"Dad, biarkan aku melihat dunia luar. Aku sangat ingin menikmati masa remaja seperti gadis-gadis seusiaku" ucap Aurel.
"Enggak, Daddy tidak akan pernah mengizinkanmu keluar. Diluar sana banyak bahaya princess" ucap sang Daddy.
Aurellia Louisa Xavier, gadis manis berusia 16 tahun yang selalu di jaga dengan ketat oleh keluarganya.Sejak kecil, Aurel tidak pernah berada jauh dari keluarganya terutama kedua orang tuanya. Aurel selalu diperlakukan bak princess oleh keluarganya.Selain kedua orang tuanya, Aurel juga memiliki 4 kakak yang sangat sayang dan posesif padanya.
Bagaimana cara Aurel menghadapi sikap keluarganya yang sangat posesif padanya?.
ikuti terus kelanjutan cerita Aurel dan keluarga posesifnya ya 🤗 🙏 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Malam harinya semua orang sudah berkumpul di meja makan. Aurel sendiri terlihat sangat lahap. Melihat itu semua orang merasa sangat bahagia.
"Princess, Daddy senang melihat kamu makan dengan lahap seperti ini" ucap Dion.
"Iya princess, coba setiap hari kamu makannya seperti ini" ucap Daniel
"Iya princess, biar badan kamu tumbuh besar. Gak kecil terus seperti ini" ucap Dean.
"Eh kalian ini, udah jangan ganggu putriku ya".
"Udah sayang kamu gak usah dengerin mereka. Kamu fokus makan aja ya, makan yang banyak" ucap mommy Alisa.
"Iya mom" ucap Aurel dengan mulut penuh makanan.
"Ditelan dulu princess, gimana kalau kamu tersedak" ucap mommy Alisa.
Aurel sendiri hanya tersenyum mendengar ucapan sang mommy.
"Sepertinya keputusanku untuk mengizinkan princess bersekolah umum itu sangat tepat. Lihatlah, princess terlihat sangat bahagia" batin Daren.
"Oh iya dad, jadi kapan aku bisa mulai bersekolah?" tanya Aurel setelah menghabiskan makanannya.
"Bukannya kamu memang setiap hari udah belajar ya princess" ucap Diego yang memang belum tahu tentang Aurel yang akan bersekolah umum.
"Iya kak, tapi ini beda. Daddy udah mengizinkan aku bersekolah umum. Sama seperti kak Diego" ucap Aurel.
"Apa?".
"Bersekolah umum?" kaget Diego.
"Iya kak" ucap Aurel.
"Tunggu, kenapa gak ada yang kasih tahu aku tentang ini" ucap Diego sambil menatap keluarganya.
"Sekarang kamu udah tahu kan" ucap Daniel.
"Iya, tapi maksudku kenapa aku tahunya belakangan. Kalian gak ajak aku diskusi masalah ini".
"Oke fine, kalian gak anggap aku ada" ucap Diego mulai berdramatis.
"Udah gak usah lebay deh. Lagian suara kamu juga gak terlalu mempengaruhi keputusan untuk princess" ucap Dean.
"Jahat, kalian semua emang jahat. Mom lihat, masa aku diabaikan dan gak dianggap di keluarga ini" adu Diego dengan wajah yang di buat semenyedihkan mungkin.
"Astaga udah deh gak usah dramatis gitu. Geli tahu gak lihatnya" ucap Daniel.
"Eh udah udah, kenapa jadi berantem si. Diego, udah ya kamu jangan marah. Kita gak bermaksud mengabaikan pendapat kamu kok".
"Tapi kan tadi siang kamu berada di sekolah. Jadi kita gak bisa minta pendapat kamu" ucap mommy Alisa mencoba memberi pengertian.
"Huft... yaudah deh gak papa. Emang cuma mommy yang sayang sama aku di keluarga ini" Diego.
"Ih.. Aku juga sayang ya sama kakak loh" ucap Aurel.
"Oh iya, kamu sama mommy maksudnya" ucap Diego.
Daddy Dion dan yang lainnya hanya memutar bola matanya dengan malas melihat drama yang Diego lakukan.
"Dasar lebay" gumam Daniel sambil menatap Diego.
"Emang, tukang drama dia" gumam Dean juga sambil menatap Diego.
"Biarin" gumam Diego sambil menjulurkan lidahnya.
Daniel dan Dean merasa sangat kesal melihat ekspresi Diego. Sedangkan Aurel sendiri hanya tersenyum melihat sikap kakak-kakaknya.
Sifat Diego saat di rumah dan disekolah memang sangat berbeda. Jika di sekolah Diego akan bersifat dingin dan irit bicara tapi berbeda dengan saat di rumah.
Diego akan menjadi anak yang sangat ceria dan banyak bicara. Bahkan Diego juga sering memberikan lelucon untuk membuat suasana lebih cair.
"Oh iya princess tentang pertanyaan kamu tadi, besok kamu udah bisa mulai masuk sekolah".
"Daddy udah mengurus semuanya. Termasuk seragam dan perlengkapan sekolah kamu" ucap Daddy Dion.
"Wah beneran dad?" tanya Aurel dengan wajah bahagia.
"Benar princess. Kamu akan bersekolah di sekolah yang sama dengan Diego. Untuk kamu Diego, Daddy serahkan tanggung jawab untuk menjaga princess selama di sekolah".
"Kalau sampai terjadi sesuatu pada princess Daddy akan hukum kamu" ucap Dion.
"Siap dad, aku pasti akan menjaga princess dengan baik. Daddy tenang aja" ucap Diego.
"Bagus, Daddy pegang ucapan kamu" ucap Dion.
"Wah aku jadi gak sabar buat nunggu besok pagi" ucap Aurel.
"Tapi princess, ada syarat yang harus kamu setujui kalau memang mau bersekolah" ucap Daddy Dion.
"Iya dad, tadi siang kak Daren juga udah bilang. Memangnya apa syaratnya?" tanya Aurel.
"Daddy akan meminta beberapa bodyguard untuk menjaga kamu selama di sekolah" ucap Dion.
"Apa?, bodyguard?".
"Tapi dad, apa itu gak berlebihan. Kan udah ada kak Diego yang jagain aku" ucap Aurel.
"Itu berbeda princess, kalian kan gak satu kelas. Jadi Daddy akan menugaskan bodyguard yang bisa bersama kamu terus menerus" ucap Dion.
"Tapi dad, kalau aku dikawal bodyguard gimana aku bisa punya teman nantinya. Yang ada mereka semua akan takut sama aku".
"Plis dad, jangan pakai bodyguard ya" pinta Aurel.
"Gak bisa princess, itu udah keputusan kita semua. Kalau kamu gak menyetujui syarat ini itu artinya kamu gak jadi bersekolah umum" ucap Daddy Dion.
"Eh jangan. Mom, tolong bantuin aku buat bujuk Daddy dong" ucap Aurel.
"Sayang, apa yang Daddy kamu lakukan itu demi kebaikan kamu. Jadi udah ya terima aja" ucap mommy Alisa.
"Tapi mom, gak harus di kawal bodyguard juga kan. Nanti gimana reaksi murid-murid lain kalau melihat aku di kawal seperti itu".
"Mereka pasti akan takut sama aku dan gak akan ada yang mau berteman sama aku".
"Tujuan aku mau bersekolah umum kan biar aku punya teman mom. Kalau kaya gini aku gak akan punya teman" ucap Aurel.
Mommy Alisa sendiri merasa bingung harus bagaimana. Di satu sisi dirinya tidak ingin menentang keputusan suaminya. Tapi di sisi lain dirinya juga merasa kasihan pada putrinya.
"Em... Atau gini aja. Princess tetap di kawal bodyguard tapi mereka jangan ikut masuk ke kelas princess. Jadi bodyguard itu akan berjaga di sekitar sekolah princess" ucap mommy Alisa memberi saran.
"Nah boleh itu. Dad ikutin kata mommy ya, plis" ucap Aurel sambil mengedipkan kedua matanya.
"Huft... Baiklah, baiklah" ucap Daddy Dion akhirnya luluh.
"Yey... Makasih banyak dad" ucap Aurel yang langsung memeluk sang Daddy.
"Sama-sama princess, Daddy senang melihat kamu bahagia seperti ini" ucap Dion.
"Kakak gak di peluk juga nih" ucap Daren merasa iri.
"Iya, kakak juga mau di peluk dong" ucap Daniel.
"Kakak juga" ucap Dean.
"Iya princess, aku juga mau di peluk" ucap Diego.
"Gak usah" ucap Daren, Daniel dan Dean dengan kompak sambil menatap Diego.
"Astaga, kalian punya masalah apa si sama aku. Sampai kompak gitu" ucap Diego sambil memajukan bibirnya.
"Udah, udah gak usah iri. Sini aku peluk semua" ucap Aurel yang langsung merentangkan tangannya.
Dengan cepat Daren dan yang lainnya memeluk Aurel. Mereka semua berpelukan sambil tertawa bahagia. Diego juga tidak ingin ketinggalan. Dirinya langsung ikut bergabung berpelukan bersama yang lainnya walaupun sempat dilarang.
bagus sekali alurnya sama gak sabar nunggu bagaimana reaksinya saat pertama kali masuk kelas
akhirnya bisa sekolah umum ya😄