Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang mencintai seorang teman kelas nya, namun cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan, dan novel ini juga menceritakan tentang perubahan sikap kedua orang tua nya yang berubah semenjak kedatangan sepupu nya yang ikut tinggal bersama keluarga nya, ia sangat sakit dan terluka namun ia di sambut dengan hangat oleh lelaki yang selama ini melindungi nya dari kejauhan dan ia pun pergi tinggal bersama laki laki itu, ternyata laki laki itu adalah seorang CEO dan MAFIA, pada akhirnya laki laki yang ia cintai dan orang tua nya menyesal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 DIA YANG PAPAH JODOHKAN DENGANMU
Bab 12 Dia yang papah jodohkan dengan mu.
Di kantor, setelah pak raider dan pak cakkra telah selesai rapat, mereka duduk di ruangan pak raider.
"Apa menurutmu kita lanjut kan perjodohan ini." Tanya pak raider
Pak cakkra menatap ke arah jendela, ia sangat sangat bingung dengan keputusan nya.
"Saya bingung dengan keputusan kita, saya takut anak kita tersiksa perasaan nya, karna tidak saling mencintai." Ucap pak raider lagi
Kali ini pak cakkra menatap ke arah pak raider.
"Saya juga sedang memikirkan itu Aletha, seperti nya Nathanael sangat tidak setuju dengan perjodohan ini, sampai detik ini ia sedikit menjaga jarak terhadap saya dan istri saya." Jawab pak cakkra pelan
Pak raider yang mendengarkan itu pun menghela nafas pelan.
"Lebih baik kita atur pertemuan antara keluarga kita nanti malam." Ucap pak cakkra lagi
"Apa itu tidak terlalu cepat." Tanya pak raider dingin
"Menurut ku tidak, karna lebih cepat lebih baik, agar mereka bisa saling berkomunikasi dengan baik." Jawab pak cakkra tegas
"Jika itu bisa memperburuk keadaan bagaimana." Tanya pak raider sedikit tegas, karna ia Tidak ingin melukai perasaan hati anak perempuan nya itu
"Kita coba dulu saja, siapa tau mereka di sekolah sudah saling akrab, tanpa tahu hubungan mereka." Jawab pak cakkra
"Baiklah, atur jadwal nya." Ucap pak raider
"Ya tentu, saya pamit dulu, ingin kembali ke kantor saya." Jawab pak cakkra
Mereka berjabatan tangan dan pak raider mengangguk kecil, pak cakkra pun berjalan pergi.
Pak raider kembali duduk di sofa ruangan kerja nya sambil menghela nafas pelan
"Semoga keputusan saya ini sudah benar, Aletha Masi terlalu muda jika memikirkan soal perjodohan." Gunam pak raidet, dan ia kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Setelah sampai di kelas, Nathanael dan yg lainnya kembali duduk di bangku masing masing.
"Bro Kamu tidak ke kantin kah." Tanya Nathanael kepada Nathanael, tadi sebelum ke kantin, Nathanael sempat mengajak Nathanael untuk ikut, namun Nathanael tidak ingin ikut
"Tidak." Jawab Nathanael singkat, dan tetap fokus ke ponsel nya
"Owh baiklah." Ucap Nathanael yang tidak ingin terlalu banyak berbicara jika lawan bicara nya cuek
Akhirnya ia pokus dengan kesibukan nya sendiri.
"Dimana Aletha kemana." Tanya Sintia
Aletha yang sibuk scroll tik tok pun melihat ke arah Sintia
"Aletha di perpus." Jawab Aletha
Sintia keheranan mendengar jawaban Aletha.
Ke perpus kata nya? Mana pernah Aletha mau membaca di perpus" ucap Sintia dalam hati
"What? Di perpus, ngapainn, tumben banget tu anak." Ucap sintia sedikit heboh
"Bantu bantu kk hikmah merapikan buku buku di perpus." Jawab Oliv
"Owh." Ucap Sintia mengerti
"Eh tapi ngomong ngomong ada yang berbeda ya sama Aletha akhir akhir ini." Ucap Irma
Mereka yg ada di kelas menatap ke arah irma heran.
"Maksudnya." Tanya Barron kepo
"kalau ngomong jangan sepotong sepotong." Ucap Sintia
Irma menatap malas ke arah Sintia dan kembali melanjutkan perkataannya.
"Kalian kan tahu sendiri jika Aletha itu org nya sangat bar bar di kelas ini, selalu bikin kita emosi, tapi beberapa hari ini ia berubah menjadi kalem." Ucap Irma lagi
Mereka yang mendengarkan itu pun akhirnya tersadar, ada yg tidak beres dengan Aletha, Nathanael yang mendengarkan itu pun tersenyum sinis, sambil tetap fokus ke ponsel nya.
"Eh buset, gw baru sadar jir." Ucap Siti
"Eh iya ya, kok guwe baru sadar." Ucap Oliv
"Wah benar banget lu ir, gw pun akhir akhir ini keheranan." Ucap Sintia
Mereka pun akhirnya sibuk dengan fikiran mereka masing masing.
Kecuali Aletha dan rinaldi, mereka tahu alasan di balik sikap Aletha, Aletha dan Rinaldi saling tatap dan mereka sama sama melihat ke arah Nathanael.
"Hay gais, ayok kita makan makan lagi di kantin." Teriak Aletha yg baru masuk ke dalam kelas
Mereka yg sedari tadi sibuk dengan fikiran mereka pun terkejut dengan teriakan Aletha.
"Astaghfirullah." Ucap mereka kompak
"Baru juga di bilangin kalem, sekarang udah kumat lagi bar bar nya." Ucap Irma
"Haduhh Lena, jangan bikin kaget Napa." Ucap Siti
"Iya nih, baru juga ngebahas kamu yg berubah jadi kalem, eh sekarang udah bar bar lagi." Ucap Oliv
"Ya nama nya juga cewek bar bar, sampai kapan pun tetap bar bar." Ucap Barron
Aletha yg mendengar kan itu pun hanya nyengir kuda.
Dan seketika langsung merubah ekspresi nya kembali kalem setelah melihat ke arah Nathanael
Nathanael.
"Hehe sorry sorry, aku lagi bawa kabar bahagia ini." Ucap Aletha dan ia duduk di bangku nya
"Kabar bahagia apaan." Tanya Disha
"Tadi kan aku bantuin kk hik tuh di perpus, nah aku di kasi uang sama mom bella, karna ia senang ada yg membantunya untuk ngerapiin buku buku yg ada di perpus." Ucap Aletha sambil memamerkan uang seratus ribu kepada teman teman kelas nya.
"Wih jajan lagi ni kita." Ucap Barron
"Wih jajan gratis nih." Ucap Irma dengan senang nya
"Wah traktir dong." Ucap Disha
"Iya aku bakal traktir kalian semua, kita pesan makanan di luar saja, ayam geprek mau gak." Ucap Aletha
"Mau dongg." Ucap mereka kompak
Kecuali Nathanael yg hanya diam dan fokus ke ponsel nya.
Aletha berjalan mendekati Nathanael.
"Hay cowok ganteng, bisakah kamu stop dulu bermain ponsel nya." Ucap Aletha, namun tidak di hiraukan oleh Nathanael
Aletha lalu mengambil ponsel Nathanael, Nathanael menatap Aletha tajam, sangat sangat tajam.
Namun Aletha yg melihat itu hanya tersenyum manis di depan Nathanael
"Kamu mau ayam geprek atau mau yg lain." Tanya Aletha lembut sambil tetap berdiri di depan Nathanael.
Nathanael hanya diam dan menghela nafas kasar.
"Nathanael kenapa kamu cuma diam." Tanya Aletha bingung
"Kembalikan ponsel ku." Ucap Nathanael keras
"Jawab dulu, baru ku kembalikan." Ucap Aletha sambil bermain main
"Aku tidak butuh makanan yg kau ingin belikan, aku bisa beli sendiri." Ucap Nathanael kasar dan tegas
Aletha tersentak kaget, namun ia tidak takut sedikitpun.
Sedangkan yg lainnya sudah sedikit takut melihat wajah Nathanael yg memerah.
Rinaldi bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan ke arah Aletha.
"Sudah lah Aletha, kembalikan saja ponsel nya." Ucap Rinaldi dan memegang tangan Aletha untuk mengambil ponsel Nathanael dari tangan Aletha.
"Nathanael aku tanya sekali lagi kamu mau pesan apa." Ucap Aletha tetap lembut dan tersenyum
"Haduh Aletha, kamu sedang membuat harimau marah kalau begitu cara mu." Gumam Disha
"Buset gantang ganteng tapi galak banget." Ucap Irma pelan
"Wih seram amat muka nya." Gumam Siti pelan
"Kalau dia tidak mau jangan di paksa, biarkan saja dia sendiri, karna dia merasa sok paling kaya, sampai tidak menghargai kebaikan org lain." Ucap Rinaldi menatap Nathanael tajam, dan Nathanael pun kembali menatap tajam ke arah nya
Aletha menghela nafas pelan dan meletakkan ponsel Nathanael ke atas meja, dan ia pun kembali berjalan ke arah meja nya dan kembali duduk.
"Sudah jangan kamu dekatin lagi, nanti harimau nya ngamuk." Bisik Disha.
Aletha hanya diam saja dan mengotak atik ponsel nya
Setelah 15 menit akhirnya ponsel Aletha berdering, ternyata yg menelpon org yang tadi Aletha hubungi dan Aletha pesan makanan nya.
"(Assalamualaikum mbak, ini saya yg tadi Mbak pesan makanan nya, saya sudah di depan gerbang sekolahan mbak, makanan nya sudah saya titip ke pak satpam ya mbak, dan uang nya nanti mbak transfer saja, soalnya saya sedang terburu buru)"
"(Owh iya kk, terimakasih banyak, nanti sepulang sekolah saya transfer uang nya ya kk)" Jawab Aletha
"( Iya kk, saya tutup dulu, assalamualaikum)"
"(Waalaikumsalam)" Ucap Aletha
"Nel, makanan nya sudah sampai, tolong kamu ambil ya, ajak Barron saja." Ucap Aletha kepada Rinaldi
"Owh iya, ayok Ron kita ambil dulu makanan nya." Ucap Rinaldi
"Okey." Jawab Barron
Aletha diam diam melihat ke arah Nathanael, sebenar nya tadi Aletha juga memesan makanan untuk Nathanael, ntah itu nanti di makan atau tidak nya ia tidak tahu, setidak nya ia sudah adil untuk teman teman kls nya.
Di persingkat saja.
Setelah makanan sudah di bawa ke dalam kelas akhirnya mereka makan bersama sama, kecuali Nathanael yang hanya diam saja, padahal sarapan untuk diri nya sudah ada di meja nya.
"Humm enak banget Aletha, ini kamu pesan sama siapa, ayam geprek nya gurih mana nasi nya banyak lagi." Ucap Barron
"Sama mbak sumi bar." Ucap Aletha
"Owh mbak sumi yang rumah nya di dekat puskesmas itu yah." Ucap Barron lagi
Aletha hanya mengangguk pelan, diam diam ia menatap ke arah Nathanael yg tetap fokus sama ponsel nya.
"Tu org sibuk banget liatin ponsel terus, ntah apa yg dia liat." Bisik Barron pelan
"His, sudah makan aja dulu nanti ngobrolnya." Ucap Aletha
Di persingkat.....
Akhirnya bel pulang pun berbunyi, dan mereka membereskan kursi mereka dan bersiap siap untuk pulang.
Setelah sampai di parkiran kendaraan para siswa Aletha hanya diam dan dia mengotak atik ponsel nya untuk menghubungi papa nya, namun netra nya melihat ke arah Nathanael yang pulang sendiri dengan membawa sepeda motor nya.
"Nel." Panggil Aletha
Nathanael yg sudah menghidupkan motor nya pun menatap ke arah Aletha dari kejauhan.
Aletha berlari mendekat ke arah Nathanael.
"Apa aku boleh numpang sama kamu." Ucap Aletha
"Tidak." Ucap Nathanael tegas
"Pliss, aku tidak membawa motor, dan aku belum di jemput sama papah aku, jadi boleh ya aku ikut sama kamu." Ucap Aletha lagi sambil memohon
"Itu kesalahan kamu, kenapa tidak membawa motor mu." Ucap Nathanael sambil memakai helm nya
"Karna aku capek, jadi takut kenapa Napa di jalan." Ucap Aletha
"Boleh ya aku ikut sama kamu, antar sampai simpang rumah ku juga tidak apa apa kok." Ucap Aletha memohon
"Aku bilang gak ya gak, tunggu saja papah mu jemput." Ucap Nathanael cuek, dan ia melajukan
motor nya tanpa menghiraukan Aletha yg teriak teriak memanggil nya
"Nathanael tunggu." Teriak Aletha berlari mengejar Nathanael
"Dia seperti sangat tidak menyukai ku." Gumam Aletha pelan
Hati nya sedikit sakit dengan perlakuan Nathanael yg seperti tidak memiliki hati dan tega meninggalkan nya sendiri.
Sedangkan sekarang sekolahan sudah terlihat sepi.
Disha yg tadi nya ingin mengajak Aletha pun tidak jadi karna ia melihat Aletha yg
mendekati Nathanael, ia pikir Nathanael akan mengantarkan Aletha, dan Disha pun langsung pulang.
"Loh non, kok belum pulang." Tanya pak satpam
"Belum di jemput pak." Ucap Aletha sambil terus berjalan lemah
"Apa non mau bapak antar, tapi maaf motor bapak motor butut jadi takut nya non kurang nyaman." Ucap pak satpam itu lagi
Aletha ingin menjawab namun sebelum ia berbicara.....
Tit tit
Bunyi klakson mobil, dan ternyata itu pak raidet,, pak raider
turun dari mobil nya dan ia berjalan ke arah Aletha
"Maaf nak, papah telat jemput, karna tadi macet karna banyak nya siswa siswi pulang sekolah." Ucap pak raider merasa bersalah, karna ia melihat sekolahan sudah sepi dan hanya tinggal putri nya saja
"Tidak apa apa kok pah, ada pak satpam yang menemani Aletha." Ucap Aletha
Pak raider tersenyum kepada pak satpam tersebut.
"Pak ini ada rezeki sedikit untuk bapak, terimakasih sudah menemani anak saya." Ucap pak raider sambil memberikan
sejumlah uang untuk pak satpam
"Jangan pak, tidak apa apa, saya ikhlas menemani non Aletha, karna saya pun tidak ada kawan untuk bicara, karna kawan saya sudah pulang." Ucap pak satpam tersebut merasa tidak enak hati
"Terima aja pak, anggap saja itu rezeki untuk bapak hari ini." Ucap Aletha
"Iyah pak, mohon di terima." ucap pak raider
"Baiklah, terimakasih pak, non, semoga rezeki nya semakin lancar" ucap pak satpam tersebut
"Aamiin." Ucap Aletha dan pak
raider
"Kalau begitu saya permisi dulu pak." Ucap pak raider
"Owh iya pak, hati hati." Jawab pak satpam
Dan di kasi jempol sambil di angguki oleh pak raider.
Sedari tadi Bu iris mondar mandir di ruang tamu menunggu kepulangan anak nya yang sedari tadi belum juga pulang.
"Pasti papah telat ni jemput Aletha." Gumam Bu iris
Tak lama kemudian terdengar
suara mobil yg masuk ke pekarangan rumah nya.
"Itu pasti mereka." Ucap Bu iris sambil berlari kecil membuka pintu utama.
"Assalamualaikum mah." Ucap Aletha dan menyalami tangan mama nya
"Waalaikumsalam, papah telat ya nak jemput kamu." Tanya Bu iris
"Humm, sedikit." Ucap Aletha
"Hisss papah kamu itu kebiasaan, kalau udah kerja itu lupa sama yg lain." Ucap Bu iris mengomel
"Papah ke mana." Ucap Bu iris
sambil clingukan
"Itu lagi masukin mobil ke garasi." Jawab Aletha
Bu iris hanya mengangguk kecil.
"Ayo masuk, kamu istirahat dulu ya." Ucap Bu iris sambil menggandeng tangan Aletha dan mereka duduk di ruang tamu.
"Assalamualaikum." Ucap pak raider
"Waalaikumsalam." Jawab Aletha dan Bu iris
Bu iris pun berdiri dan mengambil tas suaminya dan menyalami tangan suaminya.
Ia menarok tas pak raider di atas meja.
"Papah telat ya jemput Aletha." Ucap Bu iris
"Iya mah, tadi jalanan macet karna banyak nya anak anak sekolahan yg baru pulang, dan pulang pun berombongan." Jawab pak raider
Bu iris menatap ke arah Aletha dan memegang tangan anak nya itu
"Huh kasihan anak mamah, pasti tadi sendirian kan di sekolah." Ucap Bu iris
"Gak kok mah, ada pak satpam yg menemani Aletha." Jawab Aletha
"Ha? Satpam, kamu jangan terlalu dekat Aletha dengan org org asing, mamah takut ihh." Ucap Bu iris khawatir
"Pak satpam nya baik kok mah, ramah banget org nya, papa tadi juga liat ko" ucap Aletha
Bu iris menatap ke arah suami nya dan di angguki oleh pak raider.
"Aletha ke atas dulu ya mah, mau ganti baju." Ucap Aletha
"Iya nak, habis itu kita sarapan." Jawab Bu iris
"Okey mah." Ucap Aletha dan berjalan menaiki tangga menuju kamar nya
Pak raider menatap Bu iris sendu, Bu iris yg melihat itu pun heran.
"Kenapa pah." Tanya Bu iris bingung
"Malam nanti ada pertemuan keluarga kita dan cakkra mah." Ucap pak raider pelan
"Apa? Pah, apa ini tidak terlalu cepat." Ucap Bu iris
"Ntah lah mah, nanti saja kita bahas, papa mau mandi dulu" ucap pak raider
"Apa mau mama siapin air panas atau air dingin pah." Ucap Bu iris
"Tidak mah, biar papa saja, mamah istirahat saja dulu." Ucap pak raider
Bu iris hanya mengangguk tipis.
"Nathanael ayok sarapan dulu." Ucap Bu Clara
Nathanael yg sedang duduk di ruang tamu pun berjalan menuju meja makan.
"Kamu kenapa, kenapa kayak lesu begitu." Tanya pak cakkra.
Pak cakkra dan pak raider sepakat untuk pulang cepat, agar bisa meminta saran kepada istri
mereka.
"Tidak apa apa pah." Ucap Nathanael cuek
"Sudah sudah ayo sarapan dulu, jangan sambil berbicara." Ucap Bu clara.
Akhirnya mereka fokus sarapan dengan tenang.
Setelah selesai sarapan Nathanael pamit untuk kembali ke kamar nya.
"Mah." Panggil pak cakkra
"Iya pah." Jawab Bu Clara
Pak cakkra pun mengajak istri nya untuk kembali ke kamar, dan ia pun menjelaskan semua nya kepada
istri nya itu.
"Mamah rasa Aletha menyukai anak kita pah." Ucap Bu Clara
"Apa maksud mamah." Tanya pak cakkra
"Ya mamah sudah melihat tatapan Aletha kepada Nathanael, namun Nathanael hanya biasa saja." Ucap Bu Clara
"Hum berarti ada sedikit harapan mah, hanya saja harapan itu tergantung pada Nathanael." Jawab pak cakkra
"Iya pah, liat saja malam nanti akan seperti apa." Ucap Bu Clara dan di angguki oleh pak cakkra
Singkat cerita
Malam yg di tunggu tunggu pun tiba, pak raider dan pak cakkra memberi berbagai alasan untuk anak anak mereka agar bisa ikut bersama mereka, dan pada akhirnya Aletha dan Nathanael pun setuju untuk ikut
Aletha sangat setuju untuk ikut karna ia juga ingin mendengar tanggapan Nathanael tentang perjodohan ini
Sedangkan Nathanael dia belum tahu siapa perempuan yg sudah di jodohkan dengan diri nya itu....
Aletha dan kedua org tua nya sudah berada di restoran yg akan
menjadi tempat pertemuan mereka.
Sebenarnya Aletha sedikit kecewa dengan sikap Nathanael, namun setelah ia tahu yg di jodohkan dengan diri nya itu adalah Nathanael ia merasa sangat bahagia sekali.
"Kok lama banget ya pah" ucap Bu iris
"Sabar mah, mungkin sebentar lagi mereka sampai." Ucap pak raider
Sedangkan Aletha tetap sabar menunggu, sampai akhirnya yg di tunggu tunggu pun datang juga
"Hallo mbak, maaf sudah membuat mbak lama menunggu." Ucap Bu Clara sambil berjabat tangan dengan pak raider dan Bu iris begitu pun dengan pak cakkra
"Maaf sudah membuat mu menunggu lama." Ucap pak cakkra
"Hum santai saja." Jawab pak raider
Sedangkan Nathanael menatap tajam ke arah Aletha
"Kamuu." Ucap nya tegas
Sedangkan Aletha hanya tersenyum.
"Iya nak, dia yg papah jodohkan dengan mu, nak Aletha, anak nya
sahabat papa, pak raider." Ucap pak cakkra
"Nathanael tidak setuju." Bentak Nathanael dan berlalu pergi dengan langkah kaki lebar
"Nathanael." Bentak pak cakkra
Nathanael pun menghentikan langkah kaki nya.