NovelToon NovelToon
Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis / Selingkuh
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Kamu adalah luka paling berdarah dalam hidupku."

Satu hari aku tidak ada untukmu, dan kamu menghukumku dengan keheningan selamanya. Aku mencoba lari, aku mencoba mencintai orang lain, bahkan aku menjadi wanita yang buruk dengan mendua demi melupakan bayangmu. Tapi semua sia-sia. Kamu tetap pergi, dan yang paling menyakitkan... kamu memilih sahabatku untuk menggantikan posisiku.

Dapatkan luka ini sembuh saat penyebabnya kini bahagia dengan orang terdekatku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Bel pulang sekolah berbunyi, tapi tidak ada sorak kegirangan seperti biasanya. Di luar, langit yang sejak siang sudah abu-abu kini benar-benar tumpah. Hujan turun sangat deras, menciptakan tirai air yang menghalangi pandangan ke arah gerbang.

Aku berdiri di selasar depan kelas, memeluk tas ranselku erat-erat. Suhu udara mendadak turun, menusuk tulang. Aku benci situasi ini. Hujan selalu punya cara untuk memaksaku tenggelam dalam pikiran yang ingin kuhindari.

"Fis, belum balik?" sebuah suara familiar muncul dari belakang.

Itu Ayu. Dia berdiri di sampingku dengan payung lipat di tangannya. Matanya menatapku hati-hati, seolah aku adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

"Masih nunggu reda," jawabku singkat tanpa menoleh. Aku tidak ingin memulai percakapan apa pun yang berujung pada kata "maaf" lagi.

"Bareng gue aja sampai depan, yuk? Biar lo nggak makin kedinginan," tawar Ayu.

Belum sempat aku menjawab, sebuah motor berhenti di depan selasar. Pengendaranya menggunakan jas hujan hitam pekat, tapi aku tahu persis itu motor siapa. Guntur. Dia membuka kaca helmnya sedikit, menatapku datar di tengah deru hujan. Dia tidak bicara, seolah menungguku melakukan sesuatu.

Namun, dari arah parkiran lain, seseorang berlari menembus hujan tanpa pelindung apa pun. Rambutnya basah kuyup, seragamnya menempel di badan. Itu Bintang.

"Fis!" seru Bintang terengah-engah begitu sampai di depanku. Dia mengabaikan tubuhnya yang basah demi menyodorkan sebuah jaket kering yang dia bungkus dengan plastik agar tidak terkena air. "Pakai ini. Motor aku mogok di parkiran, aku nggak bisa anter kamu. Tapi jangan hujan-hujanan, ya? Nunggu aku benerin motor bentar atau kamu mau aku pesenin taksi?"

Di depanku ada Guntur yang diam mematung di atas motornya—laki-laki yang memberikan luka namun dulu sangat kupuja. Dan di sampingku ada Bintang yang rela basah kuyup demi memastikan aku hangat—laki-laki yang selalu ada tapi belum sepenuhnya kucinta.

Guntur memutar gas motornya, suaranya menderu keras di antara suara hujan, seolah-olah dia sedang menahan sesuatu saat melihat Bintang begitu perhatian padaku.

Enggak usah, Bin. Simpan aja buat kamu," kataku dingin, suaraku nyaris tenggelam oleh gemuruh air yang menghantam atap seng. Aku bahkan tidak menyentuh plastik pembungkus jaket itu.

Bintang tertegun, tangannya menggantung di udara. "Tapi Fis, kamu bisa sakit—"

"Aku bilang enggak usah!" bentakku, meluapkan seluruh sesak yang sejak pagi kutahan. Aku tidak butuh jaket kering, aku tidak butuh taksi, dan aku tidak butuh dikasihani oleh siapa pun.

Aku melirik tajam ke arah Guntur. Dia masih di sana, mematung di atas motornya, memperhatikan setiap gerak-gerikku dari balik kaca helm yang sedikit terbuka. Tatapannya itu... seolah dia punya hak untuk menonton kehancuranku.

Muak. Aku benar-benar muak.

Tanpa peringatan, aku melangkah keluar dari selasar. Aku berlari menembus tirai hujan yang dinginnya langsung menusuk kulit hingga ke tulang. Air hujan seketika membasahi seragam, tas, dan rambutku, tapi aku tidak peduli. Aku lebih memilih kedinginan karena alam daripada sesak karena kehadiran mereka semua.

"Afisa! Balik, Fis! Lo gila?!" teriak Ayu dari kejauhan.

"Fis! Tunggu!" suara Bintang menyusul, tapi aku tahu dia tidak bisa mengejarku karena motornya mogok dan dia tidak mungkin meninggalkan barang-barangnya.

Aku terus berlari. Sepatuku mencipratkan air dari genangan di sepanjang koridor menuju gerbang. Di belakangku, aku mendengar deru motor yang mendekat. Guntur melajukan motornya pelan di sampingku, mengikuti langkah lariku yang mulai tidak beraturan.

"Naik, Afisa. Jangan konyol," ucapnya datar dari balik helm, suaranya terdengar berat bersaing dengan suara hujan.

Aku tidak menoleh. Aku terus memacu kakiku meski paru-paruku mulai terasa terbakar.

"Gue bilang naik!" kali ini suaranya lebih keras, dia menghalangi jalanku dengan roda depan motornya, memaksaku berhenti tepat di depan gerbang sekolah yang mulai sepi.

Aku berhenti, terengah-engah dengan baju yang sudah menempel di tubuh. Aku mendongak, menatapnya dengan benci yang paling murni. "Minggir, Guntur. Urusin aja Fita, jangan urusin gue!"

"Gue cuma mau anter lo balik biar nggak sakit, Fis. Setelah itu terserah lo mau apa," sahutnya, tangannya terjulur ingin menarik lenganku agar mendekat ke motor.

Aku menepis tangannya dengan kasar. "Gue lebih milih mati kedinginan di jalan daripada harus duduk di belakang punggung lo lagi! Pergi!"

,

,

1
Aidil Kenzie Zie
tor jangan bikin mutar-mutar lagi ceritanya
Aidil Kenzie Zie
mantapkan hatimu Fis
byyyycaaaa
labil banget kan...,dia semuanya di pikiran bukannya nyoba buka hati ,di deketin semua cowok dia welcome banget 😭🙏
Aidil Kenzie Zie
Afisa Afisa🤔🤔🤔
Rea
nah gitu fis, jangan cengeng, semangat meraih masdep, jodoh gak usah dipikirin nanti datang sendiri
byyyycaaaa: iya kan kak,sapa tahu jodohnya sama oppa'' Korea 🤭😭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
semuanya berebut mau jadi pasangan Afisa
byyyycaaaa: nggak ada yang bisa gantiin posisi guntur 🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
bisa jadi yang dikatakan Radit bener tentang Arkan Fis
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin temen Afisa yang dulu nyesal termasuk fita. trus Afisa jdian sama bintang
byyyycaaaa: jadi pengacara hebat dulu ,soal jodoh mau kayak in hyuk🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kemana aja lo selama ini Gun jangan ganggu Afisa lagi
palingan dia cemburu dengar cerita dari Radit kalo Afis bersinar di UI dan lagi dekat sama Arkan
nggak usah ditanggapi Fis
Aidil Kenzie Zie
Radit jangan bawa-bawa masa lalu lagi
Aidil Kenzie Zie
si Arkan gercep juga
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
kpn blikan sama bintang
byyyycaaaa: nunggu Bintang jadi dokter di jakarta, tapi si Arkan oke juga kak! 🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Guntur mulai muncul kemana aja dari maren?? nggak usah gangguin Afis lagi
Aidil Kenzie Zie
semangat Fis jangan sampai goyah hanya karena notif dari Kaila
Aidil Kenzie Zie
apa temannya si Guntur nggak ada bahas Afis lagi apa gimana
Rea
heran aku sama afisa, kayake tipe pemikir dan baperan, hidup dibuat santai jangan terlalu memikirkan sikap orang lain, bisa masuk RSJ nanti🤭
mbuh
skip
muak Ama afis🤣
byyyycaaaa: si afisa mau guntur 🤣🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Guntur cari penyakit sendiri dia nggak PD berdiri di samping Afisa
moga Afis dapat pendamping yang benar-benar membuat dia bahagia
lupakan Guntur dan segala penyesalan itu Fis
Aidil Kenzie Zie
kok si Fita bisa tau y🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
temannya kok pada ngrasa nggak punya salah sama sekali ke Afisa
main gabung aja orang lagi asik b2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!