Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2

Ch. 1 - Sepuluh Tahun Berlalu

Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Jauh di timur, di kaki Gunung Lembah Kabut Putih dan dikelilingi oleh bukit serta pepohonan yang rimbun berdiri sebuah rumah dipenuhi berbagai macam alat untuk latihan pedang serta bela diri.

Tamu-tamu penting berlalu dari rumah tersebut sejak pagi hingga petang, dari semua tamu itu salah seorang pria bertubuh tegap dengan tatapan yang ramah baru saja datang setelah sekian lama tak berkunjung.

Lan An, sosok pendekar Kekaisaran Shang kedua yang paling ditakuti itu datang bukan untuk urusan yang terbilang penting. Lebih tepatnya dia hanya ingin menemui Xin Xia, gadis manis yang kecantikannya tak diragukan lagi.

Sudah terlalu banyak lelaki yang jatuh hati padanya. Namun dari sekitar seratus orang itu hanya Lan An yang terlalu niat untuk memilikinya.

Lan An mengalihkan pandangannya sebentar usai menemui Xin Xia di depan rumah, dia mencari sang pemilik rumah yang entah ke mana perginya itu. Memang orang yang sedang dicarinya susah sekali untuk ditemui.

Terlalu banyak urusan yang harus diurusnya membuat teman lamanya itu jarang sekali pulang, hingga suatu waktu Lan An pernah mendengar Ren Yuan mengeluh tentang hal tersebut.

Xin Xia menceritakan pada Lan An betapa rindu kakak iparnya itu siang malam jadi wajar saja dia tahu banyak persoalan mereka.

Sementara itu Lan An mendengar suara dari halaman belakang rumah, seperti suara kayu yang saling bertumbuk. Dia segera mendekati arah suara dan dapat menebak siapa yang tengah berlatih pedang hingga sore gelap seperti ini.

"Ah, anak itu... Dia sama keras kepalanya seperti Ayahnya," gumam Lan An.

Tiba di halaman belakang rumah hal yang pertama dijumpainya adalah satu keluarga tengah berkumpul di sana penuh kehangatan. Cahaya api unggun di tengah-tengah menerangi halaman pada sore itu. Bola matanya menatap lama sang sahabat lama sembari tersenyum.

"Akhirnya kau mendengarkan apa kataku! Xin Fai, kapan kau kembali ke sini? Kurasa sudah lima bulan kau tidak kembali-kembali?" seru Lan An sembari mendudukkan dirinya di atas bangku yang terbuat dari pahatan batu.

Ren Yuan menoleh sekilas dengan senyum kecil, dia masih terus menyandarkan kepalanya di bahu Xin Fai. Enggan melepaskannya. Takut suaminya itu pergi berbulan-bulan dan meninggalkannya lagi.

"Aku sudah menyelesaikan tugasku, lagipula aku juga rindu dengan keluarga kecilku."

"Baguslah kalau kau masih mengingat mereka, paling tidak Ren Yuan tidak akan mengganas seperti kemarin padaku."

"Maksudmu?"

"Apa kau bilang?" Ren Yuan menyahut, merasa dirinya sedang disinggung diikuti dengan rona pipinya yang mulai memerah.

Meskipun sudah berlalu sebelas tahun sejak pernikahannya dengan Xin Fai yang diadakan sangat dadakan, namun paras cantiknya tetap terlihat indah. Tak heran lelaki manapun akan mencuri-curi pandangan saat melihatnya lewat.

Lan An terbatuk-batuk kecil, dia mengalihkan tatapan mata di halaman rumah yang sangat luas. Tempat Xin Fai dan dua anak kembarnya biasa berlatih pedang. Dua anak laki-laki dengan wajah hampir mirip dan berumur sepuluh tahun itu sedang sibuk bertarung di sana.

Xin Fai ikut menonton pertarungan dua anak kecilnya itu, meskipun dari tadi dia juga merasa tidak tega dengan salah satu dari mereka. Xin Chen, anaknya yang paling kecil jatuh tertelungkup di tanah akibat serangan dadakan yang digencarkan Xin Zhan. Anak tertuanya itu melibaskan pedang kayu usai itu. Memalingkan mukanya dengan muak.

"Pertarungan ke-307 kau masih tetap kalah dariku, kau benar-benar lemah," komentar Xin Zhan dengan sesuka hati. Ren Yuan lantas membantu Xin Chen bangun dari tanah bersama tangannya yang mengusap wajah anaknya itu. Penuh dengan luka lebam dan goresan luka.

"Hm... Kukira kau cukup pandai menilai situasi." Xin Chen berupaya bangkit dengan menopang tubuhnya menggunakan pedang kayu, dibantu Ren Yuan dia akhirnya bisa berdiri tegap seperti semula.

Meskipun tubuhnya masih terbilang sangat muda namun Xin Chen memiliki tubuh yang terbilang tangguh. Hanya saja, ada satu kekurangan besar dalam dirinya. Kemampuan bela dirinya tergolong rendah.

"Aku tidak kalah darimu, asalkan kau tahu. Aku hanya menemukan 307 cara untuk kalah darimu!"

"Hahaha! Sangat keren! Anakmu si Chen itu sangat keren gayanya!" seru Lan An bersemangat. Xin Chen mengusap pangkal hidungnya dengan bangga, memang Lan An selalu berada di pihaknya.

Namun belum menghabiskan waktunya untuk sekedar bergaya, Xin Zhan sudah mengambil langkah. Dalam sekejap saja pedang kayu mereka kembali bertemu, membuat Xin Chen kehilangan keseimbangan.

Tangannya terasa bergetar saat serangan tersebut menyerang. Dan tanpa dia sadari, tubuhnya kembali terpental ke tanah. Kakaknya itu tidak segan-segan menyerang.

"Jangan menganggap kelemahanmu itu sebagai suatu kebanggaan, kau memang takkan berkembang. Wajar saja orang-orang meremehkanmu, bahkan saat murid sekte Lembah Kabut Putih menyerang kau hanya bisa menyengir seperti orang bodoh!"

"Zhan'er, sudah cukup. Masuklah ke dalam rumah." Xin Fai menengahi, sebelum dirinya sempat memisahkan mereka Xin Zhan sudah lebih dulu berucap pedas lagi. Entah darimana sifat kejam sekaligus dingin itu menurun.

Xin Zhan, meskipun umurnya masih 10 tahun akan tetapi kekuatannya tak bisa diremehkan. Dia telah memasuki tahap pendekar menengah di umur semuda itu. Membuatnya dianggap sangat jenius.

Ditambah lagi sikapnya yang disiplin, teliti dan sangat hebat dalam menalar situasi. Dia telah berhasil menewaskan banyak siluman yang mengganggu ketentraman desa. Belum lagi membatalkan rencana para pembunuh bayaran dalam penyerangan kediaman klan Ren. Sekiranya, jika dihitung-hitung kekuatan Xin Zhan mampu mengimbangi pendekar yang telah berumur sekitar 20 tahun.

Berbeda halnya dengan Xin Chen, mendengar namanya saja Ren Yuan sudah menarik napas dalam-dalam. Dibandingkan dengan Xin Zhan, Xin Chen memiliki karakter ramah dan mudah membaur di manapun.

Sikapnya tidak pernah menyerah walaupun dirinya dihina serendah mungkin. Karena hal itulah, Xin Zhan marah padanya. Akan tetapi dalam pertarungan dia selalu tak bisa diandalkan, bahkan untuk menangkap kelinci hutan saja dia sudah kesusahan. Hal inilah yang memicu orang-orang menilainya dengan sebelah mata.

"Kau sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk bertarung. Hanya membuat Ayah malu di depan teman-temannya. Ingat ini baik-baik, Chen. Nama Pilar Kekaisaran pertama akan menjadi milikku. Jangan pernah berpikir kau bisa mendapatkannya dengan kekuatanmu itu."

Xin Chen terdiam diiringi dengan tangannya yang meremas tanah. Wajah anak itu tertunduk dalam seperti ingin memberontak. Tapi pada akhirnya dia dapat melihat kebenaran dalam ucapan Xin Zhan. Bahwa dirinyalah yang terlalu payah. Benar-benar payah hingga tak bisa diandalkan.

Xin Chen tidak terlalu dikenal meskipun dia adalah anak sang pendekar legenda, sang Pedang Iblis. Sejak insiden beberapa tahun yang lalu, yang membuat neneknya terluka parah sehingga harus lumpuh karena kecerobohannya membuat pandangan orang-orang berubah. Bahwa dia hanyalah beban keluarga.

Xin Chen, di hari penyerangan klan Ren beberapa tahun lalu justru membuat neneknya berkorban agar dirinya tak terkena racun mematikan

Neneknya telah berkorban banyak untuk dirinya. Sebab itu, beberapa anggota klan Ren mencibirnya.

Di waktu bersamaan beberapa orang murid Lembah Kabut Putih melewati kediaman mereka dan tak sengaja melihat Xin Chen telah jatuh ke tanah. Sudah pasti mereka dapat menebak apa yang telah terjadi.

"Dia sama sekali tidak berguna. Kau lihat, saat latihan pedang dia selalu dimarahi. Penguasaan teknik pedang dan tenaga dalamnya juga sangat buruk. Aku heran apa dia benar-benar anaknya si Pedang Iblis itu?"

Lagi-lagi cibiran dan cemoohan dilayangkan kepadanya, membuat Xin Chen merasa semakin tertekan.

***

Note author: (curhat mksdnya wkwk)

Halo teman2 😃 akhirnya Pendekar Pedang Iblis S2 terpublis, dengan ini author berharap dukungan kalian semua dgn bantu jaga rate-nya agar tidak turun, dgn mengklik bintang 5 (jujur klo turun rate rasanya semangat ku anjlok seketika😥)

Sertakan like, comment, vote, tips (jika ada) dan favorit spy gk ketinggalan updatenya yaa. gak lama kok ngelakuinnya, yg lama itu ngetik ceritanya 😭

Di buku kedua ini author harap klian gk berekspektasi tinggi, krn ya gitu takutnya jelek nnti malah kena hujat, ampoon mas/mbak saya minta maaf deh wkkwkw.

Beda dgn dulu, klo dulu masih luang pas mau ngetik, sdgkan skrg harus kuliah jd harus pandai2 bagi otak, waktu&tenaga. maka dri itu author harap pembaca sekalian mau mengerti situasi author kalau terkendala sewaktu-waktu 🙆

Ngomong-ngomong, Hero kecil kita udh bisa nebak siapa? yg paling lemah lah, alias Xin Chen. krn author lebih suka cerita dari yg bukan siapa2 jd legenda. From Zero to Hero, klo dia lemah salahkan saja bapaknya yak😂

Selamat Membaca~

Terpopuler

Comments

Yan Sofian

Yan Sofian

baaaaaaannnntttaaaaaaaaiiiiiii

2023-09-14

0

Ndra Scr

Ndra Scr

audio box nya gk ada dong :(

2023-07-17

0

bila

bila

bener ko napas

2022-12-10

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 - Sepuluh Tahun Berlalu
2 Ch. 2 - Melampaui Pedang Iblis
3 Ch. 3 - Terperangkap oleh Musuh
4 Ch. 4 - Mayat dan Penderitaan
5 Ch. 5 - Tragedi Xin Zhan
6 Ch. 6 - Kesedihan Mendalam
7 Ch. 7 - Meninggalkan Rumah
8 Ch. 8 - Memulai Petualangan
9 Ch. 9 - Akar Masalah
10 Ch. 10 - Di Bawah Langit Malam
11 Ch. 11 - Asosiasi Pagoda Perak
12 Ch. 12 - Roh Hantu Darah
13 Ch. 13 - Pedang Iblis dan Si Tua Bangka
14 Ch. 14 - Kisah Panjang
15 Ch. 15 - Serangan Dalam Bayangan
16 Ch. 16 - Serangan Dalam Bayangan II
17 Ch. 17 - Anak yang Gagal
18 Ch. 18 - Kemarahan Besar
19 Ch. 19 - Dua Sosok Berjubah
20 Ch. 20 - Kematian Si Penjual Informasi
21 Ch. 21 - Baja Phoenix
22 Ch. 22 - Informasi Yang Ditinggalkan
23 Ch. 23 - Pertarungan
24 Ch. 24 - Pertarungan II
25 Ch. 25 - Pil Dewa Matahari
26 Ch. 26 - Pesan Peracik Obat
27 Ch. 27 - Permata Cahaya Biru
28 Ch. 28 - Musuh Lama Telah Kembali
29 Ch. 29 - Kekecewaan Besar
30 Ch. 30 - Mantra Penghancur
31 Ch. 31 - Kembali Ke Rumah
32 Ch. 32 - Pulihnya Xin Zhan
33 Ch. 33 - Salam Perpisahan
34 Ch. 34 - Sejarah Lama
35 Ch. 35 - Desa Hantu
36 Ch. 36 - Desa Hantu II
37 Ch. 37 - Rahasia Pil Keabadian
38 Ch. 38 - Hantu yang Sebenarnya
39 Ch. 39 - Juru Kekacauan
40 Ch. 40 - Akhir Desa Hantu
41 Ch. 41 - Orang-orang Terbuang
42 Ch. 42 - Tipu Daya
43 Ch. 43 - Rubah Petir
44 Ch. 44 - Air, Api dan Angin
45 Ch. 45 - Kisah Rubah yang Malang
46 Ch. 46 - Wujud Asli Rubah
47 Ch. 47 - Pola Pikir
48 Ch. 48 - Telaga Hijau
49 Ch. 49 - Jiwa yang Dipadamkan
50 Ch. 50 - Huo Zhao dan Irama Kematian
51 Ch. 51 - Penempa Pedang
52 Ch. 52 - Jin Sakai
53 Ch. 53 - Pemanah Kidal
54 Ch. 54 - Pemanah Kidal II
55 Ch. 55 - Kenekatan Wei Feng
56 Ch. 56 - Siluman Roh
57 Ch. 57 - Pedang Petir
58 Ch. 58 - Makam Tanpa Nama
59 Ch. 59 - Alkemis Gila dan Naga Hitam
60 Ch. 60 - Naga Hitam
61 Ch. 61 - Sosok Di Balik Kegelapan
62 Ch. 62 - Kematian Berantai
63 Ch. 63 - Kepergian Naga Hitam
64 Ch. 64 - Ye Long
65 Ch. 65 - Kumbang Hutan
66 Ch. 66 - Kesepakatan Kecil
67 Ch. 67 - Kelicikan Gu Long
68 Ch. 68 - Watak Asli
69 Ch. 69 - Asal Ye Long
70 Ch. 70 - Pedang Baja Phoenix
71 Ch. 71 - Satu Titik
72 Ch. 72 - Kembalinya Si Pengkhianat
73 Ch. 73 - Rantai Petir Api
74 Info
75 Ch. 74 - Penuh Taktik Gila
76 Ch. 75 - Isu Perang
77 Ch. 76 - Kekalahan Pahit
78 Ch. 77 - Menyatukan Tiga Kekaisaran
79 Ch. 78 - Sang Pengendali Roh
80 Ch. 79 - Mata Ilusi
81 Ch. 80 - Bangkitnya Bunga Api
82 Ch. 81 - Tarian Dua Belas Roh
83 Ch. 82 - Petarung Gila
84 Ch. 83 - Surat dari Lembah Kabut Putih
85 Ch. 84 - Kincir Angin
86 Ch. 85 - Rencana Pernikahan Lan An
87 Ch. 86 - Empat Unit Pengintai
88 Ch. 87 - Sarang Iblis Terdalam
89 Ch. 88 - Identitas
90 Ch. 89 - Yin dan Yang
91 Ch. 90 - Gadis Kedai Arak
92 Ch. 91 - Penipu Ulung
93 Ch. 92 - Perangai yang Sebenarnya
94 Ch. 93 - Dicurinya Baja Phoenix
95 Ch. 94 - Di Luar Kendali
96 Ch. 95 - Dua Orang Berjubah
97 Ch. 96 - Baja Phoenix Merah
98 Ch. 97 - Ruang Penyimpanan Buku
99 Ch. 98 - Berkejaran dengan Waktu
100 Ch. 99 - Ruang Bawah Tanah
101 Ch. 100 - Sasaran
102 Ch. 101 - Hujan Petir
103 Ch. 102 - Kekuatan Alam
104 Ch. 103 - Elemen Kegelapan
105 Info
106 Informasi Update
107 Ch. 104 - Siluman Kegelapan
108 Ch. 105 - Membekukan Jantung
109 Ch. 106 - Petir Kutukan
110 Ch. 107 - Landak Api
111 Ch. 108 - Marahnya Landak Api
112 Ch. 109 - Pemburu Datang!
113 Ch. 110 - Awan Hitam
114 Ch. 111 - Perjanjian Langit
115 Ch. 112 - Persiapan Latihan
116 Ch. 113 - Permainan Monster
117 Ch. 114 - Raja Belut Listrik
118 Ch. 115 - Kedalaman Laut
119 Ch. 116 - Kedalaman Laut II
120 Ch. 117 - Kedalaman Laut III
121 Ch. 118 - Kedalaman Laut IV
122 Ch. 119 - Kedalaman Laut V
123 Ch. 120 - Rencana Gila
124 Ch. 121 - Teknik Rahasia Kedua
125 Ch. 122 - Naik ke Permukaan
126 Ch. 123 - Api Keabadian
127 Ch. 124 - Keputusan
128 Ch. 125 - Penyerapan Elemen
129 Ch. 126 - Roh Elemen Api
130 127.
131 Ch. 128 - Roh Elemen Api
132 ch. 129 - Roh Elemen Api II
133 Pengumuman
134 Ch. 130 - Aula Penghakiman
135 131 - Aula Penghakiman II
136 Ch. 132 - Naga Hitam yang Malang
137 Ch. 133 - Lelaki Berjubah
138 Ch. 134 - Singa tanpa Taring
139 Ch. 135 - Bangkitnya Pembunuh Iblis
140 Ch.136 - Sisi yang Tak Terlihat
141 Ch. 137 - Langit Malam
142 Ch. 138 - Mata Safir
143 Ch. 139 - Harga yang Setimpal
144 Ch. 140 - Keadaan Kekaisaran
145 Ch. 141 - Pertarungan di Kegelapan
146 Ch. 142 - Penenang Jiwa
147 Ch. 143 - Sejarah Tua
148 Ch. 144 - Wanita Sekte Bunga
149 Ch. 145 - Membongkar Identitas
150 Ch. 146 - Lotus Merah
151 Ch. 147 - Guru Pedang Iblis
152 Ch. 148 - Fu Yu
153 Ch. 149 - Kenalan Lama
154 Ch. 150 - Penjaga Elemen Air
155 Ch. 151 - 20000 Tahun
156 Ch. 152 - 11 Tahun Era Kehancuran
157 Ch. 153 - Setan Pengamuk dan Pedang Putih
158 Ch. 154 - Selubung Mantra
159 Ch. 155 - Puing-puing Kayu
160 Ch. 156 - Pembangkang
161 Ch. 157 - Sang Panglima Berdarah
162 Ch. 158 - Iblis Bertopeng Gagak
163 Ch. 159 - Ilmu Pemanggil
164 Ch. 160 - Alur Serangan
165 Ch. 161 - Perang Besar
166 Ch. 162 - Perang Besar II
167 Ch. 163 - Perang Besar III
168 Ch. 164 - Perang Besar IV
169 Ch. 165 - Markas Musuh
170 Ch. 166 - Ritual Pemanggilan
171 Ch. 167 - Tumbal
172 Ch. 168 - Kabar Baik dan Buruk
173 Ch. 169 - Seorang Kakak
174 Ch. 170 - Sang Perantara
175 Ch. 171 - Sang Perantara II
176 Ch. 172 - Hadiah dan Permintaan
177 Ch. 173 - Medan Tempur
178 Ch. 174 - Medan Tempur II
179 Ch. 175 - Medan Tempur III
180 Ch. 176 - Api Tak Berwujud
181 Ch. 177 - Tumbangnya Kaisar Langit
182 Ch. 178 - Sang Serigala Pengembara
183 Ch. 179 - Dua Dunia
184 Ch. 180 - Penghangusan
185 Ch. 181 - Kembalinya Ratu Iblis
186 Ch. 182 - Permintaan Bunuh Diri
187 Ch. 183 - Hilangnya Iblis Kecil
188 Ch. 184 - Kekecewaan Ren Yuan
189 Ch. 185 - Sosok di Balik Topeng
190 Ch. 186 - Pembalasan Tanpa Akhir
191 Ch. 187 - Keputusan Terberat
192 Ch. 188 - Ditinggalkan
193 Ch. 189 - Perahu Tak Berpenghuni
194 Ch. 190 - Tujuh Tahun Berlalu
195 Ch. 191 - Menantang Badai
196 Ch. 192 - Menantang Badai II
197 Ch. 193 - Menantang Badai III
198 Ch. 194 - Sosok Misterius
199 Ch. 195 - Kalung Kerang
200 Ch. 196 - Kota Tak Berpenghuni
201 Ch. 197 - Dua Syarat
202 Ch. 198 - Runtuhnya Pilar
203 Ch. 198 - Gadis Bernama Aoi
204 Ch. 199 - Jalan Pendekar
205 Ch. 200 - Seorang Pembelot
206 Ch. 201 - Aliran Pedang Iblis
207 Ch. 202 - Tujuan Sebenarnya
208 Ch. 203 - Tiga Tombak
209 Ch. 204 - Rimba yang Buas
210 Ch. 205 - Mata-mata Pemburu
211 Ch. 206 - Sembilan Prajurit
212 Ch. 207 - Mata Pengintai
213 Ch. 208 - Benteng Kota Fugi
214 Ch. 209 - Prajurit Berdarah
215 Ch. 210 - Pohon Suci
216 Ch. 211 - Dua Silang
217 Ch. 212 - Perang di Ujung Selatan
218 Ch. 213 - Jiwa yang Terbangun
219 Ch. 214 - Satu Penguasa
220 Ch. 215 - Lawan atau Kawan
221 Ch. 216 - Kembar Timur
222 Ch. 217 - Ahli Strategi
223 Ch. 218 - Awal Fajar
224 Ch. 219 - Bayang-Bayang Malam
225 Ch. 220 - Hancurnya Pedang Suci
226 Ch. 221 - Rencana Perang
227 Ch. 223 - Nomor Tiga
228 Ch. 224 - Pilar yang Dinistakan
229 Ch. 225 - Era Baru Dimulai
230 Ch. 226 - Jubah Bulan Darah
231 Ch. 227 - Rumah Bersama
232 Ch. 228 - Perang Para Pengintai
233 Ch. 229 - Perang Para Pengintai II
234 Ch. 230 - Keputusan Sepihak
235 Ch. 231 - Pemanah Kaisar
236 Ch. 232 - Kehilangan
237 Ch. 233 - Pembentukan Unit Satu
238 Ch. 234 - Ramalan Leluhur
239 Ch. 235 - Lukisan
240 Ch. 236 - Pencarian
241 Ch. 237 - Kata yang Tak Sampai
242 Ch. 238 - Desas-Desus
243 Ch. 239 - Maut Sang Pemanah
244 Ch. 240 - Dominasi Dong Ye
245 Ch. 241 - Iblis yang Hancur
246 Ch. 242 - Sumpah Seumur Hidup
247 Ch. 243 - Tamu Tak Diundang
248 Ch. 244 - Pendeta Jubah Putih
249 Ch. 245 - Naga yang Kelaparan
250 Ch. 246 - Penantian Panjang
251 Ch. 247 - Utusan Kaisar
252 Ch. 248 - Pertaruhan
253 Ch. 249 - Dua Mata Pedang
254 Open PO: A Girl Named Aoi
255 Ch. 250 - Neraka Terdalam
256 Ch. 251 - Kamp Terpelosok
257 Ch. 252 - Darah di Ujung Tombak
258 Ch. 253 - Kebetulan
259 Ch. 254 - Nyawa Dibayar Nyawa
260 Ch. 255 - Pembidik Handal
261 Ch. 256 - Sang Pembunuh
262 Ch. 257 - Irama Pedang
263 Ch. 258 - Tabib Terbuang
264 Ch. 259 - Pendongeng Legenda
265 Ch. 260 - Hantu dari YuangXe
266 Ch. 261 - Tanah Kehormatan
267 Ch. 262 - Tatap Temu
268 Ch. 263 - Mantra Yuhao
269 Ch. 264 - Perang Dua Kubu
270 Ch. 265 - Sepuluh Terkuat
271 Ch. 266 - Pembantai Roh
272 Ch. 267 - Pembantai Roh II
273 Tidak update
274 Ch. 268 - Yuhao
275 Ch. 269 - Kitab Pembasmi Roh
276 Ch. 270 - Pengendali Terkuat
277 Ch. 271 - Luka Lama
278 Ch. 272 - Titipan
279 Ch. 273 - Rahasia YuangXe
280 Ch. 274 - Kematian Sang Guru
281 Ch. 275 - Murid Terbuang
282 Ch. 276. Ritual Pembunuhan
283 Ch. 277 - Lima Perintah
284 Ch. 278 - Dua Arah
285 Ch. 279 - Tanpa Nama
286 Ch. 280 - Hancur
287 Ch. 281 - Kepercayaan 200 Tahun
288 Ch. 282 - Penyerahan
289 Ch. 283 - Pesona Surai Biru
290 Ch. 284 - Rival Masa Kecil
291 Ch. 285 - Darah di Tanah YuangXe
292 Ch. 286 - Perpisahan yang Tertunda
293 Ch. 287 - Kekuatan Turunan
294 Ch. 288 - Masa Kecil
295 Ch. 289 - Tanda Misterius
296 Ch. 290 - Orang yang Sama
297 Ch. 291 - Latih Pedang
298 Ch. 292 - Latih Pedang II
299 Ch. 293 - Latih Pedang III
300 Ch. 294 - Pertarungan Terakhir
301 Ch. 295 - Kalah
302 Ch. 296 - Dibebaskan
303 Ch. 297 - Tiga Tamu
304 Ch. 298 - Pemuda Kincir Angin
305 Ch. 299 - Rapat Rahasia
306 Ch. 300 - Rapat Rahasia II
307 Ch. 301 - Salamender Api
308 Ch. 302 - Salamender Api II
309 Ch. 303 - Anak Kecil Bisu
310 Ch. 304 - Neraka Bawah Laut
311 Ch. 305 - Salamander Api III
312 Ch. 306 - Salamender Api IV
313 Ch. 307 - Salamender Api V
314 Ch. 308 - Salamender Api VI
315 Ch. 309 - Salamender Api VII
316 Ch. 310 - Sulit Diartikan
317 Ch. 311 - Masa Lalu Salamender Api
318 Ch. 312 - Mantan Sepuluh Terkuat
319 Ch. 313 - Keakraban
320 Ch. 314 - Leluhur Tertua
321 Ch. 315 - Patung Perempuan
322 Ch. 316 - Perekrutan
323 Ch. 317 - Utusan Perang
324 Ch. 318 - Kami di Sini
325 Ch. 319 - Barisan
326 Ch. 320 - Ancaman Besar
327 Ch. 321 - Menyusupi Kamp
328 Ch. 322 - Seleksi Pertama
329 Ch. 323 - Tangan Buatan
330 Ch. 324 - Dia Datang
331 Ch. 325 - Latihan
332 Ch. 326 - Momentum
333 Ch. 327 - Lima Persen
334 Ch. 328 - Terjaga dari Maut
335 Ch. 329 - Tingkat Selanjutnya
336 Ch. 330 - Yan Xue
337 Ch. 331 - Papan Catur
338 Ch. 332 - Seleksi Kedua
339 Ch. 333 - Pijakan Terakhir
340 Ch. 334 - Seleksi Ketiga
341 Ch. 335 - Situasi Sulit
342 Ch. 336 - Jenderal-18
343 Ch. 337 - Rasa Putus Asa
344 Ch. 338 - Sayatan Menyilang
345 Ch. 339 - Terpojokkan
346 Ch. 340 - Tekad yang Rapuh
347 Ch. 341 - Tempat dan Waktu Berbeda
348 Ch. 342 - Kemenangan
349 Ch. 343 - Mata Terkutuk
350 Ch. 344 - Seharga Nyawaku
351 Ch. 345 - Kepercayaan dan Pengkhianatan
352 Ch. 346 - Memburuk
353 Ch. 347 - Taruhan dan Hukuman
354 Ch. 348 - Firasat Buruk
355 Ch. 349 - Menaiki Menara
356 Ch. 350 - Menaiki Menara II
357 Ch. 351 - Jalur Perbatasan
358 Ch. 352 - Paruh Gagak
359 Ch. 353 - Kota Terbuang
360 Ch. 354 - Kawasan Rahasia
361 Ch. 355 - Tak Terkendali
362 Ch. 356 - Penyamaran yang Terbongkar
363 Ch. 357 - Hukuman Mati
364 Ch. 358 - Hukuman Mati II
365 Ch. 359 - Memanggil Kematian
366 Ch. 360 - Cahaya adalah Kebohongan
367 Ch. 361 - Hati di Bawah Pedang
368 Ch. 362 - Seruan Perang
369 Ch. 363 - Awal Sebuah Akhir
370 Ucapan Terima Kasih dan Cerita Baru
371 Author Kembali!
372 PPI 3 Sudah Update!!
Episodes

Updated 372 Episodes

1
Ch. 1 - Sepuluh Tahun Berlalu
2
Ch. 2 - Melampaui Pedang Iblis
3
Ch. 3 - Terperangkap oleh Musuh
4
Ch. 4 - Mayat dan Penderitaan
5
Ch. 5 - Tragedi Xin Zhan
6
Ch. 6 - Kesedihan Mendalam
7
Ch. 7 - Meninggalkan Rumah
8
Ch. 8 - Memulai Petualangan
9
Ch. 9 - Akar Masalah
10
Ch. 10 - Di Bawah Langit Malam
11
Ch. 11 - Asosiasi Pagoda Perak
12
Ch. 12 - Roh Hantu Darah
13
Ch. 13 - Pedang Iblis dan Si Tua Bangka
14
Ch. 14 - Kisah Panjang
15
Ch. 15 - Serangan Dalam Bayangan
16
Ch. 16 - Serangan Dalam Bayangan II
17
Ch. 17 - Anak yang Gagal
18
Ch. 18 - Kemarahan Besar
19
Ch. 19 - Dua Sosok Berjubah
20
Ch. 20 - Kematian Si Penjual Informasi
21
Ch. 21 - Baja Phoenix
22
Ch. 22 - Informasi Yang Ditinggalkan
23
Ch. 23 - Pertarungan
24
Ch. 24 - Pertarungan II
25
Ch. 25 - Pil Dewa Matahari
26
Ch. 26 - Pesan Peracik Obat
27
Ch. 27 - Permata Cahaya Biru
28
Ch. 28 - Musuh Lama Telah Kembali
29
Ch. 29 - Kekecewaan Besar
30
Ch. 30 - Mantra Penghancur
31
Ch. 31 - Kembali Ke Rumah
32
Ch. 32 - Pulihnya Xin Zhan
33
Ch. 33 - Salam Perpisahan
34
Ch. 34 - Sejarah Lama
35
Ch. 35 - Desa Hantu
36
Ch. 36 - Desa Hantu II
37
Ch. 37 - Rahasia Pil Keabadian
38
Ch. 38 - Hantu yang Sebenarnya
39
Ch. 39 - Juru Kekacauan
40
Ch. 40 - Akhir Desa Hantu
41
Ch. 41 - Orang-orang Terbuang
42
Ch. 42 - Tipu Daya
43
Ch. 43 - Rubah Petir
44
Ch. 44 - Air, Api dan Angin
45
Ch. 45 - Kisah Rubah yang Malang
46
Ch. 46 - Wujud Asli Rubah
47
Ch. 47 - Pola Pikir
48
Ch. 48 - Telaga Hijau
49
Ch. 49 - Jiwa yang Dipadamkan
50
Ch. 50 - Huo Zhao dan Irama Kematian
51
Ch. 51 - Penempa Pedang
52
Ch. 52 - Jin Sakai
53
Ch. 53 - Pemanah Kidal
54
Ch. 54 - Pemanah Kidal II
55
Ch. 55 - Kenekatan Wei Feng
56
Ch. 56 - Siluman Roh
57
Ch. 57 - Pedang Petir
58
Ch. 58 - Makam Tanpa Nama
59
Ch. 59 - Alkemis Gila dan Naga Hitam
60
Ch. 60 - Naga Hitam
61
Ch. 61 - Sosok Di Balik Kegelapan
62
Ch. 62 - Kematian Berantai
63
Ch. 63 - Kepergian Naga Hitam
64
Ch. 64 - Ye Long
65
Ch. 65 - Kumbang Hutan
66
Ch. 66 - Kesepakatan Kecil
67
Ch. 67 - Kelicikan Gu Long
68
Ch. 68 - Watak Asli
69
Ch. 69 - Asal Ye Long
70
Ch. 70 - Pedang Baja Phoenix
71
Ch. 71 - Satu Titik
72
Ch. 72 - Kembalinya Si Pengkhianat
73
Ch. 73 - Rantai Petir Api
74
Info
75
Ch. 74 - Penuh Taktik Gila
76
Ch. 75 - Isu Perang
77
Ch. 76 - Kekalahan Pahit
78
Ch. 77 - Menyatukan Tiga Kekaisaran
79
Ch. 78 - Sang Pengendali Roh
80
Ch. 79 - Mata Ilusi
81
Ch. 80 - Bangkitnya Bunga Api
82
Ch. 81 - Tarian Dua Belas Roh
83
Ch. 82 - Petarung Gila
84
Ch. 83 - Surat dari Lembah Kabut Putih
85
Ch. 84 - Kincir Angin
86
Ch. 85 - Rencana Pernikahan Lan An
87
Ch. 86 - Empat Unit Pengintai
88
Ch. 87 - Sarang Iblis Terdalam
89
Ch. 88 - Identitas
90
Ch. 89 - Yin dan Yang
91
Ch. 90 - Gadis Kedai Arak
92
Ch. 91 - Penipu Ulung
93
Ch. 92 - Perangai yang Sebenarnya
94
Ch. 93 - Dicurinya Baja Phoenix
95
Ch. 94 - Di Luar Kendali
96
Ch. 95 - Dua Orang Berjubah
97
Ch. 96 - Baja Phoenix Merah
98
Ch. 97 - Ruang Penyimpanan Buku
99
Ch. 98 - Berkejaran dengan Waktu
100
Ch. 99 - Ruang Bawah Tanah
101
Ch. 100 - Sasaran
102
Ch. 101 - Hujan Petir
103
Ch. 102 - Kekuatan Alam
104
Ch. 103 - Elemen Kegelapan
105
Info
106
Informasi Update
107
Ch. 104 - Siluman Kegelapan
108
Ch. 105 - Membekukan Jantung
109
Ch. 106 - Petir Kutukan
110
Ch. 107 - Landak Api
111
Ch. 108 - Marahnya Landak Api
112
Ch. 109 - Pemburu Datang!
113
Ch. 110 - Awan Hitam
114
Ch. 111 - Perjanjian Langit
115
Ch. 112 - Persiapan Latihan
116
Ch. 113 - Permainan Monster
117
Ch. 114 - Raja Belut Listrik
118
Ch. 115 - Kedalaman Laut
119
Ch. 116 - Kedalaman Laut II
120
Ch. 117 - Kedalaman Laut III
121
Ch. 118 - Kedalaman Laut IV
122
Ch. 119 - Kedalaman Laut V
123
Ch. 120 - Rencana Gila
124
Ch. 121 - Teknik Rahasia Kedua
125
Ch. 122 - Naik ke Permukaan
126
Ch. 123 - Api Keabadian
127
Ch. 124 - Keputusan
128
Ch. 125 - Penyerapan Elemen
129
Ch. 126 - Roh Elemen Api
130
127.
131
Ch. 128 - Roh Elemen Api
132
ch. 129 - Roh Elemen Api II
133
Pengumuman
134
Ch. 130 - Aula Penghakiman
135
131 - Aula Penghakiman II
136
Ch. 132 - Naga Hitam yang Malang
137
Ch. 133 - Lelaki Berjubah
138
Ch. 134 - Singa tanpa Taring
139
Ch. 135 - Bangkitnya Pembunuh Iblis
140
Ch.136 - Sisi yang Tak Terlihat
141
Ch. 137 - Langit Malam
142
Ch. 138 - Mata Safir
143
Ch. 139 - Harga yang Setimpal
144
Ch. 140 - Keadaan Kekaisaran
145
Ch. 141 - Pertarungan di Kegelapan
146
Ch. 142 - Penenang Jiwa
147
Ch. 143 - Sejarah Tua
148
Ch. 144 - Wanita Sekte Bunga
149
Ch. 145 - Membongkar Identitas
150
Ch. 146 - Lotus Merah
151
Ch. 147 - Guru Pedang Iblis
152
Ch. 148 - Fu Yu
153
Ch. 149 - Kenalan Lama
154
Ch. 150 - Penjaga Elemen Air
155
Ch. 151 - 20000 Tahun
156
Ch. 152 - 11 Tahun Era Kehancuran
157
Ch. 153 - Setan Pengamuk dan Pedang Putih
158
Ch. 154 - Selubung Mantra
159
Ch. 155 - Puing-puing Kayu
160
Ch. 156 - Pembangkang
161
Ch. 157 - Sang Panglima Berdarah
162
Ch. 158 - Iblis Bertopeng Gagak
163
Ch. 159 - Ilmu Pemanggil
164
Ch. 160 - Alur Serangan
165
Ch. 161 - Perang Besar
166
Ch. 162 - Perang Besar II
167
Ch. 163 - Perang Besar III
168
Ch. 164 - Perang Besar IV
169
Ch. 165 - Markas Musuh
170
Ch. 166 - Ritual Pemanggilan
171
Ch. 167 - Tumbal
172
Ch. 168 - Kabar Baik dan Buruk
173
Ch. 169 - Seorang Kakak
174
Ch. 170 - Sang Perantara
175
Ch. 171 - Sang Perantara II
176
Ch. 172 - Hadiah dan Permintaan
177
Ch. 173 - Medan Tempur
178
Ch. 174 - Medan Tempur II
179
Ch. 175 - Medan Tempur III
180
Ch. 176 - Api Tak Berwujud
181
Ch. 177 - Tumbangnya Kaisar Langit
182
Ch. 178 - Sang Serigala Pengembara
183
Ch. 179 - Dua Dunia
184
Ch. 180 - Penghangusan
185
Ch. 181 - Kembalinya Ratu Iblis
186
Ch. 182 - Permintaan Bunuh Diri
187
Ch. 183 - Hilangnya Iblis Kecil
188
Ch. 184 - Kekecewaan Ren Yuan
189
Ch. 185 - Sosok di Balik Topeng
190
Ch. 186 - Pembalasan Tanpa Akhir
191
Ch. 187 - Keputusan Terberat
192
Ch. 188 - Ditinggalkan
193
Ch. 189 - Perahu Tak Berpenghuni
194
Ch. 190 - Tujuh Tahun Berlalu
195
Ch. 191 - Menantang Badai
196
Ch. 192 - Menantang Badai II
197
Ch. 193 - Menantang Badai III
198
Ch. 194 - Sosok Misterius
199
Ch. 195 - Kalung Kerang
200
Ch. 196 - Kota Tak Berpenghuni
201
Ch. 197 - Dua Syarat
202
Ch. 198 - Runtuhnya Pilar
203
Ch. 198 - Gadis Bernama Aoi
204
Ch. 199 - Jalan Pendekar
205
Ch. 200 - Seorang Pembelot
206
Ch. 201 - Aliran Pedang Iblis
207
Ch. 202 - Tujuan Sebenarnya
208
Ch. 203 - Tiga Tombak
209
Ch. 204 - Rimba yang Buas
210
Ch. 205 - Mata-mata Pemburu
211
Ch. 206 - Sembilan Prajurit
212
Ch. 207 - Mata Pengintai
213
Ch. 208 - Benteng Kota Fugi
214
Ch. 209 - Prajurit Berdarah
215
Ch. 210 - Pohon Suci
216
Ch. 211 - Dua Silang
217
Ch. 212 - Perang di Ujung Selatan
218
Ch. 213 - Jiwa yang Terbangun
219
Ch. 214 - Satu Penguasa
220
Ch. 215 - Lawan atau Kawan
221
Ch. 216 - Kembar Timur
222
Ch. 217 - Ahli Strategi
223
Ch. 218 - Awal Fajar
224
Ch. 219 - Bayang-Bayang Malam
225
Ch. 220 - Hancurnya Pedang Suci
226
Ch. 221 - Rencana Perang
227
Ch. 223 - Nomor Tiga
228
Ch. 224 - Pilar yang Dinistakan
229
Ch. 225 - Era Baru Dimulai
230
Ch. 226 - Jubah Bulan Darah
231
Ch. 227 - Rumah Bersama
232
Ch. 228 - Perang Para Pengintai
233
Ch. 229 - Perang Para Pengintai II
234
Ch. 230 - Keputusan Sepihak
235
Ch. 231 - Pemanah Kaisar
236
Ch. 232 - Kehilangan
237
Ch. 233 - Pembentukan Unit Satu
238
Ch. 234 - Ramalan Leluhur
239
Ch. 235 - Lukisan
240
Ch. 236 - Pencarian
241
Ch. 237 - Kata yang Tak Sampai
242
Ch. 238 - Desas-Desus
243
Ch. 239 - Maut Sang Pemanah
244
Ch. 240 - Dominasi Dong Ye
245
Ch. 241 - Iblis yang Hancur
246
Ch. 242 - Sumpah Seumur Hidup
247
Ch. 243 - Tamu Tak Diundang
248
Ch. 244 - Pendeta Jubah Putih
249
Ch. 245 - Naga yang Kelaparan
250
Ch. 246 - Penantian Panjang
251
Ch. 247 - Utusan Kaisar
252
Ch. 248 - Pertaruhan
253
Ch. 249 - Dua Mata Pedang
254
Open PO: A Girl Named Aoi
255
Ch. 250 - Neraka Terdalam
256
Ch. 251 - Kamp Terpelosok
257
Ch. 252 - Darah di Ujung Tombak
258
Ch. 253 - Kebetulan
259
Ch. 254 - Nyawa Dibayar Nyawa
260
Ch. 255 - Pembidik Handal
261
Ch. 256 - Sang Pembunuh
262
Ch. 257 - Irama Pedang
263
Ch. 258 - Tabib Terbuang
264
Ch. 259 - Pendongeng Legenda
265
Ch. 260 - Hantu dari YuangXe
266
Ch. 261 - Tanah Kehormatan
267
Ch. 262 - Tatap Temu
268
Ch. 263 - Mantra Yuhao
269
Ch. 264 - Perang Dua Kubu
270
Ch. 265 - Sepuluh Terkuat
271
Ch. 266 - Pembantai Roh
272
Ch. 267 - Pembantai Roh II
273
Tidak update
274
Ch. 268 - Yuhao
275
Ch. 269 - Kitab Pembasmi Roh
276
Ch. 270 - Pengendali Terkuat
277
Ch. 271 - Luka Lama
278
Ch. 272 - Titipan
279
Ch. 273 - Rahasia YuangXe
280
Ch. 274 - Kematian Sang Guru
281
Ch. 275 - Murid Terbuang
282
Ch. 276. Ritual Pembunuhan
283
Ch. 277 - Lima Perintah
284
Ch. 278 - Dua Arah
285
Ch. 279 - Tanpa Nama
286
Ch. 280 - Hancur
287
Ch. 281 - Kepercayaan 200 Tahun
288
Ch. 282 - Penyerahan
289
Ch. 283 - Pesona Surai Biru
290
Ch. 284 - Rival Masa Kecil
291
Ch. 285 - Darah di Tanah YuangXe
292
Ch. 286 - Perpisahan yang Tertunda
293
Ch. 287 - Kekuatan Turunan
294
Ch. 288 - Masa Kecil
295
Ch. 289 - Tanda Misterius
296
Ch. 290 - Orang yang Sama
297
Ch. 291 - Latih Pedang
298
Ch. 292 - Latih Pedang II
299
Ch. 293 - Latih Pedang III
300
Ch. 294 - Pertarungan Terakhir
301
Ch. 295 - Kalah
302
Ch. 296 - Dibebaskan
303
Ch. 297 - Tiga Tamu
304
Ch. 298 - Pemuda Kincir Angin
305
Ch. 299 - Rapat Rahasia
306
Ch. 300 - Rapat Rahasia II
307
Ch. 301 - Salamender Api
308
Ch. 302 - Salamender Api II
309
Ch. 303 - Anak Kecil Bisu
310
Ch. 304 - Neraka Bawah Laut
311
Ch. 305 - Salamander Api III
312
Ch. 306 - Salamender Api IV
313
Ch. 307 - Salamender Api V
314
Ch. 308 - Salamender Api VI
315
Ch. 309 - Salamender Api VII
316
Ch. 310 - Sulit Diartikan
317
Ch. 311 - Masa Lalu Salamender Api
318
Ch. 312 - Mantan Sepuluh Terkuat
319
Ch. 313 - Keakraban
320
Ch. 314 - Leluhur Tertua
321
Ch. 315 - Patung Perempuan
322
Ch. 316 - Perekrutan
323
Ch. 317 - Utusan Perang
324
Ch. 318 - Kami di Sini
325
Ch. 319 - Barisan
326
Ch. 320 - Ancaman Besar
327
Ch. 321 - Menyusupi Kamp
328
Ch. 322 - Seleksi Pertama
329
Ch. 323 - Tangan Buatan
330
Ch. 324 - Dia Datang
331
Ch. 325 - Latihan
332
Ch. 326 - Momentum
333
Ch. 327 - Lima Persen
334
Ch. 328 - Terjaga dari Maut
335
Ch. 329 - Tingkat Selanjutnya
336
Ch. 330 - Yan Xue
337
Ch. 331 - Papan Catur
338
Ch. 332 - Seleksi Kedua
339
Ch. 333 - Pijakan Terakhir
340
Ch. 334 - Seleksi Ketiga
341
Ch. 335 - Situasi Sulit
342
Ch. 336 - Jenderal-18
343
Ch. 337 - Rasa Putus Asa
344
Ch. 338 - Sayatan Menyilang
345
Ch. 339 - Terpojokkan
346
Ch. 340 - Tekad yang Rapuh
347
Ch. 341 - Tempat dan Waktu Berbeda
348
Ch. 342 - Kemenangan
349
Ch. 343 - Mata Terkutuk
350
Ch. 344 - Seharga Nyawaku
351
Ch. 345 - Kepercayaan dan Pengkhianatan
352
Ch. 346 - Memburuk
353
Ch. 347 - Taruhan dan Hukuman
354
Ch. 348 - Firasat Buruk
355
Ch. 349 - Menaiki Menara
356
Ch. 350 - Menaiki Menara II
357
Ch. 351 - Jalur Perbatasan
358
Ch. 352 - Paruh Gagak
359
Ch. 353 - Kota Terbuang
360
Ch. 354 - Kawasan Rahasia
361
Ch. 355 - Tak Terkendali
362
Ch. 356 - Penyamaran yang Terbongkar
363
Ch. 357 - Hukuman Mati
364
Ch. 358 - Hukuman Mati II
365
Ch. 359 - Memanggil Kematian
366
Ch. 360 - Cahaya adalah Kebohongan
367
Ch. 361 - Hati di Bawah Pedang
368
Ch. 362 - Seruan Perang
369
Ch. 363 - Awal Sebuah Akhir
370
Ucapan Terima Kasih dan Cerita Baru
371
Author Kembali!
372
PPI 3 Sudah Update!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!