Hanya Chanel yang bisa memperkosa suaminya sendiri supaya mendapat pengakuan sebagai istri.
Akibat perbuatan tidak senonohnya itu akhirnya Chanel hamil dan membuat masalah semakin rumit di pernikahan siri antara Valentino dan Dior.
Kok bisa gitu? Simak kisah cinta segitiga antara Chanel, Valentino dan Dior.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanda Perpisahan
“Tolong pertimbangkan semuanya, Pi. Kami memang salah menikah tanpa ijin tapi sekarang ada calon bayi kami!“ ucap Valentino memohon. “Bayi itu membutuhkan aku!“
Di dalam ruangan rawat inap, Dior mendengar suara Valentino yang berada di luar karena bangsal kelas VIP itu sepi tentu saja suara sekecil apapun terdengar.
“Mi, aku mohon. Aku ingin bertemu suamiku!“ pinta Dior mulai meneteskan air matanya.
Karena khawatir dengan keadaan Dior akhirnya maminya keluar ruangan untuk mendatangi suaminya.
“Pi, biarkan mereka bertemu dulu! Kandungan Dior masih rentan,“ bujuknya.
Maheswari menatap Valentino dengan tajam. “Aku beri waktu 5 menit!“
Dan Valentino tidak ingin menyia-nyiakan waktu, dia langsung masuk kedalam untuk bertemu dengan istrinya.
“Sayang__“ Valentino langsung memeluk Dior yang terbaring diranjang pasien dan memberikan beberapa kecupan disana. “Maafkan aku, maafkan aku!“
Dior tidak menjawab, dia menikmati pelukan hangat suaminya. Dia rasanya ingin waktu berhenti sekarang juga, dia tidak ingin memikirkan hal apapun yang akan mempengaruhi kehamilannya.
Cukup lama dalam posisi itu akhirnya Valentino mengurai pelukannya dan memberikan ciuman bibir pada istrinya yang pucat.
“Aku pasti akan memperjuangkanmu, Sayang. Aku akan berusaha meyakinkan papi mertua!“ bujuknya.
“Papiku sangat keras kepala, Val,“ sahut Dior merasa pesimis tentang hubungan pernikahan mereka.
“Apapun yang terjadi, aku tidak akan menceraikanmu!“
*****
Valentino kembali ke apartemen dengan pikiran kacau, dia masih ingat jelas bagaimana Maheswari mengusirnya pergi.
Tanpa dia duga ternyata saat dia kembali ada Chanel di sana. Chanel memang berada di apartemen untuk mengemasi barangnya. Rasanya cukup untuk dia berjuang selama ini, dia bahkan sudah merendahkan harga dirinya tapi Valentino tidak pernah memandangnya sebagai istri.
“Kak Valen, aku mau pamit!“ ucapnya dengan menarik kopernya.
Valentino yang saat itu duduk dengan memejamkan matanya langsung terperanjat. Dia tidak menyadari ada Chanel yang berdiri di depannya.
“Pamit?“ tanya Valentino penuh selidik.
Chanel mengangguk. “Ayo kita bercerai! Aku akan mengajukan surat cerai dan kakak bisa membuat kak Dior jadi istri sah!“
“Aku akan mundur. Bukankah aku hanya penghalang pernikahan kalian?“
“Dan aku juga takut akan tergoda menjadi ja*lang dan memperkosamu lagi!“
Chanel mulai mengingat semua hinaan Valentino dan meluapkannya tanpa memberi suaminya itu celah untuk berbicara.
“Maafkan aku, Chanel. Aku tidak bermaksud menghinamu! Aku terlalu terbawa emosi!“ ucap Valentino setelah mereka terdiam cukup lama.
“Aku tidak merasa terhina tuh. Kan aku melakukannya dengan suamiku sendiri!“ sindir Chanel supaya Valentino selalu mengingat jika dia juga istrinya.
Chanel mendekati Valentino yang masih dalam posisi duduk. Dengan cepat dia naik ke perut Valentino dan menekan tubuhnya supaya suaminya itu tidak bisa bergerak.
“Chanel__ jangan mulai!“ protes Valentino.
“Kenapa? bukankah aku seorang ja*lang? Akan aku tunjukkan apa itu ja*lang yang sesungguhnya!“
Tanpa basa basi lagi Chanel langsung mencium bibir Valentino penuh hasrat dan gairah. Ciuman yang begitu memabukkan sampai Valentino juga terlena untuk membalas.
Ciuman itu turun ke leher dan Chanel memberikan tanda merah disana membuat Valentino mengerang.
Chanel menyeringai. “Ternyata tubuhmu tidak bisa berbohong kak Valen! Kau menikmati sentuhan ja*lang sepertiku!“
Kalimat yang membuat wajah Valentino memerah tapi dengan cepat pria itu langsung menguasai dirinya.
“Anggap itu sebagai tanda perpisahan kita!“ ucap Chanel yang turun dari tubuh Valentino dan langsung pergi dari apartemen.