NovelToon NovelToon
Wanita Tangguh

Wanita Tangguh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Fantasi / Nikah Kontrak
Popularitas:436
Nilai: 5
Nama Author: Elvandem Putra

Di balik sosok wanita seksi yang selalu mencuri perhatian di setiap ruangan, Sasha Wijaya menyimpan rahasia besar—ia adalah agen intelijen yang telah menyamar selama tiga tahun untuk menggali kebenaran di balik jaringan kontrabanda terbesar di Asia Tenggara. Gaun malam yang menempel pada lekukan tubuhnya bukan hanya untuk menarik pandangan, melainkan sebagai selubung untuk menyembunyikan alat-alat khusus yang ia butuhkan dalam setiap misi.

Ketika jaringan itu mulai merencanakan transaksi besar yang mengancam keamanan negara, Sasha diberi tugas untuk mendekati Marcus Vogel—bos tersembunyi dari organisasi tersebut yang baru saja tiba dari luar negeri. Dengan pesona yang tak tertahankan dan kecerdasan yang tajam, ia berhasil meraih kepercayaan sang bos dan masuk ke dalam lingkaran paling dalam jaringan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvandem Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gema di Lorong Kaca

Debu Cihideung masih menempel di sepatu bot Sasha saat dia melangkah turun dari taksi kuning di depan Markas Besar PBB, New York. Kontrasnya begitu tajam; dari hijaunya sawah Jawa ke hutan beton dan kaca yang dingin. Di tangannya, dia menggenggam sebuah flash drive terenkripsi berisi data satelit dan kesaksian ribuan petani—bukti bahwa proyek "Energi Hijau" The Orion Group hanyalah kedok untuk perampasan tanah skala besar.

Ancaman di Balik Bayang-Bayang

Persiapan Sasha di New York tidak berjalan mulus. Sejak mendarat di JFK, dia merasa diikuti. Di hotelnya, sistem keamanan laptopnya sempat mendeteksi upaya peretasan tingkat tinggi.

"Mereka panik, Bu," ujar Rafi melalui panggilan video dari Cihideung. Wajah remaja itu tampak lelah namun waspada. "Server kita di desa diserang DDoS besar-besaran sejak Ibu mendarat. Tapi tim IT dari relawan India dan Estonia sudah berhasil membangun firewall baru. Mereka tidak bisa menembus data inti kita."

Sasha tersenyum tipis. "Tetap waspada, Rafi. Jika mereka tidak bisa mencuri datanya, mereka akan mencoba menghentikan orang yang membawanya."

Diplomasi di Ruang Gelap

Sebelum pidato utamanya di Sidang Umum, Sasha diundang ke sebuah pertemuan tertutup oleh seorang diplomat senior yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan korporasi global.

"Nyonya Sasha," ujar diplomat itu sambil menyesap kopinya di ruangan yang redup. "Dunia butuh litium dan energi surya. Menghalangi proyek Orion di Kalimantan dan Peru sama saja dengan menghalangi transisi energi dunia. Apakah Anda ingin dikenal sebagai orang yang membiarkan pemanasan global menghancurkan bumi hanya demi beberapa hektar sawah?"

Sasha tidak berkedip. "Saya tidak menghalangi transisi energi. Saya menghalangi transisi ketidakadilan. Jika energi bersih Anda dibangun di atas darah dan air mata petani, maka energi itu tetaplah kotor."

Sabotase Menjelang Pidato

Satu jam sebelum gilirannya naik ke podium, sebuah berita palsu meledak di media sosial internasional. Foto-foto manipulasi AI (Deepfake) tersebar, memperlihatkan Sasha seolah-olah menerima suap dari perusahaan pesaing Orion.

Di ruang tunggu, Maria dari Peru menelepon dengan panik. "Sasha, media di Amerika Latin mulai menyebarkan berita itu! Mereka bilang gerakan kita adalah pion politik!"

Sasha menarik napas dalam-dalam, menatap bayangannya di cermin. Dia tidak memakai setelan jas mahal; dia tetap mengenakan kebaya tenun buatan tangan ibu-ibu di Cihideung.

"Biarkan mereka menyerang karakter saya," kata Sasha tenang. "Tapi mereka tidak bisa menyerang kebenaran yang ada di dalam data ini. Maria, instruksikan seluruh jaringan global kita untuk mengunggah video asli perjuangan mereka sekarang juga. Kita lawan kebisingan ini dengan kebenaran."

Langkah Menuju Podium

Saat namanya dipanggil, ruang sidang utama PBB mendadak sunyi. Ratusan delegasi menoleh. Di balkon penonton, beberapa perwakilan dari The Orion Group tampak tersenyum sinis, yakin bahwa reputasi Sasha telah hancur oleh berita palsu tadi.

Sasha berdiri di belakang podium kayu yang ikonik itu. Dia tidak langsung bicara. Dia mengeluarkan sebuah kantong kecil berisi tanah dari Cihideung dan meletakkannya di atas meja podium.

"Tanah ini tidak bisa membaca algoritma," suara Sasha menggema, mantap dan jernih. "Tanah ini tidak peduli pada harga saham di bursa New York. Tapi tanah ini adalah ibu dari semua kehidupan yang Anda diskusikan di ruangan ini."

Akankah pidato Sasha mampu membalikkan keadaan dan memaksa PBB mengeluarkan resolusi perlindungan lahan petani global? Ataukah kekuatan lobi Orion terlalu kuat untuk ditembus?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!