NovelToon NovelToon
TANGISAN ISTRIKU

TANGISAN ISTRIKU

Status: tamat
Genre:Tamat / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:258k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Arip

Aku tak menyangka setelah membawa istriku ke rumah ibu, aku tak tahu jika banyak tekanan yang Sari hadapi saat itu. Dimana sifat ibu yang tadinya baik berubah derastis, ia memperlihatkan sifat aslinya.
Setiap malam Sari sering menangis, membelakangi tubuhku, mengabaikan aku. Setiap kali aku bertanya, ia tak pernah menjawab selalu terlelap tidur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Arip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Pov Riki ( Ibu menyuruh.)

Sari masih memegang ponsel, membuat aku langsung mengambil ponsel itu dari tangannya. 

Melihat siapa yang menelpon barusan. 

"Ibu."

Aku mulai menatap ke arah Istriku yang terlihat begitu bersedih, wajahnya menunduk membuat aku berusaha menatap perlahan mata sayu milik istriku itu. 

" Apa Ibu mengatakan sesuatu yang menyakiti hatimu?"

Pertanyaanku tak dijawab sama sekali oleh Sari, ia malah dia membisu seakan berat untuk mengatakan kejujuran. 

Aku mulai memegang kedua bahunya, menenangkan rasa sakit yang membuat hatinya terluka. 

" kamu tak usah takut. Ayo katakanlah apa yang sebenarnya sudah Ibu katakan kepada kamu."

Menyuruh Sari untuk menarik napas lalu mengeluarkannya secara perlahan, sampai berulang-ulang. " Bagaimana sekarang apa perasaan kamu sudah tenang?"

Sari menganggukkan kepala ia berusaha tersenyum di hadapanku, " Jadi apa yang Ibu katakan kepadamu?"

Kedua mata itu mulai berkaca-kaca, membuat aku sudah curiga jika ada sebuah tekanan dari ibu kepada Sari. 

"Ibu menyuruh aku untuk mengizinkan kamu menikah dengan Puja. "

"Apa, berani ibu mengatakan hal itu."

Aku tak habis pikir dengan wanita yang sudah melahirkanku, kenapa ia begitu tega menyakiti hati menantunya yang jelas jelas, sama sama sebagai wanita. 

"Kamu harus tenang dulu mas, jangan sampai kamu emosi dan melukai hati ibu kamu, " ucap Sari, disaat situasi seperti ini Sari masih memikirkan perasaan ibu. 

"Ini tidak bisa dibiarkan aku harus datang ke rumah untuk menyelesaikan permasalah ini," balasku di depan Sari. 

Tiba-tiba saja tangan istriku mulai meraih tanganku, " Aku ingin ikut. "

Aku mengijinkan istriku untuk ikut denganku, di mana kami berdua akan menghadapi ibu yang sangatlah keterlaluan. 

Ponsel kembali mengeluarkan suara, membuat aku langsung mengangkat panggilan. 

"Halo. Sari jadi bagaimana, apa kamu sudah mengijinkan Riki menikah lagi?"

Aku benar-benar mendengar perkataan Ibu terlontar dengan begitu jelas pada sambungan telepon, perkataan yang menyuruh menantunya untuk mengizinkan seorang suami menikah lagi. 

"Bu, ini aku Riki. Sekarang Riki lagi di jalan menuju ke rumah ibu!"

"Mm, bagus kalau begitu, lalu Sari. Apa dia ikut denganmu?"

Mendengar perkataan ibu membuat aku menatap sekilas ke arah samping di mana istriku tengah duduk dengan perasaan gelisah. 

" Aku sudah membawa, biar kita obrolkan masalah ini di rumah ibu. Aku tak mau jika diobrolkan pada sambungan telepon yang malah membuat aku tak fokus mengendarai mobil nantinya. "

" Baiklah kalau begitu Ibu tutup sambungan telepon ini ya nak, hati-hati di jalan Ibu sangat menunggu kedatangan kamu begitu dengan istrimu. "

Entah akan ada kejutan apa lagi setelah ini di rumah ibu. 

Setelah sampai di rumah, aku sudah melihat ibu menyambut kedatanganku, wanita tua yang aku tinggalkan di rumah sakit itu kini duduk di kursi roda dengan Riri yang berada di sampingnya. 

Sampai seseorang keluar dari rumah dengan senyuman liciknya,  " Puja."

" Riki, akhirnya kalian datang juga. "

Aku mulai meraih tangan istriku memegangnya erat, untuk  segera melangkah menuju ke arah ibu kandungku sendiri. 

Sebagai seorang anak yang berbakti, tak lupa aku mencium punggung tangan ibuku lembut, " Ibu sangat rindu sekali dengan kamu,  nak?"

Aku hanya tersenyum kecil, berusaha menyembunyikan rasa sakit, setelah apa yang dilakukan ibu terhadap Sari. 

Sari yang berada di belakang punggungku, mulai meraih tangan Ibu untuk segera mencium punggung tangannya. 

Namun perlakuan ibu benar-benar keterlaluan, wanita tua itu seakan enggan diperlakukan sopan oleh menantunya sendiri, ia menepis tangan yang akan dicium oleh Sari istriku. 

"Bu."

Sari berusaha menghentikan perkataanku, agar aku tak mudah mengatakan hal yang  menyakiti hati ibuku. 

"Ayo masuk. "

Sebelum aku masuk ke dalam rumah bersama dengan istriku, aku bertanya pada ibuku dengan telunjuk tangan mengarah ke arah Puja yang berdiri di samping Riri. 

" Aku ingin bertanya pada ibu, apa keuntungan Puja ada di rumah ini, dia itu bukan keluarga kita ataupun saudara kita?"

Aku melihat ibu berusaha tetap tenang mendengarkan perkataanku, " lebih baik kita bahas di dalam rumah saja ya."

Sekilas menatap ke arah Sari di mana wanita yang menjadi istriku itu menganggukkan kepala, ya lalu berbisik pada telingaku, " sebaiknya kita masuk ke dalam rumah agar terlihat lebih sopan. "

Pada saat itulah aku mulai menjawab dengan nada malas. " Baiklah. "

Semua mulai duduk, di mana Ibu memulai sebuah perbincangan, " Ibu ingin meluruskan permasalahan kamu di kantor, karena Ibu mendengar …."

Belum perkataan Ibu terlontar semuanya, aku langsung memotong dengan sedikit membentak wanita yang sudah melahirkanku itu, " permasalahan? Maksud ibu," aku langsung menatap ke arah Puja dengan tatapan kesal, di mana tubuhku berdiri di saat orang-orang duduk dengan begitu rapi. 

Tangan istriku kini memegang tanganku, perkataan lembutnya membuat aku luluh, " duduklah Mas, kita dengar dulu perkataan ibu."

Puja yang sudah memfitnahku terlihat duduk santai, " Sudahlah,  mengaku saja Riki, kalau kamu sudah melakukan tindakan yang merugikan Puja. "

Aku benar-benar emosi ketika membicarakan masalah dan fitnahan di kantor yang pada akhirnya dibahas oleh ibuku sendiri. 

" Mengaku untuk apa Bu? Aku tidak pernah melakukan apapun terhadap Puja, dia itu hanya mengada-ngada, dia memfitnah Riki. "

Ibu berusaha menenangkan, menyuruhku untuk duduk kembali, " Tolonglah kamu tenang sedikit Riki, ini demi kebaikan keluarga kita dan juga nama baik almarhum Bapak kamu. "

"P€rs£t@n dengan nama baik, Bu kenapa sih ibu itu lebih percaya pada wanita yang bukan keluarga ibu sendiri ataupun saudara ibu sendiri, sedangkan pada anak sendiri."

Entah kenapa aku tidak bisa meneruskan perkataanku, apa karena emosi ataupun rasa kesal yang menggebu-gebu. Membuat aku merasa sia-sia menjelaskan semuanya. 

" Ibu bukan tidak percaya pada kamu, tapi buktinya sudah ada, dan sekarang Puja hamil anak kamu."

Entah Skenario apa yang diberikan sang Maha Kuasa kepadaku, sampai-sampai aku dikelilingi dengan orang-orang yang fitnah aku begitu keji. 

"Bu, jangan percaya dengan perkataan wanita l@knat ini," ucapku yang terlanjur emosi, membuat ibu tiba tiba memukul meja. 

Brakk ....

Aku terdiam, di mana semua mata yang berada di sana memandang ke arah wajah ibu.

"Riki, Ibu hanya ingin kamu bertanggung jawab atas kelakuan kamu, bukan malah mengata-ngatai Puja. Dia ini jadi korban karena ulah kamu sendiri. "

Pembicaraan ini sudah benar-benar tak masuk akal bagiku. Bagaimanapun aku menjelaskan kejadian yang sebenarnya Ibu tidak akan percaya, karena Ibu sangatlah berpihak kepada Puja.

" Riki tidak mau bertanggung jawab, karena Riki tidak pernah melakukan apa yang dikatakan Puja. "

"Riki, jangan egois kamu jadi laki laki, kasihan Puja."

Aku melihat ibu langsung melirik ke arah Sari.

"Sari."

Deg .....

Apa yang akan dikatakan Ibu pada sari?

1
kalea rizuky
kok tolol ya ana kecil lo ini di kasih ke bapaknya yg bodoh
Mutiara 123
tobat tomat itu namanya,, kmbali ke sifat aslinya lg
Mutiara 123
bayi usia baru 3 bln katanya, tp kok bisa ngomong ma- ma ,, ajaib tu baby
Farida Rida
Yang goblok yg nulis cerita, masa di kantor polisi g ada yg tahu g msk akal cerita ini, makanya aq g mau like
Evy
pasti drama ibunya...
Eli Elieboy Eboy
𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 𝚐𝚊𝚔 𝚗𝚢𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐 𝚗𝚢𝚊 𝚗𝚎 𝚌𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚖𝙺𝚒𝚗 𝚔𝚎 𝚜𝚒𝚗𝚒
Eli Elieboy Eboy
𝚍𝚊𝚖𝚊𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚍𝚘𝚊𝚗𝚔
Eli Elieboy Eboy
𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚜𝚒 𝚎𝚖𝚊𝚔 𝚌𝚞𝚖𝚊 𝚝𝚘𝚋𝚊𝚝 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚎𝚕 𝚍𝚘𝚊𝚗𝚔
Eli Elieboy Eboy
𝚊𝚚𝚞 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚒𝚛 𝚍𝚒 𝚜𝚒𝚗𝚒 𝚔𝚊𝚔
𝚜𝚘𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒 𝚏𝚋 𝚐𝚊𝚔 𝚙𝚞𝚊𝚜 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚐𝚛𝚎𝚐𝚎𝚝𝚗𝚢𝚊
fitri arip: wah, Terima kasih banyak banyak kak cantik. sehat selalu. makasih banget udah mampir.
total 1 replies
Eli Elieboy Eboy
𝚔𝚖𝚗 𝚖𝚒𝚔𝚞𝚝 𝚜𝚘𝚖𝚋𝚘𝚗𝚐 𝚖𝚞 𝚜𝚕𝚖𝚊 𝚗𝚎 𝚢𝚐 𝚜𝚕𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚗𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚊𝚌𝚒 𝚖𝚊𝚔𝚒 𝚜𝚊𝚛𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚢𝚐 𝚙𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚕𝚞𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚔𝚑𝚕𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚠𝚊𝚝 𝚖𝚞
Siti Julaeha
Uda gila Susi ingat masa lalu jd melampiaskan kesari
Rilda Ummi ZhubaiRahmat
penulis sdh bisa membuat kita emosi, baca sj terus..😅
fitri arip: 🤣🤣🤣 sabar kak.
total 1 replies
Siti Julaeha
Luar biasa
Siti Julaeha
bagus Riri hrs ths buat jera daniel
Siti Julaeha
dasar bego Riri di bohongin mau aja jadi gembel
Siti Julaeha
rasain Lo Riri jaga mulut selalu hina sari
Siti Julaeha
hebat drama nya puja
Siti Julaeha
kasihan sari
JUw!T@ H∆t!
👍
Handayani sutani
sari ko baik banget yaaa padahal ibu mertuanyaa jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!