Mentari Shaqueena Lashira
Mentari gadis lulusan SMA yang harus berurusan dengan seorang Billionaire yang tengah mencari istri. Berbagai kelakuan nakalnya membuat Rafandra pusing tujuh keliling menghadapinya.
Rafandra Maxwell Romanov
Billionaire kaya raya yang didesak orang tuanya untuk segera menikah dan memberikan pewaris pada orang tuanya.
Akankah mereka berakhir bahagia atau malah sebaliknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu andita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epson 12 - Keputusan
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya 🙏🙏
Harap tahan EMOSI ini PUASA
Happy Reading!!
Sandra datang ke mansion keluarga Romanov. Dia berjalan melewati para pelayan yang membukakan pintu untuknya.
"Sore tante, Om. " sapa Sandra dengan senyum manisnya.
"Sore juga Sandra. " jawab Mommy Clau.
"Oh ya Tante, Aku dengar perusahaan O'Neil group tengah mencari model untuk iklan pakaian dalam mereka. " ujar Sandra.
Mentari melirik kearah Sandra dan sepertinya tertarik dengan pembahasan yang dibicarakan si belut genit barusan.
"Oh ya Tari bagaimana kalau kamu ikut daftar siapa tahu kamu yang terpilih. " tawar Sandra dengan senyum manisnya.
"Tidak. " sahut Rafa dengan tatapan datarnya.
Mentari menoleh dan menatap sengit kearah calon suaminya.Diapun langsung memasang wajah puppy eyesnya kearah Rafa.Rafa membuang nafas pelan dan merasa tidak tega apalagi dengan tatapan gadisnya barusan.
"Aku tidak rela kalau Mentari memakai pakaian dalam dihadapan umum terutama pria lain. " geram Rafa tidak terima.
"Ayolah darling izinkan aku ikut dan daftar ke perusahaan itu. " pinta Mentari dengan tatapan memelasnya.
"Tidak! tegasnya tak terbantahkan.
Mentari memanyunkan bibirnya mendengar keputusan mutlak Rafandra. Mommy Clau dan Daddy James terkekeh melihat sikap posesif puteranya terhadap Mentari.Namun diam diam dia tersenyum miring tanpa disadari oleh Rafa.
"Lihat saja aku akan mendaftar ke perusahaan itu xixixi. " batin Mentari.
Sandra merasa sebal melihat Rafa yang begitu posesif pada Mentari.Kian hari kebenciannya pada Mentari semakin bertambah.
"Apa hebatnya sih si ubur ubur hingga Rafa sangat peduli padanya. " batin Sandra muak.
Mentari mengambil ponselnya setelah itu browsing internet mengenai perusahaan yang memcari model pakaian dalam. Setelah ketemu,Mentari langsung menyimpan ponselnya dalam tasnya.
Rafa hendak mencium keningnya namun Mentari menghindar dan menjaga jarak darinya.Sontak membuat Rafa membuang nafas berat melihat gadisnya merajuk.
"Ayolah sayang jangan merajuk dan mengabaikanku. " ucap Rafa dengan raut bingungnya.
Mentari tak bergeming masih tetap mengacuhkan Rafandra.Arjuna hanya bisa tertawa melihat raut frustrasi sang kakak menghadapi Mentari.Tiba tiba Mentari merasa haus dan diapun menatap kearah Mommy Clau.
"Bibi Clau aku ingin minum. " ujar Mentari.
"Baiklah ayo ikut bibi ke dapur sayang. " ajak Mommy Clau.
Mentari mengangguk lalu beranjak begitu juga dengan mommy kemudian dua wanita beda usia langsung meninggalkan orang orang di sana.
"Oh ya Rafa menurutku gadismu itu sangat kekanakan dan juga apa apa ingin dituruti memangnya siapa dia istrimu bukan tapi masih calon tapi berasa ratu. " ujar Sandra dengan nada menyindir.
Rafa merasa tidak suka dengan ucapan Sandra barusan dan kini menatap calon adik iparnya iru dengan sinis.
"Itu hak Mentari sebagai calon istriku dan aku akan memanjakannya asalkan dia bahagia. " tegas Rafa.
"Lama lama dia akan ngelunjak Rafa dan siapa tahu dibelakangmu dia berpacaran sama pria lain mengingat tingkahnya yang murahan. " ujar Sandra lagi.
"Cukup tutup mulutmu! jangan sebut gadisku dengan sebutan murahan Sandra. " bentak Rafa yang kelepasan terbawa emosi.
Nyali Sandra langsung menciut mendengar bentakan Rafa dan tatapan tajamnya yang mematikan.Arjuna hanya berdecak kesal melihat sikap tunangannya yang keterlaluan.
"Dasar wanita ular. " dengusnya dalam hati.
Dari tempatnya berdiri Mentari mendengar semua ucapan Sandra barusan.Dia akhirnya sadar sikapnya yang agresif mungkin saja akan mempermalukan Rafa yang merupakan seorang billionaire terkaya dan orang yang berpengaruh di indonesia.
Tes tes tanpa sadar Dia menitikkan air matanya lalu segera kembali ke dapur.Mommy Clau menghampirinya dan menatap iba calon menantunya.Mentari langsung berhambur ke dalam pelukan calon mertuanya.
Hiks hiks hiks
Mommy Clau mengelus punggung Tari yang bergetar.Sepuluh menit kemudian Tari melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.
"Sayang jangan didengerin apa yang dikatakan Sandra barusan. " tegur Mommy Claudia.
"Iya Bibi!
"Kalau begitu kita ke kamar mommy dan mulai sekarang panggil bibi dengan sebutan mommy nak. " pinta Mommy Clau.
"Iya Mommy. " Mentari melingkarkan tangannya di pinggang calon mertuanya lalu mereka pergi dari dapur menuju ke kamar sang mertua.
Skip di kamar Mommy Clau
Mereka berdua duduk di sebuah sofa yang letaknya di depan ranjang.Mentari kini memperhatikan calon mertuanya yang tengah membuka sebuah kotak dan berisi kalung.
"Nak sini mommy pakaikan kalungnya. " ucap Mommy Clau dengan lemah lembut.
Mentari pasrah dan membiarkan kalung cantik itu terpasang di lehernya. Mommy Clau tersenyum puas melihat Mentari sangat cocok memakai kalungnya.
"Sekarang kalung itu jadi milikmu sayang dan satu lagi. " ungkap Mommy.
Mommy Clau mengeluarkan sebuah kotak musik lalu menunjukkannya pada Mentari. Mentari terpesona dan tertarik dengan kotak musik yang sangat indah dan unik menurutnya.
Mommy Clau menekan tombolnya dan kotak musiknya berbunyi. Mentari mengulum senyumnya mendengar musik yang keluar dari kotak musik di depannya.
"Kalau kamu sedih kamu bisa memutar tombol yang ada di kotak musiknya. " ucap Mommy Clau.
"Terimakasih ya Mom atas dua hadiahnya yang luar biasa ini. " ungkap Mentari dengan senyum tulusnya.
"Sama sama sayang. " balasnya.
Mommy memasukkan kotak musiknya dalam tempatnya setelah itu dia menunjukkan beberapa barang barang unik miliknya pada sang calon menantu.Setelah selesai mereka berdua ke luar kamar dan Mentari membawa kotak musiknya ke kamarnya yang ada di atas.
Sementara di ruang tamu
Rafa telah meredakan emosinya akibat ucapan Sandra barusan yang memancingnya.Dia menatap lekat kearah mommynya yang tersenyum padanya.
"Biarkan Mentari istirahat di kamarnya jangan kamu ganggu dia nak. " Tukas mommy memberi pengertian puteranya.
Mommy Clau segera menoleh dan menatap kearah Sandra yang menunduk.
"Sandra lain kali berhati hatilah dalam berbicara mengenai Mentari tante tidak suka kamu menghinanya. " tegur Mommy.
"Iya Tante maafkan Sandra. " sesalnya dengan raut sedih dibuat buat.
"Kalau begiru Sandra pulang dulu Tante, Om dan semuanya. " Sandra bangkit dan berjalan meninggalkan keluarga Romanov.
Arjuna langsung menyusul kepergian tunangannya yang buru buru.Sepeninggal Sandra, Rafa mengusap wajahnya kasar setelah itu melirik kearah orang tuanya.
"Mom, Dad pernikahanku dengan Mentari harus dipercepat kalau bisa dua hari lagi. " pinta Rafandra.
"Tapi nak apa tidak terlalu kecepatan. " sahut Mommy.
"Tidak Mommy! jelas Rafandra dengan raut seriusnya.
Mommy dan Daddy saling melirik satu sama lain dan berbisik bisik setelah itu menatap kearah putera mereka lagi.
"Ya kami setuju denganmu Rafa! ucap Mommy.
"Terimakasih Mom, Dad. " balasnya sambil tersenyum tipis.
Rafandra PoV
Mungkin dengan status kami yang baru aku bisa melindungi Mentari dari Sandra ataupun yang lainnya.Aku ingin membahagiakan Mentari dan akan menuruti segala keinginannya kecuali putus hubungan.Apalagi diluaran sana banyak pria yang menginginkan Mentari menjadi milik mereka.
TBC
sbnrnya asistenya gak salah mendatangkan wanita yg sdh menikah, soalnya pak bos kan nyuruhnya carikan wanita yg baik bkn wanita yg single ato virgin... jadi gak salah kan si Sam sangat asisten mengajukan Anasthasia jdi istri kontrak bosnya, Anasthasia kan emang wanita baik2 yg sdh pny gelar sbgai istri org😁😁😁😁😁😁