Seorang perempuan bernama Olivia Al Farish, ia adalah seorang ibu dari putri bernama Yasmin Putri Permana.
Olive sudah berpisah dengan mantan suaminya, sejak delapan bulan yang lalu.
Banyak orang yang mempermasalahkan dengan status "Janda" memang apa yang salah dengan status seperti itu.
Tidak ada yang menginginkan rumah tangganya hancur, dan mendapatkan status seperti itu.
Olive atau pun orang lain tidak ada yang menginginkannya sekali pun.
Seberat dan sepahit apa pun, hidup ini harus terus berjalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitriRahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Kembali
Diterminal.
Jam 07.00 WIB.
Olive dan Yasmin hanya bisa mengantar ibu dan bapak hanya sampai terminal saja.
Olive berpamitan kepada kedua orang tuanya, tangis haru mewarnai kepergian orang tuanya.
"Hati-hati ya bapak sama ibu dijalan. Nanti kabarin aku kalau sudah sampai.
"Kamu juga harus bisa jaga diri, jangan mau diremehkan sama orang. Tetap jaga kehormatan ya, ndok." Pak Rusdi memberi pesan kepada putrinya.
Orang tua Olive pergi menaiki angkutan antar kota. Olive melanjutkan perjalanannya ke butik.
Kalau mau sampai butik cepat, aku harus naik ojek. Tapi udah lima menit ojeknya belum juga datang. Batin Olive kesal menunggu lama.
Olive akhirnya bertanya kepada orang yang lewat disekitarnya. "Maaf bu, kalau ojek disini lama ya datangnya."
"Ya mba, kalau mau naik ojek atau angkutan umum dari sana saja, lebih cepat. Kalau mau lebih cepat lagi ga pakai ngetem, mba harus jalan dulu kedepannya lagi." Balas seorang ibu yang lewat.
"Oh gitu, terima kasih ya bu."
Olive terus maju kedepan.. dilihatnya banyak angkot tapi masih pada ngetem.
Matanya terus mencari keberadaan ojek, yang dicari belum ada juga.
Udah siang lagi, belum dapat ojek, mana angkotnya ngetem dulu. Gerutu Olive dalam hati.
Olive akhirnya maju lagi kearah depan. Langkah kakinya berhenti, ketika ada mobil yang berhenti pas didepannya.
"Nih mobil ngapain juga berhenti disini. Ga tau apa orang lagi nunggu angkot."
Matanya melotot.
Dibukanya kaca mobil, ternyata itu adalah Arjuna. Arjuna mengajak Olive masuk kedalam mobilnya.
"Olive...kamu lagi nunggu angkot, naiklah. Akan aku antar."
"Aku mau kebutik, aku nunggu angkot aja." Balas Olive.
Arjuna memberitahukan bahwa angkot disini lama kalau lewat.
"Naiklah akan aku antar."
Olive akhirnya mau naik mobil Arjuna. Dibukanya pintu mobil dan Olive pun naik.
"Terima kasih ya, maaf jadi merepotkan."
"Tidak apa-apa, kebetulan aja, aku lewat sini." Matanya fokus kearah jalan, sedangkan tangannya memegang setir.
"Kamu kerja dibutik atau apa?"
"Aku pegawai butik. Maaf mas atau apa ya, biar enak memanggilnya." Ucap Olive mencairkan suasana.
"Terserah kamu aja. Mau panggil nama aja ga masalah, mau ditambahin pakai mas atau apa .. yang penting enak aja didengar. Ga masalah kok. Lagian kalau dilihat usia kita tidak berbeda jauh." Arjuna berkata sambil menjalankan mobilnya.
"Oh gitu ya."
Dibutik.
Jam 08.00 WIB.
Mobil berhenti didepan butik milik mba Elsa. "Ini kan butiknya, kamu kerja disini. Kak Rosa sering pesan baju dibutik ini. Hasil rancangannya katanya bagus."
"Iya benar hasil rancangannya mba Elsa emang bagus. Oh ya terima kasih ya. Kalau ga ada kamu mungkin aku datang telat." Olive membuka pintu mobil dan menutupnya kembali.
Sebelum jalan kebutik ia berkata. "Sekali lagi terima kasih, pak."
Ia berjalan masuk kedalam butik.
Pak, ga salah apa. Dia panggil pak. Emang tampang keren, macho gini dibilang pak. Batin Arjuna.
Melihat wajahnya dikaca spion.
Mobilnya kembali dinyalakan, Arjuna meninggalkan butik.
Olive sudah mulai merapikan baju baju yang baru datang, ia melipat dan menaruhnya dirak..
Lena sambil memegang baju mendekat kearah Olive dan berbisik. "Liv, yang tadi antar kamu siapa?"
Olive tersenyum kearah Lena. "Sejak kapan Lena kepo." Ledek Olive.
"Olive mau tanya juga, malah digituin." Lena kesal karena Olive tidak memberitahunya.
"Liv, panggil mba Elsa tuh." Rina salah seorang pegawai butik juga.
Olive tersenyum dan ia berjalan keruangan Elsa.
Tok tok tok..
"Masuk.." Elsa mempersilahkan Olive masuk.
Olive masuk dan berdiri dihadapan Elsa. "Ada apa mba Elsa panggil saya."
"Liv, aku mau kamu antar ini.. pesanan kebaya untuk tante Ambarwati. Alamatnya sama dengan alamat rumah Rosa Amelia yang waktu itu, kamu pernah kerumahnya. Itu yang gaunnya tertukar."
Mba Elsa menjelaskan kepada Olive.
"Ya mba, saya masih ingat." Kalau gitu saya permisi. Dilihatnya diruangan mba Elsa ada seorang lelaki yang matanya dari tadi memperhatikan dirinya.
"Kalau begitu saya permisi, mba." Dibawa kebaya itu ditangannya.
Olive pun meninggalkan ruangan.
"Len, didalam ruangan mba Elsa ada seorang lelaki. Siapa dia?" Bisik Olive kepada Lena yang penasaran dari tadi.
Lena memberi nasihat kepada Olive. "Liv, sebaiknya kamu jauhin lelaki tadi, dia suami mba Elsa. Suka godain Pegawai disini. Kamu jangan ladenin dia ya. Dia itu mata kerajang."
Olive pun mengiyakan. "Aku pergi dulu ya, mau anterin ini." Menunjukan tas jingjing yang isinya tas.
Olive memakai helmnya, dinyalakan motornya. Ketika mau menjalankan motornya. Tepat didepannya ada suami mba Elsa sedang berdiri.
"Maaf pak, ada apa ya."
"Jangan panggil saya bapak, panggil aja mas. Saya belum terlalu tua." Celetuk suami Elsa yang bernama Ridwan.
"Ohh.. saya permisi pak." Olive pergi meninggalkan Ridwan sendiri.
Dalam perjalanan, ia terus membayangkan kenapa selalu dikelilingi dengan lelaki hidung belang, mata keranjang. Batin Olive kesal.
Perjalanan tidak terasa sudah sampai didepan rumah mewah. Membuka helm, dan tangannya memencet bel. Pagar pun terbuka.
Dibawa masuk motornya kedalam.
Pandangannya fokus kearah seorang pria yang sedang main basket.
Sepertinya aku kenal, itu kan cowok yang tadi.
Arjuna. Batin Olive.
Pelayan datang mendekati Olive. "Mba dari butiknya mba Elsa ya?"
"Iya mau anterin ini. Ini tanda tangan disini.."
"Terima kasih mba." Ucap pelayan itu.
Wajahnya tersenyum kearah Olive. "Mba kalau mau keluar langsung aja, nanti pagarnya biak sendiri."
"Ya mba." Olive memakai helm dan menyalakan motornya. Ketika akan meninggalkan rumah mewah itu terdengar ada yang memanggil namanya.
Olive pun menoleh.
"Hai Liv, ternyata itu benar kamu Olive." Sapa Arjuna.
Olive pun tersenyum sumringah. "Iya ini aku, ada apa."
"Kamu habis ngapain kesini. Bukannya kamu kamu seharusnya kerja?" Matanya melihat terus ke Olive.
"Ini aku lagi kerja, emangnya aku kelihatan lagi main." Balas Olive.. dan menjalankan motornya.
"Ini cewek bikin penasaran aja, cantik sih." Arjuna yang mulai kagum dengan Olive.
Olive pun sampai dibutik dimatikannya motor. dan melepas helm. Dari belakang ada yang menepuk bahunya. Olive pun menoleh.
Betapa terkejutnya ..
"Bapak ngapain disini?"
"Saya habis dari luar, beli ini." Menyodorkan sebuah bungkusan yang baru dibelinya.
"Kalau kamu mau ini buat kamu, makan siang."
Olive langsung menolaknya. "Tidak pak terima kasih. Saya permisi." Olive berjalan masuk kedalam, perasaannya tidak enak kalau lama-lama dekat dengan lelaki itu.
Dari belakang Olive dikagetkan dengan Lena yang yang memanggil namanya kencang sekali.
"Olivia Al Farish." Haha..haha... Lena malah tertawa melihat temannya yang kaget.
Sebuah jitakan mendarat dikepala Lena.
"Mau lagi, sini kalau mau lagi."
"Benarkan sakit, Liv. Ihhh kamu bercandanya benaran." Lena langsung memasang wajah masamnya.
Olive menjawab dengan kesal kepada Lena. "Lagi kamu Len, udah tau jantung ku hampir mau copot gara-gara pak Ridwan. Tambah ngangetin aku lagi. Ga ada kerjaan apa kamu!"
"Duh ada yang marah, maaf ya." Lena menarik kedua telinganya.
Olive tetap bersikap acuh....
...Jangan lupa tinggalkan like, saran, rate dan vote.....
...Terima kasih🥰🥰🥰...
harus nya itu olive yang di bela bukan nya Wina,
harus nunggu di suruh bapaknya baru berangkat,jd greget saya Thor 😂
heeeee warbinasahhhh bengalnya andah pak!!!!