NovelToon NovelToon
Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Razif Tanjung

Mati konyol hanya gara-gara dua potong roti? jangan bercanda!

Nasib buruk menimpa seorang pemuda gelandangan. perut lapar memaksanya untuk mencuri, tapi bayaran dari perbuatannya itu nyawanya hampir melayang di hajar warga.

Namur, takdir berkata lain.

saat matanya kembali terbuka, ia bukan lagi sekedar gelandangan bodoh yang lemah, jiwa dari tubuh kurus itu telah menyatu dengan jiwa seorang ahli racun, sains, dan ahli dalam ramuan.

" Lihat saja suatu saat kalian akan berlutut di kaki ku untuk minta tolong "

Di dunia yang moralnya sudah rusak ini,haus akan kekuasaan, kekayaan, dan populeritas dia bakalan menjadi penguasa tertinggi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razif Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 : Brand Ambasador Berparuh

Aroma embun di pagi hari tercium segar di antara dedaunan, tapi Hutan Larangan itu sudah gempar, bukan karena suara harimau, melainkan karena suara mesin tua yang batuk-batuk minta obat.

GRENG! TENG-TENG-TENG!

The Black Chariot terparkir gagah di depan gubuk panggung Bara yang kini sudah menyerupai laboratorium futuristik di tengah rimba. Asap knalpotnya menari-nari di antara pepohonan purba.

Bara keluar dari gubuknya dengan mata merah karena begadang. Di tangannya memegang sebuah botol kaca mungil berisi cairan bening yang memantulkan cahaya matahari pagi.

"Selesai juga," gumam Bara. "Sampo Penumbuh Rambut Hyper-Active versi 2.0. Tanpa efek samping membuat ayam jadi penyanyi rock."

Dia menoleh ke samping. Di atas dahan pohon rendah, Sersan Jago sedang asyik merapikan bulu ekornya yang kini sepanjang dua meter dan berkilau seperti kain sutra premium. Ayam itu benar-benar terlihat seperti burung Phoenix yang salah pergaulan.

"Jago! Turun kau! Kita punya jadwal promosi hari ini!" teriak Bara.

Sersan Jago melompat turun dengan anggun, bulu ekornya menjuntai di tanah. Dia berjalan menuju motor roda tiga itu dan langsung nangkring di atas stang, pose andalannya.

Bara mulai memuat bak motornya.

Produk Utama: 50 botol kecil "Serum Rambut Hutan" (Hasil distilasi Kemiri, Urang Aring, dan Aloe Vera Raksasa).

Produk Sampingan: 20 kg Jahe Merah raksasa, 100 butir Telur Super dan lain-lain

Senjata Taktis: Beberapa botol 'Bom Asap Bius' (berjaga-jaga jika ada gangguan di jalan).

Menuju Ruko: Perlintasan Antara Dua Dunia

Bara memacu The Black Chariot melintasi pagar alami Jelatang Api yang dia tanam mengelilingi markasnya. Dia harus sangat hati-hati; salah sedikit, kakinya akan gatal dan terbakar selama tiga hari.

Sepanjang perjalanan menembus hutan, Bara menemui kendala kecil. Sekelompok Monyet Ekor Panjang mencoba menjarah keranjang telurnya dari atas pohon.

"Woy! Kera-kera tidak beradab!" teriak Bara.

Dia mengambil sebuah tabung kecil berisi Serbuk Cabe Rawit + Lada Hitam yang sudah dikonsentrasi lalu melemparnya ke arah dahan pohon.

Puff!

Ledakan awan merah mini menyelimuti kawanan monyet itu seketika.

Hachim! Hachim! Cit! Cit! Cit!

Kawanan kera langsung lari kocar-kacir sambil bersin-bersin hebat.

"Tandai nih wajah gw, awas kalau sampai kalian ganggu gw lagi," Hardik Bara, menginjak gas lebih dalam.

Sesampainya di kota, Bara memarkir motor gerobaknya tepat di depan Ruko 3 lantai miliknya. Penampilannya sangat kontras dengan ruko putih bersih yang elit itu.

Bara menurunkan barang-barangnya sendirian. Dia tidak mau ada orang asing masuk ke "area steril"-nya, meski itu hanya ruko etalase.

Dia menata botol-botol serum rambutnya di rak kaca lantai satu. Di tengah meja, dia mendudukkan Sersan Jago di atas sebuah bantal beludru merah.

"Oke, Jago. Tugasmu cuma satu: Jangan boker di sini, dan biarkan orang-orang melihat bulumu yang tidak masuk akal itu," bisik Bara.

Baru saja pintu kaca dibuka, Clara muncul dengan mobil SUV hitamnya. Dia turun membawa beberapa dokumen-dokumen lainnya.

"Pagi!, oh ya nih berkas-berkas usaha milik kamu" Clara terpaku di ambang pintu. Matanya langsung tertuju pada Sersan Jago. "Itu... ayam yang kemarin? Kenapa bulunya jadi... seperti itu?!"

"Inilah produk perdana saya, Nona Clara," Bara menyambutnya dengan senyum Marketing S3. "Bukan sulap, bukan sihir. Ini adalah hasil dari Serum Akar Alang-Alang Mutan yang saya racik. Bagaimana mantab kan?"

Clara mendekat, menyentuh bulu halus di leher Sersan Jago. "Lembut sekali. Ini lebih bagus dari bulu burung cendrawasih yang pernah saya lihat di pameran."

"Dan berita bagusnya," Bara menyodorkan sebotol serum. "Ini bisa diaplikasikan ke manusia. Terutama bagi bosmu, Nona Viona, yang mungkin rambutnya mulai rontok karena stress mikirin margin profit."

Clara tertawa kecil,

"Viona punya rambut yang bagus. Tapi pamannya, kepalanya licin, sudah tidak bisa ditumbuhi rambut bahkan berbagai cara dia udah coba. Mungkin dia akan senang bukan main kalau tau ini."

"Berikan ini padanya sebagai hadiah perkenalan dari Nusantara Glow," kata Bara percaya diri.

Setelah Clara pergi membawa sampel serum, Bara tidak hanya duduk diam. Dia naik ke lantai dua—area yang rencananya akan dia gunakan sebagai gudang transit.

Dia membongkar bibit-bibit tanaman yang dia beli (Bengkoang, Sirih Merah, Tawas, dan Bunga Mawar).

"Ruko ini akan jadi tempat memantau pasar," pikir Bara. "Aku akan mendengarkan keluhan ibu-ibu di pasar, melihat tren wajah wanita di kota, lalu aku akan kembali ke Hutan Larangan untuk meracik solusinya."

Bara mengambil selembar kertas besar dan mulai menulis Cetak Biru Imperium Alkimia yang akan dia buat kelak.

Tiba-tiba, Sersan Jago berkokok keras di lantai bawah.

Bara turun dan melihat sekelompok ibu-ibu sosialita (teman-temannya pemilik toko roti sebelah) sedang mengintip di pintu kaca, mata mereka berbinar melihat "Ayam Phoenix" milik Bara yang amat memukau mata.

"Eh, Mas! Ini toko apa sih? Kok ayamnya cantik banget?" tanya salah satu ibu dengan tas bermerk.

Bara membuka pintu, memasang wajah serius tapi ramah.

"Selamat datang di Nusantara Glow, Ibu-ibu. Di sini Kami menjual Keajaiban Organik."

"Maksudnya?"

Bara menunjuk Sersan Jago. "Ayam ini dulunya gundul dan hampir mati. Tapi setelah saya oleskan serum rahasia saya... dia menjadi begini. Bayangkan apa yang bisa ramuan saya lakukan pada rambut atau kulit Ibu yang... ah, maaf, sepertinya Ibu ada masalah flek hitam sedikit di pipi ya?"

Si Ibu langsung menangkup pipinya. "Loh? Mas tau? Iya nih, susah banget ilang!"

"Itu karena penumpukan melanin akibat sinar matahari kota yang jahat," Bara memulai bualannya yang menurutnya itu bisa memancing penasaran ibu-ibu kaya yang doyan pamer.

"Dalam waktu dekat, saya akan merilis Krim Berlian Bengkoang. Datanglah lagi. Sekarang, silakan coba serum penumbuh rambut ini untuk suami Ibu."

Satu jam kemudian, 10 botol serum ludes hanya lewat pembicaraan di depan pintu.

Bara menghitung uang masuk: Rp 2.000.000.

(Dia menjualnya 200 ribu per botol, karena targetnya sekarang adalah orang kaya komplek ruko).

Malam harinya, Bara mengunci ruko. Dia kembali menaiki The Black Chariot.

"Ayo, Jago. Kita balik ke hutan," kata Bara. "Kota ini penuh uang, tapi hutan adalah tempat di mana kekuatan kita sebenarnya berada. Kita harus meracik lebih banyak lagi."

Bara melaju menembus gelapnya malam. Dia tidak tidur di ruko. Baginya, lantai beton ruko itu terlalu 'mati'. Dia lebih merindukan aroma tanah basah dan suara jangkrik di Hutan Larangan, tempat di mana gubuk bambunya perlahan-lahan mulai dia bangun menjadi sebuah Istana Alkemis yang tak tertembus

1
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Razif Tanjung: terimakasih udah mampir kak🙏
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Gege
pikir ada adegan kultivasi ganda kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu lima some...kan tenaganya berlimpah ruah birahinya naik..mirip epek afrodiak..🤣🤭
Razif Tanjung: jangan tar ke banned🤣🤣🤣
total 1 replies
Gege
naaaah kaaan ada adegan nanti remas remas...pastikan scene remas meremas 2k kata sendiri thoorr...🤣🤣
Razif Tanjung: eittt pelanggaran 🤣🤣
total 1 replies
Gege
kereeen updatenya...apik dan epic... kalo bisa lima kenapa tiga Thor...banyakin hareemnyaah...
Gege
apakah akan ada scene kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu dalam 10k kata thorr?🤣
Razif Tanjung: oh jelas tidak🤭
total 1 replies
Gege
mantaabbb...gassss 10k kata per update thorrr...
Gege
wasyeeek... moga ada alur yang nemuin wanita kena kanker payudara sembuhnya harus dipijat dengan olesan ramua ajaibnya Bara...yoook bikin thorr alurnya
Razif Tanjung: wah kebetulan sekali🤣🤣🤣, tinggal nunggu update ya kak
total 1 replies
Gege
karya yang warbyasaah
Gege
gilaa karya yang warbyasaah...para reader NT wajib sih ini mampir...rugi kalo engga...gasss thorrr
Gege
udah sampe bab 6 ceritanya amajing bangeed...warbyasaah...gass sekali up 10k kata...🤣
Razif Tanjung: wah terima kasih udah mampir saya terharu loh
total 1 replies
Slow ego
gua ikut mampir like👍.
Slow ego
namanya unik🤔
Razif Tanjung: terimakasih banyak kak, apakah ada yang harus saya perbaiki kedepannya, dari sudut pandang kakak yang baca deh
total 3 replies
anggita
mampir like👍, iklan👆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!