Ribuan lembar di Papirus,ribuan kata kata cinta yang aku hanturkan Tidak cukup mendeskripsikan Aku mencintaimu.
"Aku tidak pernah bisa menaklukkan rindu ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilly✨, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
"Aku tidak suka bersalaman."Balas nya pergi menuju pinggir danau.
"Nice Selena!!"ujar batin nya.
Selena pergi menuju danau , memperhatikan semua orang berlutut di tepi danau berdoa, berdoa dengan kekasih mereka dan berdoa meminta jodoh.
"Apakah kalian tahu,"Aslan memulai, suaranya dalam dan penuh makna, ‘di makam Raja Hattusili ada kalimat indah yang terukir?’'
Selena menatapnya, sedikit tertarik. Adrian juga ikut mendekat, penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh pria itu.
"Aslan melanjutkan, 'Kalimat ini tidak pernah mengungkapkan nama seseorang, tetapi jelas bahwa itu merujuk pada seseorang yang sangat berarti bagi sang raja. Kata-kata itu begitu mendalam, penuh dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata biasa.'"
Dia berhenti sejenak, seolah merenungkan setiap kata yang akan ia ucapkan. "‘Di sini, di bawah langit yang abadi, aku meninggalkan jejak cinta yang tak akan pernah pudar. Meskipun dunia berputar dan waktu berlalu, kasihku padanya tetap terukir di setiap sudut tanah ini, seperti debu yang tak terlihat, namun selalu ada.’"
Aslan memandang ke arah Selena yang terlihat tertegun. "Begitulah kalimat yang terukir di makamnya. Tidak ada yang tahu pasti siapa yang dimaksud, tetapi menurut cerita-cerita kuno, itu adalah ungkapan cinta Raja Hattusili kepada seseorang yang lebih dari sekadar kekasih. Dia adalah bagian dari dirinya, seolah jiwa mereka terikat oleh takdir yang tak bisa dipisahkan."
"Kenapa kau mengatakan ini kepada ku?."tanya nya dengan tatapan tajam
"saya rasa anda , tertarik dengan sejarah."balas nya dengan tatapan yang dalam menatap mata biru itu.
selena menatap lama sepasang mata itu,dia berkaa kepada guide tapi, tatapan nya tertuju kepada Aslan,"Tuan guide terimakasih sudah memandu kami,kami pergi dulu."kata Selena menoleh wajah nya dan pergi.
!
"Tunggu! Apakah tidak bisa -."
Selena memotong kalimat nya dan berkata,"Aku Selena Calista Ravenshire...mantan Penasihat kerajaan inggris.."kata nya, melirik Aslan.
"jika kau ingin menyebarkan pengaruh bisnis mu ke inggris,aku bisa membantu mu dan langsung meminta izin kepada sang ratu."balas nya pergi meninggalkan danau dan tanpa berbalik.
"Ha.Penasihat inggris?lebih tepatnya mantan Penasihat?."kata nya, menyentuh rambut nya dengan tatapan yang seakan akan tidak percaya.
"Pantas saja,aku merasa familiar dengan nama Selena, itu dia. penasihat terkenal di inggris,dan Ravenshire? keluarga bangsawan dari Yunani..."kata nya.
dia sedikit tertawa dan melirik danau di belakang nya, dan berkata."Bagaimana ini?aku tertarik dengan seseorang yang tidak bisa aku miliki?."
"Aku sungguh iri dengan raja Hattusili yang bebas menunjukkan rasa cinta nya kepada semua orang.."gumam nya.
Tiba-tiba, angin berhembus lebih kencang, membawa riak-riak air yang lebih besar, seolah-olah alam pun menyadari ketegangan yang ada di dalam dirinya. Aslan menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya.
“Tidak ada yang pernah mudah dalam hidup ini…” ujarnya pelan, hanya untuk dirinya sendiri.
Setelah kembali ke Inggris, Selena dan Adrian disambut dengan hangat di istana.
Setiap hari pada sore hari, Ratu, Selena, dan Adrian duduk bersama di ruang teh istana yang nyaman, dikelilingi oleh dinding-dinding batu yang tebal dan jendela besar yang menghadap taman yang rimbun. Meja kecil dihiasi dengan porselen halus dan berbagai macam kue kecil yang mengundang selera.
"bagaimana hari pensiun,mu?."tanya ratu
"ya,berkat anda jadi merepotkan."
"haha.."ratu tertawa pelan dan melirik Adrian dan Selena yang saling Duduk berdekatan.
Ratu: dengan senyum nakal "Selena, Adrian, saya rasa kalian berdua cocok sekali. Sepertinya kalian bisa menjadi pasangan yang hebat."
Selena: terkejut "Ratu, apa yang Anda maksud? Kami hanya teman... bukan pasangan."
Adrian: tertawa canggung "Ya, betul... kita hanya sahabat. Saya tak tahu harus bagaimana jika berbicara tentang hubungan..."
Ratu: memiringkan kepala, dengan nada menggoda "Oh, saya tahu. Tapi, bukankah kalian berdua menghabiskan begitu banyak waktu bersama? Tidak ada yang lebih romantis daripada teh sore seperti ini. Kalian berdua terlihat seperti pasangan yang sudah lama bersama."
"Ratu, kita hanya minum teh. Tidak ada yang lebih romantis selain secangkir teh dan biskuit, bukan?"
Adrian,berusaha mengubah topik "Tapi, Ratu, kami memang sudah lama berteman. Anda tahu, seperti... dua orang yang tidak pernah kehabisan topik untuk dibicarakan."
sang ratu tertawa geli "Ah, ya, saya tahu. Tapi tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru, bukan? Mungkin sedikit... lebih banyak waktu berdua, lebih banyak teh, lebih banyak bicara."
menggulung mata "Apakah Anda mencoba menjodohkan kami?" kata Selena dengan nada yang datar
tersenyum nakal "Oh, saya hanya berusaha membantu takdir sedikit. Tak ada salahnya, bukan?"
Adrian,berusaha menjaga suasana tetap ringan "Saya rasa... ini lebih kepada teh dan bukan takdir, Ratu."
Selena,dengan wajah serius nya , tapi mata bersinar nakal "Oh, benar? Jadi jika saya ingin sedikit lebih banyak teh, saya harus... menikah dulu?"
Ratu yang mendengarnya terkejut sejenak, lalu tertawa "Oh, Selena, saya tidak mengatakan itu. Tapi siapa tahu, teh bisa menjadi jalan menuju sesuatu yang lebih manis, bukan?"
tertawa canggung "Saya rasa teh itu harus lebih banyak masuk ke dalam perut kita daripada ke dalam percakapan ini."balas, Adrian
mengangguk dengan serius, meskipun senyum nakalnya tetap ada "Benar. Tapi ingat, kalau kalian berdua berubah pikiran."
Selena: tersenyum lebar "Terima kasih, Ratu. Tapi saya rasa saya akan tetap menikah dengan teh saja."
Adrian: mengangkat cangkir tehnya "Saya setuju, teh adalah pasangan terbaik. Tanpa drama."
Ratu: tertawa riang "Ah, kalian berdua sangat lucu. Tapi tak ada salahnya berpikir tentang masa depan, kan?"