NovelToon NovelToon
Be The Antagonist'S Wife

Be The Antagonist'S Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Sistem / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.

"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka dan cinta abadi

Sinar matahari pagi merangkak masuk melalui celah gorden kamar Cassandra dan Georgio. Sudah dua hari berlalu sejak kepulangan mereka dari pulau waktu itu. Atas permintaan Cassandra, mereka hanya menghabiskan dua hari di sana. Cassandra tahu, setiap detik yang berlalu adalah langkah menuju perpisahan yang tak terelakkan.

Disana mereka cukup menghabiskan waktu bersama. bercerita, bercanda, tertawa. Cassandra tidak menyangka, Georgio yang dulunya dingin, kini menjadi pribadi yang sangat berubah drastis, dia bahkan bisa menggoda Cassandra hingga Cassandra benar-benar kesal.

Cassandra membuka matanya perlahan, pandangannya langsung disambut wajah tampan suaminya yang tertidur. Bukan tanpa alasan Cassandra cepat-cepat ingin pulang dari pulau. Cassandra hanya tidak ingin saat tiba dia pergi, suaminya akan pulang sendiri dengan pikiran yang kacau. Cassandra sudah menebak, pasti Georgio akan hancur, tapi mau bagaimana lagi, Cassandra tidak bisa berbuat apa-apa.

Cassandra menopang dagu di dada bidang Georgio, menatap lama wajahnya. Wajah itu pasti akan dia rindukan.

Perlahan, Cassandra beranjak dari ranjang. Ia melangkah menuju balkon, merasakan semilir angin pagi yang menusuk kulitnya. Ia harus memastikan waktu pastinya. Seminggu sudah berlalu sejak peringatan sistem itu.

"Sistem! Dimana kamu?"Cassandra berteriak didalam hati.

"Aku disini, aku selalu didekat mu."balas suara yang tidak asing itu.

"Ini sudah satu minggu, bagaimana caranya aku bisa kembali?"

"Kamu bisa kembali nanti malam, tepat saat pergantian hari."Cassandra mengangguk mengerti, jadi dia masih punya waktu sedikit untuk benar-benar mempersiapkan diri berpisah dengan Georgio.

"Jadi saat aku tertidur?"tanya Cassandra.

"Bukan. Kamu harus pergi ke kolam berenang tepat saat kamu pernah menemukan surat dari ku. Agar bisa kembali ke dunia asalmu, kamu harus masuk kedalam kolam, nanti disana kamu akan menemukan pintu kembali."

Cassandra menarik napas panjang. "Baiklah. Aku... aku merindukan ibuku. Omong-omong, apa kamu tau kabar keluargaku di sana?"

"Tidak ada."

Cassandra tersenyum getir, mencoba memaklumi. "Tentu saja kamu tidak tau, kamu kan di sini bersamaku."

"Maksudku keluarga mu sudah tidak ada, bahkan tubuh aslimu juga." Cassandra terkejut. Lututnya seketika lemas. Dunianya seakan berputar hebat. Ia tertatih menuju kursi balkon dan jatuh terduduk di sana dengan wajah pucat pasi.

"Bagaimana mungkin? Aku ingat betul, aku hanya tertidur sebelum terbangun di sini! Tidak ada kejadian tragis yang menimpaku!" cecar Cassandra sambil mencengkeram kepalanya yang mulai berdenyut nyeri.

"Ingatanmu hanya merekam saat kamu tidur. Namun kenyataannya, rumahmu hangus terbakar. Tidak ada yang selamat. Tubuh aslimu sudah menyatu dengan tanah."

Air mata Cassandra luruh seketika. Harapannya untuk memeluk sang ibu hancur berkeping-keping. Jika keluarganya sudah tidak ada, untuk apa dia kembali?

"Lalu? Kenapa aku harus kembali sedangkan tubuhku sudah tidak ada?"

"Kamu memang harus kembali, karena ini bukan tempat mu." Cassandra mengeram kesal. Kenapa dia berbelit-belit, kenapa tidak dijelaskan secara rinci, Cassandra sungguh tidak mengerti.

"Baiklah, baiklah aku akan menjelaskan dengan jelas, kamu dengarkan baik-baik."ucapnya seakan mengerti maksud dari raut wajah Cassandra. "Pertama, kamu tetap kembali, tapi dengan membawa tubuh Cassandra ini karena tubuh aslimu sudah tidak ada. Kedua, di dunia aslimu, kamu akan terlahir kembali sebagai bayi. Tubuh ini akan menyusut menjadi anak kecil, namun wajah ini akan tetap kamu miliki saat kamu dewasa nanti. Kamu akan memiliki keluarga baru yang kaya, orang tua yang sangat mencintaimu, dan hidup yang penuh kebahagiaan. Ini adalah imbalan atas keberhasilanmu menjalankan misi di sini."

"Apa! Aku akan menjadi anak kecil lagi?"tanya Cassandra tidak habis fikir

"Benar, kamu akan memiliki keluarga baru, tapi tenang saja, kamu akan bahagia."

Cassandra diam, tidak bisa merespon apa-apa. Bagaimana mungkin dia hidup kembali sebagai anak kecil, membayangkan nya saja dia tidak sanggup.

"Bagaimana? Kamu mau?"

"Kalau aku menolak, bagimana?"

"Kalau kamu menolak, tentu saja kamu akan tetap pergi dari sini, tapi kamu akan pergi ke alam baka, karena kenyataannya, tubuh kamu didunia asli sudah tidak ada, ini tawarkan yang menarik, selama ini kamu hidup menderita, aku sarankan kamu jangan menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku sudah menjamin kamu akan bahagia."

Cassandra menghela nafas panjang. "Bagaimana mungkin aku akan bahagia? Kamu tau, aku sudah mencintai Gio, kebahagian ku ada padanya."

"Aku tau, tapi kamu tidak akan memikirkan dia lagi, karena setelah pergi dari sini, kamu akan melupakan dunia ini, termasuk orang-orang yang ada disini."

Cassandra tersentak. Melupakan Georgio? Hatinya memberontak, namun logika kecilnya berbisik bahwa itu mungkin jalan yang terbaik. Terus mengingat Georgio saat dia hidup di dunia lain hanya akan menjadi kutukan abadi bagi Cassandra.

"Baiklah... aku setuju. Tapi, bisakah kamu membuat Gio melupakanku juga? Aku tidak ingin dia menderita sendirian."

"Kalau itu tidak bisa, dia akan tetap mengingat mu selamanya."

Hati Cassandra rasanya seperti dihantam godam besar. Remuk tak bersisa. Ia akan melupakan, sementara Georgio akan tetap memeluk kenangan mereka dalam luka yang tak akan pernah kering. Kejam. Itu sangat kejam.

Tanpa di sadari, Georgio sudah berdiri di sampingnya. Pria itu menatapnya dengan raut wajah penuh kekhawatiran yang mendalam. Georgio berjongkok di depan Cassandra, meletakkan tangannya di atas paha istrinya, lalu mendongak menatap matanya.

"Kamu kenapa?"tanya Georgio, dia menggapai kedua tangan Cassandra, menggenggam nya erat.

Cassandra tersenyum kecil, dia melepas genggaman tangan Georgio, lalu beralih membelai rambut Georgio lembut.

"Tidak apa-apa. Aku hanya terlalu banyak memikirkan masalalu, jadinya sedikit sedih."

Georgio menggenggam tangan Cassandra yang membelai kepalanya, membawa tangan itu ke pipinya, ibu jari Cassandra mengelus pipi itu lembut.

"Kenapa harus memikirkan masalalu, hm? Lebih baik memikirkan masa depan kita."mendengar itu Cassandra rasanya ingin menangis. Masa depan kita masing-masing maksudnya? Tidak ada masa depan kita berdua, kedepannya kita tidak bersama lagi. Cassandra menatap lama wajah Georgio, dan dia akan melupakan wajah itu.

Tanpa sadar air mata Cassandra menetes, membuat Georgio benar-benar panik. Georgio beralih duduk disebelah Cassandra dan menghapus jejak air matanya.

"Kamu kenapa? Kenapa tiba-tiba nangis?"Cassandra menggeleng sambil menggenggam tangan Georgio yang ada di pipinya. Matanya tidak lepas menatap wajah Georgio.

"Suatu saat, kalau aku buat kesalahan, tolong benci aku sepuasnya."Ia berharap Georgio membencinya. Jika Georgio membencinya karena kepergiannya yang tiba-tiba, mungkin pria itu bisa melupakannya dan mencari kebahagiaan lain, seperti saat ia membenci Annabella dulu.

"Kesalahan apa?" Georgio tersenyum getir namun tulus. "Bahkan jika suatu saat kamu mengkhianatiku lagi, aku akan tetap memaafkanmu."

Cassandra terisak semakin keras. "Jangan seperti ini... Aku merasa menjadi wanita paling jahat di dunia ini."

Georgio merengkuh wajah Cassandra dengan kedua tangannya. Tatapannya kini berubah sendu dan rapuh. "Tidak, bagi aku kamu adalah segalanya. Jangan bicara seolah kamu akan pergi. Aku takut, Sandra. Aku sangat takut kehilanganmu. Jika kamu berniat pergi, aku mohon... jangan lakukan itu."

Suara Georgio bergetar di akhir kalimat. Cassandra tak sanggup lagi berkata-kata. Dia langsung menghambur ke dalam pelukan Georgio, memeluk pria itu dengan sisa kekuatan yang dia miliki. Georgio membalasnya dengan dekapan yang begitu erat, seolah ingin menyatukan tubuh mereka agar tak terpisahkan oleh apa pun.

Cassandra menangis dalam diam di pundak suaminya. Ternyata, Georgio sudah memiliki firasat. Cinta pria itu begitu besar hingga mampu merasakan detik waktu yang kian menipis. Namun, takdir tetaplah takdir. Malam ini, kisah mereka akan berakhir, meninggalkan satu orang dalam lupa dan satu orang lainnya dalam luka abadi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!