seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Maaf ya author hanya bisa update sehari satu chapter, entah siang atau malam pasti author update 😁
Happy reading 😉
--------
"Hana Capek banget kak" keluh Hana ketika telah menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang diperintahkan oleh Nathan
"Nih minum dulu" Nathan mengulurkan sebotol minuman dingin kepada Hana
"Terimakasih pacar, tahu banget yang aku butuhin" ucap Hana dengan senyuman yang berbinar-binar
"Ya udah pulang sana" usir Nathan
Uhuk uhuk uhuk
Hana tersedak saat sedang minum, karena ucapan Nathan
"Pacar ngusir aku? Aku kan baru kelar beresin rumah kamu, baru juga minum seteguk, udah diusir pulang, aku enggak mau" tolak Hana, dia merebahkan diri nya di sofa depan TV
"Udah malem, nanti kemalaman, kamu kan cewek, enggak baik pulang malem, terus juga nanti kamu bakalan dicariin sama keluarga kamu" jelas Nathan yang ikut duduk di sofa
"Aku enggak ada keluarga dirumah kak, semuanya pada di luar negeri, kerja!" Jawab Hana suaranya terdengar bergetar, matanya berkaca-kaca, dan hidungnya terlihat memerah
"Kamu baik-baik saja?"tanya Nathan khawatir
Hana tidak menjawab nya, air matanya sudah mengalir di pipinya, Nathan berjongkok didepan hana yang masih berbaring di sofa, dia mengusap air mata Hana dengan lembut penuh khawatir
'apa gadis seperti dia bisa bersedih?' tanya Nathan dalam hati
Nathan memeluk nya, mengusap lembut rambut Hana, namun tangis Hana malah semakin menjadi
"Tenanglah, ada aku disini, kamu bisa meluapkan semua perasaan mu padaku" ucap Nathan dengan lembut
Hana tidak menjawab nya, dia masih menangis hingga sesenggukan, Nathan menjadi semakin khawatir
"Apa aku perlu memanggil sahabat mu?"
"Tidak hiks jangan...." Tangis Hana mulai mereda
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Nathan lagi
"Aku, bukanlah anak kesayangan orang tua ku, aku terlalu bodoh, tidak seperti kakak ku yang selalu membanggakan orang tua ku, kakak ku sangat bisa menjadi apa yang keluargaku inginkan, makanya kemauannya selalu dituruti, sedangkan aku, aku bodoh, tidak ada yang bisa dibanggakan dari ku, bahkan mommy sama Daddy tidak mau aku ikut mereka ke Australia karena mereka tidak menyukai ku, dan tidak mau mempunyai anak perempuan seperti ku, Daddy hanya menyayangi kakak laki-laki ku, aku ditinggal disini sendirian, cuman ditemani sama bi Imah pengasuhku sejak kecil" tangis Hana pecah di pelukan Nathan
Nathan terdiam mendengar tangisan Hana, entah kenapa hati nya terasa sakit melihat Hana menangis seperti itu
Nathan mengelus rambut panjang Hana dengan lembut, membuat Hana tenang dan mulai tertidur dalam pelukan Nathan dengan damai
Nathan mengangkat Hana yang tertidur, membawanya ke kamar nya dan meletakkan tubuh Hana dengan hati-hati di ranjangnya
Nathan menatap wajah Hana yang tertidur, membelai lembut pipinya
"kamu seperti nya sangat tertekan dengan masalah keluarga mu, tapi kamu bahkan terlihat seperti seorang yang tanpa beban"
"Kamu cantik, tapi aku takut menyakiti perasaan mu karena mungkin aku belum bisa lepas dari bayang-bayang nya, aku harap kamu bisa bertahan" Nathan mengecup kening Hana sekilas, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya
Nathan berlalu meninggalkan kamarnya dan menuju ke kamar sebelah, dia merebahkan diri nya diranjang dan mulai memejamkan matanya yang sudah mengantuk
Paginya, Nathan terbangun karena merasa ada seseorang yang memeluknya
"Hana!!" Nathan terkejut saat melihat Hana tertidur disampingnya sambil meluknya
"Apaan sih pacar, lagi enak gini juga" jawab Hana dengan suara serak khas orang bangun tidur
"Kamu ngapain disini?" Tanya Nathan
"Tidur sama pacar lah, emangnya apa lagi?" Jawab Hana dengan entengnya
"Kamu?"
"Iya, ini aku pacar kamu"
Nathan mengusap wajahnya dengan kasar
"Kak Nathan, santai aja kenapa sih? Mulai sekarang kak Nathan harus membiasakan diri dengan kehadiran Hana, karena mulai hari ini Hana mau tinggal disini TITIK" kata Hana dengan menekan kata 'titik'
Nathan membelalakkan matanya mendengar ucapan Hana
"Apa kamu sudah gila?"
"Iya, aku udah gila, gara-gara kak Nathan"
"Kamu!!" Nathan mulai kehabisan akal menghadapi tingkah hana
"Iya kak, ini aku Hana calon istri kamu" jawab Hana yang masih tak peduli dengan sikap Nathan
"Kamu tahu apa yang kamu katakan?"
"Tahu dong"
Hana melompat ke pangkuan Nathan, memeluk erat tubuhnya, dan merangkul leher Nathan, mendekatkan wajahnya menggapai bibir Nathan, Hana melumatnya dengan lembut kemudian melepaskannya
"Morning kiss" ucap Hana, dia segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Nathan yang masih belum sadar dari apa yang sudah Hana lakukan
------
Bayangin aja kalau Hana nanti beneran pindah ke rumah Nathan bakalan gimana ya???🤔😝😝
Tunggu di chapter selanjutnya
Jangan lupa tap jempolnya 😉
ceritanya sangat menarik