NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Wuxia / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Mengubah Takdir / Dan budidaya abadi / Ahli Bela Diri Kuno / Perperangan / Barat / Tamat
Popularitas:14.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kak Vi

Kekacauan dan penderitaan kembali datang, seperti penyakit yang telah mengakar hingga tumbuh semakin ganas. Sepuluh tahun sudah berlalu sejak hari itu, hari di mana haru bahagia dikumandangkan di seluruh penjuru, saat akhirnya Ratu Iblis dan Naga Es berhasil dikalahkan di tangan Xin Fai.

Ibarat api kecil yang membesar dan melahap apapun yang berada di sekitarnya, musuh lama pun mulai menampakkan jati dirinya kembali, mengguncang dunia persilatan setelah beberapa tahun dan kembali dengan membawa bencana yang jauh lebih mengerikan.

Bahkan Rubah Petir pun tak yakin Xin Fai bisa mengalahkan musuh ini dan dibanding melihat Xin Zhan yang merupakan anak tertua dengan kejeniusan tak terbandingi, dia justru menunjuk Xin Chen yang sama sekali takmemiliki bakat dalam bertarung.

Xin Chen yang sering disebut 'anak gagal' berlari melawan takdirnya, menantang langit dan mengukir namanya sendiri dalam benak orang-orang.

Meski sering kalah dari Xin Zhan namun dia tetap bersikukuh menjadi Pedang Iblis kedua. Untuk menjamin perdamaian dengan nyawanya sendiri, walaupun kebanyakan orang yang ingin dia lindungi adalah mereka yang melihatnya sebelah mata.

"Tidak ada kekalahan dalam diriku, aku hanya jatuh untuk menang. Karena pemenang sebenarnya adalah seorang pecundang yang bangkit dan mencoba sekali lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 12 - Roh Hantu Darah

Entah bisnis apa yang sedang mereka jalankan Xin Chen pun tidak peduli, dia lebih memikirkan bagaimana cara untuk menyusup ke dalam tempat tersebut.

Kelihatannya menarik untuk ditelusuri, terlebih di balik celah dalam kereta kuda sana terlihat harta-harta berlimpah. Pasti mereka habis berburu harta.

Setelah menunggu beberapa saat hingga keadaan mulai lengang barulah Xin Chen beraksi, dia menaiki kotak-kotak yang tersusun berantakan di samping rumah secara diam-diam untuk melihat ke dalam melalui jendela. Di mana sekumpulan orang dewasa sedang berbincang seru akan tetapi dia tak dapat mendengarkan dengan jelas.

Sewaktu itu pula Xin Chen mulai memikirkan jalan untuk masuk, dia memilih pergi ke belakang dan menyeringai senang. Benar saja, terdapat celah untuk masuk, segera saja tanpa permisi dia menerobos dan bersembunyi di balik pilar-pilar kokoh di dalamnya.

Xin Chen merapatkan diri ke tembok ketika derap kaki yang jumlahnya sangat banyak mendekat. Dia sendiri tidak tahu mengapa dirinya senekat ini, hanya dengan alasan ingin memberi pelajaran pada pria tadi, Xin Chen memberanikan diri untuk masuk ke sebuah tempat asing.

Xin Chen menarik napas lega saat rombongan pendekar itu telah pergi, matanya bergerak liar mencari-cari. Tampaknya ada satu ruangan yang bisa direcokinya.

Tiba di depan pintu ternyata ruangan tersebut dikunci dengan pengamanan ketat. Saat menempelkan telinganya pun tidak terdengar apa-apa dari dalam.

Memang tidak ada yang harus dicurigai dari sana tapi entah mengapa Xin Chen memiliki keinginan besar untuk memasuki tempat ini.

Sialnya, saat dia sedang berpikir panjang satu orang penjaga sedang berlalu lalang. Lelaki dengan armor lengkap itu terkejut saat melihat seorang penyusup cilik telah memasuki daerah kawasan mereka.

"Penyusup! Ada penyusup!!"

Xin Chen tersentak panik mendengarnya, dia mengangkat kedua tangan. "Maaf, aku hanya sekedar lewat..."

Tombak di tangan pria tersebut mulai menghunus padanya. "Hukuman untuk seorang penyusup sepertimu adalah mati!"

Xin Chen mundur beberapa langkah seperti tak memiliki cara untuk melawan. Tidak ada jalan untuk melarikan diri selain melewati pria tersebut, karena ruangan yang dia datangi terletak di ujung lorong sempit.

Tak berlangsung lama sekawanan penjaga telah datang beramai-ramai dan tentunya sudah membawa senjata tajam masing-masing.

"Mana penyusupnya?!"

"Cepat kabari Ketua, ini tidak bisa dibiarkan!"

"Siapa yang berani-beraninya memasuki tempat ini?" Terdengar nada kecaman di tengah kacaunya suasana dalam pagoda tersebut. Seorang pria berumur dengan kharisma begitu kuat berjalan tenang, mengeluarkan hawa pembunuh yang sangat menusuk. Meskipun terlihat tua namun pria itu sendiri merupakan pendekar tingkat tinggi dari Kekaisaran Qin. Tidak ada yang meremehkan kekuatan lelaki tua tersebut.

Selama hidup tak bisa dihitung lagi jumlah manusia yang dipenggal olehnya, bahkan beberapa kepala dari lawannya yang tangguh pun dia jadikan pajangan di kamar. Qiu Xinzhi namanya, dia menarik pedang membuat orang-orang di sekitarnya mundur sejauh mungkin membiarkannya lewat.

"Di mana penyusupnya?" tanya Qiu Xinzhi pada penjaga, pria itu menunjuk ke arah depannya cepat-cepat. Dia menunduk dalam takut untuk menatap Qiu Xinzhi.

Qiu Xinzhi menoleh ke arah depan, seketika wajahnya murka berat. "Kau membohongiku...?" kecamnya.

Lantas pria di depannya mengernyit heran, dia segera mengangkat wajah dan memperhatikan ke arah Xin Chen berdiri tadi. Tidak ada apa-apa di sana.

"A-apa? Ta-tadi aku yakin ada seorang anak kecil di sana! Aku bersumpah demi apapun, tadi ada seseorang di sana Ketua. Percayalah padaku!"

"Hahahaha, mungkin yang kau maksud itu anak tikus, ya?" Salah seorang menyahut penuh ejekan.

Sahutan lainnya terdengar bersambung-sambung, sedang pria itu masih mencari-cari untuk membuktikan kebenaran ucapannya. Akan tetapi hasilnya nihil, Xin Chen telah lenyap dengan misterius dari sana.

Qiu Xinzhi mencengkram pedang dalam genggamannya erat-erat, rahangnya mengeras kuat disertai urat muncul di dahinya.

Melihat keramaian di bagian ruang belakang, anak Qiu Xinzhi yang baru saja kembali dari perjalanan pun turut penasaran, setelah menanyakan permasalahan yang terjadi dan sedikit mengerti dia pun berbicara lantang.

"Hukuman memberikan dusta tanpa alasan yang jelas adalah pancung!"

"Ta-tapi dengar dulu penjelasanku!"

"Tidak ada yang perlu dijelaskan! Lagipula kau pikir saja sendiri, mana ada manusia yang bisa memasuki pintu itu dalam sekejap mata. Untuk pendekar agung sekalipun mungkin akan menghabiskan waktu sepuluh menit untuk memutar putaran di bawah pintu tersebut!"

Apa yang dikatakan oleh anggota lain benar, Qiu Xinzhi telah memasang pengaman tingkat tinggi untuk melindungi berbagai barang berharga seperti peta, artefak, cawan pusaka dan pedang-pedang kualitas tinggi di dalamnya.

Dirinya sendiri membutuhkan waktu 10 menit untuk memutar roda putaran yang sengaja diletakkan di tempat tersembunyi agar sulit ditemui.

Qiu Xi–anaknya Qiu Xinzhi mendekat sembari menarik pedangnya, membuat sang penjaga itu ketakutan luar biasa. "Pembohong sepertimu pantas dihukum mati!"

Darah mencuat tinggi dari leher pria itu, dalam sekejap dia meninggal tanpa ampun. Membuat yang lainnya mulai meringis ketakutan.

"Ini adalah hukuman jika kalian berbohong, organisasi kita mungkin akan menuju kejayaannya sebentar lagi dengan barang-barang yang disimpan di dalam gudang harta itu! Kita telah bekerja sama sepenuhnya dengan pihak Lembah Para Dewa. Kalau sampai mereka murka karena perbuatan kalian..."

Qiu Xi tak sanggup melanjutkan kata-katanya, dari semua orang di tempat ini hanya dirinya yang secara langsung pernah mengunjungi sekte tersebut.

Sebuah sekte misterius yang berdiri secara diam-diam dan amat terkenal di kalangan para pendekar aliran hitam.

Asosiasi Pagoda Perak sendiri berada di pihak netral, satu minggu yang lalu utusan dari Lembah Para Dewa datang kepada mereka dengan menawarkan kerjasama berkeuntungan tinggi. Bisnis mereka yang sebenarnya tak begitu menguntungkan mulai mengalami kenaikan akhir-akhir berkat mereka.

Sementara itu saat orang-orang di luar ruangan sedang ribut sendiri, sesuatu yang mengejutkan terjadi terhadap Xin Chen. Anak itu memeriksa badannya memastikan tubuhnya masih utuh atau tidak.

Bagaimana dia tidak terkejut, saat dirinya mendobrak pintu di ruangan ini justru tubuhnya jatuh begitu saja menembus pintu tersebut.

Xin Chen membatu sekian lama dan tiba pada satu kesimpulan, hanya Topeng Hantu Darah yang dipakainya ini patut dicurigai. Belum puas terkejut dari hal itu, mata Xin Chen terpana saat melihat begitu banyak kitab-kitab langka dan barang bernilai tinggi di depannya. Xin Chen tertawa puas.

"Hm... Sepertinya aku tahu alasan mengapa Ayah membelikan aku benda ini." Xin Chen membuka kalung dengan sebuah cincin sebagai matanya, benda itu adalah cincin ruang untuk menyimpan segala barang tanpa batas. Meskipun kualitasnya lebih buruk dari milik Ayahnya namun Xin Chen tidak peduli. Setidaknya dia masih bisa menyimpan barangnya di sini.

"Hehehe rasakan pembalasanku ini pak tua. Maaf saja siang ini aku membuat kepalamu pusing berkunang-kunang."

Hanya butuh beberapa detik saja semua benda lenyap tak bersisa, termasuk kipas-kipas wanita pun Xin Chen ambil tanpa ampun. Lagi-lagi anak itu tertawa. Dia berniat mengambil beberapa buku yang tampaknya berisi tentang hal yang berkaitan dengan medis, mungkin salah satu darinya memiliki penawar untuk racun di tubuh Xin Zhan.

"Baiklah... Sekarang aku harus kembali, tapi caranya bagaimana?" gerutunya kemudian. Xin Chen menyentuh dinding di depannya, lalu menghantamkan badannya di sana.

"Ad-duh..." Teriakan Xin Chen tertahan, dia mengusap bahunya kesakitan. "Bagaimana ini, kalau begini aku akan terperangkap di gudang ini. Dan juga bagaimana caranya aku bisa tembus seperti tadi? Sial... Ini sangat memusingkan."

"Tak kusangka ribuan tahun tak memiliki Tuan, hari ini hanya seekor bocah kecil yang cocok dengan jiwaku."

1
Asep Darajat
mantap ..
Fachri Mamonto
penulisan yang baik seperti novel
novel kho ping ho
pertahankan terus author...mudah mudahan kesini bikin novel pendekar dengan karakter nusantara
VirgoRaurus 31Smile
kisah ini mirip film 300 antara Sparta vs Persia....
VirgoRaurus 31Smile
bisa bayangkan orang berlari sembari berlutut....??? oon di piara....
VirgoRaurus 31Smile
di hiasi pakaian permadani...rupanya Author ga tahu, apa itu permadani.../Facepalm/
VirgoRaurus 31Smile
lho...kan para pema ah sudah di habisin MC semua....lha ini kok masih di incar panah...panah dari mana...
VirgoRaurus 31Smile
bukankah waktu itu hujan lebat...kenapa darah ga luntur oleh air hujan...yg bener aja Thor...
VirgoRaurus 31Smile
baru tahu ada pendekar takut di lempar sandal...
VirgoRaurus 31Smile
kekaisaran Shang yg damai & tenteram....tapi keropos di dalam...
VirgoRaurus 31Smile
emangnya kerbau makan kayu juga ya....kerbau dungu namanya...kayak Author, DUNGU.
VirgoRaurus 31Smile
mereka menyahuti para prajurit....apa yg di sahuti...yg betul "memerintahkan" para prajurit...sebenarnya Author bego atau oon...?
VirgoRaurus 31Smile
kok bisa ibunya MC dg gampangnya di culik, bukankah kediamannya dekat dg kekaisaran Shang...hal ini menunjukkan betapa lemahnya penjagaan di sekitar kekaisaran Shang.
VirgoRaurus 31Smile
kalau alurnya sudah keluar dari alur sebelumnya...jangan harap Author dpt dukungan lebih.....
karena ceritanya jadi bertele tele...bikin pusing readers.
VirgoRaurus 31Smile
ini bukan jawaban atas pertanyaannya sendiri...karena ada tanda tanya...kalau jawaban ga usah di beri tanda tanya (?).
VirgoRaurus 31Smile
lari Luntang lantung...kayak gelandangan aja istilahmu Thor...
VirgoRaurus 31Smile
ke 52 orang tersisa....pada paragraf di atas disebutkan tersisa 152 orang...yg 100 orang kemana Thor, bisa hitungan ga...?
VirgoRaurus 31Smile
AREP mbebaske bapake wae kok mbulet, Melu seleksi...ora mutuuuu...
VirgoRaurus 31Smile
di paragraf atas disebutkan tinggal MC berdua Yu Xiong...kok ini masih ada yg lain...hadeh...
VirgoRaurus 31Smile
di bawah kolong kasur...?
emang kasur ada kolongnya, harusnya di bawah kolong ranjang...Thor.
VirgoRaurus 31Smile
akhirnya MC mengeluarkan kitab pengendali roh...katanya akan menghadapi Salamander api hanya dg kekuatan tubuhnya saja...dasar Author oon...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!