Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Asuna Budak Iblis
Di sebuah tempat di Negara Swedia, tempat hutan lebat di sekeliling salju yang turun di setiap waktu.
Di pedalaman hutan, ada bangunan besar dan kuno tempat para Exorcist berada.
Zahra juga anggota Exorcist barat, dan senior yang Zahra pernah bawa termasuk.
Senior itu bernama Zeke, Exorcist senior atau menengah. Zeke pergi terburu-buru untuk melapor situasi terbaru di Jakarta tentang Gate dan keluarga Alexandra disana.
"Ketua divisi 167, saya Zeke. Saya ingin melapor tentang hal penting" Zeke berlutut di depan pintu sebuah kamar.
"Masuklah Zeke, laporkan padaku" pintu itu terbuka setelah suara itu datang.
Zeke mengangguk lalu masuk, disana dia melihat sosok punggung pria yang sedang bermeditasi dengan janggut panjang.
"Ketua, ada 2 laporan penting"
Pria tua yang di panggil ketua mengangguk. "Katakan Zeke"
"Pertama, Gate yang muncul di kota Jakarta Indonesia benar adanya. Ada energi pekat gelap di sekolah Jakarta Timur."
Zeke merinding sampai punggung nya mengingat energi jahat itu. "Iblis itu dapat mengendalikan semua pikiran, tipe psikologi yang merepotkan"
Ketua divisi 167 membuka matanya lalu berdiri dengan terbang satu inci dari lantai.
"Perintahkan 70 Exorcist kesana dan aku akan memberi hak untukmu memimpin"
Zeke tertegun. "Ketua, apa anda serius?"
"Ya, karena kau yang paling berbakat di angkatan senior. Sekarang pergilah, dan Zahra akan bergabung dengan unit mu"
Zeke belum berdiri. "Tapi sebelum itu soal Keluarga Alexandra ke Indonesia adalah berita penting ketua, anda harus mendengarkan saya"
Ketua divisi 167 menghela nafas. "Baiklah"
Zeke melanjutkan. "Seperti yang terjadi sejak ribuan tahun lalu, Exorcist Barat Utara dan Exorcist Selatan tidak pernah berdamai dengan konflik Exorcist Timur Tengah"
Ketua divisi 167 menarik nafas dingin, karena pria bernama Daimen Retina Alexandra adalah tetua Exorcist Barat Selatan.
Jika ada orang dari Exorcist Barat Selatan ada disana maka misi memusnahkan Gate akan sedikit sulit.
Apalagi Exorcist Barat Selatan hanya mementingkan keuangan, sehingga urusan Gate hanya Exorcist Barat Utara yang mementingkan nya.
Tapi ada satu hal yang harus di perhatikan, Exorcist Barat Selatan selalu menang dari Exorcist Barat Utara.
"Kalau begitu Zeke, bawa banyak orang untuk membereskannya juga" ucapnya dingin.
Zeke mengangguk tegas lalu berdiri. Keputusan yang di ambil mereka akan membuat mereka menemukan hal yang mengejutkan.
...
Zahra yang melangkah mundur karena mendengar nama Flower Resia Alexandra langsung merasa dingin di punggung nya.
Dia menoleh ke pria berambut kuning emas yang menatapnya dengan mata sebelah mengeluarkan siluet api biru.
Zahra menarik nafas untuk berpura-pura bukan bagian Exorcist tapi manusia biasa.
"Aku tidak pernah dengar ada nama seperti itu, kamu berasal dari mana?"
Flower tersenyum ramah. "Aku dari Italia, dan ayahku disana"
Daimen melambai. "Aku Daimen Retina Alexandra"
Zahra mengangguk mengerti, ternyata benar jika Reyhan sudah masuk masalah besar!
Apalagi masalah ini urusan Exorcist bukan poltik atau dunia! Tapi kekuatan lain!.
Damien tersenyum tapi di dalam hatinya dia memerhatikan Zahra dengan cermat.
"Aneh, aku sebelum nya merasa hawa membunuh dari anak itu, tapi sekarang hilang?"
Flower mendekati Zahra. "Oh ya apa kamu teman Reyhan?" Menunjuk Reyhan.
Zahra mengangguk pelan. "Ya, aku dan dia teman sekelas" tersenyum.
Flower tersenyum lebar lalu memegang kedua tangan Zahra dengan senang. "Syukurlah, aku sebenarnya akan sekolah disini bersama kalian"
"Tapi aku ragu karena hanya ada Reyhan tapi aku senang karena ada kamu sesama perempuan" tersenyum manis.
Zahra tersentak melihat eskpresi manis Flower, dia langsung melepas pegangan tangan Flower dan berbalik badan.
"Sial kenapa gadis ini begitu manis?! Apa aku aneh karena salting karena nya?!" Matanya bergetar.
Alisa melihat ponselnya. "Gawat, maaf semuanya. Aku harus pulang karena ada urusan di rumah"
Reyhan mengangguk. "Baiklah, hati-hati di jalan"
Saat hanya tersisa Daimen, Flower dan Zahra menatapnya untuk pergi.
Daimen menggaruk kepalanya. "Baiklah, Flower ayo kita pulang"
Flower terkejut dan menolak. "Tapi kenapa ayah? Aku harus menjaga Reyhan!"
Daimen menunjuk Zahra. "Kan ada temannya? Kau juga harus daftar ke sekolah nya untuk sekolah besok"
Flower mengerucutkan bibirnya dan pasrah sampai yang di kamar tersisa Zahra dan Reyhan.
Zahra menghela nafas lalu menggeleng. "Benar-benar situasi yang sulit"
Reyhan mengangguk setuju. "Jadi kenapa kau kemari Zahra?" menoleh. "Pasti tidak sesederhana itu bukan?"
Zahra mendengus memberi foto dari ponselnya. Foto itu berisi sobekan ruang di sekolah Jakarta Timur tepatnya sekolah mereka.
Reyhan terbelakak, hanya foto saja auranya terasa sampai disini membuatnya sulit bernafas.
"Kau mengerti Reyhan?" Zahra memasukkan ponselnya ke saku lagi. "Itu adalah Gate, dan di sekolah kita aku tebak ada iblis level 8 sebagai ketua pembuat Gate bawah itu"
Reyhan memegang dagunya. "Apa kamu tidak bisa mengalahkannya?"
Zahra tersentak dan langsung mengetuk dahi Reyhan. "Kamu bodoh ya? Tentu saja kami akan lakukan itu tapi harus ada persetujuan Organisasi agar di catat dan di kirim kan bantuan tambahan"
Tangan Zahra mengepal. "Karena urusan Gate berarti melibatkan ribuan Iblis dan nyawa manusia jadi perlu banyak anggota"
"Tunggu aku ada pertanyaan, apa ada yang tahu Exorcist?"
Zahra berpikir sejenak. "Sejauh aku tahu tidak, karena kita selalu bertindak di balik bayangan"
"Begitu ya" Reyhan mengangguk lega. "Jadi apa yang aku lakukan untuk menutup Gate itu?"
"Tidak ada" jawab ketus Zahra.
"Ohh" angguk Reyhan. "Tunggu apa?! Aku tidak melakukan apa-apa?"
Zahra memalingkan muka. "Lebih baik kau sembunyi, karena anggota Exorcist lain akan tiba ke sini dan saat mereka tahu ada kamu Exorcist ilegal maka kau akan di paksa terkekang tugas Exorcist"
Zahra langsung pergi Setelah mengatakan itu.
Reyhan terdiam di ranjangnya saat Zahra mengatakan itu.
"Sistem, memangnya sebenarnya apa itu Gate?"
"Gate, Gate adalah tempat dunia Iblis dan dunia terhubung secara acak dan berbahaya. Karena jika Gate terhubung ke dunia manusia bisa menyebabkan emosi negatif kuat, evolusi Iblis, energi jahat mengakibatkan berserk, bahkan bencana alam"
Reyhan terkejut, dia tidak menyangka kalau konsekuensi nya begitu besar.
"Sistem, menurutmu kekuatanku apa kuat?"
"Ya, tergantung host berlatih mak host dapat menjadi kuat dengan energi host"
Reyhan tersenyum. "Ya, harusnya aku lebih percaya diri"
....
3 hari kemudian, kondisi Reyhan sudah membaik dan akan pindah ke Villa yang diberi Flower.
Namun saat melihat villa itu di depan mata langsung, Reyhan dan Alisa tak mengira villanya begitu mewah!
Flower berjalan ke depan dengan tersenyum. "Ini dia, Villa yang aku bangun di komplek Jakarta Timur dengan fasilitas mewah, interior mewah, kolam renang, dan lainnya dan rumah ini setara harga 6 Miliar rupiah" tersenyum.
Alisa tersenyum canggung karena tak mengira orang miskin seperti mereka bisa tinggal di tempat seperti ini.
Flower baru ingat sesuatu. "Oh ya saya baru ingat bahwa saya menaruh uang di kamar di wadah koper"
Alisa mengangguk. "Flower semua pemberianmu ini apa kamu tidak rugi?"
Flower tertawa kecil. "Tidak bibi"
Alisa benar-benar sungguh merasa tidak enak dengan kebaikan Flower.
Lalu Flower pergi dan Reyhan serta Alisa masuk untuk menaruh barang.
Di villa ini yang luas, ada 3 kamar mandi, 5 kamar, 1 kolam renang, 1 taman kecil, dan ruangan kaca cocok untuk berkebun.
Reyhan mengambil kamar di lantai 3 paling atas, lalu dia menatap kamar yang bagus tapi sepi.
"Hm uangku kalau dipikir ada 20 juta. Nanti aku akan beli komputer bagus dan laptop"
Ketika malam hari tiba, Reyhan melihat ibunya di ruang tamu menghitung uang di koper dengan mata berkunang-kunang.
"Ibu, apa ibu baik-baik saja?"
Alisa terkejut saat di panggil. "Ah Reyhan, s-sebenarnya uang yang diberi Flower jumlahnya 50 Juta!"
Reyhan tersenyum mendengarnya. "Syukurlah itu banyak, dan ibu tau dengan itu ibu bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik atau ibu akan memutar uangnya"
Alisa menghela nafas. "Tapi sama saja Reyhan ibu merasa tidak enak"
Reyhan duduk di sebelah ibunya. "Justru kalau ibu menolak pemberian nya maka perasannya akan terluka, jadi terima saja dnegan senang hati oke?"
Alisa mengangguk tak berdaya. "Baiklah ibu akan memutar uang-uang ini untuk mendapatkan uang"
Reyhan mengangguk lalu pergi ke atap Villa tepatnya balkon vila yang luas dan indah.
"Malam yang begitu dingin" gumamnya.
"Hmmm" suara gumaman wanita di atas atap mengejutkan Reyhan.
"Iblis gadis berpakaian putih?!" Reyhan terkejut dan bersiap bertarung.
"Peringatan, itu adalah iblis jinak dan iblis itu mengikuti host sejak di Gunung Putri"
Reyhan tercengang mendengar nya. "Kamu mengikuti ku sejak dari sana? Apa kamu selamat dari Iblis level 5?"
"Host harap menerimanya sebagai budak host, karena iblis itu terlihat menerimanya dengan energi positif pada host"
Reyhan mengusap dahinya. "Tunggu tunggu, ini aneh. Kenapa aku haruskan dia jadi budakku?"
"Karena kehidupan nya di masa lalu gadis ini adalah gadis remaja Indonesia yang berbakat bertarung"
Reyhan terkejut, siapa sangka dia bertemu dengan roh Iblis gadis yang kehidupan nya bagus.
"Baiklah kalau kau yang memintanya" Reyhan berjalan kearah iblis itu lalu membunuhnya dengan sedikit petir.
"Apakah host akan menerimanya sebagai budak hidup host?"
"Ya" jawab Reyhan.
"Harap host menunggu pemrosesan karakter, atau host ingin mengedit karakternya"
"Edit?" Reyhan terkejut karena ada fitur seperti itu. "Baiklah aku ingin mengeditnya"
"Silahkan masukan tipe host"
Reyhan mengangguk lalu memberikan karakter berwajah gadis Jepang muda cantik, bertubuh seksi tapi juga tinggi, ukuran dadanya normal, matanya lembut, berambut panjang putih sempurna, dan sifat serta kepribadian lembut, pemarah, keras kepala.
"Sudah"
"Karakter akan selesai dibentuk dalam waktu 3...2...1"
Sing!, sinar putih menerangi balkon sampai Reyhan harus menutupi matanya.
"Ugh!" Reyhan menggeram dan saat sinar itu hilang dia terperangah melihat sosok cantik berdiri di depannya.
Gadis itu persis seperti keturunan Jepang, rambut putihnya selaras dengan wajahnya, tubuhnya tinggi dan seksi tapi masih tinggian Reyhan.
Gadis itu memakai gaun putih seperti saat jadi Iblis.
"Tuan, silahkan beri saya nama"
Reyhan menaikan alisnya. "Karena kamu seperti orang Jepang maka namamu Asuna, bagaimana?"
"Asuna, saya terima nama itu tuan" jawabnya.
.....