NovelToon NovelToon
Suami Untuk Shanum

Suami Untuk Shanum

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Shanum gadis desa yang harus bekerja keras untuk kebutuhan hidupnya dan juga keluarganya. Di tengah kesulitan ekonominya, ia terus menjadi perbincangan orang-orang disekitarnya karena di usianya yang akan menginjak 30 tahun, ia belum saja menikah.

Karena merasa malu, Ibunya meminta tolong salah satu orang yang dikenal sebagai mak comblang di desanya agar mencarikan laki-laki untuk Shanum, hingga akhirnya mak comblang tersebut memperkenalkan Shanum dengan seorang pria yang merupakan cucu dari salah satu warga desa yang terpandang di desa.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Shanum akan menerima pria tersebut? Siapakah pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini Terlalu Banyak

​Udara di rest area pagi itu terasa kering dan berdebu, kontras dengan kesejukan desa di Klaten yang baru saja mereka tinggalkan.

Shanum berdiri agak canggung di samping mobil, meremas ujung hijab instannya. Ia melihat Bunda Rina berjalan mendahului dengan langkah cepat menuju gerai kopi waralaba ternama, sementara Manda sudah melesat ke arah deretan jajanan.

​"Kamu mau sesuatu?" suara berat Abi tiba-tiba terdengar di samping telinga Shanum.

​Shanum tersentak kecil, "Eh, nggak Mas. Aku masih kenyang," jawab Shanum pelan.

​Abi menatap wajah istrinya yang nampak sedikit pucat, "Mau makan apa? Tadi di rumah Eyang belum makan sesuatu, kan?" tanya Abi.

​"Tadi... tadi udah minum teh, Mas," jawab Shanum jujur, suaranya hampir tenggelam oleh deru mesin bus yang terparkir di sebelah mereka.

​"Ikut saya," ucap Abi singkat dan melangkah menuju deretan kedai makanan.

​Shanum mengekor di belakang punggung tegap suaminya, ia dapat melihat perbedaan antara dirinya dan juga suaminya. Di mana Abi mengenakan kemeja flanel yang tentunya harganya mahal, langkah yang penuh percaya diri. Sementara, Shanum hanya mengenakan gamis katun kusam dan hijab instan yang sudah mulai longgar.

​Di depan sebuah gerai nasi rames yang bersih, Abi berhenti. "Pesan yang kamu suka, makan di sini saja, kalau di mobil nanti mual," ucap Abi.

​"Mas nggak makan?" tanya Shanum ragu.

​"Saya pesan kopi saja nanti, sudah kamu pesan yang mau kamu makan," jawab Abi dan diangguki Shanum.

​Baru saja Shanum hendak menunjuk menu sayur lodeh, suara Bunda Rina terdengar dari arah belakang. "Loh, Abi? Kamu malah di sini? Bunda udah pesani roti sama kopi di minimarket, ayo ke sana saja biar dingin kena AC," ucap Bunda Rina.

​Bunda Rina datang dengan menjinjing tas kertas cokelat berlogo mewah, matanya melirik piring plastik di depan Shanum dengan tatapan yang sulit diartikan.

​"Nanti Abi ke sana, Abi disini dulu mau nemenin Shanum," jawab Abi.

"Mas Abi ikut Bunda aja gapapa, biar aku makan disini. Nanti kalau aku selesai makan, aku ke sana," ucap Shanum.

"Aku pergi dulu, nanti aku kesini lagi," ucap Abi dan diangguki Shanum.

Shanum menatap punggung Abi yang menjauh mengikuti langkah Bunda Rina, ada rasa getir yang menyusup di relung hatinya, namun ia segera menepisnya.

Shanum sadar diri, posisinya di keluarga sang suami hanyalah orang asing yang dipaksa masuk kedalamnya. Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia memesan seporsi nasi rames dengan sayur nangka dan sepotong tahu, menu sederhana yang biasa ia santap di desa.

​Shanum duduk di pojok bangku kayu panjang yang agak tersembunyi dan mencoba bersembunyi di tengah keramaian pengunjung rest area. Shanum menyuap nasinya perlahan, matanya menatap kosong ke aspal tempat parkir yang mulai memanas terkena terik matahari.

​Baru lima menit ia makan, bayangan tubuh tegap menutupi sinar matahari yang menerpa meja Shanum, ia mendongak dan terkejut ketika melihat Abi sudah berdiri di depannya. Di tangan kirinya ada segelas kopi dan kantong kertas berisi roti dari Bunda Rina, namun tangan kanannya menjinjing plastik minimarket yang nampak cukup berat.

​"Loh, Mas? Kok udah balik?" tanya Shanum kaget dan hampir tersedak.

​Abi tidak langsung menjawab, ia duduk di bangku kayu di depan Shanum lalu meletakkan kopi dan rotinya di atas meja yang agak berminyak itu.

"Di sana sudah ada Ayah sama Manda, saya lebih tenang kalau di sini," jawab Abi datar, namun ada nada tegas yang tidak bisa dibantah.

​Abi mengeluarkan sebotol air mineral dingin, susu kotak rasa cokelat dan beberapa bungkus camilan biskuit gandum dari plastik minimarket lalu ia menggeser air mineral dan susu itu ke arah Shanum.

​"Minum ini, jangan hanya minum teh. Perjalanan ke Bandung masih sangat jauh, kamu butuh tenaga supaya tidak pusing di mobil," ucap Abi.

​"Te-terima kasih, Mas... tapi ini terlalu banyak," ucap Shanum pelan.

​"Simpan untuk di jalan, kalau lapar atau haus, jangan sungkan bilang ke saya. Jangan diam saja," ucap Abi.

Abi kemudian membuka bungkusan roti pemberian Bunda Rina, namun matanya tetap mengawasi Shanum yang kembali melanjutkan makannya.

Beberapa saat kemudian, Shanum pun menghabiskan makananya. ​"Sudah selesai?" tanya Abi.

"Sudah, Mas," jawab Shanum.

"Ayo ke mobil, Ayah sudah menelepon," ucap Abi seraya berdiri.

Abi pun meraih tas plastik berisi botol minuman dan camilan yang ia beli tadi, tidak membiarkan Shanum membawanya sendiri. ​Sesampainya di parkiran, Ayah Aris tampak sudah berdiri di samping pintu kemudi sambil melakukan peregangan kecil.

​"Bi, biar Ayah yang bawa mobilnya sampai masuk Tol Cipularang nanti. Sekarang, kamu istirahat," ucap Ayah Aris.

​Bunda Rina yang tadinya duduk di belakang bersama Shanum dan Manda, langsung menyahut, "Kalau gitu, Bunda duduk di depan aja ya, Yah? Biar kakinya nggak terlalu pegal kalau di belakang terus," ucap Bunda Rina.

​"Boleh, Bun. Silakan," jawab Ayah Aris.

Bunda Rina segera berpindah ke kursi depan dengan wajah yang nampak jauh lebih lega, ia mengatur sandaran kursi penumpangnya dan sedikit menjauh dari himpitan barang-barang yang sejak tadi membuatnya gusar.

Ayah Aris mulai menyalakan mesin, sementara di baris belakang, posisi penumpang berubah total. Manda pindah duduk kesebelah kiri, Shanum duduk di tengah lalu Abi uang duduk di sisi kanan.

​"Jangan duduk di ujung begitu, nanti punggungmu sakit terkena besi sandaran," ucap Abi.

​"Iya, Mas. Aku nyaman kok, nggak sakit," jawab Shanum pelan dan mencoba menjaga jarak dari suaminya.​

Namun, Abi tidak membiarkan itu terjadi. Begitu pintu mobil tertutup rapat dan Ayah Aris mulai menjalankan mobil keluar dari rest area, Abi mengulurkan tangan panjangnya. Tanpa kata, ia melingkarkan lengannya di pinggang Shanum, lalu dengan gerakan perlahan namun pasti, ia menarik tubuh kecil istrinya itu agar merapat ke arahnya.

​Shanum tersentak, jantungnya berdegup kencang hingga ia merasa bisa mendengarnya di telinga sendiri. "Mas... sempit nanti Mas malah pegal," bisik Shanum.

​"Sandarkan kepalamu kalau mengantuk," bisik Abi, suaranya hampir tenggelam oleh deru mesin dan musik instrumental lembut yang diputar Ayah Aris di depan.

​Shanum menggeleng pelan, ia masih merasa sungkan. Matanya melirik ke depan, melalui celah kursi, ia bisa melihat pantulan wajah Bunda Rina dari kaca spion tengah.

Namun, rasa lelah yang menumpuk akibat kurang tidur mulai menyerang. Perlahan, kelopak mata Shanum terasa seberat timah dan tanpa sadar, kepalanya yang terbungkus jilbab instan itu terkulai dan mendarat tepat di bahu Abi.

​Abi tidak menjauh. Sebaliknya, ia sedikit memiringkan tubuhnya agar Shanum mendapatkan posisi yang lebih nyaman. Dengan tangan kirinya, Abi menarik selimut kecil yang tadi ia siapkan dari tas punggungnya dan menyampirkannya ke tubuh Shanum hingga menutupi jemari istrinya yang saling bertaut.

Manda yang duduk di sisi jendela sebelah kiri sesekali melirik ke arah Kakak dan Kakak iparnya itu, ia tersenyum kecil lalu kembali fokus pada earphone di telinganya. Bagi Manda, melihat kakaknya yang selama ini kaku dan dingin bisa bersikap selembut itu adalah sebuah pemandangan langka sekaligus menyejukkan.

.

.

.

Bersambung.....

1
Asni Kenedy
d gantung dahh🤭🤭🤭
Eva Tigan
Hukumannya enak kok..Shanum malah jadi pengen lebih itu..dan sebaiknya dilakukan di rumah saja😄
Asni Kenedy
ahhh ikut baperr
mamayasna
shanum ooo shanumm
Eva Tigan
Kasi ponsel baru buat istrinya Mas Abi..😄
Eva Tigan
Pak Dosen dan shanum sama sama baru buka segel.
pasti keduanya akan merasa kecanduan setelah merasakan nikmatnya Sorga Dunia😊
mamayasna
😍
Eva Tigan
mesra nya sepiring berdua..isi energi dulu nanti selesai makan dilanjutkan kegiatan romantis nya tadi 😊
mamayasna
😍😍
gemar baca
luar biasa alur ceritanya bagus, penokohan nya keren gak berlebihan, bahasa yang digunakan juga Bagus,keren pokok'e
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
mamayasna
😍😍😍
Valen Angelina
baper gak tuh🤭🤭😄😄
Valen Angelina
belajar terbuka sama suamimu ....jgn apa2 terpendam sndiri ya....
Eva Tigan
segera kasi makan itu istrinya Abi..kasihan seharian gak makan..padahal udah lebaran ini..istrinya malah puasa😊
diaul_5
love you thorrr😍
diaul_5
suka banget sama cerita author satu ini dan lebih suka lagi ttp up meskipun lebaran jan josss polll, soalnya novel yang lain g up lebaran😭😭😭
elaretaa: Terima kasih Kak🥰 Pas lebaran .asih ada draf buat up, nah habis lebaran ini belum ada draf buat up soalnya sibuk lebaran, jadi belum sempat nulis🙏🙏🙏🙏🤭
total 1 replies
dika edsel
hai assalamualaikum bestieeeee... selamat lebaran .minal'aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin ya...😊
elaretaa: Waalaikumsalam bestieeeee!!! selamat lebaran yaaaaaaaaa. Minal aidin wal faizin, semoga kita dipertemukan dengan Ramadan selanjutnya🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
mamayasna
semangat berkarya/Kiss/
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dika edsel
/Heart/
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Valen Angelina
pasti tidak seindah itu pernikahan shanum kan thor...jgn kejam2 kasian dia...Uda ortua gtu masa dpat suami gtu lagi wkwkkwke🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!