NovelToon NovelToon
Rebirth Of The Duke'S Daughter

Rebirth Of The Duke'S Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pelangizigzag

Putri bodoh yang satu ini berubah total dalam waktu semalam! Setelah ini dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakitnya satu-persatu. Lalu ditakdirkan hidup sebagai permaisuri? oh, tidak masalah karena ada pria tampan berkuasa yang akan membantunya sampai akhir.

NO PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangizigzag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Someone In the Emperor's Heart

Mikayla tak pernah salah dalam mengenali seseorang. Yang duduk di kursi teratas itu jelas saja Aidenloz dengan pakaian yang jauh berbeda. Tebakan Mikayla tak pernah salah, apalagi saat laki-laki itu masih menatapnya lekat dan tajam.

Di awal acara, Kaisar Javier memulai pidatonya untuk rakyat Armovin. Tentu saja berisi ucapkan selamat kepada kerajaan yang sudah berdiri cukup baru di tanah ini. Pujian dan kritik pedas pun kadang ia sampaikan, sampai-sampai wajah para bangsawan memerah karena komentar tak sedap sang Kaisar walau itu memang realitanya.

Sejak awal pidato hingga akhir, Aidenloz selalu melirik calon istrinya itu. Mula-mula Mikayla tak mengerti maksud dari tatapan tajam Aidenloz pada dirinya, tapi sekarang Mikayla baru menyadari bahwa tatapan se-gelap samudera itu mengarah pada tangan gadisnya yang masih berada di genggaman Putra mahkota Danial. Cepat-cepat Mikayla lepaskan tautan tangan mereka dan tentu saja hal itu membuat Putra mahkota Danial terheran-heran.

"Ada apa?" tanya Putra mahkota.

Mikayla menelengkan kepala. "Putra mahkota, hari ini adalah hari yang spesial untuk kerajaan," manik biru jernih Mikayla melirik sang Kaisar yang tersenyum tipis, nyaris tak terlihat dan mungkin hanya Mikayla lah yang sadar. "Sebagai penerus, apakah Anda bersedia menerima hadiah kecil dari saya?"

Danial tampak tertarik dengan Mikayla. Gadis itu selalu bisa membuatnya kagum, lambat laun Danial mulai menaruh hati pada Mikayla. "Hadiah seperti apa? Jangan terlalu membebankan diri Anda jika itu bisa menyulitkan keluarga Stanley."

"Suatu hal yang sangat Anda harapkan sejak dulu." Danial mulai resah saat Mikayla menoleh pada Kaisar. Ia membungkuk hormat dan menarik ujung gaunnya sedikit ke atas. "Yang Mulia Kaisar Javier. Bolehkah saya yang hina ini mengucapkan sesuatu untuk putra mahkota Danial pada publik?"

Aidenloz menatapnya tanpa ekspresi. Sekilas, ia mengangguk kecil dan tentu saja Mikayla memanfaatkan kesempatan kali ini.

"Saya mohon untuk perhatian kalian semua."

Serempak semua mata para bangsawan tertuju pada Mikayla yang berdiri dengan anggun. Tak ada senyuman sama sekali, kali ini ia benar-benar serius.

"Saya turut senang dengan perayaan hari ini." Ia tetap tenang. "Namun ada suatu hal yang harus saya sampaikan hari ini kepada kalian semua."

"Seperti yang kita ketahui, perjodohan antara saya dan Putra Mahkota Danial bukanlah kehendak kami. Namun, campur tangan dari orang wali kami. Perjanjian antara Raja Peterson dan tentu saja dengan ayah saya, Duke Stanley." Sepi. Semua orang mulai menerka-nerka maksud dari pidato Mikayla malam ini.

"Selama belasan tahun yang saya jalani selama ini sebagai calon putri mahkota bukanlah hal mudah. Saya harus rela mengorbankan nyawa yang dulu agar saya bisa sampai pada tahap yang sekarang." Mikayla melirik Putra mahkota. Wajah pria itu pucat pasi dan mengisyaratkan Mikayla agar menghentikan pidatonya sekarang juga.

Andai tak ada kehadiran Kaisar Javier, mungkin Putra mahkota akan langsung menarik calon putri mahkota untuk berhenti sekarang juga.

"Lalu hari yang terberat tiba. Saya tahu betul, putra mahkota Danial jelas lebih menyukai putri dari Marquis Torand dan menjadikan gadis lain sebagai kekasihnya. Tidak munafik, saya juga mencintai orang lain yang bisa menghargai dan sosok yang benar-benar bisa melindungi saya."

Bisik-bisik para bangsawan memenuhi Balairung istana. Banyak yang menyayangkan sikap Mikayla yang dengan mudahnya mencintai pria lain. Sedangkan pihak yang berada di kubu Marquis tentu senang bukan main. Bukankah ini merupakan kesempatan emas agar Amora bisa menaiki kursi putri mahkota?

Tak perlu mengotori tangan dengan darah kotor wanita itu, Amora bisa mendapatkan keinginannya dengan mudah.

"Ah, ternyata Nona Mikayla masih bodoh seperti kemarin. Berani-beraninya dia melepaskan Putra mahkota!"

"Aku yakin setelah ini hukuman gantung menunggunya."

"Aku tak bisa membayangkan bagaimana nasib pria yang dicintai Nona Mikayla. Pasti mereka akan dihukum bersama karena pengkhianatan ini."

Mikayla seolah menulikan pendengarannya. Hari ini ia akan menyelesaikan semua permasalahan dengan kerajaan Armovin, harus.

"Dengan alasan yang sangat jelas. Saya, Mikayla Carolyn Stanley, putri Sah dari Duke Stanley telah memutuskan hubungan pertunangan dengan Putra Mahkota Danial Stamford, Putra Mahkota Kerajaan Armovin dan Putra pertama Raja Peterson. Dengan ini kami tak memiliki ikatan apapun lagi."

Ucapan Mikayla begitu tegas dan berani. Suaranya yang lantang mendengung ke seluruh penjuru istana, memberi tahu semua orang bahwa antara dirinya dan putra mahkota sudah tak memiliki ikatan apapun. Ia bebas, tak akan ada lagi yang perlu berpura-pura seperti pasangan bahagia.

"Lancang sekali, kau!" Raja Peterson bangkit dari takhtanya. Wajah pria paruh baya itu menggelap, siap membunuh gadis yang masih berdiri tenang di sisi lainnya. "Apa hak mu memutuskan hubungan dengan Putra Mahkota!"

Mikayla tersenyum miring. Ia mengeluarkan dua surat bertinta emas yang ia dapatkan langsung dari Raja Peterson minggu lalu. "Yang Mulia Raja telah memberikan saya dua hak kebebasan dan saya hanya memakai salah satunya. Itu hak saya, yang mulia!"

"Berani sekali!" Raja Peterson semakin tersulut api kemarahan. Ia menatap bengis. "Tangkap dan penjarakan gadis tak tahu diri itu!"

Semua pengawalnya pasang badan dengan tombak dan pedang mereka yang mengacung tinggi. Mikayla melirik ke arah Aidenloz, pria keemasan itu tampak diam saja seolah menikmati pertunjukan didepannya.

Mikayla tak bisa mengandalkan siapapun di sini. Terpaksa ia mengeluarkan pedang yang disimpan dari balik gaun. Pedang Phoenix yang berpendar cantik di tengah Balairung. Dengan kilatan pedang itu saja, para pengawal mulai gentar.

"Jika nona menyerahkan diri, kami tak akan menyeret Anda menuju penjara bawah tanah dengan paksa," ucap salah satu pengawal dengan pangkat tertinggi. "Turunkan pedang Anda, nona."

"Lawan saja, seret aku menuju penjara bawah tanah." Mikayla melepaskan penutup kepala yang digunakan pengawal itu menggunakan pedangnya, secepat kilat bahkan tak ada yang menyadari bahwa pedang Mikayla lah yang hampir mengenai leher pengawal tertinggi tersebut. "Kalau kalian bisa!"

"Jangan diam saja, wanita itu telah merusak pesta malam ini. Tangkap!" perintah Raja Peterson lagi. Ia tak akan mengampuni Mikayla sekali lagi.

Lima pengawal mengepung pergerakan Mikayla yang berada di tengah-tengah mereka. Namun bukan Mikayla namanya jika tak bisa mengelak dengan sempurna. Keributan tak bisa dibendung, pengawal terus berdatangan, namun Mikayla belum tertangkap karena selalu pintar berkelit.

"Memalukan," desis Kaisar Javier yang sebenarnya masih menikmati pertunjukan calon istrinya. "Sebegitu lemahnya kah pengawalmu, Raja Peterson? Mereka bahkan tak bisa melumpuhkan pergerakan dari seorang nona muda."

Raja Peterson terdiam, benar-benar malu. Lagi-lagi Kaisar Javier meneliti kejadian didepannya. "Ada tiga puluh pengawal? Ah, tidak. Lima puluh lebih. Lain kali tingkatkan kualitas pertahanan Armovin."

Para bangsawan tersisih ke sudut-sudut ruangan. Gaduh, hal seperti ini tak pernah mereka harapkan sebelumnya. Mikayla masih menangkis, ekspresinya masih sama, setenang lautan yang tak akan kau ketahui kedalamannya.

Kaisar Javier berdiri dari kursi Agungnya. Jubah emas pria itu terseret di atas lantai dan kebesarannya semakin tampak karena perpaduan warna merah dan emas di seluruh tubuh. Tak ada yang tahu jika ia sangat tertarik dengan kejadian buruk di depannya.

"Hentikan keributan ini."

Hening. Mereka semua langsung menghentikan perlawanan terhadap Mikayla. Siapa yang berani melawan perintah Kaisar Javier? Kaisar yang bengis dan mampu mengendalikan lima benua sejak berusia sepuluh tahun.

"Mikayla Stanley, kemari lah. Sudah cukup bermain-main dengan pedang itu, saatnya aku mengumumkan calon permaisuri Erosh kepada semua orang disini. Malam ini."

1
Murni Murniati
kampret ini lama lama minta dikubur ini, apa tak sadar dia siapa, ini anak dewa dewi dia budak,apa tak sadar dia
Murni Murniati
kan dia udah dikasih dua kebebasan keinginan ini, jd kapan diminta
🌿wing2bo_27
Luar biasa
>AY<
cerita nya rumit, harus mengulang kata"nya supaya paham.
Ayu Mestari
Luar biasa
Yati Haryati
ceritanya terburu buru bgt min
Ayu Sari Murni
manggilnya adiden aja Thor susah q bacanya
ana azizah
bertele2
Hikam Sairi
baca
Dede Mila
/Proud//Joyful//Joyful//Joyful/
Inesya Qinan s
Luar biasa
Inesya Qinan s
Lumayan
Asmi Pandansari
aku mampir
Murni Dewita
sama2 penasaran kita mikayla/Grin/
Murni Dewita
mampir
Dang Antie
Luar biasa
♤avcdssi
suka banget sama cerita, tapi epsonya sedikit heheh
Riska Mustikasari
putri tidur butuh make up baca dimana kak... kok ga ada aku cari
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Querido🦋
yakin ingin menghukum tahta tertinggi diatas raja hm?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!