NovelToon NovelToon
Kaisar Alkemis Abadi.

Kaisar Alkemis Abadi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:30.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di kehidupan sebelumnya, Jiang Chen adalah Kaisar Alkemis terhebat di Alam Dewa, mampu menciptakan pil legendaris yang bisa menghidupkan orang mati dan memberikan keabadian. Namun, karena terlalu percaya, ia dikhianati oleh murid kesayangannya sendiri yang bersekongkol dengan istrinya. Mereka meracuninya, merebut "Kuali Primordial Semesta" miliknya—artefak ilahi tertinggi—dan membunuhnya tepat saat ia akan mencapai terobosan ke Alam Penguasa Surgawi.

Namun, Kuali Primordial Semesta yang legendaris itu memiliki kesadarannya sendiri. Alih-alih membiarkan jiwa Jiang Chen lenyap, Kuali itu membawa serpihan jiwanya melintasi ruang dan waktu, bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda bernama sama di dunia fana rendahan, ribuan tahun kemudian.

Ironisnya, tubuh barunya ini adalah "sampah" terkenal di klannya, dengan meridian yang hancur dan bakat kultivasi nol. Kini, dengan ingatan dan pengetahuan seorang Kaisar Alkemis, Jiang Chen memulai perjalanannya kembali ke puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Api di Dalam Jiwa

Di dalam ruang batu yang dingin dan sunyi, Jiang Chen duduk bersila di tengah-tengah formasi sederhana yang ia buat dari ramuan-ramuan berharga. Di hadapannya, Rumput Api Merah yang menyala-nyala, Inti Kristal Monster Api yang berdenyut-denyut, dan belasan ramuan atribut Yang lainnya melepaskan gelombang panas yang akan membuat kultivator biasa sesak napas. Namun, hawa dingin yang merembes dari Mata Air Yin di bawah lantai menetralkan panas itu, menciptakan keseimbangan yang rapuh dan mistis.

Ini akan menjadi sesi alkimia pertamanya sejak terlahir kembali.

"Di kehidupan sebelumnya, aku membutuhkan Kuali Petir Surgawi dan Api Hati Sembilan Naga untuk membuat pil ini," Jiang Chen bergumam pada dirinya sendiri. "Sekarang... aku hanya punya tubuh fana ini."

Tapi seulas senyum percaya diri tersungging di bibirnya. "Dan Kuali Primordial Semesta."

Ia tidak membutuhkan api eksternal. Ia tidak membutuhkan kuali fisik. Jiwanya adalah kuali terhebat, dan kekuatan primordial adalah api paling murni di seluruh alam semesta.

Ia menutup matanya. Pikirannya tenggelam ke dalam lautan kesadarannya, terhubung dengan Kuali Primordial Semesta yang agung.

WENG—!

Sebuah kekuatan tak terlihat meledak keluar dari tubuh Jiang Chen. Ramuan-ramuan di sekelilingnya tiba-tiba melayang ke udara. Alih-alih membakarnya, Jiang Chen menggunakan metode yang jauh lebih canggih. Ia menggunakan kekuatan primordial untuk langsung mengurai setiap ramuan, memisahkannya menjadi esensi obat paling murni dan membuang semua kotorannya.

Dalam sekejap, puluhan ramuan padat berubah menjadi bola-bola cahaya cair dengan warna berbeda—merah menyala, ungu tua, emas pucat—menari-nari di udara di sekelilingnya seperti galaksi mini. Aroma obat yang begitu pekat memenuhi ruangan hingga hampir mengembun menjadi embun.

Ini adalah pemandangan yang akan membuat alkemis mana pun di dunia fana ini menjadi gila karena iri.

"Sekarang, tahap fusi."

Ini adalah bagian yang paling berbahaya. Energi dari ramuan-ramuan ini terlalu liar untuk tubuh tingkat satu Alam Pengumpul Qi.

Jiang Chen menarik napas dalam-dalam. "Tubuh sebagai tungku, Yin dan Yang sebagai penyeimbang!"

Ia mengarahkan bola-bola esensi obat itu untuk berputar di sekelilingnya. Pada saat yang sama, ia menarik energi dingin dari Mata Air Yin di bawahnya, membungkus esensi-esensi panas itu dalam selubung tipis kabut es.

Ssssttt!

Suara mendesis terdengar saat panas dan dingin bertemu. Tubuh Jiang Chen menjadi medan pertempuran. Meridiannya yang baru pulih diregangkan hingga batasnya. Keringat sebesar biji jagung menetes dari dahinya. Tulang-tulangnya berderit seolah akan patah di bawah tekanan energi yang luar biasa.

Rasa sakitnya seribu kali lebih hebat daripada saat memperbaiki meridiannya. Tapi ekspresi Jiang Chen tetap tenang, kemauannya sekeras baja ilahi. Kontrolnya terhadap setiap tetes esensi sangat sempurna, sebuah tarian di ujung pisau.

Seiring waktu berlalu, bola-bola cahaya itu mulai menyatu. Energi yang kacau perlahan menjadi teratur di bawah kendalinya, membentuk pusaran energi yang berputar semakin cepat. Di pusat pusaran itu, sebuah titik cahaya mulai terbentuk, memadat, dan memancarkan aura yang semakin kuat.

Aroma obat yang luar biasa pekat dan harum berhasil menembus dinding tebal ruang batu itu, menyebar ke seluruh kediaman. Qing'er, yang sedang menyapu halaman, tiba-tiba berhenti. Ia mencium aroma yang begitu menyegarkan hingga setiap pori-pori di tubuhnya terasa terbuka. Kelelahan seharian langsung lenyap.

Aroma itu terus menyebar, keluar dari tembok kediaman, melayang di udara malam Kota Awan Bambu.

Di saat yang sama, di Paviliun Seribu Ramuan.

Tetua Sun sedang duduk di ruang kerjanya, meninjau laporan penjualan hari itu. Tiba-tiba, hidungnya bergerak-gerak. Ia mengendus udara.

"Aroma apa ini?" gumamnya.

Awalnya samar, tetapi dengan cepat menjadi lebih jelas. Itu adalah aroma pil, tetapi aroma ini seratus kali lebih murni dan lebih kaya daripada pil mana pun yang pernah ia cium seumur hidupnya. Hanya dengan mengendusnya, ia merasa Qi di dalam tubuhnya yang telah mandek selama bertahun-tahun menunjukkan tanda-tanda pergerakan.

Matanya membelalak ngeri. "Aroma pil bisa menyebabkan fenomena seperti ini? Pil tingkat apa yang sedang dibuat? Siapa di kota ini yang memiliki kemampuan seperti itu?"

Ia tiba-tiba teringat daftar ramuan atribut Yang yang sangat kuat yang diambil Jiang Chen sore ini. Mungkinkah...

"Tidak, tidak mungkin," Tetua Sun menggelengkan kepalanya. "Dia masih sangat muda. Bahkan jika dia seorang jenius, tidak mungkin dia bisa mengendalikan ramuan-ramuan liar itu."

Namun, semakin ia memikirkannya, semakin ia yakin. Aroma itu datang dari arah distrik selatan, tempat kediaman 'berhantu' itu berada. Jantungnya mulai berdebar kencang karena kegembiraan dan kekaguman.

"Monster... Aku telah bertemu dengan monster sejati..."

...

Di dalam ruang batu, prosesnya mencapai klimaks.

"Kondensasi!" teriak Jiang Chen dalam benaknya.

Pusaran energi itu tiba-tiba runtuh ke dalam, semuanya tersedot ke titik cahaya di tengah.

BOOM!

Ledakan energi teredam terjadi di dalam ruangan. Ketika cahaya memudar, sebuah pil seukuran ibu jari melayang dengan tenang di depan Jiang Chen.

Pil itu berwarna merah keemasan, dengan sembilan garis samar melingkar di permukaannya seperti naga kecil yang tertidur. Garis-garis ini adalah Vena Pil, sebuah tanda yang hanya muncul pada pil-pil legendaris dengan kualitas sempurna!

Pil Sembilan Surga. Berhasil!

Jiang Chen tersenyum lemah. Seluruh tubuhnya basah oleh keringat, dan energinya terkuras habis. Tapi matanya bersinar terang.

Tanpa ragu, ia menangkap pil itu dan menelannya.

Begitu pil itu masuk ke perutnya, rasanya seperti matahari kecil meledak di dalam tubuhnya. Energi murni yang agung dan dahsyat membanjiri setiap sudut meridiannya, mengalir seperti sungai deras yang mengikis bebatuan.

KRAK!

Penghalang tingkat satu Alam Pengumpul Qi hancur seketika.

Tingkat dua!

Energi itu tidak berhenti, terus mendorong naik dengan kekuatan yang tak terbendung.

KRAK! KRAK!

Penghalang tingkat dua dan tingkat tiga hancur berkeping-keping tanpa perlawanan sedikit pun!

Tingkat empat!

Akhirnya, energi yang dahsyat itu mulai melambat, perlahan-lahan menyatu dengan Dantiannya, memperkuat fondasinya.

Jiang Chen membuka matanya. Sebuah kilatan cahaya keemasan melintas di pupilnya. Ia mengepalkan tangannya, merasakan kekuatan yang setidaknya sepuluh kali lebih besar dari sebelumnya mengalir di tubuhnya.

Dari tingkat satu ke tingkat empat Alam Pengumpul Qi dalam waktu kurang dari satu jam.

Efek dari Pil Sembilan Surga ini, bahkan di dunia fana, benar-benar menentang surga.

"Tingkat empat..." bisiknya. "Ini masih jauh dari cukup, tapi untuk menghadapi beberapa badut di Kota Awan Bambu, seharusnya sudah bisa."

Ia berdiri. Tubuhnya tidak lagi terasa lemah. Sebaliknya, ia merasa penuh dengan kekuatan. Sebuah aura kepercayaan diri yang tak tergoyahkan kini memancar dari dirinya, bukan lagi hanya tekanan dari Niat Kaisar, tetapi didukung oleh kekuatan kultivasi yang nyata.

1
ddrhart
akankah mengyao memendam dendam berkepanjangan ???
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍💪
Nanik S
Maaantaaap
yos helmi
💪💪👍👍🤣
Nanik S
Pemimpinya mending Jiang Chen atau Kuang Tian
Nanik S
Apakah misi ini jebakan untuk Jiang Chen
Nanik S
Jiang Chen ..taklukan tekniknya
Nanik S
Teknix penelan Surga
Nanik S
Walau dihukum tapi tetap untung
ddrhart
jadikan hewan tunggangan
Nanik S
Apakah sidang Hukuman
Nanik S
Plaaak . ditampar Anak kecil.. sampai melayang
Nanik S
Shiiiip
Nanik S
Menerobos kembali
Udin Alex
lanjut thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll
Eko
para jenius berkumpul
Eko
ayooooo terobos🤣
Aman Wijaya
mantul lanjut terus Thor
Aman Wijaya
kotos kotos jooooz Thor lanjut terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!