NovelToon NovelToon
KATA BUMI : Penguasa Diatas Penguasa

KATA BUMI : Penguasa Diatas Penguasa

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:96
Nilai: 5
Nama Author: maulidiyahdiyah

Dentang waktu yang terus berputar, menyisakan kesunyian di gelap malam. Deru nafas yang memburu buatnya lupa akan kelamnya dunia.

Sunyi bukan sepi yang melanda, luka bukan duka yang datang. Un All Neat Each Time !
...

Derap langkah kaki di sudut kasino.
"Hei bung!, serahkan dia padaku, i'm sure you quiet". Sarkasnya
"Oh,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maulidiyahdiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Sayang Bunda

Satu minggu telah berlalu, kondisi Kaisar semakin memburuk, ia divonis koma. Bayangkan ibu mana yang tega melihat anaknya seperti itu, seorang Kasih Bumantara yang selembut itu pasti sangat khawatir, kedua matanya sembab sebab dia menangis terlalu lama. Bagaimana dengan Aksa?, ia harus kembali terlebih dahulu untuk tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga Pradipta, hanya tersisa Mbak Ayu selaku asisten pribadinya yang menemani.

“Nyonya, ini tang dan cha khas kediaman Zhang”. Ucap Mbak Ayu kepada Kasih yang diam termangu sembari menatap kosong Kaisar yang terbaring lemah, Mbak Ayu meletakkan semangkuk sup dan segelas teh di sebelah Kasih.

“Makanlah saja, aku tidak selera”. Timpal Kasih, Mbak Ayu terperangah, ia bingung harus mengatakan apalagi, selama seminggu ini Kasih hanya memakan roti yang Mbak Ayu beli di mall Beijing.

“Tolong nyonya jangan seperti ini, bagaimana kalau nyonya kekuranagn darah lagi”. Mbak Ayu terus membujuk Kasih, namun nihil, Kasih tetap bersikukuh untuk tidak makan, tatapan kosong itu sangat menyayat hati Mbak Ayu yang sudah bertahun-tahun menemaninya. Sudah lama Mbak Ayu bekerja untuk Kasih, ia sangat paham bagaimana Kasih mengekspresikan perasaannya,

Ia tahu saat ini Kasih pasti sangat terpukul.

“Andaikan saat itu aku tidak memeberinya buku”. Gumam Kasih. Mbak Ayu merasa iba kepadanya.

“Nyonya tolong jangan seperti itu, mungkin akan ada hal baik dibalik ini”. Mbak Ayu meraih tangan Kasih, lalu menggenggamnya erat, ia ingin menyalurkan energi positif kepada atasannya tersebut.

“Nyonya ini ponsel tuan muda, ternyata masih bisa dipakai”. Usai Mbak Ayu memberikan ponsel Kaisar kepada Kasih, ia langsung melengganng pergi, sedangkan Kasih ia membuka ponsel putranya itu dengan sandi tanggal lahir bundanya, Kasih semakin dibuat sedih oleh sandi tersebut.

Aplikasi pertama yang ia tuju adalah catatan pribadi milik Kaisar, tatkala membuka Kasih langsung terkesiap dengan iringan butiran bening keluar dari matanya

NOTE :

1. My mommy adalah kelemahanku, jangan sampai orang lain tahu.

2. My family

Aksara Pradipta

Kasih Bumantara

Kaisar Pradipta Bumantara

3. My friend’s

Kenny Antara Dikta

I Gusti Houtama Yhovi

Gavin Radhika

4. Aku menemui waita menarik diacara penobatan yang kubatalkan, dia menarik tapi apa yang ia pakai juga menarik. Dan ternyata takdir mempertemukan lagi di kampus sampai akhirnya hari ini aku berbohong pada perasaanku sendiri

5. Elisia Lavoisier Youther

This My Girlfriend

6. (Hai harus ingat selalu Bumantaramu ada bundamu)

Siapa ini, siapa yang berani menyentuh orang-orang yang kusayangi

“Bunda juga sayang denganmu nak, kamu harus berjanji dengan bunda akan baik-baik saja”. Tangis Kasih pecah untuk kesekian kalinya, rasa sayang yang terlalu besar membuatnya lupa pada kesehatan diri sendiri. Itulah sosok orang tua yang melakukan apapun demi anaknya, tak peduli meski nyawa mereka truhannya, apakah rasa sayang anak juga demikian?, tidak, rasa sayang anak tidak akan pernah mengalahkan rasa sayang orang tua.

***

Dua minggu pun terlewati dengan kegiatan yang monoton, sehari-hari Kasih hanya bisa menangis, mengusap tubuh anaknya dengan tisu basah dan memantau infus untuk imunitas anaknya. Mbak Ayu hanya bisa menyimak dan membantu sedikit, ia tak berani untuk mengatakan hal lain selain ‘Baik’

“Mbak Ayu tolong hubungi Maldiv’s Internasional University, mahasiswa dengan nama Elisia Lavoisier Youther harus datang kesini, sekarang saya akan menggunakan kekuasaan untuk anakku”. Titah Kasih, Mbak Ayu terdiam sejenak, otak itu masih mencerna ucapan atasannya.

“Baik”. Balas Mbak Ayu yang langsung mengerjakan apa yang ditugaskan, meski dalam hati bertanya, apa hubungannya dengan Elisia yang akan di hubungi?.

Disisi Elisia ia tengah berada di supermarket terdekat dari apartemennya, dia tinggal di apartemen selama kuliah karena jarak kampus dan rumahnya sangat jauh.

“Apalagi yah, sabun sudah, jajan sudah, bumbu masak sudah.. oh yogurt”. Tatkala ia akan melangkahkan kaki mencari yogurt ponsel yang berada di tasnya berbunyi. Elisia melihat nama kontak yang menghubunginya. “Pak rektor”. Kejutnya.

‘REKTOR IS CALLING ROOM’

‘Halo pak’. Elisia pun mengangkat panggilan

‘Nona Youther maafkan kami, karena anda harus berangkat ke China sekarang juga, tolong pengertiannya’. Elisia terdiam, ia tampak masih mencerna ucapan rektor Maldiv’s International University.

‘Tolong jelaskan alasannya, saya tidak bisa menerima seperti ini secara tiba-tiba’. bantahnya

‘Anda akan tahu sendiri saat sampai disana’

‘TUT, TUT’

Rektor memutus panggilan secara sepihak, Elisia dibuat sangat kesal karena dirinya merasa di rugikan. Pada akhirnya ia hanya bisa menerima hal ini.

“Apa tidak ada mahasiswa lain?”. Gerutunya dalam hati, seketika moodnya hancur, ia pun menyuruh satpam untuk membayar belanjaannya, yah begini kalau mood seorang Elisia sedang tidak baik-baik saja, semua pasti terkena akibatnya.

‘TING’

Ponselnya berbunyi lagi menampakkan satu pesan masuk.

‘REKTOR IN ROOM CHAT’

Rektor : Nona Youther anda tidak perlu bingung karena tidak menggunakan pesawat umum tapi memakai jet pribadi Pradipta, nona juga tidak perlu membawa baju, cukup yang dipakai.

Elisia kesal namun bercampur heran, jet pribadi Pradipta, bukankah ia pernah menaikinya. “Itukan jet saat di Jerman”. Batinnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!