Xiao Nan pernah menjadi Godfather paling ditakuti di Bumi, membangun kerajaan kriminal sebelum tewas akibat pengkhianatan orang terdekat. Namun kematian bukan akhir. Jiwanya bereinkarnasi ke dunia kultivasi di Pulau Matahari Abadi, bangkit sebagai penguasa bayangan sebelum kembali dikhianati dan dijatuhkan ke Pulau Bulan Surga.
Di sana ia terlahir sebagai tuan muda Keluarga Xiao. Ibunya dibunuh, bakat Akar Naga dirampas ayahnya sendiri, dan ia dibuang ke Reruntuhan Dewa dan Iblis. Di neraka itulah Xiao Nan bangkit. Ia mewarisi Sutra Bayangan Naga dan Tulang Naga Dewa, memadukan insting mafia dengan hukum kultivasi. Bersama entitas misterius Finn, ia membentuk Fraksi Shadow Dragon, menghancurkan Keluarga Xiao dari dalam. Namanya mengguncang dunia dan menyeretnya ke Turnamen Jalan Langit Sepuluh Ribu Ras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon King Nan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 25 - RUNTUHNYA KEAGUNGAN
Aula Utama Keluarga Xiao yang biasanya dipenuhi dengan tawa sombong para tetua dan dentingan cangkir teh giok, kini berubah menjadi ruangan yang mencekam layaknya pemakaman. Aroma kayu cendana yang mahal tidak mampu menutupi bau hangus yang terbawa oleh angin dari Lembah Angin Puyuh.
Patriark Xiao duduk di singgasananya, namun tubuhnya tampak jauh lebih tua. Tangannya yang gemetar meremas laporan di atas meja hingga hancur menjadi debu.
"Lapor... Patriark," seorang tetua urusan dalam negeri maju dengan langkah ragu, kepalanya tertunduk sangat rendah. "Cadangan Batu Roh kita... habis. Delapan puluh persen sumber daya medis untuk murid inti musnah terbakar. Para tentara bayaran dari Ras Binatang yang kita sewa sudah mulai melakukan protes. Mereka menuntut bayaran di muka, atau mereka akan meninggalkan pos penjagaan malam ini."
"Beri mereka apa yang mereka mau!" bentak Patriark Xiao, suaranya parau.
"Masalahnya... kita tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan, Patriark," tetua itu berbisik ketakutan. "Bahkan gaji para pelayan dan tetua cabang untuk bulan depan sudah tidak ada. Kita... kita bangkrut secara fungsional."
BRAK!
Xiao Han, yang berdiri di samping ayahnya, menendang meja giok di depannya hingga hancur. "Ini semua gara-gara sampah itu! Xiao Nan! Bagaimana mungkin dia tahu lokasi gudang rahasia itu?! Hanya orang-orang inti yang tahu!"
"Dia bukan lagi sampah, Han er," suara Penatua Xiao Ying terdengar dari sudut ruangan, tangannya masih terbebat perban. "Dia adalah iblis yang lahir dari kesalahan kita sendiri. Dia tahu lokasi itu karena dia tumbuh besar di sini. Dia tahu setiap celah dalam pertahanan kita."
Kepanikan mulai merayap di wajah para anggota keluarga yang hadir. Selama bertahun tahun, mereka hidup dalam kemewahan dengan menindas orang lain, termasuk Xiao Nan dan ibunya. Sekarang, untuk pertama kalinya, mereka merasakan apa artinya menjadi pihak yang tidak berdaya.
"Patriark! Berita buruk lagi!" seorang kurir berlari masuk tanpa permisi. "Tiga keluarga cabang di wilayah Barat telah menyatakan memisahkan diri dari keluarga utama! Mereka bilang mereka tidak ingin ikut menanggung beban hutang dan ancaman dari 'Lord Shadow'!"
"Pengecut! Pengkhianat!" raung Patriark Xiao. Ia berdiri, namun tiba-tiba penglihatannya menggelap. Luka dalam akibat amarah yang tersumbat di dadanya membuatnya memuntahkan darah segar sekali lagi.
"Ayah!" Xiao Han menangkap tubuh ayahnya.
Di tengah kekacauan itu, seorang tetua senior yang sejak tadi diam angkat bicara. "Patriark, jika kita ingin selamat, hanya ada satu cara. Kita harus menjual hak penambangan Mata Laut Darah kepada Sekte Arwah Gelap. Mereka menginginkan wilayah itu sejak lama. Sebagai imbalannya, mereka akan membantu kita memburu Xiao Nan dengan pasukan pembunuh mayat mereka."
"Menjual wilayah suci kita pada sekte iblis?" Ruangan itu riuh dengan bisikan. "Itu sama saja dengan menyerahkan kedaulatan keluarga!"
Patriark Xiao menyeka darah di bibirnya dengan tatapan yang sangat dingin dan penuh kebencian. "Lakukan. Jika aku harus membakar seluruh pulau ini untuk melihat kepala Xiao Nan di atas nampan, maka aku akan melakukannya. Hubungi utusan Sekte Arwah Gelap. Katakan pada mereka... aku setuju."
Sementara itu, di sebuah kedai kumuh di pinggiran wilayah Keluarga Xiao, beberapa murid luar sedang berbisik-bisik dengan wajah ketakutan.
"Kalian dengar? Gudang pusat habis terbakar. Aku belum menerima jatah pil bulanan," bisik seorang murid.
"Aku dengar Lord Shadow sebenarnya adalah Xiao Nan yang kembali untuk membalas dendam," sahut yang lain. "Jika Patriark saja tidak bisa menyentuhnya, apa yang bisa kita lakukan? Lebih baik kita lari sebelum dia membakar kediaman ini juga."
Tanpa mereka sadari, seorang pria berjubah hitam dengan tudung yang menutupi wajahnya duduk di sudut kedai, menyesap teh kasarnya dengan tenang. Itu adalah Xiao Nan.
Ia mendengarkan setiap keluhan, setiap rasa takut, dan setiap tanda kehancuran keluarganya dengan senyum tipis di bibirnya. Ia melihat bagaimana "kekaisaran" yang dibangun di atas darah ibunya mulai retak dari dalam.
"Taktik Mafia nomor sembilan puluh," bisik Xiao Nan pada dirinya sendiri. "Kekuatan tidak selalu dihancurkan oleh pedang. Seringkali, ia runtuh karena rasa takut yang menyebar seperti racun dan kemiskinan yang mencekik leher."
Ia meletakkan koin perak di atas meja, koin yang ia rampas dari pengawal gudang dan berdiri untuk pergi.
"Menjual wilayah ke Sekte Arwah Gelap, ya?" gumam Xiao Nan sambil menatap langit yang mulai gelap. "Terima kasih atas informasinya, 'Ayah'. Kau baru saja memberiku target berikutnya untuk dirampas."
Xiao Nan menghilang ke dalam bayangan gang, menuju Reruntuhan Dewa & Iblis. Fase pertama penghancuran ekonomi telah berhasil. Sekarang, saatnya ia mulai membangun pasukannya sendiri untuk melakukan serangan pamungkas.