cinta tidak mengenal usia,seperti halnya cerita yang satu ini, menceritakan remaja yang mencintai ayah sahabatnya sendiri tanpa sepengetahuan sahabatnya
bagaimana kah kisah cinta mereka,apakah akan di terima oleh Naura anak dari lelaki matang yang dinikahi oleh Arini?
ikuti terus kisahnya🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menjalani
Bagas menoleh kearah tangan yang di pegang Arini...lalu menatap Arini
" apa papi tidak ingin tau perasaan saya?" tanya Arini
" jika itu akan menyakiti ku lebih baik tidak usah di katakan" jawab Bagas
" papi belum mendengarkan bagaimana bisa menyimpulkan kalau saya akan menyakiti papi"
" katakan..." ucap Bagas
" dari awal saya melihat papi saya kagum akan sosok papi,pekerja keras,penyayang dan bertanggung jawab...saat papi menatap saya perasaan saya tidak karuan,saat papi di dekat saya detak jantung saya selalu tak beraturan,saya juga tidak mengerti dengan perasaan yang saya punya,tapi saya takut untuk memulai...saya takut papi tidak menyukai saya,saya takut papi hanya menganggap saya sebagai anak.." jelas Arini
" jadi kamu juga mempunyai perasaan yang sama?" tanya Bagas
Arini hanya menganggukkan kepala malu
" Rin....maukah kamu menjalin hubungan yang serius dengan ku" ucap Bagas meraih tangan Arini
" papi nembak saya?" tanya Arini
" hahahah....saya bukan ABG lagi rin,saya sudah kepala 4,jadi tidak ingin hanya sekedar pacaran,kalau kamu mau tamat sekolah aku akan melamar mu" ucap Bagas mantap
" bagaimana dengan Naura,aku takut dia tidak menerimaku" cicit Arini takut
" untuk saat ini kita rahasiakan dulu hubungan kita sampai waktunya tiba saya akan beri pengertian dengan nya" ujar Bagas memeluk Arini
" apa kamu tidak menyesal berpacaran dengan saya rin,yang sudah tua ini?" tanya Bagas
" ntah lah pi,aku juga tidak mengerti mengapa aku lebih tertarik pada lelaki matang seperti mu" jawab Arini
" berarti kamu perempuan yang pintar,lebih memilih lelaki matang dari pada bujangan yang pengangguran" ucap Bagas terkekeh
Arini mencubit pelan pinggang Bagas yang dari tadi masih memeluknya
" pih,udah sore aku pulang dulu" pamit Arini
" aku antar ya?" tanya Bagas
" gak usah pih,Naura masih sakit mana tau nanti dia butuh kamu,aku pulang naik angkot aja" tolak Arini
" jangan....aku pesankan taksi" ucap Bagas cepat meraih ponselnya untuk memesan taksi online
" ambil ini untuk bayar taksi" Bagas menyodorkan uang lembaran merah sebanyak lima buah
" jangan pi,kebanyakan" tolak Arini
" ambil saja...bisa buat kamu jajan besok,mulai sekarang jangan menolak pemberianku" paksa Bagas memasukan uang kedalam saku baju Arini
tak berapa lama taksi pesanan Bagas datang Arini langsung bergegas pulang
*****
malam hari nya setelah makan Arini membantu ibunya membuat kue
" sakit apa Naura nduk?" tanya bu Surti
" amandelnya kumat bu,karena minum es dipinggir jalan" jawab Arini
" piye iki....sudah tau ada amandel masih beli cemilan sembrono" omel bu Surti
" anak sekarang susah di atur" lanjutnya
Pak Bastian masuk kedalam dapur mengambil kopinya yang sudah dibuatkan oleh Arini tadi
" ngopo buk? lagi buat cemilan sambil ngedumel" tanya nya
" biasa yah,,,lagi dapet" potong Arini tertawa
pak Bastian menggelengkan kepalanya lalu keluar dari dapur
" Nduk....Ayah Naura masih muda ya?"tanya Bu Surti
" iya bu...Naura dan papi nya sama-sama baik, dia bercerai dengan istrinya saat Naura berumur 3 tahun,sampai sekarang belum menikah lagi katanya"
" mosok iyo nduk?"tanya Bu Surti tak percaya
" iya bu,Naura belum boleh papi nya menikah lagi" ucap Arini
" kasian juga ya Nduk Naura tidak punya ibu dari kecil,kamu bersyukur masih bisa merasakan kasih sayang wong tuwo walaupun hidup kita sederhana tapi keluarga kita isih lengkap Nduk"
" iya bu....aku selalu bersyukur dengan yang kita punya"
sukses selalu thor