NovelToon NovelToon
Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Selingkuh / Pelakor / CEO / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami
Popularitas:120.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Alyssa hidup dalam pernikahan yang hancur bersama Junior, pria yang dulu sangat mencintainya, kini menolaknya dengan kebencian. Puncak luka terjadi ketika Junior secara terang-terangan menolak Niko, putra mereka, dan bersikeras bahwa anak itu bukan darah dagingnya. Di bawah satu atap, Alyssa dan Niko dipaksa berbagi ruang dengan Maureen, wanita yang dicintai Junior dan ibu dari Kairo, satu-satunya anak yang diakui Junior.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Alyssa membuka pintu apartemennya dengan tangan lelah. Ia hanya membangunkan Niko tadi saat mereka tiba di gedung. Sementara itu, Edgar mengangkat semua belanjaan Alyssa.

Lampu menyala otomatis, memancarkan cahaya lembut ke ruang yang sunyi. Cahaya seperti ini adalah favorit Cecil setiap kali mereka masuk. Di belakangnya, Niko melangkah pelan, bahunya sedikit merunduk, matanya masih sembap karena menangis. Sejak tadi ia terus ditenangkan oleh Caleb. Alyssa memilih diam karena ia tahu nasihat apa pun belum akan benar-benar dipahami Niko saat ini, tetapi ia selalu siap memeluk anaknya erat-erat.

Ia kesal karena harus bertemu mereka. Karena itu, hati Niko kembali terluka, ditambah lagi dengan kata-kata Kairo yang melukai perasaan anaknya.

Ia ingin menampar mereka berdua. Mereka berdua benar-benar racun dalam hidupnya. Terutama Junior,bpria bodoh yang mudah dipengaruhi! Menyebalkan!

Edgar masuk paling akhir dan menutup pintu.

"Taruh di mana?" tanya Edgar.

"Di bar saja," jawab Alyssa. "Nak, mandi dulu ya. Mommy mau masak," katanya pada Niko. Anak itu hanya mengangguk.

Niko langsung masuk ke kamarnya, meletakkan keyboard dengan hati-hati di atas tempat tidur. Rasanya seperti dunia runtuh menimpanya. Wajahnya tampak lebih tenang sekarang, tapi beban berat masih menekan dadanya.

"Apa Niko baik-baik saja?" tanya Alyssa sambil mengeluarkan belanjaan.

"Baik. Cuma emosional. Dia cemburu sama Kairo," jawab Edgar.

"Aduh. Maureen itu benar-benar bikin darah naik," gerutu Alyssa, membuat Edgar tertawa.

"Masih gampang terpancing ya. Padahal itu kan mantan sahabatmu."

"Gila! Itu sahabatmu," balas Alyssa sambil tertawa. "Dia pikir aku bakal iri kalau mereka menikah," katanya sambil memutar mata.

"Emang nggak?" goda Edgar.

"Pergi sana!" Alyssa melempar krim serbaguna ke arahnya.

Edgar tertawa. "Sensitif. Tatap-tatapan sama mantan--"

"Satu!" ancam Alyssa.

"Aku ambil Cecil," kata Edgar sambil tertawa.

Alyssa mengangguk. Edgar keluar menuju unit Briana.

Beberapa menit kemudian, Edgar kembali dengan Cecil setengah tertidur dalam gendongannya. Tangan kecil gadis itu melingkar di lehernya, boneka kelinci terselip di antara mereka. Edgar membaringkan Cecil di sofa, menyelimutinya, dan menyusun bantal agar ia tidak terjatuh.

Alyssa tersenyum, lalu mencium pelipis putrinya. "Anakku memang tukang tidur."

"Masak saja. Aku jaga dia."

Alyssa mengangguk dan kembali ke dapur, menyiapkan bahan-bahan carbonara.

Briana masuk ke apartemen Alyssa dan langsung menghampiri Edgar.

"Alyssa lagi ngapain?" tanya Briana manja. "Oh, capek-capek main sama aku, eh kamu tidur," keluhnya pada Cecil yang tertidur. Edgar tertawa lagi.

Edgar menceritakan kejadian di parkiran tadi, membuat Briana terkejut.

"Hah? Serius? Terus?" tanya Briana.

"Ya, mereka berdua naik darah. Aku sama Alyssa jago memang soal manas-manasin," jawab Edgar.

"Pantes! Maureen itu sok banget. Dasar drama queen!"

Briana memutar mata dan menyibakkan rambutnya.

"Tapi Niko jadi emosional. Kayaknya kangen ayahnya," lanjut Edgar.

"Ya wajar. Ayahnya," jawab Briana pelan.

Mereka berbicara pelan agar tidak terdengar Alyssa. Keduanya iba pada ibu dan anak itu.

***

Maureen membanting pintu mobil setelah turun, membawa belanjaan.

"Mama--"

"Diam!" bentaknya pada anaknya. Sepatunya menghantam lantai dengan keras. Junior dan Kairo mengikutinya, memanggil namanya, tapi Maureen tak menoleh. Mereka sudah tiba di mansion.

"Maureen!" panggil Junior lagi.

Maureen mengabaikannya. Wajah Alyssa terus berputar di kepalanya.

Kenapa dia muncul lagi? Kenapa harus sekarang?

Ia takut. Cemburu. Terancam.

Cara Alyssa bicara dan berpakaian membuat Maureen merasa kecil. Alyssa tampak semakin cantik, sama sekali tak terlihat seperti ibu dua anak.

Kenapa ia harus iri? Junior sudah memilihnya!

Dan Junior, mengapa harus saling menatap dengan mantan istrinya? Apa dia tak sadar betapa cemburunya Maureen?

Maureen membanting belanjaan dan menatap Junior yang berdiri di dapur.

"Oh, kenapa bengong? Karena ketemu Alyssa?" sindirnya sambil menyilangkan tangan.

"Jangan mulai," peringat Junior.

Ia mengambil segelas air. Saat berbalik, ia mendidih melihat dapur.

"Satu piring pun nggak dicuci! Kamu juga nggak masak!" bentaknya. "Kamu ini mau jadi istri apa nggak? Kalau anakmu lapar, mau makan apa?"

"Jangan alihkan topik!" teriak Maureen. "Kenapa kamu menatapnya begitu? Kamu masih cinta dia?!"

Junior mengepalkan tangan. "Aku kaget. Itu saja. Aku capek!"

"Kamu menatapnya seolah aku nggak ada!" teriak Maureen. "Alyssa benar. Kamu ragu menikahiku!"

"Aku sudah capek jelasin semuanya," jawab Junior sambil memijat hidungnya. "Semua di kepalamu itu nggak benar."

"Rasanya benar!" Maureen berteriak. "Kamu berubah begitu melihat dia!"

"Karena sudah bertahun-tahun aku nggak melihatnya!"

Maureen terisak. "Jadi kamu akui menatapnya?"

"Berhenti cari masalah!" bentak Junior. "Aku akan menikahimu, tapi kalau kamu terus berteriak, aku bisa menyerah!"

"Aku cemburu!" Maureen mengguncang kerahnya.

"Kenapa?" tanya Junior dingin.

"Aku takut kehilanganmu…"

"Aku memilihmu. Aku meninggalkan masa laluku. Tapi kamu terus menuntut," kata Junior tegas.

"Kamu nggak membelaku saat anaknya kurang ajar!"

"Aku juga kaget!" Junior menghela napas. "Sudah. Aku capek."

Maureen berlari ke kamar sambil menangis.

Junior menelpon Victor. Ia ingin minum.

 

Studio Briana dipenuhi musik lembut, sketsa, dan gulungan kain. Ia berjalan berlenggak sambil merapikan kain.

"Lama amat si Alyssa!" keluhnya.

Telepon berdering.

"Halooww! Briana Visenya speaking," katanya dengan suara khas.

"Selamat pagi. Saya Aura Brixton. Saya mencari desainer gaun pengantin untuk calon menantu saya."

Briana terdiam.

Brixton?

Ia menelan ludah.

"Aku ingin bertemu langsung," lanjut Aura. "Aku akan kirim alamat rumah kami."

Telepon terputus.

"Brixton?" gumam Briana. "Ibunya Junior?"

Saat Alyssa masuk, Briana langsung menyambar bahunya.

"Beb!! Kamu nggak bakal percaya!"

"Apa?" tanya Alyssa lelah.

"Aura Brixton nelpon aku!"

Alyssa terdiam. "Ibunya Junior. Kenapa?"

"Berarti buat gaun Maureen?"

Alyssa terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis.

"Kerjakan saja," katanya. "Aku sudah tidak ada di hidup mereka. Dan mereka juga tidak ada di hidupku."

1
kalea rizuky
menye menye alisya males dahh
kalea rizuky
pergi jauh alisya enak aja qm sama anak mu cm di jadiin cadangan doank dih laki goblokkk
Asyatun 1
lanjut
Oma Gavin
waduh ini yg koma istri edgar jgn seneng dulu kamu maureen hbs ini giliran edgar yg akan menghabisi mu dan hans
Anonymous
LEMAH AMAT 🤣
Asyatun 1
lanjut
Anonymous
Alyssa mental Slime
Ma Em
Alyssa bulatkan tekadmu pergilah ke Amerika lbh baik Alyssa dan anak2 tinggal di Amerika , Alyssa hrs bisa melupakan Junior emang Junior tetaplah papanya Niko dan Cecil itu tdk akan ada yg bisa menggantikannya , aku tdk sukanya sama Alyssa tetap saja lemah dan bodoh msh saja TDK bisa move on dari Junior sama saja Alyssa dipakai tambah lumayan sama Junior dulu dicaci dihina dan diusir dibuang seperti sampah tapi Alyssa sdh melupakan momen itu .
Ma Em
Alyssa akhirnya kamu emang selalu kalah dari Maureen kamu yg bodoh Alyssa msh saja percaya sama Junior , Junior tetap saja memprioritaskan Kairo daripada Niko , lbh baik kamu lupakan Junior lbh baik kamu keluar negeri lagi jgn tinggal di indonesia lagi lupakan Junior carilah kebahagiaanmu dan anak2 Alyssa .
Asyatun 1
lanjut
Adinda
Alysa tolol udah dibuang,difitnah direndahkan masih mau bertahan
Adinda
wanita tolol udah dibuang kayak sampah masih saja bodoh
kalea rizuky
kapok goblok sih jd orang menyia nyiakan anak dan istri demi anak haram
Oma Gavin
nah bener kan kairo bukan anak junior sudah jelas dari kelakuan nya mirip maureen kamu saja yg oon bin goblok junior selama ini kamu hanya dimanfaatkan maureen jelas" selingkuh dgn hans kamu masih saja ngga test DNA udah dari awal kamu ragu wajah ngga ada miripnya dgn kamu masih saja kamu pertahankan, semoga kamu juga ditinggalkan sama alyssa dan niko, cecil biar komplit penderitaan mu junior
Anonymous
ole ole balikan... DASH DASH OHRANGER
Anggrenioi
okeee
Anita Rahayu
cerita kamu memuakkan dan jenuh thor karakter cowo gk tegas dan plin plan begitu juga dgn cweknya gk sukalah bacanya
kalea rizuky
Alisa lemah lembek tolol lawan bodoh
kalea rizuky
sekali lacur ttep lacur
kalea rizuky
klo balik q ksih rating jelek. ini. novel liat aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!