NovelToon NovelToon
Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Janda / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Niskala NU Jiwa

Ditinggalkan ,dihina, dan dicap mandul, Azura kembali ke desa kerumah orang tuanya dengan hati hancur setelah 5 tahun pernikahan diceraikan suaminya . Namun saat hidupnya mulai bangkit, rahasia besar keluarga terungkap, ancaman, dan musuh berbahaya . Di tengah badai itu, Azura bertemu Rayyan ,duda kata dengan dua anak kembar dan luka masa lalu . Akankah Azura mempertahankan harga diri, keluarga, dan cintanya? Atau masa lalu kembali meruntuhkan segalanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niskala NU Jiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak Semu dan Bayangan Masa Lalu

Dimas..

Lima bulan telah berlalu sejak Dimas menceraikan Azura, seolah hidup memberikan segala yang ia impikan. Bisnisnya melesat bak meteor. Puncaknya, proposal bisnis terakhir yang dibuatkan Azura sebelum ia pergi , menjadi sebuah maha karya strategi yang sempat tertahan yang akhirnya memenangkan tender raksasa senilai dua triliun rupiah.

Nama Dimas Prakoso dielu-elukan di berbagai majalah bisnis sebagai "Singa Muda Properti".

Kebahagiaan itu semakin lengkap saat satu bulan setelah pernikahan, Annita dinyatakan hamil. Ibu Ratih nyaris pingsan karena gembira; doa-doanya untuk mendapatkan cucu dari "keturunan setara" akhirnya terkabul.

Hari ini, rumah mewah keluarga Prakoso dihiasi bunga-bunga impor yang harganya mencapai ratusan juta. Acara syukuran empat bulanan kehamilan Annita digelar secara megah, dihadiri oleh para pejabat dan pengusaha kelas atas. Annita tampil memukau dengan gaun sutra yang longgar, tangannya sesekali mengelus perutnya yang mulai membuncit dengan senyum yang terlihat sangat tulus di depan kamera.

"Kamu hebat, Dimas. Istri cantik, kaya, dan sekarang sedang mengandung pewarismu. Hidupmu benar-benar sempurna," puji salah satu kolega bisnisnya sambil mengangkat gelas kristal.

Dimas tersenyum bangga, membusungkan dada. "Semua berkat keberuntungan dan kerja keras, Pak."

Setelah acara selesai, tamu-tamu mulai pulang dan lampu kristal di ruang tamu dipadamkan, Dimas masuk ke dalam kamar pribadinya dengan tubuh yang terasa remuk. Kepalanya berdenyut karena tekanan pekerjaan dan bisingnya pesta.

Ia melihat Annita sedang duduk di depan meja rias, asyik membongkar puluhan kado bingkisan dan barang belanjaan bermerek yang ia beli tadi sore, bahkan sebelum tamu syukuran benar-benar habis Annita menyempatkan diri pergi ke Mall .

"Mas, lihat! Tas edisi terbatas ini baru sampai dari Paris. Bagus, kan? Hanya ada dua di Indonesia!" seru Annita tanpa menoleh, matanya berbinar menatap kulit tas yang mahal.

Dimas menghela napas, ia merebahkan tubuhnya di sofa. "Sayang, kepalaku pusing sekali. Bisa tolong ambilkan air hangat atau... pijat sebentar saja?"

Annita menoleh sekilas, wajahnya tampak terganggu. "Aduh, Mas. Aku ini sedang hamil, kakiku juga pegal habis berdiri menyapa tamu tadi. Kamu panggil saja tukang pijat langganan atau suruh pelayan. Jangan manja, ah."

Annita kembali sibuk dengan ponselnya, memotret tas barunya untuk diunggah ke media sosial.

Dimas tertegun. Ia menatap langit-langit kamar yang tinggi dan mewah itu, namun mendadak hatinya terasa hampa. Pikirannya melayang mundur ke lima bulan lalu.

Biasanya, di jam seperti ini, seseorang akan datang tanpa perlu dipanggil. Seseorang yang akan membawakan teh jahe hangat dengan suhu yang pas, melepas kaus kakinya dengan lembut, dan memijat bahunya dengan jemari yang kecil tapi sangat bertenaga sampai ia tertidur.

"Capek ya, Mas? Sini, istirahat sebentar. Semua urusan rumah sudah beres, Mas fokus saja sama kesehatan," suara lembut Azura tiba-tiba terngiang di telinganya.

Dimas memejamkan mata. Ia ingat bagaimana Azura tidak pernah mengeluh meski ia pulang larut malam. Azura tidak pernah menuntut tas mewah atau pamer di sosial media. Azura adalah ketenangan, sedangkan Annita....

"Kenapa aku tiba-tiba ingat dia?" gumam Dimas kesal, mencoba mengusir bayangan Azura.

Ia mencoba mendekati Annita, mencoba mencari kehangatan dari istrinya. Tapi, yang ia dapatkan hanyalah obrolan tentang uang, gaya hidup, dan gairah di ranjang yang kini terasa hambar karena dilakukan tanpa kedalaman emosi.

Dimas tidak tahu bahwa di balik perut buncit Annita, ada rahasia yang sedang berdetak sebuah bom waktu yang siap menghancurkan harga dirinya sebagai pria. Ia juga tidak tahu bahwa proposal 2 triliun yang ia banggakan adalah "hadiah" terakhir dari Azura, otak yang dulu ia sebut mandul dan tak berguna, yang kini sedang membangun kerajaan sendiri di sebuah desa yang terang benderang.

Malam itu, di kamar yang mewag, Dimas Prakoso justru merasa sangat kesepian.

Dimas membuang napas kasar. Di sampingnya, Annita sudah tertidur lelap setelah seharian pamer kemewahan. Rasa pusing di kepalanya tak kunjung hilang. Karena tak bisa tidur, Dimas meraih ponselnya, mencoba mengalihkan pikiran dengan membaca berita bisnis terbaru.

Jarinya terus mengusir layar, melewati berita ekonomi global, hingga gerakannya terhenti pada sebuah tajuk utama yang sedang trending di media sosial dan portal berita nasional:

"Sosok di Balik Azelena Craft: Mengubah Desa Tertinggal Menjadi Pusat Ekspor Kerajinan dalam 3 Bulan."

Jantung Dimas berdegup satu kali lebih kencang tanpa alasan yang jelas. Ia mengklik berita itu.

Matanya membelalak saat melihat foto utama di artikel tersebut. Di sana, berdiri seorang wanita di depan sebuah galeri modern yang megah. Wanita itu mengenakan batik elegan dengan balutan hijab berwarna biru muda yang sangat pas dengan wajahnya. Ia tampak begitu anggun, bersinar, dan penuh wibawa saat berfoto bersama Bapak Bupati.

"Azura?" bisik Dimas nyaris tak terdengar.

Ia memperbesar foto itu. Itu memang Azura. Tapi bukan Azura yang dulu sering ia lihat dengan daster kusam, wajah lelah, dan aroma bawang dari dapur. Azura yang ini terlihat sangat cantik, matanya memancarkan kecerdasan dan ketegasan. Kulitnya bersih merona, tidak ada lagi jejak kesedihan yang dulu selalu menghiasi wajahnya di rumah ini.

Dimas membaca paragraf demi paragraf dengan tangan yang mulai gemetar.

"...Azelena Craft kini telah merangkul ratusan pengrajin desa dan menembus pasar Eropa. Sang pemilik, Azura Nadhira, tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga membangun infrastruktur jalan dan penerangan tenaga surya untuk desanya menggunakan dana pribadi..."

Dada Dimas terasa sesak. Dana pribadi? Seberapa kaya dia sekarang? pikir Dimas kalut.

Dulu, ia membuang Azura karena menganggap wanita itu mandul, tidak berguna, dan hanya menjadi beban bagi karier besarnya. Namun sekarang, kenyataan menamparnya tepat di wajah. Azura yang ia rendahkan justru menjadi primadona yang dielu-elukan publik. Bahkan proyek 2 triliun milik Dimas tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan "nyawa" yang diberikan Azura untuk satu desa.

Ia menoleh ke arah Annita yang tidur memunggunginya. Kontras itu terasa begitu nyata. Annita menghabiskan uangnya, sementara Azura... Azura menciptakan uangnya sendiri dan membantu ribuan orang.

Rasa penasaran yang bercampur dengan ego yang terluka mulai merayap di hati Dimas. Ada bisikan aneh yang menyuruhnya untuk mencari tahu lebih dalam.

"Ternyata dia pergi ke desa itu..." gumam Dimas. "Desa Kenanga."

Tanpa sadar, Dimas menyimpan foto Azura berhijab biru itu di ponselnya. Ada keinginan yang tiba-tiba muncul di benaknya; ia ingin melihat langsung kesuksesan itu. Ia ingin memastikan, apakah wanita di foto itu benar-benar Azura yang dulu pernah bersujud memohon agar tidak diceraikan, ataukah ini orang lain yang hanya mirip?

Malam itu, di kamar mewahnya yang sunyi, sang "Singa Muda Properti" mulai merasa kalah oleh bayang-bayang masa lalunya sendiri.

Dimas mengingat ingat sebenarnya iya sangat mencintai Azura tapi entah apa penyebabnya dia bisa berubah kasar pada Azura. Dimas mempertanyakan dalam dirinya.

1
Roos Penerut's
cerita bagia
Evi Lusiana
terharu thor,walopun slm 5 thn azzura bgi burung d dlm sangkar bgtu kluar dia ttp bs jd penerang bgi kluargany yg sdg kesusahan
Evi Lusiana
ayo zura bangkit dn lawan musuh²mu dg elegan,kau org cerdas
bilik166
💪💪💪💪💪💪
Niskala NU Jiwa: terimakasih
total 1 replies
Elia Rossa
aku suka cerita kalo wanitanya tangguh gini...👍
Niskala NU Jiwa: terimakasih kak. 😍
total 1 replies
naya siswanto
keren
Darlysese
di tunggu lanjutannya
Darlysese
semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!