NovelToon NovelToon
Salah Nikah

Salah Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:389.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Novi wu

Di balik suami yang posesif, menyimpan sebuah rahasia besar!

Alan akan selalu melempar benda-benda yang terdekat dengannya ketika ia kecewa dengan Nesa, ia memang tidak pernah memukul istrinya—pria itu akan menumpahkan kekesalannya pada barang-barang di rumahnya.

Nesa sebenarnya tidak tahan lagi, tapi hanya demi Ribi—putri semata wayangnya dirinya bersabar menghadapi perangai buruk suaminya yang tempra mental. Tapi bencana itu datang, saat Nesa mengetahui jika sang suami tidur dengan wanita lain hanya satu kalimat yang terucap.


"Mari kita cerai!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 13

Terima Kasih karena sudah meninggalkan jejak setelah membaca. Jangan lupa vote, ya. Agar salah nikah cepat naik.

Selamat Membaca, semoga suka.

tencu,

Novi Wu

_________________

Kukira cintaku akan subur seiring perjalanan pernikahan kita yang tidak sebentar, tapi kau membunuh perasaanku sedikit-demi sedikit dengan perangaimu yang buruk.

***

Nesa terdiam sesaat, ketika temannya menanyakan keberadaan suaminya, namun saat mulutnya hendak menjawab pertanyaan itu, tiba-tiba—

"Komandan!" Seorang polisi yang sepertinya bawahan Adnan menghampirinya seperti ingin melaporkan sesuatu.

"Gimana, Ji?" Adnan bertanya serius kepada bawahannya yang memiliki name tag Aji Santoso tersebut.

"Aman, Ndan. Saya sudah menyisir semua tempat," jawabnya dengan sikap tegap dan begitu tegas.

"Bagus! Aku sebentar lagi akan kembali ke Markas, kamu duluan saja, Ji!" perintahnya.

"Siap, Komandan!" serunya, lalu pergi.

Kini Adnan kembali menatap Nesa, ia tersenyum. "Nes, kayanya aku harus balik ke Markas, urusanku sudah beres. Boleh minta kontakmu?" tanya Adnan penuh harap.

"Boleh, Nan." Nesa membuka ponselnya memberikan nomor kontak pada Adnan.

"Terima kasih, ya. Nanti aku Calling-calling," ucapnya sembari berlalu.

Nesa hanya tersenyum, dan ikut melambaikan tangan ketika Adnan melambaikan tangan lebih dulu padanya.

"Sopo Mbak?(Siapa, Mbak?)" Salma muncur tiba-tiba, dan membuat Nesa terkesiap karena kaget.

"Astagfirullah!" Nesa reflek memegang dadanya sendiri ketika Adik bontotnya sudah ada di sebelahnya dan juga menatap lekat pada Adnan yang mulai menjauh.

"Siapa? Cek guantenge puol!" ucapnya berdecak kagum.

"Kepo!" Selma mengusap wajah adiknya agar ia berhenti menatap Adnan, lalu pergi menghampiri Ribi untuk ikut senam bersamanya.

Sebenarnya dulu Adnan hampir tidak pernah berbicara kepadanya, entah mengapa pria itu selalu menyebutnya gula jawa pahit, yang Nesa sendiri tidak tahu apa artinya. Ketika Adnan menggodanya, dia hanya diam enggan menjawab bahkan berkomentar, ataupun marah pada temannya itu. Karena ia tahu—jika Adnan terkenal murid paling badung—dulu. Belum lagi ia juga pindah ke Jakarta setelah kenaikan kelas, jadi Nesa benar-benar tidak memiliki kenangan baik dengan Adnan Rahardian. Bisa dibilang buruk, malah.

Tapi anehnya dengan mudah Adnan malah mengenalinya lebih dulu, tadi. Sungguh aneh memang. Seolah lelaki itu menyimpan kenangan baiknya bersama Nesa.

***

"Nesa ... aku kangen, aku pengen kembali sama kamu." Suara rintihan terdengar dari mulut Alan, ia tampak mengigau sembari tertidur, bibirnya begitu pucat. 

Sejak datang ke Semarang memang Adnan merasa badannya aneh, dan tidak enak. Ia tampak sedikit merasa demam, mual dan muncul ruam di kulitnya.

Dengan lemas ia menyambar ponsel di nakas, kemudian dengan bersusah payah lelaki itu mencari kontak istrinya di dalam gawai miliknya, untuk menghubungi wanita yang telah enam tahun dia nikahi itu.

"Hallo ...." Terdengar suara istrinya menjawab panggilannya dengan suara lembut.

"Nes–Nesa ... aku sakit, Nes. Kamu bisa ke sini nggak?" pintanya dengan suara bergetar.

"Aku nggak bisa, Mas. Bapak juga pasti nggak setuju," jawab Nesa dengan nada penuh penekanan.

"Please! Nes. Kumohon," pintanya lagi.

Namun, setelah kalimat itu—suara panggilan terputus menyesakkan hati Alan, yang memang sedang benar-benar sakit. Ia tidak memiliki siapa-siapa di kota ini, kecuali Nesa. Jadi hanya istrinya-lah harapan terakhirnya. Tapi karena ulahnya sendiri, membuat wanita yang memang paling mengerti akan dirinya, kini pergi menjauh selama-lamanya.

Sementara itu Nesa yang baru saja mendapat panggilan dari Alan, langsung keluar kamar. Dirinya mendapati Ayah dan Ibunya sedang duduk santai di depan televisi. Dengan perasaan campur aduk, Nesa duduk mendekati keduanya.

"Pak ... Buk." Suara Nesa membuat keduanya menengok secara bersamaan.

"Apa, Nduk?" Ibunya menyaut terlebih dahulu.

"Mhhh ...." Nesa tampak ragu mengutarakan kata-katanya.

"Apa?" Kini bapaknya bisa dengan mudah menangkap gelagat aneh anaknya.

"Mas Alan sakit, Pak, Buk," ucap Nesa, membunuh rasa tidak enaknya pada orang tuanya.

"Sakit apa?" tanya sang Ayah, pria paruh baya itu kelihatan malas, ketika sang putri bercerita tentang menantunya.

"Nggak tau, Pak. Makanya Nesa mau ke sana, di hotel tempat mas Alan nginep."

"Nggak usah!" celetuk sang ibu tidak setuju.

"Tapi, Buk—"

"Kamu mau, setelah kamu ke sana, kamu nggak balik lagi? Suamimu tempramental begitu." Eriawan tidak setuju dengan permintaan Nesa, dan berkata pada anaknya jika tidak perlu mempercayai apa yang dikatakan lelaki itu.

1
kalea rizuky
kok g lanjut
kalea rizuky
keluarga nendra baik semua
kalea rizuky
Nessa bloon booddoh inget anak km mau anak mu kena HIV oh bloon
kalea rizuky
blooon cak
Muhammad Afif
tulis tu jangan lame lame
IG __NoviWu: maaf bapak, penulisnya memang hiatus. Sedikit tidak tahu diri memang 🙏
total 1 replies
Widi Widurai
bersyukur aja cepet ketauan. dan slama itu alan ga mau jamah. bisa bisa kamu ketularan dia. ikut apes iy
Adiba Shakila Atmarini
lnjut up..
🌻Ruby Kejora
Karyanya luar biasa kak
Eswida Primaningrum
,
Eswida Primaningrum
,
Red Velvet
Kalau Nendra mau ikutin Nessa dan keluarganya Nendra ikhlas ya gak papa Nes meski awalnya gak seiman.
Red Velvet
Pelan2 aja Nendra, pepet aja terus si Nessa dan keluarganya. Dgn ctt "seiman" biasanya org tua langsung merestui dan Nessa gak akan bisa berkutik lagi karena restu sdh ditangan😁😁😁
Red Velvet
Adnan kalau memang suka sama Nessa ya harus diyakinkan dlu mamanya itu mau menerima Nessa. Karena sulit membina rumah tangga tp mertua gak suka sama kita, yg suka aja biasanya ada konflik apalagi yg gak suka begini bisa2 tekanan batin Nessa nikah sama Kau🤨
Red Velvet
akhirnya dilanjut lagi... jd penasaran dgn siapakah nanti Nessa akan berlabuh🤔
Erbanana
Nesa ingat kamu dan Nendra beda keyakinan.
Red Velvet: sulit memang jika keyakinan yg jd penghalang. Semoga saja kisah ini gak akan terlalu rumit, kasian Nessa🥺
total 1 replies
Yunia Afida
Alhamdulillah up lagi, semangat terus💪💪💪💪💪,
arandita olivia
di tunggu kelanjutannya kak... semangat bagus bget ceritanya
Deriana Satali
Kirain crtnya berakhir tnp ujung tp ternyata di sambung lg semangat upnya thor
Sunariyah Sunariyah
ceritanya bagus bgt
suka bgt
mudah2 Han author nya GX lama2 up ny
Fitriyah Fino
semangat up kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!