hubungi kami saja yah" ucap Dokter itu.

"Baik dokter terima kasih"

Setelah Dokter pergi, Arya langsung lemas melihat kondisi Dinda, ia tak mampu lagi menahan tangisnya, perlahan Arya memegang tangan Dinda dengan lembut.

"Dinda maafkan aku, jika aku telah membuatmu seperti ini, tolong cepatlah bangun, jangan buat kami mengkhawatirkanmu Dinda hiks hiks"

Siska yang sedang menggendong bayi Dinda berusaha menguatkan Arya agar bersabar menghadapi cobaan ini.

"Yang sabar mas, kita berdoa saja mas semoga Dinda cepat sadar mas" ucap Siska sambil mengusap bahu Arya.

Belum lama mereka berdiri disamping Dinda, tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi yang ada digendongan Siska, membuat suasana menjadi pilu, Arya langsung menatap bayi yang digendong oleh Siska, lalu mengambilnya dan menaruh bayi itu disamping Dinda.

"Lihatlah Dinda, ini anak kita sudah lahir, apakah kamu tidak ingin melihat anak kita Dinda? aku mohon bangunlah Dinda hiks hiks"

Arya berusaha membangunkan Dinda sambil menangis, suaranya tertahan ditenggorokannya karena menahan rasa pilunya dihatinya melihat kondisi Dinda yang sedang koma.

🌸🌸🌸

Malam-malam sebelum Dinda melahirkan ,Dinda mengalami tekanan batin yang hebat, karena ia selalu memikirkan kontrak itu, hingga membuat Dinda merasakan Depresi berat, setiap kali Arya tidur dengannya, Dinda selalu menangis dan menutupi kesedihannya didepan arya, karena tak sanggup membayangkan jika suatu saat nanti ia akan meninggalkan Arya.

🌸🌸🌸

Bersambung....

1
Herna Erna
kok dari episode 79 sampe 161 ceritanya sama semua? 🤦‍♀️
Herna Erna
inna lillahi wa inna ilayhi raajiuun, semoga dimudahkan perjalanan siska menuju Sang Pencipta, Aamiin.....
Herna Erna
bagus, mengandung bawang mulai siska rela dimadu sampai bab ini 👍👍👍
Ety Sugiarti
kok ceritanya sama semua ya..
Dewi Debritos
cetita sama berbab2
Dewi Debritos
cerita ama judulnya ngak nyambung .mabok jg authornya
Nurhaeni Mamahna Galang
Thor perasaan teks nya itu2 mulu
Yani mulyani
apa cmn d aku ya ceritanya trus" intan lagi belanja di warung terus menerus...knp thor amburadul..
Yani mulyani
knp ngaco nih ceritanya ..malah intan trus yg ketemu d warung dan trus s ulang"
Yani mulyani
duhh kasiannjuga sih sama dinda ...udah mas kawin murah bngt cuman 2 gr ....trus d akuin nya pembantu juga ..pasangan suami istri yg egoisss itu
Yani mulyani
apa hubungannya intan sama dinda
Galuh Ajeng Candra Kirana
sdh resiko jadi istri kontrak .tp perlu disesalkan juga ,knp kok mau dijadikan istri kontrak.dan kmu Arya kmu juga tdk hrs memaksa Dinda utk menikah sah dgnmu.kmu pny istri sa ,dan kmu juga hrs bisa menjaga hati istrimu ,jgn berlarut " dlm kesedian .
Tini Hartini
Ga maksud thor😇😇😇
ARDIANSYAH GG
Rio kenapa nurutin Intan........ ntar nambah masalah....
ARDIANSYAH GG
cara penyelesaian yg arogan...... padahal Rio udah minta maaf dan mau tanggung jawab.... liat dulu Om.... anak mu kan cinta... bukan di paksa
ARDIANSYAH GG
nikahin aja Bu.......
ARDIANSYAH GG
Intan...... kenapa di ulangi lagi 😡
ARDIANSYAH GG
ampun deh Intan....... kebablasan kan 😫
ARDIANSYAH GG
jangan mau Ntan.........jangaaaaaaan 😣😫😫😫
ARDIANSYAH GG
like terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!